
Tap....Tap....Tap.......
Toilet Gedung
emmmppumomm.....Tiba-Tiba saja Mulut Elisa Di bungkam dari belakang, perasaan gelisah dan berontak yang di lakukan Elisa saat tubuhnya di pegang beberapa pria dari belakang, Nafasku...Mataku mengantuk sekali, siapa mereka ?? sadarnya untuk terakhir kali...
_
_
_
_
_
_
_
_
Dua jam setelahnya, Gudang kosong
"Hey, Bangun !! gadis Bodoh Ayo bangun ?"
Byyyyurtttt.......seember air di siram pada tubuh lemas Lisa yang mulai tersadar.
"Dimana aku ?" pelan Lisa berkata di sela sadarnya,
"Hey, lepaskan aku !" teriak nya seketika melihat keadaan tangan dan kakinya terikat.
"Kau tidak perlu teriak, heh teriakan mu itu Sangat menggoda kami kau tau !" hahahaha.
Teriak Tiga orang pria yang bertubuh kekar serta menyerukan, banyak bekas luka di tubuh dan wajah mereka.
"Apa yang kalian inginkan,? kenapa menculikku ?" tanya Lisa dengan suara lantangnya.
"Kau ini sudah di ikat masih bernyali juga yah gadis kecil ?" seorang pria mendekatinya seraya memegang wajah Lisa, namun di palingkannya segera wajah itu "cuihhhhhhhh" dasar wanita brengsek !, kau jual mahal kah"
Plakkkkkk......wajah Elisa di tampar keras pria itu......
aaaaukkkk, kesakitan di wajahnya yang ia sembunyikan dalam suaranya.
"Heh, kau merasa juga apa yang ku rasa !" ketus seorang wanita di sudut ruangan itu, posisinya sama sama terikat dan menjadi tawanan.
"Nisa?" Elisa sangat terkejut melihat Nisa jiga berada di sana, Dengan nasib yang sama, namun keadaan Nisa lebih parah, bahkan banyak luka memar di bagian wajah serta tubuhnya.
"Ternyata kalian saling mengenal...hahaha bagus ,kalian mengobrol lah, sebelum menerima tugas.!" ujar pria yang tadi berusaha mendekati Lisa, dengan tegap ia berdiri seraya berkacak pinggang
"Ayo, kita temui bos dulu !" tambah pria lainnya mengajak kedua pria lain pergi. Dengan segera mereka tampak berlalu dan menutup pintu.
cklek..cklek..
__ADS_1
Pintu di kunci dari luar.
"Apa yang kau lakukan di sini Nisa ?" tanya Lisa pelan menatap gadis yang juga menatap nya serius.
"Heh, sama seperti yang terjadi padamu !" ketus Lisa berpaling seraya bergerak berusaha melepaskan tali dalam ikatan tangannya.
"Tanganmu berdarah ?" cetus Lisa melihat pergelangan tangan Nisa berdarah akibat gesekan yang di buatnya.
"Baguslah, tali ini akan longgar seketika?" ujar Nisa makin menggesekkan kedua tangannya.
"Kenapa mereka menculik kita?" tanya Lisa pelan menatap kebawah kaki nya tang juga terikat .
"Mereka hanya menculikmu, tidak denganku ?" ketus Lisa masih berusaha melepaskan ikatan talinya .huuughh" sial ,Tapi ini kuat sekali " Nisa tampak kesakitan pada tangannya .
"Apa maksudmu ?" Lisa menatapnya tajam.
"Darma yang melakukannya, aku telah menipunya dan ketahuan, lalu menyekapku di sini" jelas Nisa
"Om Darma, lalu kenapa dia menculikku" tanya Lisa penasaran."Atau karna waktu itu, dia dendam kah ?" batin Lisa menerawang kejadian lalu yang membuat Darma kesal.
"Heh, aku tidak tahu , Tapi yang jelas aku sangat senang jika aku tidak sendiri di sini, hahahaha " tertawa Nisa terdengar menyeramkan membuat Elisa bergidik ngeri, apa aku akan tamat disini, Edward apa kau menyadari kepergian ku ini ?? tiba tiba saja Elisa memikirkan edward saat itu, Membuat ia sedikit pilu dan terpukul.
"Tante Dona tau kau berada disini ?" lagi Elisa berusaha tegar dan bertanya,
"Heh, ku rasa tidak, walaupun tahu dia juga tak akan bisa berbuat apa?" ketus Nisa lahi sedikit tersenyum licik menoleh Elisa.
"Apa kau sudah tak bersama tuanmu itu, sampai mereka bisa menangkapmu ,heh ?" tambah Nisa lagi.
"Kau perduli kah , ?" ketus Nisa menatapnya sinis.
"Aku hanya ingin tahu, setidaknya aku tidak penasaran !" ujar Lisa pelan berusaha bergerak melonggarkan ikatan tali di tangannya.
"Kau sangat membenciku Nisa, kenapa?" tanya Lisa lagi tetap fokus pada tali di tangannya.
Namun agaknya Nisa tak ingin menjawab perkataan Elisa, ia hanya sedikit tertunduk dan sesekali melirik ke atas di mana ada sedikit cahaya yang terpancar dari plafon bolong di atas mereka, Elisa menoleh Nisa jiga ikut menatap ke atas plafon itu.
"Apa kau tahu ,kita berada di mana?" tanya Lisa lagi pelan masih menatap ke atas.
"Tepatnya aku tidak tahu, tapi seingatku sebelum masuk gudang ini, kami melewati beberapa gedung tua yang sudah tak terpakai, " jelas Nisa sedikit mengingat.
"Apa semacam pabrik ?" cetus lisa menoleh.
"Bisa jadi !" jelas Nisa
Tap....tap....tap.....Langkah kaki di perjelas dari luar.
"Mereka datang !" ujar Nisa berusaha bersikap biasa.
cklek....
"Wah...wah... gadis gadisku tampak rukun kah ?" Ujar pria yang tak asing.
"Darma, Heh, Kenapa kau menculikku ?" teriak Lisa kesal menatap pria yang jelas tak asing baginya.
__ADS_1
"Elisa, Elisa ..wanita Murahan saja masih bertingkah dan sok hebat !" Darma berjalan mendekati Elisa dengan satu pria yang pertama berjaga tadi .
"Apa Kau senang di simpan oleh pria kaya !" cengkram Darma pada leher Elisa yang sontak terkejut dan merasa sakit .
"Lepaskan aku !" pelan Lisa berkata karna tangan darma makin mencengkram erat lehernya, membuat Elisa sedikit susah mengambil nafasnya...
"Lee.....eeepas...!" keluh Lisa lagi kesakitan.
"Pria pengecut, berani nya pada betina uang terikat !" ketus Nisa, sedikit meledek melihat perbuatan darma pada Lisa.
"Diam kau ****** !!!" teriak darma melepaskan cengkeramannya pada Lisa kemudian mendekati Nisa segera
"Apa kau masih ingin ku umpankan pada anjing anjingku tadi !" gertak Darma mengangkat wajah Nisa kasar.
"Cuuuuihhhhhh !!!" Wajah darma terkena air ludah hangat Gadis yang berada dalam cengkeramannya itu.
"Kurang ajar !?!". plakkkkkk...
Tamparan kuat di terima Nisa, sehingga mulutnya berdarah, namun agaknya Nisa bisa menahan semua itu
"Kau berani pada wanita yang terikat, apa kau tidak punya nyali darma !" teriak Nisa lagi meronta.
"Jack, cepat panggil Zal kemari !!" perintah darma pada seorang pria di belakangnya
"Baik bos!" pria itu bergegas keluar.
"Kau lihat Nisa , mereka akan menghabisi mu !" ancam Darma menendang kursi yang diduduki Nisa.
ajyjklkkvgn nllkcaaymvhillll
Nada dering tak karuan terdengar dari ponsel darma yang di keluarkan ya dari saku celana .
"Halo, Dua sudah ada disini ,apa yang harus kami lakukan ?", jawab darma pada ponselnya, sementara Elisa dan Nisa menatapnya tajam.
"Tebang saja, kami sudah mengatur semuanya, jangan lupa dengan janji anda Nyonya !" tambah Darma lagi mematikan ponselnya.
Nyonya, apa dalang semua ini adalah wanita, tapi siapa dan kenapa?" batin Lisa menerawang perkataan Darma pada Telponnya
"Kau tau Lisa, sebenarnya ingin sekali aku berlama lama denganmu, heh namun uang yang menungguku lebih berarti dari pada kau !" ketus Darma membelai rambut Lisa yang kala itu tak Sudi di sentuhnya.
"Kau akan dapat ganjarannya ,!" ungkap Lisa pelan namun di tekan.
"Apa? hahahaha, kau tidak salahkah, kau bisa apa dengan keadaanmu ini, dan lagi Tuanmu itu tidak akan bisa menemukan mu, tunggu lah ceritamu Lisa,..hahaha!" tawa Darma memenuhi isi ruangan.
"Apa yang perlu kami lakukan bos !" kedua pria tadi datang lagi.
"Bermainlah sepuas kalian !, Tapi jangan dengan yang satunya, aku masih ingin dia !" ujar darma di ujung pintu menunjuk Elisa.
"Baik Bos, Dia saja cukup membuat kami bersemangat !" ujar satu pria menatap ke arah Nisa.
"Bersenang senanglah !" tambah Darma berlalu keluar, sementara Kedua pria itu mendekati Nisa....
Kita akan bersenang senang gadis manis....
__ADS_1