TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)
Miliki Aku, Ken!


__ADS_3

...NOTE: 21+ ONLY...


...YANG DIBAWAH UMUR DIHARAPKAN DENGAN SANGAT AGAR TIDAK MENGINTIP!!!...


.


.


.


.


.


.


.


.


"Elviana, jangan gila!" Titah Ken sambil menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun saat Elviana mulai membuka paksa pakaiannya.


"Aku sudah gila, Ken! Aku sudah gila karena kau terus dan terus menolakku." Geram Elviana yang kini sudah berhasil melepaskan kemeja yang Ken kenakan.


"El, jangan bodoh! Kau bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik untuk bersanding denganmu..aku..erghh.." Ken mengerang kecil merasakan sensasi luar biasa yang Elviana berikan ketika Elviana mencumbu tubuhnya.


"Aku tidak ingin yang lain. Miliki aku, Ken! Aku hanya ingin dirimu!" Tegas Elviana yang kini sudah membuka dress yang ia kenakan dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.


Ken tertegun melihat kemolekan tubuh Elviana.


"Baiklah jika itu maumu! Aku rasa kau sudah sangat ingin melakukan penyatuan denganku. Apa kau sudah lama tidak melakukannya?" Tanya Ken yang kini sudah membalik posisi hingga Elviana berada di bawahnya.


"Aku belum ... "


Ken langsung saja membungkam bibir Elviana dan tidak mengijinkan Elviana berbicara lebih banyak.


"Ehm...Ken..ayo ke kamar saja." Ajak Elviana merasakan tubuhnya bergetar hanya karena sentuhan dari bibir Ken yang mencumbu tubuhnya.


"As your wish, sayang." Ken langsung mengangkat tubuh Elviana menuju kamar Elviana.


Ken melemparkan Elviana ke atas ranjang dengan sedikit kuat dan segera mengunci Elviana di bawahnya.


"Jangan pernah menyesal El!" Bisik Ken di telinga Elviana dan kembali melahap bibir Elviana.


"Akh...Ken..lakukan apapun yang kau mau dengan tubuhku! Aku milikmu! Aku mencintaimu!" Ucap Elviana sembari mendesah saat tangan Ken bermain di kedua gundukan kenyalnya.


"S**t! Tubuhmu ternyata sangat indah!" Geram Ken yang sudah membuat tubuh Elviana benar-benar polos tanpa penutup apapun lagi.


"Dan semua itu milikmu, Ken!" Sahut Elviana dengan suara sayu.


Ken segera melepaskan celananya lalu kembali mencumbu Elviana dengan rakus.


Elviana dengan bahagia menerima setiap sentuhan yang Ken berikan.


"Sepertinya kau sudah sangat ingin, sayang!" Ucap Ken dengan suara beratnya.


Elviana hanya mengangguk dengan tatapan sayu.


Elviana bisa merasakan Ken mulai mengarahkan miliknya menyentuh bagian intinya.


"Ken, pelan-pelan! Aku..akh..sa..kit.." Ucap Elviana menahan sakit yang luar biasa karena Ken melakukan penyatuan dengan kasar.


"Kau..kau masih virgin?" Tanya Ken tak percaya saat melihat darah segar keluar dari inti Elviana.


Elviana hanya mengangguk lemah dan menitikkan air mata menahan perih yang luar biasa di area itu.

__ADS_1


"Maafkan aku. Lebih baik jangan ... "


"Jangan berhenti Ken! Kau bisa tersiksa jika berhenti di tengah jalan! Lakukan saja! Kau butuh pelepasan!" Titah Elviana menahan Ken untuk pergi.


Ken terdiam sesaat. Ia sungguh tidak menyangka ternyata Elviana masih tersegel, karena yang ia tahu Elviana adalah gadis nakal yang suka menjajal dunia malam. Belum lagi profesinya sebagai model yang rentan dengan pergaulan bebas.


"Kau bisa bergerak sekarang!" Ucap Elviana ketika merasakan sakitnya sudah mulai berkurang.


Ken menurut dan perlahan mulai bergerak di atas Elviana.


"Ini luar biasa! Sangat menggigit dan erghh.." Ucap Ken kehabisan kata-kata merasakan milik Elviana yang masih kecil.


"Ehm..akh...Ken...aku mencintaimu.." Ucap Elviana mendesah hebat merasakan setiap pergerakan Ken yang mulai kasar.


Ken tidak membalas ungkapan cinta dari Elviana. Bukan enggan, tapi ia masih ragu.


"Kau milikku Elviana Aliara! Kau hanya milikku mulai saat ini! Tidak ada yang boleh menyentuhmu lagi selain diriku!" Ucap Ken bernada perintah.


"Akh..aku milikmu Ken! Aku milikmu!" Elviana menimpali dengan ******* erotis yang terdengar begitu sexy di telinga Ken.


Mereka terus bertarung hingga mencapai pelepasan dan mengulanginya lagi dan lagi dengan bergantian posisi dan pemimpin.


"Kau benar-benar nikmat, sayang!" Ucap Ken yang kini kembali memimpin permainan.


"Dan aku tidak menyangka, kau begitu hebat di atas ranjang! Tidak seperti keseharianmu yang selalu terlihat lemah dan terus direndahkan." Timpal Elviana mencengkram kuat lengan Ken merasakan dirinya kembali akan meraih pelepasan.


"Ken..aku ingin kau menjadi lebih kuat! Jangan biarkan orang lain menginjak harga dirimu sesuka hati. Kau pria yang hebat dimataku sejak kita pertama bertemu. Sejak saat itu aku memutuskan untuk mencintaimu." Ucap Elviana.


Ken tidak menjawab dan terus menghujam Elviana dengan sangat cepat.


"Erghhh..." Ken mengerang panjang merasakan pelepasan untuk kesekian kalinya, begitupun Elviana.


"Kau ingin lagi? Silakan, Ken. Lakukan sebanyak yang kau mau!" Ucap Elviana.


"Cukup. Kau sudah sangat lelah." Sahut Ken yang rebah di samping Elviana.


"Apa kau tidak menyesal telah menyerahkan sesuatu yang berharga darimu untukku?" Tanya Ken membelai wajah cantik yang basah karena keringat itu.


"Tidak. Aku tidak akan menyesal sekalipun setelah ini kita akan berpisah dan tidak akan menyatu lagi. Aku mencintaimu Ken." Ucap Elviana tulus.


Ken pun dapat melihat ketulusan di kedua mata gadis yang ia cap barbar itu.


Yah, barbar karena Elviana seringkali kasar padanya tapi tidak mengijinkan orang lain kasar juga kepada Ken.


"Jika aku meninggalkanmu dan kau ternyata hamil?" Tanya Ken sedikit tidak tenang mengingat ia tidak memakai pengaman tadi.


"Tidak masalah. Aku justru bahagia karena aku memiliki si kecil yang akan terus mengingatkanku padamu. Anggap saja aku bodoh. Tapi aku sudah memutuskan hatiku berlabuh untukmu." Jawab Elviana memeluk erat tubuh Ken yang tidak kekar tapi juga tidak kurus.


"Terima kasih. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan mencoba untuk mencintaimu." Ucap Ken mengecup kening Elviana berulang kali.


"Kau sudah mencintaiku Ken. Tapi kau gengsi untuk mengakuinya. Kau selalu merass tidak pantas dsn tidak pantas untuk bersamaku." Ucap Elviana yakin.


Ken terdiam dan memikirkan setiap ucapan Elviana.


Ken akui ia diam-diam merasa nyaman berada di dekat gadis yang kini telah menjadi wanita itu. Meski kelakuan Elviana cenderung kasar padanya, tapi is nyaman. Ia juga sering diam-diam merindukan Elviana saat gadis itu tidak mengunjunginya atau mengganggunya. Tapi, apakah semua itu cukup untuk digambarkan sebagai cinta?


Ponsel Elviana tiba-tiba saja terdengar berbunyi.


"Tasku? Ah..di ruang keluarga.." Desah Elviana malas dan hendak turun dari ranjang.


"Biar aku saja." Ken menghentikan pergerakan Elviana dan ia yang turun dari ranjang.


"Sangat mengagumkan!" Pekik Elviana dalam hati saat melihat tubuh polos Ken berjalan menjauhinya lalu keluar dari kamar.


Tak lama Ken kembali dengan membawa tas Elviana.

__ADS_1


Elviana segera mengambil ponselnya yang sedari tadi berbunyi.


"Daddy? Ada apa dia menghubungiku tiba-tiba?" Tanya Elviana bingung dan segera menjawab panggilan itu.


"Ada apa Dad?" Tanya Elviana malas.


"El, pulang sekarang. Ada yang ingin Daddy bicarakan denganmu!" Titah Ayah Elviana dari balik panggilan.


"Tapi Dad ... "


"Pulang sekarang atau Daddy yang akan ke sana untuk menjemputmu!" Tegas Ayahnya Elviana lagi.


"Baiklah baik! Aku pulang sekarang." Jawab Elviana malas dan memutus panggilan secara sepihak.


"Ken, aku harus pulang sekarang." Ucap Elviana malas dan memeluk erat pinggang Ken yang sedari tadi berdiri di depannya.


Ken sudah menutup tubuh bawahnya dengan handuk.


"Em..aku akan mengantarmu." Ucap Ken yang kini lebih lembut pada Elviana.


"Tidak. Aku bisa sendiri. Kau di sini saja dan istirahat." Tolak Elviana halus.


"Kau yakin? Ini sudah malam sayang. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu." Ucap Ken yang khawatir begitu saja pada Elviana.


Mereka kini duduk berhadapan.


"Tenang saja. Ini bukan pertama kalinya aku jalan malam. Aku akan mengabarimu nanti." Ucap Elviana dan kembali menyerang bibir Ken dengan rakus.


Ken sudah tidak menolak perlakuan Elviana dan malah merasa bahagia. Mereka berciuman panas cukup lama hingga Elviana yang menyudahinya.


Elviana turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari pakaian lalu mengambil pakaian untuk dikenakan.


Ken menatap kagum lekuk tubuh Elviana yang begitu memabukkan untuknya.


Selesai berpakaian, Elviana kembali menghampiri Ken sambil mengambil tasnya.


"Aku pulang dulu." Pamit Elviana memeluk erat tubuh yang baru saja memilikinya itu.


"Hati-hati." Ucap Ken. Ada rasa tidak ingin melepaskan gadis itu dan seolah mereka akan berpisah setelah ini.


"Nanti aku akan kabari jika sudah sampai." Ucap Elviana lemah sambil melepaskan pelukannya.


Ken mengangguk dan kembali mengecup kening lalu bibir Elviana.


Ken mengantarkan Elviana hingga keluar dari pintu unit apartemen Elviana. Mereka kembali berpelukan cukup lama.


"Hati-hati." Ucap Ken dengan berat hati mengijinkan Elviana pergi.


Elviana mengangguk dan dengan malas meninggalkan apartemennya juga Ken.


Ken masuk lagi ke dalam setelah Elviana masuk ke dalam lift.


Senyum Ken mereka melihat bercak darah milik Elviana yang tertinggal di kasur berwarna soft pink itu.


Ken naik ke atas ranjang dan berbaring sambil memperhatikan bercak darah itu dan membayangkan pergulatan panasnya dengan Elviana tadi.


Ken menggeleng gemas mengingat bagaimana Elviana menjerit memanggil namanya dan selalu mengatakan gadis itu mencintainya.


Satu jam berlalu dan Ken setia memperhatikan setiap bekas percintaan panasnya dan Elviana.


Ponsel Ken berbunyi membuyarkan lamunan Ken.


Ken segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa yang memanggil.


"APA??"

__ADS_1


...~ TO BE CONTINUE ~...


__ADS_2