
Laju roda semakin diperlambat oleh Delta hal itu tak di sadari Elisa malah menambah lain situasi, sementara Edward yang sudah jelas dengan gaya potongan rambutnya tampak duduk dengan beberapa orang di depan tak menyadari kedatangan Elisa sama sekali padahal Jordi saja yang berada di depannya tahu dan memberi salam pada Elisa.
"Maaf tua,Nona Elisa sudah datang !" ujar Wisnu yang membuka suara di samping Jordi.
Edward pun tampak menoleh Dengan tersenyum manis, sebenarnya ia sudah menyadari kedatangan Elisa walaupun itu jarak jauh sekalipun ,tukasnya dalam hati saking cintanya , aroma tubuh Lisa yang sangat wangi tak bisa hilang meski mereka berjauhan ,dan aku tak akan membiarkan dirimu menjauh sayang.. ππhhe
Hanya saja ia ingin sedikit membuat drama, pikirnya lucu jika melihat wajah imut Lisa yang kesal, Tapi kesalnya jangan sampai kelamaan , bisa-bisa aku yang rugi.
Lagi-lagi Edward mengoceh dalam hati nya sendiri ,tak habis pikir baginya bisa-bisa nya dia mabuk cinta seperti itu.
"Kami sudah datang sayang ?" ucap Edward kemudian bangkit dengan senyum nya yang tak pudar.
heh, dia berpakaian biasa saja ,justru aku terlihat aneh dan tidak serasi .
ekspetasi Elisa.
Seharusnya seperti itu !.Bagaimana bisa di bilang konsep jika tidak selaras , benar-benar menyebalkan kalian !!π‘π‘
"Pak bos bagaimana sih , seharusnya menyambut Elisa dari tadi !" sambung Delta memperkeruh dengan ledekan nya.π
"He, Elisa kan sudah di sambut calon mertua , jika dengan ku lain sambutannya , ya kan sayang !" tampak Edward menggodanya dengan sedikit berjongkok sembari memegang kedua tangan Lisa , hal itu justru merubah hati kesal Lisa menjadi luluh dan malu, terlebih di sana ada beberapa orang , Edward tak segan lagi menampakkan sisi lain darinya.
"Bagaimana Edward , kita mulai saja pernikahannya!" tukas ibu dari belakang menghampiri mereka.
Edward tak segera menjawab tatapan nya tertuju pada pintu besar di ujung sana , ada beberapa tamu perusahaan yang datang dan langsung memberi selamat padanya.
"Delta apa kami yakin dengan penampilanku ?" tanya Lisa mulai mencair dalam suasana.
"Yakin , kamu cantik ,tenang saja !" jawab Delta meyakinkan.
"Ayo nak kita Mulai !" tambah Ibu lagi menyentuh bahu Edward yang kini berdiri di balik Elisa , sedikit Lisa mengangkat wajahnya menatap Edward yang masih diam saja dengan tatapan uang jelas masih mengarah ke arah pintu tempat kedatangan tamu masuk.
Dia sepertinya menunggu seseorang , hemp, Apa mungkin dia menunggu ayahnya, ,ya pasti dia menunggu Tuan Alek .
"Edward , ada orang yang kau tunggu ?" tanya Lisa dengan nada pelan ,Edward kemudian menatapnya sayu.
"Tidak ada , Apa kamu sudah siap Elisa? " Balik tanya Edward berjongkok kembali sementara yang lain sudah siap-siap untuk memulai acaranya.
"Sedikit gugup, tapi aku siap " jawab Lisa tersenyum ragu bukan karena terpaksa melainkan malu , wajah Edward sangat sempurna dan bersinar saat itu , Edward sangat tampan dari sebelumnya.
"Aku Bahagia sekali , sebentar lagi kau akan jadi istri sah ku " kata Edward mencium kedua tangan Lisa lembut.
Β
" Acaranya Bisa di mulai " suara Menggema dari depan Di ucapkan oleh pembawa acara.
Β
"Ayo sayang kita ke depan " Ibu datang mengambil alih kursi Roda Lisa dan mendorongnya ke depan sementara Edward mengikuti dari samping dengan langkah mantap.
Semua tamu yang hadir adalah kerabat dekat mereka semua duduk dengan tersenyum bahagia menyambut kedua Mempelai yang datang melangkah menuju singgasananya nya dimana mereka akan di ikrar kan menjadi pasangan suami dan istri yang sah Menurut Hukum dan Agama.
Detik-detik yang sangat Mendebarkan bagi Elisa di saat Edward Tengah Mengucap janji pernikahannya.
Bagaimana bisa Edward mengucapkan janji yang mantap tanpa ada kesalahan satupun.
Β
__ADS_1
\_
"Aku akan selalu Mencintai dan Menjaga Elisa Dalam suka maupun duka, Menerima segala kekurangan nya ............
Β
................
...............
.....
Merekapun sah Menjadi pasangan suami dan istri , semua tamu undangan berdiri seraya bertepuk tangan akan kegembiraan mereka .
"Selamat sayang !" ucap ibu Edward memeluk putra semata wayangnya.
"Terimakasih Ibu " jawab Edward bahagia.
"Elisaaa.....selamat yah !" Delta yang sedikit berlari memeluk Lisa segera setelah ibu nya Edward.
"Terimakasih Delta , terimakasih untuk semuanya" jawab Lisa sedikit terharu.
Semua orang Memberi selamat pada mereka dan mengikuti alur pesta yang sangat mewah meski tak banyak orang.
tap......tap.....tap......suara langkah kaki yang cepat memecahkan kerumunan tamu menghampiri Edward, seorang pria berpakaian rapi dengan Jaz setelan sama dengan para pengawal ,dia adalah kepala pengawal.
"Maaf tuan, Di luar banyak sekali wartawan yang datang dan mendesak ingin masuk !" ujarnya jelas tertuju pada Edward yang kini ada di hadapannya.
Edward tak segera menjawab namun lirikannya tertuju pada Jordi yang segera bergegas menerima kode kerasnya .
"Ikut aku !" jawab Jordi pada kepala pengawal itu dan merekapun sesegera bergegas keluar menuju gerbang.
"Apa yang terjadi nak ?" tanya ibu sedikit Mendekat pada Edward dengan nada pelan , sementara Elisa sibuk berbincang dengan Delta .
"Sepertinya di luar banyak wartawan Bu" singkat Edward menatap sembarang tempat.
"Oh , sudah tentu mereka akan hadir , tapi bukankah semua ini kau rahasiakan?" tambah ibu lagi sembari tersenyum menyapa para tamu yang mulai di persilahkan menyicipi hidangan yang sudah di sediakan.
"Iya , aku sudah menduganya dari awal ,biarkan saja ,aku sudah menyuruh Jordi untuk menyelesaikannya" jawab Edward lagi.
"Tuan , Itu sepertinya Tamu anda baru sampai !" sambung Wisnu yang baru melihat beberapa orang masuk dengan langkah kaki tegas serta tampak bermartabat.
"Dimas " ucap Elisa lebih dulu dengan nada pelan kemudian ia melirik Edward sekali takut suaranya terdengar , pikirnya itu akan jadi masalah, meski tak menutupi keterkejutannya akan kedatangan Dimas.
Apa Edward memberitahunya ?
Dimas datang bersama Sekretarisnya Haris ,dan satu orang pengawal pribadinya.
dengan tatapan dingin Dimas menghampiri Edward sekilas ia menatap Elisa yang duduk cantik di kursi roda yang juga menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Selamat Tuan Edward " ucap Dimas setelah sampai di hadapan Edward seraya menyodorkan tangan.
"Terimakasih kau sudah bersedia datang di acara pernikahan ku , emp, kita bicaranya biasa saja " jawab Edward tentu menyambut tangan Dimas dan itu kali pertamanya mereka berjabat tangan dengan perasaan Damai dan tentram.
"Tidak masalah , bukankah kita sekarang sudah menjadi partner bisnis" tambah Dimas tersenyum ragu.
"Sekali lagi terimakasih " jawab Edward kembali , dan mereka mengakhiri jabat tangannya , tidak lupa pula Haris yang berada di belakang turut mengucapkan selamat.
"Jadi ini Dimas pemegang perusahaan As Berlian itu ?" sambung Zelin tersenyum ramah.
"Iya Nyonya , saya Dimas senang bertemu Anda !" jawab Dimas begitu santun seraya sedikit membungkukkan tubuhnya menghormati.
"Kau masih muda dan tampan , Saya Mengenal sedikit Almarhum ibu dan ayahmu sewaktu di luar Negri, mereka orang uang propesional dan cekatan"
"Terimakasih atas pujian anda nyonya Zelin "
"sama-sama ,silahkan nikmati pestanya " tambah Zelin lagi.
Dimas mengangguk dan bergegas melangkah ,kini tujuan kakinya Mengarah pada Elisa yang masih melihat ke arahnya begitu pula dengan Delta yang sedari tadi tak sabar menggodanya karena tahu riwayat hubungan mereka.
"selamat Elisa , kini kamu sudah mendapat statusmu " ucap Dimas sedikit dingin dengan senyum nya lalu menyodorkan tangan masih berharap Elisa menyambutnya.
status ? ini pujian kah atau ....sedikit terdengar Mengejek.
"terimakasih Dimas" ucap Lisa pelan dengan senyum pula menyambut tangan Dimas santai.
"Aku bahagia , kau tampak cantik mengenakan gaun itu " tambah Dimas lagi tak melepaskan tangan Lisa sedari tadi.
"Ehemmmm" gumam Delta meledek sahabatnya , Dengan sadar Dimas segera melepaskan jabatan tangannya karena merasa tersindir.
"Terimakasih" jawab Elisa pula atas pujian Dimas .
Edward yang tadinya berbicara dengan tamu kemudian menghampiri Elisa , tentu karena Dimas masih tampak betah berada Di sana.
"Dimas apa kau ingin minum ?" tanya Edward menawarkan segelas air minum berwarna ungu.
"Tentu , terimakasih " jawab Dimas menerima segelas air itu dan langsung meneguk nya di ikuti oleh Edward .
Jelas minuman itu beralkohol , kenapa Edward meminum itu juga , pikir Lisa tahu benar karena dulu dia terbiasa dengan minuman seperti itu , tapi baru kali ini dia melihat Edward minum.
"Apa mereka baik-baik saja"ketus Delta sedikit berbisik pada Elisa yang menatap aneh Edward dengan tingkahnya.
"Ku rasa tidak " jawab Lisa heran.
"Menurutku mereka bersaingan , tapi kenapa pak bos begitu akrab dengan Tuan Dimas, emp tapi tuan Dimas jika di lihat tampan juga"
"Delta hentikan !"
"Ehh, ada apa ?"
"Aku baru kali ini lihat Edward minum minuman beralkohol seperti itu ?"
"Ha , itu beralkohol, aku kira hanya perisa anggur "
"Delta.....
Bersambung....
Hay...Hay....maaf para pembacaku , author akhir-akhir ini terkena sedikit musibah , jadi gak fokus pada karya nih , di tinggal dulu.
sedikit curhat nih , tapi author usahain deh mau nulis lagi lanjutan ceritanya , karena masih banyak kejadian yang ada di kepala belum tertuliskan untuk kisah "Wanita simpanan yang Menawan " .
author harap kalian tidak bosan dan selalu sabar menunggu , Maaf atas ceritanya yang kurang sempurna , author minta doanya yah agar author dalam ke adaan sehat selalu begitu juga dengan kalian amin.....
jangan lupa like dan vote yah , dukung terus author dengan kalian para pembaca yang baik hati, terimakasih.ππππ
__ADS_1