Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Di balik kesadaran Edward


__ADS_3

Berita bangunnya Edward dari koma sudah tersebar ke dimana-mana, semua karyawan perusahaan besar miliknya pun turut bergantian memberi ucapan selamat atas kepulihan dirinya itu. siang hari setelah hari kemarin kini Edward tampak lebih sehat , namun ia belum bisa pulih secepatnya , Jordan masih terus memeriksa keadaan Edward ,sampai bisa di nyatakan siap dan sangat pulih ia menyarankan Edward untuk tidak memaksakan diri bangkit dari tempat tidurnya.


"Kamu susah bangun ?" tukas Elisa dari luar kamar membawa nampan berisi sarapan pagi untuk suaminya.


Edward tampak tersenyum dengan posisi duduknya yang bersandar di tempat tidur.


"Aku bawakan sarapan untukmu " tambah Lisa kini duduk di sebelah Edward bersiap untuk menyuapi Edward sarapannya.melihat hal itu tentu lah Edward sangat merasa bahagia.


"Apa kamu baik-baik saja selama aku tertidur ?" tanya Edward ketika Elisa mulai ingin menyuapinya.


"Bagaimana bisa aku baik-baik saja . sebaik nya kamu makan dulu !" jawab Lisa menyuap kan satu suapan yang di terima Edward perlahan.


"Seperti nya tubuh kamu berisi , apa jika aku tidak ada kamu mulai makan sembarang ?" tanya Edward dengan mulut berisi , sehingga suara nya terdengar bergumam, melihat hal itu Elisa sedikit tertawa.


"Hey , apa yang kamu tertawakan ?" segera meneguk makanan yang ada." Aku bertanya , jangan bertanya terus , apa kamu makan makanan sembarang?" ketus Edward yang sangat memperhatikan makanan, ia tahu selama ini Elisa paling suka makan makanan instan , ia takut hal itu akan membahayakan kesehatan nya , sementara Edward orang yang pemilih dan sehat.


"Memangnya kenapa jika tubuhku membesar ? apa jika aku besar dan gendut ,kamu akan meninggal kan ku ?" jawab Lisa tampak kesal akan hal itu.


"Cepat kemari !!" Edward tiba-tiba saja menarik Elisa ke dalam pelukannya , saat itu juga Elisa membebankan wajahnya di atas dada bidang Edward yang terasa sangat hangat , ia pun merespon pelukan itu dengan sedikit mengeluarkan air mata bahagianya.


"Apa kita akan bertengkar saat kita bertemu kembali ?" ujar Edward mengeratkan pelukannya sembari sesekali ia mengecup kening Lisa penuh rindu.


"Memangnya kamu pergi kemana? kita bertemu setiap hari kok, aku setiap hari melihatmu " jawab Lisa dengan suara bergetar menahan tangis nya , ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang teramat sangat luar biasa .


"Entah lah , " Edward menarik nafasnya panjang di atas kepala lisa."aku bermimpi menyusuri jalan kecil yang gelap gulita , semakin ku melangkah jalan itu terasa semakin menyempit, kemudian dadaku terasa sesak dan...


"Hentikan ... kamu sekarang ada di sini bersama ku bukan , jadi jangan lagi menyusuri jalan itu " Elisa semakin membenamkan kepalanya ke dalam pelukan Edward, ia tak ingin mendengar derita yang di rasakan Edward kala itu , ia sendiri meyakini itu adalah hal yang paling menakutkan.


'Terimakasih Tuhan , terimakasih Engkau telah mengembalikan Edward ke sisi ku lagi , aku sangat mencintainya'


Tok.....tok....tok....... Terdengar pintu kamar di ketuk dari luar ."Maaf non Lisa , tuan Muda , di luar ada Tuan Jordi ingin bertemu " Suara wanita yang tak lain adalah Bi Dewi.


"Oh iya bi, suruh mereka masuk saja!" jawab Lisa kemudian berdiri. " seperti nya mereka sudah mendengar tentangmu " tambah nya lagi kini menjangkau sebuah kursi yang tak jauh dari tempat tidur , Elisa pun segera berpindah duduk ke sana.


"Kamu kenapa menjauhi ku ?" tukas Edward seakan tak merelakan Elisa pergi dari sisinya.


"stttttt" Elisa menutup bibirnya dengan satu jari , mengisyaratkan Edward untuk diam.


"Selamat pagi Pak , Bu" Jordi datang dengan membawa sebuah bingkisan untuk Edward.


"Pagi Jordi , ayo masuk !" Elisa segera menyambut kedatangan Jordi saat itu.


"Ini ada Bingkisan untuk pak Edward " Jordi memberikan bingkisan itu pada Elisa ,dengan sangat senang Elisa menerima nya dan berterima kasih. " sebenarnya kamu tidak perlu repot-repot " jawab Lisa juga merasa tidak enak.


"Tidak apa Bu , saya sangat bersyukur pak Edward sudah sadarkan diri " Jordi tampak menoleh pada Edward yang kini melihatnya tanpa berekspresi.


'perasaanku tidak enak ' Batin Jordi bergidik ngeri menerima tatapan Edward yang terkesan dingin padanya.


"Silahkan duduk Jordi ! aku akan meninggalkan kalian untuk mengobrol" tukas Lisa lagi sembari menyodorkan kursi setelah meletakkan bingkisan nya di atas nakas dekat tempat tidur.

__ADS_1


"Terimakasih " jawab Jordi yang kini mulai canggung dengan keadaan itu.


"sayang aku ke bawah dulu ya !" Elisa pun tampak pamit pada suaminya dengan memberikan tepukan lembut pada bahu sang suami.


"Jordi , aku tinggal dulu "


"Iya Bu " sedikit Jordi menoleh Elisa yang hendak meninggalkan mereka berdua di sana , saat Elisa tampak menghilang di balik pintu , ia pun tampak sedikit meneguk Saliva nya kasar.


"Eitts, aku harap kalian tidak membahas soal pekerjaan dulu ya !" tiba-tiba kepala Elisa tampak sedikit muncul dari balik pintu , hal itu sontak membuat Jordi kaget bukan main.


'Jordi kok tegang banget ? haha .. Edward sih berekspresi seperti itu , seperti mau menerkam seseorang , sabar ya jord!!'


Dengan santainya Elisa berjalan menuruni anak tangga , sementara keadaan di kamar Edward terasa semakin mencekam bagi Jordi.


'Kenapa aku merasa bersalah , pak Edward kenapa diam saja '


"Terimakasih , sudah menjenguk ku " tukas Edward membuka suara , hal itu terdengar sangat melegakan.


" Ia pak "


"Heh, di mana asisten mu ?" tanya Edward kembali fokus menatap Jordi yang sedikit tertunduk dengan sedikit tersenyum miring.


"Asisten , asisten pak ? " ( Darimana mendapat kan asisten ? bukankah aku asistennya)


"hfff.... haha....." Edward kemudian tertawa keras melihat raut wajah polos Jordi , mendengar tawa itu Jordi semakin tampak canggung sekaligus bingung.


'Inikah efek koma'


"Oh Delta. maaf pak , hari ini saya belum bertemu dengannya , mungkin nanti dia akan datang menyusul " jawab Jordi kian jelas ,sedikit demi sedikit kecanggungan nya menghilang.


"Ohhh..."


"Ohhhhm.. " Jordi tampak mengulang kata itu karena terdengar panjang dan sangat bermakna ketika Edward mengucapkannya.


"Kenapa kamu meledek saya ?"


"To... tiiidak pak , Maaf , saya....


"Sudah lah , bagaimana keadaan kantor , apa selama saya tidak ada perusahaan berjalan dengan baik , saya dengar ayah menunjuk kamu untuk mengganti kan saya "


"Benar pak , perusahaan berjalan sebagaimana mestinya ,saya berusaha menjalankannya dengan baik , jika Bapak sudah pulih ,saya akan menunjukkan laporan nya pada pak Edward "


"Tidak perlu , saya sangat percaya padamu "


"Terimakasih pak "


"ngomong-ngomong , kerjasama kita dengan As Berlian bagaimana?" Edward kemudian teringat akan kontrak kerjasama nya dengan As Berlian yang sempat tertunda.


"Kerjasama itu berjalan dengan baik pak , kami tengah melakukan persiapan penerbitan perhiasan baru saat ini , dan kebetulan perancangan itu adalah Bu Elisa sendiri pak "

__ADS_1


"Elisa?" Edward sedikit kaget mendengar penuturan Jordi , meski ia tahu Elisa adalah seorang yang sangat berbakat baginya.


"Iya benar , Ibu Elisa yang merancang model perhiasan nya " jelas Jordi mengangguk, kemudian Edward kembali berkata " Aku berhutang Budi pada Dimas " tukas nya pelan namun jelas terdengar , Jordi yang mendengar hal itu memberi tatapan tanya besar untuk Edward.


'Apa maksud pak Edward '


"Aku punya satu tugas untuk mu jord ?" secara serius Edward menyampaikan maksud dari perkataan nya.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


"Taaapii pak ?"


"Tapi apa?" Edward menatap Jordi tajam , sepertinya Jordi terlihat sangat keberatan atas perintah Edward kali ini.


Bersambung.........

__ADS_1


Salam sehat semuanya....satu episode tambahan yang aku usahain buatnya.


aku harap kalian semua suka. setelah membaca tolong tinggalkan jejak berupa like komen serta vote nya ya !! aku berharap dukungan kalian semua, terimakasih.


__ADS_2