Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Berubah_geLap


__ADS_3

15 Menit


_


_


_


_


_


"Maaf tuan ,Tuan besar ingin Bertemu anda di kediamannya !" Wisnu yang terburu-buru datang dengan kecepatan kilat ,tiba-tiba saja memberhentikan langkah dan terlihat gugup sekali ,saat di dapatinya Majikannya tengah berpelukan Mesra. Mati aku ! pikir Wisnu langsung tertunduk bergetar ,pandangan itu seakan tak boleh terlihat di mata.


em " Aku akan segera menemuinya !" Edward berusaha tegas dan santai ,sementara raut wajah Elisa tampak merah padam sangat malu.


"Aku ke atas dulu !" dalih Lisa segera berlari kecil menuju tangga naik ke kamar atas , sementara Edward berjalan mendekat pada Wisnu yang masih tertunduk .


"Bawa 5 orang pengawal ,aku akan pergi dengan mobil ku sendiri ,Perketat penjagaan di vila " tegas Edward dengan wajah seriusnya, di rasa hal itu sedikit mengganjal ,Edward merasa akan ada sesuatu yang terjadi.


"Baik tuan , !" Wisnu siap melaksanakan tugas yang ia sangat paham betul kondisinya.


segera Edward keluar tanpa berkata lagi ,menuju garasi dan masuk ke dalam mobilnya ,Wisnu yang tadi mengikuti di belakang menyuruh penjaga untuk membuka gerbang , tidak lama Edward melesat dengan kecepatan tinggi melajukan mobilnya segera keluar vila .


Wisnu segera mengerahkan pengawalnya untuk membuntuti Edward dari belakang ,sementara yang lain berjaga di vila.


Mengeluarkan ponsel dan menelpon seseorang di kontak telpon.


"Halo, ada apa pak ?" sahut seorang pria di ujung suara.


"Jordi ,tolong lakukan sesuatu lagi untuk ku !" dengan tatapan serius Edward berkata panjang lebar pada seorang tersebut ,Jordi.


_


_


_


_


_


_


_


"Baik pak !" ucap Jordi seketika , Tut Tut Tut...


telpon terputus .


 


Brooom... broommmmm....


 


Tancap gas Edward langsung meluncur ke kediaman ayahnya.


Mobil Edward segera menapaki halaman megah rumah mewah itu ,ia di sambut para pengawal Aleksander yang segera mempersilahkan masuk tuan Mudanya.



Memasuki ruang utama yang sangat besar, langkah kaki Edward tiba-tiba saja terhenti ,di lihat nya seorang wanita yang tengah menuruni anak tangga.



"Edward, kau sudah datang !" sapa Belinda santai ,seolah tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Edward sedikit memalingkan tatapannya menuju arah lain, di telusuri nya penjuru rumah itu ,tak ada seorangpun di sana .


"Dimana dia ?" sinis Edward menanyakan keberadaan ayahnya .


"Heh, begitu kah caramu menanyakan ayah !" ketus Alek menyambung dari belakang , pria setengah tua yang masih terlihat gagah baru saja masuk dari luar, segera Edward berbalik badan dengan senyum sinisnya.


"Tidak usah basa-basi, apa yang ingin di bicarakan !" ujar Edward tak ingin bertele-tele.


"Oke, duduk lah ayah ingin berunding denganmu !" ucap Alek segera duduk di kursi ruang tengah , tak ingin menyangkal dari rasa penasarannya , Edward sedikit menurut dan duduk di kursi tepat berhadapan dengan ayahnya , sedang Belinda terlihat mendekat dan duduk di sebelah Alek dengan santai.


"Dimana Duma ?" tanya Alek pada Belinda.


"Dia pergi keluar sebentar "! jawab Belinda dengan senyum liciknya.


"Apa yang ingin di bicarakan ?" tampak tak sabar Edward mengepal kedua tangannya dengan tatapan tajam.


"Kau persis seperti aku muda dulu ,tak sabaran dan sangat egois !" ucap Alek sedikit tersenyum seraya bersandar di sofa yang didudukinya .


"Heh, bukankah sekarang ayah masih seperti itu , tak sabar dan sangat egois !" membalik perkataan Alek yang di rasa terlalu berbasa basi ,Edward sangat kesal.


"Emp, sekarang kau ingin apa ? terus terang aku tidak mau kasus ini sampai ke pengadilan , terlebih Duma juga terlibat , kau juga seharusnya bisa memikirkan resiko dan dampaknya pada perusahaan kita "


"He ," senyum kecil terlintas di bibir Edward kala ia menatap kedua orang di hadapannya.


"Apa yang kau tertawakan ?" tanya Belinda merasa terejek.


"Resiko ,ayah bilang resiko itu terhadap ku , apa perkataan itu pernah ayah ucapkan pada istri dan menantu ayah ?"


"Lancang kau Edward !" teriak Belinda.


"Kau yang lancang , aku berkata pada ayahku ,dan kau ,kau siapa ?" teriak Edward membantah perkataan Belinda , sesaat Belinda terdiam ketika ingin menjawab lagi karena Alek menghentikannya.


"Dia istrimu , hemm ,aku meminta baik-baik padamu , jangan sampai ibu..


 


 


Edward menepuk meja seketika , "Jangan sampai kau membawa-bawa ibu ku , aku tak akan segan-segan lagi " di dekatkan nya wajah nya pada Alek yang saat itu terlihat mulai tidak nyaman.


"Aku ingin bercerai denganmu , semuanya akan ku urus ,kau tinggal tanda tangani saja !". segera Edward berdiri dari duduknya.


"Apa? apa maksudmu ?" Belinda tersentak tak terima ,meski ia mendengar jelas perkataan Edward.


"Edward, bagaimana kau bisa melakukan itu ?" sambung Alek yang juga ikut berdiri.


"Heh, semula pernikahan ini hanya kontribusi ,dan itu gagal ,sekarang anggap saja itu perundingannya , !".


"Tapi ,tapi aku tidak ingin bercerai denganmu !" teriak Belinda ketika Edward ingin pergi .


"Dengan atau tanpa keinginanmu ,aku tetap ingin bercerai !" ketus Edward segera melangkah pergi.


"Satu lagi , jika ada sesuatu yang terjadi pada Elisa lagi ,aku tidak akan menjamin ini hanya batas di sini !" tambah Edward memantapkan langkahnya ,sementara Belinda sangat tidak terima dengan apa yang baru saja ia dengar.


" Ayah ,bagaimana ini ,dia mau menceraikan ku , kenapa ayah diam saja !" rengek Belinda pada Alek yang masih diam saja menatap kepergian Edward.


"aku tidak terima , aku ingin bertemu dengan papa !" tambah Belinda kesal tak di gubris oleh Alek.


"Hey, kau tenang saja ,ayah akan bantu mengurus ini semua !" tampak Alek berusaha meyakinkan hati Belinda ,yang sengaja berkata begitu, di pikirnya Alek tak akan menyia-nyiakan dia ,lantaran perusahaan yang di miliki keluarganya lah yang bisa menunjang keberhasilan Aleksander Manopo


_


_


_


_

__ADS_1


_


_


_


_


_


Edward kembali melesatkan mobilnya dengan sangat cepat ,di rasanya telah puas membuat ayahnya terdiam seperti itu , di pikirannya saat ini hanya tertuju pada Lisa .


Kau tenang saja , kali ini aku akan melindungi mu ! ucapnya dalam hati seraya tersenyum menatap ke depan jalanan.


Jantungnya kian berdebar saat itu ,sesaat ia melambatkan laju mobilnya , tak lupa senyum manis terlintas di bibirnya ,dan kata-kata pulang ke vila lah yang selalu terucap , ia bahkan aneh dan malu jika memikirkan itu semua ..


Tin....tin...tin....


Lamunan manisnya tiba-tiba tersadar ketika mobil di belakangnya menekan klakson beberapa kali...


terrrrr ......brakkkkkk.....


Mobil Mewah berwarna silver menyenggol samping mobil Edward lumayan kuat ,hingga kaca spionnya pecah terpental , tabrakan tak terelakkan ,Edward segera membanting setirnya ke sebelah kiri menambrak pinggir jalan ,sementara mobil yang menyerempetnya mengerem secara berutal di depan tepat di tengah jalan.


Sedikit kaget dan kesal ,Edward beruntung tak terjadi apa-apa pada dirinya , ingin marah rasanya di batin ,namun kecelakaan itu real kesalahannya yang menghabiskan jalan ,karena ia berada pada jalur orang , beruntung jalanan itu tak ramai .


" Bodoh !" ketusnya segera membuka sabuk dan turun keluar mobil , di lihatnya mobil mewahnya yang lecet , namun tak begitu di gubrisnya ,pikirnya nyawa lebih penting dari itu semua, kemudian mata nya berpaling pada mobil silver tadi yang menabraknya .


Sedikit aneh , tak seorangpun yang keluar dari mobil itu , Edward segera menghampiri mobil yang kini jelas terparkir di tengah-tengah jalan.


"Jangan jangan ,orang ini terluka ?" ucap Edward segera berlari menuju mobil itu .


Tok...tok...tok....


"Pak ,ibu ...hey.. apa kalian baik-baik saja ?" tanya Edward mengetuk kaca mobil hitam yang tak nampak orang di dalamnya.


"Buka pintu nya ... hey.... tok


...tok...tok....


Berulang kali , Edward mengetuk ,namun tak ada respon , " sebaik nya aku telpon seseorang , " ucapnya segera mengeluarkan ponsel dari saku celana , tak lama dua buah mobil yang tak asing datang mengarah padanya.


"Maaf tuan kami terlambat , apa yang terjadi ?" beberapa orang datang keluar dari mobil tadi yang seketika berhenti.


Mereka adalah pengawal Edward. " Coba kalian periksa ,apa orang di dalam terluka !" perintah Edward segera , dengan cepat beberapa pengawal tadi segera berusaha mengetuk kembali kaca mobil , ingin mengetahui keadaan orang di dalam.


sementara Edward tampak kembali ke arah mobilnya .


" Pak , dia tidak apa-apa !" jawab seorang pengawal ketika pintu mobil di buka oleh pengemudi tersebut .


" Maaf , maaf ....aku ..." seorang wanita terlihat gugup dan takut ,juga sedikit syok ,kakinya bergetar sementara ia terus menundukkan kepalanya meminta maaf.


" Bagus lah ,kau tidak apa-apa, aku takut terjadi sesuatu pada mu tadi , aku yang harusnya minta maaf tadi ,karena jalan terlalu tengah , maaf !" jawab Edward segera mendekat dan juga membungkukkan badan ,meminta maaf .


" maaf tuan ,aku juga salah ,aku belum pandai sekali mengemudi , emp ,aku akan memperbaiki kerusakan mobilmu , !" ucap wanita itu ,saat di lihatnya mobil Edward yang lecet dan penyok.



"Eh, itu tidak perlu ,apa kau terluka ?" tanya Edward memastikan dengan penuh .


Sementara wanita itu tak langsung menjawab , di beranikannya untuk menatap Edward yang celingukan memastikan keadaannya.


"Nona , apa kau tidak apa-apa ? tuan kami bertanya ?" sambung seorang pengawal dari belakang ,membuyarkan lamunan wanita itu.


" Ah ,aku itu ,aku tidak apa-apa tuan " jawab wanita itu sedikit tersenyum pada edward.


_ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2