Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Kepulangan Elisa_


__ADS_3

Akhirnya Elisa bisa pulang dari rumah sakit, namun tetap saja ia masih di rawat di rumah ,dokter spesialis akan datang dua kali dalam seminggu untuk menterapi kaki Lisa agar bisa sembuh seperti sedia kala.


Untuk saat ini Elisa terpaksa hanya bisa pasrah dengan duduk di kursi roda ,namun ia tidak bermalas-malasan ataupun manja dengan keadaan nya ,dia tetap ingin bergerak dan membantu Rena dan Dewi di dapur ataupun mengurus kebun , karena melihat keadaan itu ,Edward menyuruh Rena untuk membereskan kamar Elisa di bawah agar Lisa tidak perlu naik ke kamar atas jika ingin beristirahat.


Sementara Edward kini harus kembali ke kantor dengan urusan bisnisnya yang padat , Tuan Aleksander Menyuruhnya untuk mengurus perusahaan itu sendiri karena ia pikir walau sekeras apapun ia mencoba mengarahkan anak nya sesuai keinginan nya ,tetap saja Edward mencari jalan lain dan berpikiran dengan pikiran nya sendiri.


Siang hari pukul 13.30


"Non Lisa , apa baju tuan di susun di sini ?" tanya Rena membawa setumpuk baju kemeja Edward yang sudah di seterika .


"Eh , jangan bi , bawa saja baju Edward ke kamar nya di atas " jawab Lisa yang kini sibuk merapikan buku-buku di atas meja kamar baru nya yang baru saja di bersihkan ,karena kamar itu sebelum nya kosong meskipun dulu Elisa pernah menempatinya saat hubungannya dengan Edward sangat lah rumit..hhe ,Elisa tampak tersenyum geli mengingat semua itu.


"Lah , tapi non ,bukankah tuan juga akan...


"tidak bi, biarkan saja tuan tidur di kamar atas " tambah Lisa tak menoleh pada Rena yang ragu , pikirnya Tuan dan nona Lisa sudah tidur satu kamar sejak awal.


"Em, sudah Bi ,sebaiknya pakaian itu bibi bawa saja ke kamar atas, tidak perlu banyak tanya ,nanti aku yang bilang pada Edward " tambah Lisa lagi tersenyum menoleh pada Rena yang tampak celingukan.


"Ba baik non , oh yah ,jika ada yang masih non butuhkan panggil bibi saja ya non !"


"Iya Bibi"


Rena pun pergi meninggalkan meski dengan rasa ragu yang menyelimuti batin, sementara Elisa masih sibuk dengan dekorasi kamarnya .


setelah selesai membereskan kamar Elisa memutar kursi rodanya menuju ruang tamu ,ia bermaksud mencari pak Wisnu yang biasanya ada di sana .


"Non Lisa cari apa ?" tanya Dewi yang baru saja tiba dari kebun belakang membawa sekeranjang sayur segar.


"Bi Dewi lihat pak Wisnu?" singkat Lisa celingukan.


"Oh pak Wisnu ,dia tadi ada di depan ,sedang mengobrol dengan kepala pengawal ,mau bibi panggilkan non " ujar Dewi mengajukan diri.


"Tidak perlu Bi , biar aku ke depan saja " jawab Lisa memutar kembali kursi rodanya.


"Tunggu non ,sebaik nya bibi dorong saja yah " Dewi tak tega melihat Elisa memutar rodanya sendiri.

__ADS_1


"Gak perlu Bi ,biar aku saja ,bibi kerjakan tugas bibi saja yah , biar aku ke depan cari pak Wisnu " tambah Lisa segera mendorong rodanya sendiri menuju ke pintu depan ingin menemui Wisnu segera.


sesampainya di depan ,Elisa menemukan Wisnu yang tengah duduk bersama dengan kepala pengawal dan beberapa orang Edward.


"Selamat siang non " sapaan itu segera terlontar dari bibir Wisnu dan pengawal yang lain sembari serentak berdiri memberi salam.


"Siang , pak Wisnu ,boleh saya mintak tolong?" sebenarnya Elisa tidak enak menggangu ,tapi dia butuh bantuan Wisnu untuk melihat beberapa barangnya yang ada di rumahnya dulu di kota T, entah bagaimana keadaan rumah ,ia tiba-tiba teringat akan rumahnya yang sudah lama sekali ia tinggal.


"Non Lisa mau minta tolong apa ? silahkan non ,saya akan mengusahakannya " jawab Wisnu sedikit mendekati Elisa yang kini berada di depan teras vila itu.


"Pak Wisnu bisa tolong Volkan beberapa barang aku yang ada di rumah kita T , aku sangat membutuhkannya " dengan ragu Elisa berkata di tambah sedikit senyuman.


"Kota T , Hemm, Baik non ,non Lisa catat saja apa yang perlu di ambil ,nanti saya pergi ke sana untuk mengambilnya." meski Wisnu juga tampak ragu ,namun ia tak bisa menolak permintaan Elisa yang sebentar lagi akan menjadi nyonya Tuannya itu.


"Wah ,baik .terimakasih pak Wisnu " ucap Lisa sangat gembira , ia sangat senang jika barang yang ingin di ambil itu berupa beberapa buku ,boneka dan beberapa album keluarga yang merupakan kenang-kenangan terakhirnya ,terlebih foto dirinya bersama ibu nya yang sudah wafat.


"sama-sama "


15.44


Tin..tin...Bunyi klakson mobil Edward yang baru saja pulang dari kantor , satpam segera membuka pintu gerbang .


"Selamat datang tuan " Beberapa penjaga segera memberi salam.


"Dimana Wisnu ? " tanya Edward kepada kepala pengawal vila saat sudah turun dari dalam mobil.


"Pak Wisnu ke kota T tuan ?" jawab kepala pengawal itu.


sedikit diam Edward berpikir sejenak ,hal itu pasti berkaitan dengan Elisa, tak menjawab lagi Edward segera masuk ke dalam vila ,iapun di sambut oleh Rena dan Dewi di ruang tamu.


"Elisa ada di mana?" tanya Edward pada kedua pelayannya .


"Non Lisa sedang beristirahat di kamarnya tuan " jawab Rena seraya menunjuk ke sudut kiri pintu kamar yang tertutup.


Edward memberikan tas kantornya pada Rena kemudian ia segera masuk ke dalam kamar yang tidak terkunci itu tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.

__ADS_1


cklek..pintu kamar di buka dari luar , Di lihatnya Elisa tengah berbaring santai di atas tempat tidur yang sudah rapi di hadapannya.


Wanita itu tampak terbaring menyamping menghadap ke arah dinding kamar.


"Apa kau tidur Elisa ?" tanya Edward sembari mendekati Elisa dan duduk di sebelahnya.


Elisa tak bergeming sama sekali karena ia tertidur pulas saat itu ,Edward yang menatap tubuhnya dari ujung kaki sampai ke atas kepalanya merasa tidak tega , sepertinya Elisa benar-benar lelah , kemudian ia beranjak dari sana menuju kamar mandi di kamar itu , dengan segera Edward melepas pakaian dan mandi di sana .


Setengah jam mungkin pria itu mandi dengan rasa lelah dan gerahnya ,kini ia menjangkau handuk pendek yang sudah tersedia di dekat pintu ,ia pun segera keluar , di lihatnya lagi Elisa yang masih terbaring namun dengan posisi yang berbeda, kedua tangan Lisa melipat ke bawah dada , Edward segera menghampirinya .


"Kenapa tidur seperti ini , ini sangatlah tidak baik sayang " ucap nya segera menyentuh tangan Lisa bermaksud ingin mengubah posisi tangannya .


", astaga....." sedikit kaget Lisa terkejut dan membuka mata, ia sangat kaget karena sentuhan tangan Edward sangat lah dingin ,sehingga membuatnya terbangun.


"Maaf ,aku membangunkan mu " ucap Edward segera duduk di ranjang itu seraya menatap Lisa yang tengah menyambung nyawanya.


"Edward ,kau sudah kembali ?aku pikir tadi apa tanganmu dingin sekali " jawab Lisa masih terbaring seraya mengusap-usap kedua matanya.


"Maaf yah ,aku tidak bermaksud membangunkan ku ,hanya ingin membenarkan posisi tidurmu ,aku lupa habis mandi tanganku pasti dingin sekali " pria itu sedikit mengusap-usap kedua tangannya sendiri merasakan dingin.


"Ya ampun ,kau tidak pakai baju " ujar Lisa baru sadar pria yang duduk di sampingnya bertelanjang dada hanya mengenakan handuk kecil sebagai penutupnya, dengan sedikit malu Elisa melirik ke arah lain.


"Kenapa kau tidak pakai baju di kamarmu ?" tambah Lisa masih berpaling.


"Kamarku ? Hem ,apa maksudmu ?" sedikit dingin Edward menjawab ucapan Lisa itu.


"Pakaianmu ada di kamar atas " pelan Lisa berkata ,ia sadar saat itu Edward tak senang.


"kalau begitu aku ke kamar atas " jawab pria itu singkat seraya bangkit dan segera keluar dari kamar itu , tampaknya Edward sangat kesal dan tidak suka mendengar Lisa mengatakan bahwa mereka beda kamar .


Elisa hanya bermaksud ingin memulai hubungannya secara baik dari awal , dia tidak ingin berhubungan dulu dengan Edward ataupun satu kamar jika Edward belum menikahinya .


" Apa dia marah ? salahkah aku jika aku ingin berubah baik dan menjalani hubungan seperti yang seharusnya " Elisa segera bangun dengan sedikit penyesalan di hatinya , ia tak bermaksud membuat Edward marah.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2