
Alek yang terlihat kesal segera bangkit dan melempar map ke segala arah, Braaakkk....
"Ayah ada apa??" tanya Belinda takut dan khawatir segera melirik Adnan untuk memungut kertas yang berserakan di meja, sedang Belinda segera meraih tangan Alek namun di hempaskan ya.
"Maaf Belinda, sebaik nya kau urus dulu urusan ini, ayah tidak mau jika persoalan ini akan mengancam perusahaan kita." ucap Alek sangat tegas segera ingin berlalu dari ruangan itu.
"Tapi ayah, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Belinda masih menyembunyikan kebusukkannya.
"Apa yang terjadi kau bilang, bukankah kau yang menculik Elisa di hari deklarasi itu, dan ah, entah apa yang kau katakan sehingga Duma juga terlibat !" di pegang nya kepala sangat pusing memikirkan bagaimana caranya menghadapi situasi saat itu.
"Tapi ayah ! ,.
"Diam!!! kau selesaikan semua ini ,aku mau pulang !". begitu cepat Alek pergi saat itu,tak peduli tangan Belinda berusaha mencegah ia tak perduli, yang ada di pikirannya saat ini ialah menemui istri kedua nya untuk menanyakan prihal ikut campur ya ia dalam mengacau perusahaan.
Jalan 10.35
Elisa duduk dengan bersandar sementara Edward fokus dalam menyetir, di liriknya Lisa yang tak bergeming sedikitpun.
"Apa yang kau pikirkan ?" tanya Edward tampak peduli.
"Ah, tidak ,aku hanya penasaran soal apa sebenarnya yang terjadi " ucap Lisa menggigit jari .
"Bukannya sudah jelas !" ketus Edward santai tanpa melirik wanita yang kini tengah memperhatikannya.
"Jadi benar mereka pelakunya ?" ucap Lisa pelan masih menatap Edward uang juga menoleh ke arahnya saat itu, di pikiran Lisa jelas tertuju pada Belinda dan Adnan, mereka pasti bekerja sama, dan entah pada Alek ayahnya Edward yang tampak tak menyukainya.
"Jika benar begitu ,apa yang akan kau lakukan ?" tanya Edward dengan wajah lugu nya yang entah ia dapatkan dari mana.
"Heh, seharusnya pertanyaan itu ku tujukan untukmu ?" ucap Lisa jelas menyindir.
Edward yang mengerti maksudnya tak segera menggubris melainkan tetap fokus pada jalanan di depan, lama mengitari jalan yang biasa mereka lewati untuk pergi menuju vila namun kali ini Edward tak membelokkan mobilnya melainkan lurus ke jalanan kota yang ramai menuju pusat kota x.
"Sebenarnya kita mau kemana ?" tanya Lisa jelas penasaran karena mereka bukan pulang ke vila.
"Ada yang masih harus ku urus , sebaiknya kau ikut saja ," jawab Edward jelas tanpa menoleh.
Pemandangan kota X yang sangat ramai membuat Lisa sedikit tergugah, sudah lama sekali ia tidak keluar untuk berjalan-jalan, pikirannya selalu penuh dengan urusan pribadinya dengan Edward dan kantor, hidup di dalam vila yang terasa di penjara membuat nya penat sesaat , kini di hirup nya lagi udara kota dan kebisingan yang riuh ,baik dari suara kendaraan maupun para pejalan kaki yang berlalu lalang mengikuti trotoar.
Di bukanya kaca mobil dan melihat keluar jendela, sedikit menghela nafas panjang , Edward yang memperhatikan Elisa tampak tersenyum lega, hingga mobil nya di belokkan di depan sebuah gedung perusahaan.
"Kau tunggu saja sebentar , aku akan kedalam !" ucap Edward setelah memberhentikan mobilnya di parkiran , kemudian turun dari mobil, sementara Elisa tampak menurut dan tetap berdiam diri di dalam mobil.
__ADS_1
"Edward....!" teriak Lisa untuk pertama kalinya menyebut nama Edward yang saat itu menoleh dan tersenyum.
"Jangan lama !" singkat Lisa canggung karena melihat senyuman Edward saat itu.
",Baik !" jawab Edward kembali meneruskan langkahnya masuk ke dalam gedung itu.
salah satu gedung pencakar langit di kota X, Elisa tak pernah pergi ke sana bahkan itu untuk pertama kalinya ia melihat gedung itu, sedikit bosan Elisa tampak memainkan ponselnya lama seraya bersandar melepaskan penatnya.
Di pikirnya apa yang akan terjadi selanjutnya jika hari ini Edward sudah terang-terangan menarik tangannya di depan umum ,aku benar jahat atau bagaimana ? bisa nya aku hidup seperti ini menjadi wanita seperti simpanan suami orang ! Highhh...
selang beberapa lama Edward kembali dengan membawa sebuah map besar .
"Apa aku terlalu lama ,?" tanya Edward masuk ke dalam mobil lalu mengelus rambut Lisa yang sontak kaget.
"Lumayan " ucap Lisa pelan malu di perlakukan seperti itu.
"Sekarang kita kembali ke vila ," segera Edward menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu ?" ucap Lisa sedikit ragu menoleh pada Edward yang kembali fokus menyetir.
"Nanti saja di rumah ,aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu !" jawab Edward segera membalik ucapan Lisa yang kini mulai canggung kembali.
"Memangnya kau ingin bilang apa?" jelas Lisa tampak penasaran .
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
__ADS_1
_
Vila_
Edward dan Lisa segera turun dari mobil dan masuk ke dalam vila yang sudah di sambut pak Wisnu seperti biasanya , Rena juga yang sudah ada di depan pintu menyambut ramah kepulangan majikannya.
"pak Wisnu , tolong antarkan ini kepada ibu !' ujar Edward mengeluarkan seberkas surat dari dalam map besar yang di bawanya.
"Baik tuan !" segera Wisnu menerima berkas itu dan bergegas pergi sesuai perintah Edward.
"Ibu, hemm, memangnya itu apa? dan Rafi pergi ke gedung itu untuk apa ?" tanya Lisa tanpa ragu saking penasarannya.
"Jadi wanitaku mulai ingin tahu semua urusanku yah ?" ujar Edward kini membelai lembut kepala Lisa yang saat itu jelas malu di buatnya ,terlebih lagi di sana ada Rena yang memperhatikan.
"Aku hanya bertanya? " ketus Lisa segera melangkah mendahului Edward naik tangga ke atas kamar, Di pikirnya sangat aneh sikap Edward yang kali ini lebih lembut dan santai ,padahal di kantor ada masalah yang sangat besar , apa yang akan di lakukan Aleksander dan Belinda nantinya ???? semua itu menjadi beban pikiran Lisa..
Setibanya di kamar Lisa segera menghempas tubuh lembutnya di atas tempat tidur , di rasanya sangat lelah dan mengantuk , ia tak ingin menguras otak untuk memikirkan hal besok karena hari ini sangat letih pikirnya seraya memejamkan kedua mata kecilnya.
_
_
_
_
19.00
Entah apa yang di rasakan nya saat jam mulai berdetak menunjukkan pukul 19.00, Elisa sedikit membuka kedua mata beratnya , ia sudah terlelap tanpa mandi terlebih dahulu , di cobanya sadar dan bangun ,di rasanya tubuhnya sangat berat ,bahkan kaki satunya tak bisa di angkat terasa ada yang menimpah ,sangat berat.
"Edward.....!" ucapnya ketika benar-benar terjaga, di dapatinya tubuh kekar seorang pria tengah mendekapnya erat dengan menimpa sedikit tubuh kecilnya , pria itu tengah terpejam sangat lelap .
"Ya ampun ,aku benar-benar ketiduran !" ucap Lisa lagi benar-benar sudah terjaga , di lihat nya lagi wajah Edward lembut yang saat itu hanya memakai celana pendek dan kaos santai , Edward terlihat sangat berbeda dari biasanya , " Dia yang dingin dan kasar ,jika sedang tidur kenapa jadi manis begini !" cetus Lisa pelan mengguratkan senyuman di bibir Edward ,sontak hal itu sangat mengagetkan Lisa.
"Eh, kau tidak tidur yah ?" sedikit teriak Elisa buru-buru bangkit menggeser tubuh Edward yang menimpa dirinya.
"aku tidur , hanya saja kau terlalu berisik jadi aku terbangun !" dalih Edward kembali memejamkan matanya yang sempat ia buka dengan sedikit menggeser tubuhnya.
"A...apa yang kau lakukan tadi ?" ucap Lisa sedikit memeriksa tubuhnya yang di rasa sedikit aneh.
"Heh, apa yang mau ku lakukan padamu ha? ,tubuh mu itu bau ,cepat mandi sana !!" ketus Edward segera berbalik membelakangi Elisa yang saat itu terduduk masih meraba-raba pakaiannya yang sangat berantakan.
Eh, aku kan hanya bertanya, tidak perlu mengatakan aku bau segala, heh ,bau begini kau saja masih mau memelukku ,dasar . Elisa tampak cemberut menggerutu di dalam hati seraya bangkit dan pergi menuju kamar mandi , sementara Edward tampak melirik dengan senyum puas di wajahnya.......
__ADS_1
Bersambung ...