
_
_
_
"Tolong Lepaskan aku........kumohon lepaskan aku....! !" Teriak seorang gadis dalam keadaan tangan dan kaki terikat duduk pada sebuah kursi.
Di dalam sebuah ruangan yang gelap serta lembab ,hanya ada sedikit cahaya yang masuk dari lubang ventilasi ,Gadis itu tak lain adalah Nisa ,gadis yang tak lain telah melukai Elisa, kini ia harus menerima ganjaran berat dari Edward.
"Ku mohon lepaskan aku !" teriak Nisa lagi sembari menangis.
"Diam lah!! ,Teriakan Mu itu tidak bisa menolongmu !" Teriak seorang pria lagi dari luar ruangan.
Nisa di kunci dalam suatu gudang tak jauh dari klub Tante Dona, Di depan pintu ada enam orang penjaga, tiga diantaranya adalah anak buah Tuan Edward sedang tiga lainnya adalah kaki tangan Dona sendiri.
_
_
_
_
_
"Bagaimana dengan keadaan wanita itu?"suara berat terdengar samar-samar kian jelas dari luar ruangan.
"Tuan Edward, "Gumam salah seorang penjaga, yang tak lain adalah anak buah Edward,mereka tampak tertunduk menyambut kedatangan Edward bersama dua pengawalnya.
"Dia terus teriak tuan, sepertinya dia sudah jera karna ketakutan." sambung seorang penjaga lainnya.
"Buka pintunya, aku ingin bicara!" tegas Edward pada anak buahnya.
"Baik tuan!" seorang penjaga membuka kunci pintu gudang tersebut.
__ADS_1
_
_
_
" Kreeeeettttt............. "suara pintu yang terbuka perlahan kian melebar, Nisa tampak mengedipkan kedua matanya ,melihat cahaya dari pintu yang terbuka kian menyilaukan.
Sudah seminggu semenjak kepergian Elisa dia di kurung di ruangan gelap itu, batinnya lirih ketakutan serta rasa sakit pada bagian tangan dan kaki akibat ikatan tali yang terlalu kuat.
Bahkan ia tak di kasih makan sedikitpun, hanya beberapa teguk air saja dalam dua hari terakhir .
"Tu....uuu Tuan Edward, tolong ampuni aku, lepaskan aku tuan !"Nisa tampak merintih lagi dan menangis meminta belas kasihan ,sementara Edward hanya menatapnya sinis.
"Aku tidak bermaksud melukai Lisa,aku benar-benar tidak tau jika Lisa itu adalah orangnya Tuan,tolong lepaskan aku...!" rintih Nisa lagi semakin memelas.
"Aku akan melepaskan kau dengan syarat" jawab Edward dengan senyum liciknya.
"Baa..baaik Tuan, apapun syaratnya aku akan patuhi, asalkan Tuan mau membebaskan aku !"raut wajah Nisa tampak sedikit bersemangat akan keluar dari tempat yang menakutkan seperti itu,pikirnya dalam hati.
"Pengawal lepaskan ikatannya!" perintah Edward pada salah seorang pengawalnya.
"Ayo cepat berdiri !" ketus pria kekar itu memaksa Nisa berdiri.
"Terimakasih Tuan"Nisa segera mendekati Edward dan berlutut di hadapannya.
"Kau jangan senang dulu!" Edward tampak berjongkok menatap wanita yang berada dihadapannya dengan tatapan yang begitu sinis.
"Aku akan melepaskan ku dengan syarat bukan?" Tambah Edward lagi sembari mencengkram wajah Nisa.
"Aaa..aapa syaratnya Tuan?" rintih Nisa merasa kesakitan pada wajahnya.
Saat itu Edward kembali tersenyum dengan tatapan liciknya sembari mendekatkan wajahnya pada telinga Nisa..
"Aku ingin..,.............?????"
__ADS_1
_
_
_
_
_
_
Panjang lebar Edward berkata-kata seolah tak terdengar lagi ditelinga Nisa, telinganya terasa panas,air matanya mengalir begitu deras ,dengan mengepalkan tangannya, Nisa tampak menganggukkan kepala menandakan ia setuju dengan syarat yang di bisikkan oleh pria yang tampaknya sangat membenci dirinya.
"Kau harus tepati persyaratan itu !" tambah Edward melepaskan cengkraman tangannya.
sementara Nisa tampak diam tertunduk.
"Baik tuan, aku mengerti " jawab Nisa pelan sembari mengelap air matanya.
"Kembalikan dia pada Dona!" teriak Edward pada pengawalnya.
"Baik Tuan" jawab pengawal sembari menyeret Nisa yang di paksa berdiri, dengan langkah terbata Nisa terpaksa mengikuti pengawal-pengawal itu.
sesekali Nisa menoleh kebelakang menatap Edward yang masih berdiam diri ,dengan tatapannya yang sangat kesal seolah Nisa menggerutu dalam hati bahwa ia sangat tidak terima diperlakukan seperti itu.
"Ayo.. cepat jalan!" gertak salah seorang menyeretnya lebih keras..
_
_
_
Like dong !! kasih semangat autornya !!
__ADS_1
Biar giat buat up nya oke oke
Like like