TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Dijodohkan


__ADS_3

"Hah..kenapa lagi kali ini?" Gumam Elviana malas.


Ia sudah sampai di depan kediaman orang tuanya, namun tidak langsung turun dari mobilnya.


"Wait..." Elviana kembali mengurungkan niatnya yang hendak turun dari mobilnya.


Segera ia mengambil bedaknya dari dalam tas dam membuka penutupnya. Ia memeriksa area lehernya dan beberapa bagian tubuhnya yang terbuka untuk memastikan Ken tidak meninggalkan bekas di tubuhnya.


"Aman.." Gumamnya lega dan segera ia pun turun dari mobilnya.


Dengan langkah malas ia masuk ke dalam rumah mewah itu.


"Aku pulang." Sapa Elviana malas.


"Kakak? Kakak ipar? Kalian juga di sini?" Tanya Elviana heran saat melihat kakaknya dan juga Angelo yang adalah kakak iparnya juga ada di rumahnya.


"Em..Daddy meminta kami kemari..katanya ada yang penting yang ingin dibahas." Jawab Eliana, kakak Elviana melempar pandangan ke arah Ayah mereka.


Dengan malas Elviana duduk di samping kakaknya.


"Semua sudah berkumpul di sini. Daddy tidak ingin basa basi. Elviana, Daddy ingin kau berhenti menjadi model! Daddy sudah mengatur perjodohanmu dengan rekan bisnis Daddy." Ungkap Deron, Ayah Elviana.


"What? Dijodohkan? Aku tidak mau!" Tolak Elviana kesal.


"Tidak ada penolakan El! Daddy muak melihat pergaulanmu yang terlalu bebas apalagi pekerjaanmu yang tidak jelas itu. Sering memamerkan lekuk tubuh di depan umum dengan pakaian terbuka. Daddy tidak suka melihat itu semua." Ucap Deron meninggikan suaranya.


"Aku model Dad. Dan pekerjaanku adalah memperagakan busana. Mom, aku tidak mau di jodohkan." Rengek Elviana memohon belas kasihan pada Ibunya.


"Maaf El, kali ini Mommy setuju dengan Daddy. Lagipula, pria yang akan dijodohkan denganmu itu adalah pria yang baik dan terpelajar. Dia juga pria yang sopan dan lembut." Ungkap Ibu Elviana.


"Aku tidak mau ... "


"Mau atau tidak mau, kau harus menerima perjodohan ini. Daddy tidak ingin masa depanmu hancur karena pekerjaanmu yang tidak jelas itu. Besok malam pertemuan dua keluarga akan diadakan." Tegas Deron dan langsung membawa istrinya meninggalkan anak menantunya.


"El, sebaiknya kau turuti saja apa yang Daddy inginkan. Toh, baru kali ini dia meminta sesuatu darimu. Selama ini Daddy selalu membebaskanmu melakukan yang kau suka." Bujuk Eliana pada adiknya.


"No! Perjodohan ini tidak bisa terjadi." Ucap Elviana sendu.


"Kenapa? Kau sudah punya pria yang kau cintai?" Tanya Angelo antusias.


Sifat kemayu Angelo sudah sedikit berkurang.


"Aku..aku mencintai Ken. Dan kalian juga mengenalnya. Kami..kami baru saja melakukan itu sebelum Daddy menelpon tadi." Ungkap Elviana menunduk.

__ADS_1


"El, kenapa seperti itu? Kau menyerahkan diri begitu saja padanya?" Tanya Eliana kesal dengan tindakan adiknya itu.


"Hanya itu caranya agar dia tahu aku tulus padanya." Jawab Elviana.


"Hah..kali ini aku benar-benar gila karena ulahmu. Sebaiknya kau selesaikan sendiri masalahmu." Ujar Eliana geram dan beranjak meninggalkan adiknya.


"El, jangan menyerah! Aku mendukungmu. Kau bisa manfaatkan perjodohan ini untuk membuktikan ketulusan dan keberanian Ken padamu. Jika dia sudah merasakan ketulusanmu dan sudah mencintaimu. Dia pasti akan memperjuangkan dirimu." Ucap Angelo menyemangati adik iparnya.


Elviana memang lebih dekat dengan kakak iparnya karena tuntutan pekerjaan mereka yang saling terkait.


Elviana hanya mengangguk pelan dan Angelo pergi menyusul istrinya.


Dengan malas Elviana berjalan masuk ke dalam kamarnya. Setelah di dalam kamar, ia menghempaskan kasar tubuhnya ke atas ranjang.


"Hah..." Elviana mendesah sedih.


Ia meraih ponselnya dan menghubungi Ken.


"Ken, aku akan dijodohkan." Ungkap Elviana sedih saat Ken menjawab panggilannya.


"APA??" Pekik Ken tak percaya.


"Aku akan dijodohkan." Ungkap Elviana lagi.


Elviana senang karena Ken cemburu meski tidak secara terang-terangan ia akui.


"Tapi Daddy sudah ambil keputusan. Dan aku tidak bisa menolak." Ucap Elviana menahan tawa.


"Jadi kau akan menerima perjodohan ini?" Tanya Ken kesal.


"Em..aku tidak punya pilihan Ken. Maafkan aku. Dan terima kasih untuk yang tadi. Selamat tinggal." Ucap Elviana memilih mematikan panggilannya secara sepihak.


"Ken Ken..bukankah sudah ku bilang kalau kau itu diam-diam mencintaiku. Kau hanya gengsi untuk mengakuinya. Jika kau memang pria sejati, kau pasti akan memperjuangkan diriku bagaimanapun caranya." Gumam Elviana terkekeh.


Entah kenapa Elviana yakin sekali Ken akan bertindak untuk memperjuangkan dirinya agar tidak menikah dengan pria pilihan Ayahnya.


••••••••••••••••


"Tidak bisa! El tidak boleh menikah dengan pria lain! Tidak, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Wanitaku, ya wanitaku! El milikku!" Gumam Ken frustasi.


Secepat kilat ia mengenakan pakaiannya.


"Dave, aku harus minta bantuan padanya. Hanya dia yang bisa aku andalkan saat ini." Gumamnya lagi dan langsung keluar meninggalkan unit apartemen Elviana.

__ADS_1


Ken segera menghentikan sebuah taksi dan meninggalkan gedung apartemen itu. Tujuan Ken saat ini adalah mansion Dave.


Satu jam kemudian ia sampai di mansion Dave. Ia segera turun dan berlari masuk ke dalam.


"Dave, bantu aku!" Pinta Ken.


Suasana mansion Dave sudah sepi. Hanya ada Hansen bersama Arzena, Drick bersama Raina, dan Dave tentunya bersama Arvina. Mereka sedang menonton. Yang lain mungkin sudah istirahat di kamar masing-masing atau pulang ke rumah masing-masing, Ken tidak peduli.


"Ada apa kakak? Kenapa panik begitu?" Tanya Dave menggoda kakak tirinya itu.


"El, dia akan dijodohkan. Kau harus bantu aku untuk menghentikan perjodohan ini." Pinta Ken mencengkram kuat pundak Dave.


"Kenapa? Bukankah kau tidak suka padanya? Jadi biarkan saja dia bahagia bersama pria lain." Ucap Arvina santai.


"Tidak bisa! Aku..dia..pokoknya tidak bisa! Meski aku tidak kaya, tapi dia tidak boleh menikah dengan pria lain." Geram Ken mengacak rambutnya.


"Ken, jangan bilang kau sudah meniduri gadis itu?" Tanya Arzena penasaran.


"Dia memaksaku. Dia menaruh obat ke dalam minumanku." Ungkap Ken jujur.


"Oh..jadi setelah mendapatkan yang nikmat, kau baru merasa dia berharga dan tidak ingin melepasnya. Kua curang sekali. Wajar jika dia nanti memilih pria itu daripada dirimu." Goda Hansen pada Ken.


"Aku...sudahlah! Jangan mengatakan hal yang tidak penting! Dave, bantu aku! Kau sangat berkuasa sebagai ketua gangster." Bujuk Ken.


"Hei, aku gangster, tapi bukan tukang tikung. Jika kau ingin menikung, kau bisa belajar dari dia. Lihat bagaimana bisa menikung seorang Velano dan mendapatkan Raina." Dave menunjuk ke arah Drick yang memasang wajah bangga.


"Terserah! Aku tidak mau tahu, yang jelas aku ingin El kembali padaku!" Tegas Ken.


"Satu-satunya cara, kau harus menjadi kuat dari segala sisi! Harta dan kekuasaan, aku mungkin bisa membantu. Tapi itu tidak cukup, kau juga harus kuat secara fisik dan mental." Ucap Dave tegas.


"Kau pikir aku akan berperang?" Tanya Ken kesal.


"Kau akan berperang! Berperang untuk mendapatkan wanitamu kembali!" Tegas Dave.


"Benar! Baik, ajari aku cara untuk menjadi kuat! Kau, kau, dan kau juga!" Ucap Ken menunjuk Dave, Drick, dan Hansen bergantian.


Ketiga pria itu mengangguk serentak, dan di otak mereka mempunyai rencana masing-masing untuk mengerjai Ken sembari melatih Ken agar menjadi tangguh dan gagah seperti mereka.


"Misi dimulai!"


...~ TO BE CONTINUE ~...


######

__ADS_1


Kira-kira Ken berhasil nggak tuh?


__ADS_2