Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Dimas


__ADS_3

"soal model untuk mempromosikan perhiasan itu saya sudah menemukan nya tuan " ujar Haris antusias berada di sebelah Dimas sebagai pengemudi , mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Aku sudah menemukan model nya " jawab Dimas santai sembari membalik beberapa lembar kertas majalah perhiasan di tangannya , sementara Haris menoleh heran.


"Haris , awas !" teriak Dimas seketika menatap ke arah depan , dengan segera Haris membanting stir ke arah kiri , ia mengemudi terlalu meminggir dan hampir saja menabrak sebuah mobil yang berhenti di depannya.


"Huhhh, hampir saja " Haris mengeluarkan nafas panik nya seketika.


"Makanya lain kali kalau menyetir itu fokus , kau tidak lihat di depan ada mobil yang berhenti , lagi pula jalan mu itu terlalu pinggir" Dimas tampak kesal sembari melirik ke arah mobil yang berhenti itu.


"Ma maaf tuan , saya tidak sengaja " jawab Haris dengan sangat menyesal , ini kali pertama nya ia menyetir dengan tidak fokus.


"Seperti nya itu mobil keluarga Manopo " kembali Dimas membuka suaranya , ia tampak benar-benar menoleh pada sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan.


"seperti nya benar Tuan, itu memang mobil keluarga Manopo " jawab Haris mengindahkan.


Dimas pun segera keluar dari mobilnya di ikuti Haris menuju mobil tersebut , di lihatnya di bagian kanan mobil ada seorang pria yang tengah membungkuk kan badannya ke arah dalam mobil bagian belakang kemudi.


"Ada apa pak ?" tanya Dimas penuh penasaran dengan sikap pria tersebut.


"Ah , ini Tuan..." Wisnu yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan nona nya kini di kejutkan dengan kehadiran Dimas yang tiba-tiba saja berada di sana.


"Tu tuan Dimas " tambah Wisnu pula menerka pengetahuan nya tentang Dimas.


"Elisa " Ujar Dimas dengan tatapannya yang langsung saja tertuju pada sosok wanita yang kini posisinya tengah terbaring lemah tak berdaya di sofa mobil.


"Apa yang terjadi pada Elisa ?" Dimas segera menerobos masuk ingin meraih tubuh wanita yang sangat tak asing baginya itu.


"Ya tadi .. non Lisa muntah-muntah ,saya ingin membawanya ke rumah sakit , namun non Lisa menolak , setelah itu ia tak sadar kan diri " jelas Wisnu masih sangat khawatir.


"Ayo , Haris kita bawa Lisa ke rumah sakit !" ujar Dimas kemudian meraih tubuh Elisa dan menggendongnya dalam pelukan .


"Pak , saya akan membawanya ke rumah sakit menggunakan mobil saya , sebaik nya bapak kabari saja keluarga Edward" ujar Dimas tergesa-gesa.


"Ba..baik Tuan " Wisnu tampak bingung dan khawatir , ia malah dengan mudahnya membiarkan Elisa di bawa oleh Dimas .

__ADS_1


"Ah , yang penting non Lisa segera di tolong , saya harus segera memberitahukan hal ini pada Nyonya Zelin " Wisnu pun bergegas masuk ke dalam mobilnya menuju kediaman Aleksander Manopo.


Elisa yang kini sudah berada di dalam mobil Dimas dengan sebagian tubuhnya yang terbaring di atas pangkuan Dimas tampak pucat dan tak berdaya .


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu Lisa ?" dengan sangat khawatir pria itu tak kuasa menatap keadaan Lisa saat itu.


"Haris , cepat menuju rumah sakit terdekat !"


"Baik Tuan "


Dengan melaju cepat , mereka pun sampai di sebuah rumah sakit terdekat di sekitar sana , Dimas kembali menggendong Elisa dan langsung membawanya ke dalam rumah sakit tersebut.


"Dokter...dokter , tolong " teriak Dimas sangat khawatir .


"Ayo cepat " seorang dokter wanita bersama perawatnya datang menghampiri Dimas , Elisa segera di pindahkan ke atas tempat tidur dan di bawa masuk ke dalam ruangan untuk di periksa.


"Apa dia baik-baik saja dok ?" tanya Dimas benar-benar khawatir.


"untuk sementara yang saya tahu Nyonya ini mengalami dehidrasi , saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui keadaannya , sebaiknya tuan tunggu di luar dulu !" ujar dokter itu kembali melanjutkan pemeriksaan nya.


"Tuan , sebaiknya kita menunggu di luar " sambung Haris mengajak Dimas untuk segera keluar ruangan.


Dengan terpaksa Dimas pun keluar mengikuti Haris yang lebih dulu , kini mereka tampak duduk di sebuah ruang tunggu yang ada di depan ruang pemeriksaan.


Setengah jam Dimas menunggu dengan tidak tenang dan akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan dimana Elisa berada di dalamnya .


"Dokter bagaimana keadaan Elisa ?" tanya Dimas segera bangkit dari duduknya menghampiri dokter.


"Emm, nyonya baik-baik saja , kami sudah memasang infus padanya ,dan sudah mengatasi dehidrasi yang terjadi, tidak lama lagi dia akan segera sadar"jelas dokter tersebut pada Dimas.


"Oh iya , ada kabar gembira tuan, setelah kami periksa ,ternyata nyonya Lisa saat ini tengah mengandung"tambah dokter itu tersenyum .


"Apa mengandung , maksud dokter Elisa Hamil ?" Dimas tampak terkejut dengan pernyataan dokter tersebut.


"Iya , istri Anda hamil , dan kini usia kandungannya berumur 15 Minggu , selamat yah tuan " tambah dokter itu menyodorkan tangannya pada Dimas bermaksud memberi selamat , ia mengira Dimas adalah suami Elisa.

__ADS_1


"Tapi saya...


"em..iya , terimakasih dokter sudah memeriksa nona kami " sambung Haris kemudian membantu tangan Dimas agar menjabat tangan dokter itu segera, dengan sedikit senyum simpulnya.


"Baik lah , kalau begitu saya permisi dulu , jika anda butuh sesuatu ,tinggal panggil saya saja "


"Baik dok " jawab Haris mewakili Dimas yang terlihat diam seribu bahasa.


"Tuan , sebaiknya kita segera mengabari keluarga Edward Manopo , setelah itu kita segera kembali ke rumah , tadi nona Juwi mengirim pesan pada saya , agar kita segera pulang" jelas Haris menatap Dimas penuh arti.


"Apa Elisa mengetahui kondisinya saat ini , dan Edward bukankah dia...


"Tuan , maaf jika saya lancang , sepertinya ini semua tidak ada hubungannya dengan kita tuan "


"Apa maksudmu ?" dengan tatapan mata membulat raut wajah Dimas tiba-tiba saja berubah menatap Haris sangat tajam.


"emm, maksud saya , Nona Elisa kan sudah menikah , dan ini adalah hal wajar baginya jika dia ha... hamil" suara Haris terdengar sangat tertekan , ia merasa sudah salah bicara , mengingat Dimas begitu peduli pada Elisa.


"Heh , kau tidak mengerti " ketus Dimas segera masuk ke dalam ruangan Elisa meninggalkan Haris begitu saja.


"haist... Aku sangat mengerti " tukas Haris dengan suara pelan menyindir.


Dimas masuk menemui Elisa di dalam , di dapati nya Elisa yang telah sadarkan diri di temani seorang perawat yang kini tengah menyuntik kan semacam vitamin padanya.


"Elisa , kamu baik-baik saja ?" ujar Dimas mendekatinya , Elisa masih merasa lemas serta sedikit merasa sakit di kepala , ia mengingat terakhir kali ia ingin pulang bersama Wisnu setelah berbelanja bersama Tante Duma.


"istri Anda sudah membaik tuan , biasanya di kondisi tengah Hamil muda beberapa wanita memang mengalami kondisi seperti ini , anda tidak perlu khawatir , kami sudah memberi obat mual serta vitamin untuk menguatkan kandungannya" jawab perawat itu di samping Elisa.


"Hamil muda , apa maksud suster ?" Elisa menguatkan kesadaran nya , ia jelas telah sangat sadar dan sangat jelas mendengarkan penuturan perawat tersebut.


Bersambung.......


🤭🤭Maaf yah , author jadi hilang jejak ...lagi dalam masa terpuruk nih...mohon doa yah semua teman-teman.. agar bisa kembali bangkit dan buat tamatin ceritanya🙏🙏🙏


Terimakasih pada kalian para reader🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2