Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Berusaha_Membujuk


__ADS_3

 


Marah...


 


Elisa yang tahu Edward marah segera bangkit dan menjangkau kursi rodanya yang ada di dekat tempat tidur nya , ia berusaha pindah duduk ke atas kursi roda itu dengan sekuat tenaga , kakinya masih kaku dan sakit jika di paksa untuk menekuk.


"Dia tidak sadar apa, aku ini sekarang cacat ,pakai acara marah segala ?" gerutu Elisa seraya memutar kursi rodanya untuk keluar kamar ,kini Elisa menuju ruang tengah dan berhenti di depan sebuah tangga yang menuju kamar atas .


Di tatapnya beberapa anak tangga yang cukup tinggi itu , ia ingat benar saat-saat dimana ia turun dari kamar itu dan melihat ke arah meja makan dimana Edward sudah menunggu di sana , kini mana bisa ia berjalan santai di atas tangga itu ,sedikit sedih hatinya seraya menatap ke arah kaki nya yang sakit.


"Hey tuan ...apa kau mendengar ku?" teriak Lisa dari bawah ,jelas Edward uang berada di kamar atas sudah pasti mendengarnya.


"Kau lupa yah ? aku ini cacat , bagaimana bisa aku berlari mengejar mu saat kau marah seperti itu , Heh ,kau sungguh tidak punya hati " tambah Lisa lagi lebih nyaring agar Edward mendengarnya.


Tidak lama Lisa berteriak Rena dan Dewi datang menghampirinya .


"Ada apa non ?" tanya mereka berdua dengan wajah yang khawatir dan bingung, pikirnya mengapa Elisa berbicara keras seperti itu.


"Tidak apa Bi ,aku hanya bicara pada tuan sombong itu , dia kejam sekali padaku " jawab Lisa menunduk dengan wajah sedihnya yang di buat-buat.


"Apa yang tuan sudah lakukan non?" tanya Rena khawatir ,apa mereka bertengkar seperti dulu lagi.


"Entah lah ,katakan pada tuan mu itu ,tidak perlu mengurus ku lagi " jawab Lisa kini tegas memutar kursi rodanya .


"Hey , tunggu !" teriak Edward dari atas ,menghentikan laju roda Lisa ,hal itu justru adalah hal yang di tunggunya ,senyum di bibir Lisa jelas tergurat manis namun ia tak menoleh.


saat itu Edward tampak menuruni anak tangga nya menuju ke arah Lisa ,Rena dan Dewi menunduk takut dan khawatir, sekaligus bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka ?


"kalian istirahat lah " tukas Edward melirik Rena dan Dewi.


"ta..tapi tuan"sedikit menjawab Rena agaknya mengkhawatirkan Elisa, namun dengan sedikit lirikan Edward ,mereka berdua akhirnya meninggalkan Elisa dan tuannya di sana.


"Kau bicara apa tadi ?" pertanyaan itu jelas terpintar dari bibir Edward pada Elisa ,me dengar hal itu Elisa memutar kembali kursi rodanya menghadap Edward.


"Aku rasa kau sudah dengar ,untuk apa bertanya lagi ?" jawab Lisa dengan ketus menatap Edward tajam.


"istirahat lah , aku masih ada kerjaan " jawab Edward malah berbalik menuju arah tangga ingin naik ke kamar lagi.


"Dasar aneh , seenaknya punya kaki ,bulak balik begitu ,untuk apa menyuruh orang menunggu hanya ingin bilang masih ada kerjaan " ocehan Elisa sangat kesal dengan satu tangannya yang mengepal ke atas ,pikir nya sangat ingin memukul keras punggung kejar pria yang membelakanginya itu.


"Heh ,bilang saja kau ingin aku gendong " pria itu malah berbalik dan menggendong langsung Elisa dan membawa nya naik ke kamar atas .

__ADS_1


"kenapa kau menggendongku ha? hey Edward turunkan aku !" sedikit kesal Elisa saat itu karena Edward bersikap sangat tiba-tiba.


"Bodoh ,kau bilang kau cacat bukan ? bagaimana bisa aku menurunkan mu ,nanti kau tidak bisa mendatangi ku lagi " jawab Edward dengan senyum liciknya.


"Kau bilang aku bodoh , cepat turunkan aku !' Elisa sangat kesal mendengar penuturan Edward itu ,namun hal itu tak membuat Edward mengurungkan niatnya membawa Elisa masuk ke kamar atas.


"Tidak ingin di bilang bodoh yah ? terus kau sendiri suka mengatakan aku aneh ,itu apa maksudnya ?" Edward menurunkan Elisa di atas tempat tidur dengan perlahan saat mereka sudah sampai di kamar.


"memang kau pria yang aneh " cetus Lisa pelan memalingkan wajahnya ,saat itu Edward sedikit membungkuk menekan sebagian tubuh Lisa yang sudah sedikit tergeletak di tempat tidur .


"Oh ,kalau begitu kau juga memang wanita yang bodoh " jawab Edward tak mau kalah dengan tersenyum menggoda Lisa.


"Ya..ya aku bodoh , terus kenapa kau mau berhubungan dengan aku yang bodoh ini ?" agaknya perkataan itu masih berlanjut ,Elisa masih memalingkan wajahnya ,hal itu tambah membuat Edward menyukai Elisa.


"jika begitu kita adalah pasangan yang serasi bukan " jawab Edward langsung mencium pipi Lisa yang jelas berada di hadapannya.


"Kau ini " teriak Lisa berusaha memukul Edward kesal karena ia merasa di bodohi , jelas-jelas ia yang ingin menggoda dan membujuk Edward ,malah dia yang di perlakukan seperti itu.


"ingin aku cium lagi " jawab Edward ketika Elisa masih memberontak di dalam pelukannya saat ini.


"jadi kau tidak marah ?" tanya Lisa memberhentikan pukulannya pada dada bidang pria yang kini jelas memeluk nya dalam posisi tidur miring.


"Apa kau suka aku marah ?" Edward malah berbalik tanya dan menatap Lisa jelas sembari membenarkan rambut Lisa yang terurai di wajahnya.


"Aku sangat senang kau kembali " tambah pria itu lembut membuat Elisa luluh dan terdiam malu ,detak jantungnya terasa bergetar hebat ,padahal mereka selalu sedekat itu ,namun agaknya jantung itu tak bisa bekerja sama.


"Mendengar apa ?" jawab Edward jelas tak mengerti maksud Lisa , menanyakan bunyi detak jantungnya yang di anggap terdengar sangat kencang.


Karena melihat ekspresi wajah Edward yang penasaran itu ,Elisa malah malu sendiri , aku benar wanita bodoh rupa nya? gumamnya sendiri tertawa kecil sembari menghantarkan kepalanya ke tumpukan Dada bidang yang terasa meski saat itu terbalut dengan kaos tebal yang di pakai Edward, Elisa sangat malu , merasakan respon itu Edward merasakan ada sesuatu yang bergejolak di batinnya.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Lisa tiba-tiba ketika Edward menarik dua tangannya di atas kepala dan menggenggam nya dengan erat .


"Aku Mencintaimu Elisa " bisik pria itu di telinga kanan Lisa ,membuat nya sedikit terhanyut.


_


_


_


_


_

__ADS_1


_Tidak bisa di jelaskan??????


_


_


_


_


_


_


_


Pukul 07.30


Elisa yang baru bangun dan membuka kedua matanya yang masih merasakan kantuk yang teramat ,ia paksa untuk bangun ,sedikit menatap ke langit-langit yang di rasanya sangat terang .


setelah benar-benar terjaga ia baru sadar ,ada sebuah rangkulan hangat yang masih membalut d tubuhnya ,hanya di tutupi oleh satu selimut untuk mereka berdua.


Di lihatnya ke samping ,Edward masih terlelap dengan hembusan hangat nafasnya yang jelas sekali berada tak jauh dari kepala Elisa sendiri .


sedikit mendongak Elisa melihat wajah Edward dengan seksama.


"Aku membiarkannya lagi " pelan Lisa berkata meresapi tubuhnya dengan aneh , di tatap nya benar Edward saat itu dengan rasa kasihnya.


aku tidak tahu bodoh atau apa , yang jelas aku tidak bisa menolaknya ? ucap Lisa di dalam hati mengingat kembali apa yang sudah terjadi , kini tangan Lisa menggapai wajah Edward dengan perlahan dan mengelusnya.


"emm..." pria itu terbangun dengan sentuhan lembut Lisa ,hal itu justru membuat Elisa tampak canggung karena sudah bangun lebih dulu dan menyentuh wajah Edward tanpa sadar.


Edward yang merenggang kan tubuhnya mulai mengumpulkan kesadaran ,Elisa segera membalik tubuhnya membelakangi Edward dan menarik tinggi selimut mereka agar bisa menutupi seluruh tubuhnya.


"Ternyata kau sudah bangun lebih dulu " sapa Edward mengatakan itu di telinga Lisa dan kembali memeluk nya dari belakang.


"emm" jawab Lisa sangat risih dan malu.


"Terimakasih " tambah Edward kembali mengeratkan pelukannya seraya mencium bahu Lisa yang saat itu bergerak geli.


 


ya ampun , malu banget ....

__ADS_1


 


Udah ah , hahaha......kita stop sebentar deh , author mau ucapin terimakasih yang sudah Sudi menunggu up nya dan bersabar , tetap setia ya menunggu kelanjutannya ,jgan lupa tinggalin jejak dan vote nya donk ,biar author tetap semangat oke!!!!


__ADS_2