Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Mual


__ADS_3

"Elisa bisa aku minta tolong padamu" Seorang wanita datang mendekati Elisa yang tengah duduk setia mendampingi sang suami yang tengah terbaring.


"ehh , Tante Duma, minta tolong apa tan?" dengan ramah Elisa bangkit dan bersedia di mintai tolong oleh Duma sang ibu tiri suaminya itu.


"Rencana Tante mau belanja keperluan dapur , Bi Dewi sama Rena masih sibuk dengan pekerjaan nya ,jadi Tante mau kamu temenin Tante belanja yah !" agaknya Rena sedikit memelas, ia tampak ingin akrab dengan Elisa.


"Boleh , nanti aku titip Edward dulu sama suster yah !"


"oke , Tante tunggu kamu di bawah" Duma segera turun ke bawah sementara Elisa seperti biasa mengajak Edward berbicara ,ia tampak berpamitan pada Edward layaknya keadaan Edward yang baik-baik saja.


"Aku pergi dulu yah , tidak akan lama kok, kamu baik-baik saja di rumah , i love u" ujar Lisa mengecup kening sang suami dengan lembut ,ia yakin Edward dapat mendengar dan merasakan semua perasaan nya.


Setelah itu Elisa segera meminta tolong suster Ani untuk mengganti kan nya merawat Edward , dan ia pergi bersama Duma untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga di antar oleh Wisnu sebagai supir sekaligus mengawal mereka.


Mereka tampak mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan modern , di sana banyak sekali berbagai kebutuhan rumah tangga mulai dari sayur, buah-buahan bahkan perabotan sekaligus pakaian tersedia di sana , tersusun rapi dengan tulisan angka yang berharga.


Elisa dan Duma Telah sampai di sana dengan perasaan yang sedikit berbeda , kali ini tak ada rasa canggung sama sekali di antara kedua nya mengingat umur Duma yang tak begitu jauh di atas nya hal ini membuat Elisa sedikit cocok sekadar untuk berbincang.


"Pak Wisnu tunggu di sini saja ,kami tidak akan lama " ujar Duma mengeluarkan tas belanja bawaannya dari rumah.


"Baik nyonya " jawab Wisnu sangat menghormati majikan yang terbilang baru itu, karena selama ini ia hanya mengikuti Edward.


"Jika ada sesuatu telpon saya non Lisa " tukas Wisnu mengarah pada Elisa yang segera mengangguk, kemudian dua wanita itu segera masuk ke dalam pusat perbelanjaan.


Pertama mereka menuju pada sebuah rak tinggi besar di sana ,dimana ada berbagai buah-buahan yang tersedia.


"Apa kamu mau buah" ujar Duma mengambil satu buah apel merah yang berukuran besar.


"emm...bagaimana jika apel hijau itu !" tunjuk Lisa pada tumpukan buah apel hijau yang tertata rapi di sebelah apel merah tadi.


Apel hijau rupanya mengingatkan ia pada saat kedatangan pertama nya di vila Edward , ia dengan tidak sabarnya segera mengambil beberapa buah apel dan memasukkan nya ke dalam sebuah tas belanja yang di bawa Duma.


Elisa semangat sekali dengan apel hijau ,apa dia ngidam ?? pikir Duma tersenyum mengikuti Elisa yang kini menuju tempat di mana ada beberapa sayuran hijau.


"Nanti kita masak sup daging bagaimana Tante ?" tukas Lisa memilih bungkusan wortel besar yang sangat segar.


"sup daging"


"Iya sup daging , aku pengen banget makan sup daging tanpa nasi , coba lihat wortel ini semuanya besar-besar" Elisa mengambil beberapa bungkus wortel dan sayuran lainnya dan langsung memasukkan semuanya pada tas yang di bawa Duma.


"Kamu bisa memasak ?" tanya Duma di tengah perjalanan mereka mencari semua bahan yang ingin di Beli.

__ADS_1


"Bisa Tante, dulu aku biasa membantu ibu memasak jadi aku mengerti beberapa masakan sederhana untuk di makan " kini Elisa mengambil beberapa sosis.


"Wah hebat dong , kalau Tante sih tidak bisa memasak " jawab Duma sedikit hambar , ia terlahir sebagai seorang wanita yang manja tanpa pernah masuk ke dapur sekalipun , meski ia kini mulai mengerti beberapa bahan makanan itu karena telah menikah dengan Aleksander.


"Nanti kita belajar sama-sama" jawab Lisa lagi tersenyum .


"Nah itu daging , ayo cepat seperti nya banyak yang ngambil daging segar tuh di sana !" Duma segera membawa Elisa ke tempat kerumunan para ibu-ibu yang tengah sibuk berbelanja pula.


"wah ada diskon besar-besaran " tambah Duma lagi segera menyerobot sedikit terburu-buru mengambil beberapa kotak daging segar di dalam kotak pendingin.


"Coba lihat Elisa , bukan kah ini daging yang segar untuk di buat sup " Duma mengarahkan kotak daging itu pada Elisa agar ia bisa melihatnya juga,namun tiba-tiba raut wajah Elisa berubah pucat ketika menatap beberapa tumpuk daging segar di dalam sebuah kotak ,ia merasakan perasaan yang aneh.


"Ada apa Lisa ?" Duma sedikit bingung dengan raut wajah Elisa itu.


"uuuuakkkkk" Rasa mual yang tak tertahan kan naik keluar tenggorokan begitu saja, Elisa merasakan mual teramat dalam , semua makanan yang tadi pagi ia makan terasa sudah berada di tenggorokan dan ingin keluar.


"Elisa kamu kenapa ?" Duma tampak panik , melihat Elisa yang ingin muntah dengan menutup mulut nya dengan satu tangan , tanpa menjawab Elisa tak bisa menjelaskan hal itu ,ia segera berlari dengan cepat mencari sebuah toilet umum di sana.


"Elisa jangan lari begitu cepat " tukas Duma segera mengikuti Elisa dengan cepat menuju toilet umum , bahkan saking paniknya ia sampai meninggal kan tas belanjanya di tempat tadi.


"ueekkkkk....." Beberapa kali rasa mual yang tak tertahan kan itu ia keluarkan langsung setelah berada di toilet , semakin ia mengingat dan bahkan bisa merasakan aroma daging tersebut ia semakin merasa tidak enak dan mual.


"Elisa kamu baik-baik saja " Duma mengetuk pintu toilet Beberapa kali ingin memastikan keadaan Elisa baik.


"ya ampun , wajah kamu pucat sekali Lisa ,sebaik nya kita ke rumah sakit yah " Duma tampak memegang bahu Elisa sedikit ingin memapahnya.


"Tidak perlu , aku seperti nya cuma masuk angin " Dengan sedikit memutar leher kesamping Elisa memang merasakan tubuhnya tidak enak.


Apa ini semua karena kehamilan nya , ia mual setelah melihat daging tadi.


"Tante kenapa?"


"Tidak , sebaiknya kita kembali ke mobil "


"Bagaimana dengan belanjaan kita"


"Nanti Tante kembali setelah mengantarmu ke dalam mobil , mungkin kamu kelelahan"


"Maaf yah Tante , aku jadi ngerepotin" Elisa merasa tidak enak karena sikap Duma sudah sangat mengkhawatirkannya.


"Tidak masalah ,ayo kita ke mobil dulu " jawab Duma segera membawa Elisa ke luar pusat perbelanjaan itu menuju mobil mereka yang berada di luar.

__ADS_1


Wisnu yang berada di dalam mobil segera keluar setelah melihat kedua majikannya keluar , terlebih ia sedikit heran dengan keadaan Duma yang tampak memapah Elisa.


"Apa yang terjadi pada non Lisa ?" tukas Wisnu berlari kecil menghampiri mereka.


"Wisnu , tolong bawa Elisa pulang lebih dulu , seperti nya dia sangat kelelahan akhir-akhir ini" perintah Duma pada Wisnu sembari ia membukakan pintu mobil untuk Elisa.


"Bagaimana dengan Tante , aku akan menunggu Tante di mobil " jawab Elisa tak enak hati jika Duma menyuruh nya pulang lebih dulu.


"Masih ada keperluan lain yang mau Tante kerjakan setelah belanja , sebaiknya kamu pulang duluan untuk beristirahat" jawab Duma menyarankan.


"Wisnu , tolong antar Elisa pulang !"


"Baik nyonya " Wisnu segera masuk ke dalam mobil.


"Tante beneran mau belanja sendiri" masih dengan rasa tak enak hati yang ia paksa Elisa sedikit menahan tangan Duma di ambang pintu mobil.


"Kamu sudah pucat begitu , istirahat lah ! Tante akan segera pulang setelah semuanya beres"


"Baik lah " segera Elisa melepaskan Duma dan menutup pintu mobilnya , Wisnu pun segera melajukan mobilnya meninggalkan Duma yang masih ingin berbelanja.


"Non Lisa tidak apa-apa?" tanya Wisnu turut khawatir dengan keadaan Elisa , di lihat dari raut wajah Elisa yang memang memucat serta ekspresi Lisa yang terus menutup mulut seperti ingin muntah , membuat Wisnu sangat khawatir padanya .


"Aku tidak apa-apa , hanya sedikit mual saja pak" jawab Lisa tak sesuai yang ia tampilkan , jelas-jelas ia sedang tidak enak badan.


"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja non , nanti saya akan mengamati Bu Zelin " jawab Wisnu sedikit menoleh pada Lisa dan kembali pokus pada jalanan.


"Tidak perlu, aku baik-baik saja , nanti ibu malah khawatir , sebaiknya kita pulang saja , aku hanya perlu istirahat" jawab Elisa dengan suara yang sedikit bergetar, ia tak mengerti dengan apa yang terjadi , kenapa tiba-tiba ia merasakan panas dingin yang meradang di tubuhnya di sertakan mual seperti asam lambung yang terus naik , perasaan ia tadi sudah memuntahkan seluruh sarapan paginya , tapi mengapa mual itu tidak hilang.


Dengan sedikit menyandar pada kursi mobil , Elisa kemudian spontan muntah kembali secara tidak tertahankan.


"uaakkk" sedikit cairan kuning masam dan pahit keluar dari mulut nya nya tiba-tiba mengering.


"Non Lisa ada apa??" dengan panik Wisnu segera memberhentikan mobilnya ke tepian jalan yang sedikit sepi, ia menoleh kebelakang dimana didapati nya Elisa dalam ke adaan buruk .


Wanita itu tampak kekurangan cairan , dengan sangat lemas Elisa terkapar di kursi mobilnya.


"Non Lisa....non Lisa.....


Bersambung.......


**Hay...Hay....sudah membaca jangan lupa menekan like dan vote nya yah !! tambah Krisan yang membuat author semangat namatin ceritanya🤭🤭

__ADS_1


Maaf yah jika selama ini penulisan nya kurang tepat dan rapi....semoga kalian tetap setia menunggu kelanjutan nya ! terimakasih 😘😘**


__ADS_2