
Sesampainya di atas Elisa segera masuk ke dalam ruangannya di temani Delta.
"Haissd, Sudah lama rasanya tidak kembali !" ujar Risa merebahkan dirinya di kursi mejanya.
"entah apa yang terjadi, aku iri padamu, kamu bebas keluar masuk kantor ini, sedang aku..haha pengen libur rasanya sehari ,tapi atasan kasih kerjaan melulu !" Delta tampak duduk di atas meja Lisa.
Kamu tidak tahu posisi sebenarnya, " Oh yah, Adnan itu sudah berapa lama kerja di sini?" tanya Lisa mengalihkan pembicaraan teringat reaksi Adnan yang terus aneh di pikirnya.
"Sudah lama juga sih, aku saja sudah hampir setahun kerja disini ,sedang pak Adnan sudah ada di sini !" jelas Delta mengeritkan kening menatap Lisa yang menengadahkan wajahnya di atas meja datar itu " Eh, kenapa ku tiba-tiba tanya soal Pak Adnan?"
"Seperti nya dia sangat tidak menyukaiku ?" tambah Lisa memejamkan sedikit matanya.
"Masa sih ? perasaan kamu saja mungkin !" wajah Delta sedikit melengos aneh.
"Kamu kenapa Del, bicaraain soal Adnan wajah kamu jadi merah gitu !" tukas Lisa meledek delta yang berubah seketika
"Eh merah apanya , gak kok , !" bantah Delta turun dari meja ," aku mau kerja dulu ah ,nanti pak Edward keburu kemari ,hhe!"
Brakkk...
Pintu ruangan di banting keras Delta ,sengaja ingin menggoda Elisa .
"Dasar ,, heh , tapi Aku yakin jika Adnan ada yang aneh ...
Tok.. tok...
"Delta, dia ini mau ngapain lagi sih ?" Elisa berusaha bangkit dengan kakinya yang masih terasa nyeri ,ia mendekati pintu dan membukanya...
Cklek..
"Kamu ini , awa...
Ucapannya terhenti seketika di dapatinya yang berada di depan pintu adalah dua orang pria ,Edward dan Jordi tengah heran menatapnya.
"Kaa..kalian, maaf aku pikir tadi Delta ,he " wajah Lisa seketika malu dan tertunduk kerena telah salah menduga.
"Pagi Bu Elisa !" sapa Jordi memberi salam dengan senyum manisnya.
"Paa.pagi..!" gugup Lisa berkata masih malu.
"Silahkan Jordi masuk ke dalam , !" titah Edward yang masuk melewati Elisa begitu saja.
Santai, tatapan Edward seram banget ,tukas Lisa dalam hati menoleh ,sementara Jordi segera masuk dengan cengengesan.
__ADS_1
"Elisa , kamu bisa keluar sebentar ,aku ingin bicara dengan Jordi ! " ujar edward yang duduk di kursinya bermaksud menyuruh Elisa meninggalkan ruangan itu.
Kamu, kamu ,heh .bahasanya berubah , tapi apa yang ingin di bicarakan pakai rahasiaan segala.
"Elisa !"
"Eh ,iya pak . Maaf, kalau begitu saya permisi dulu !" segera Lisa keluar ruangan dan menutup pintunya dengan rapat.
Boleh nguping kali yah ! Elisa sedikit tersandar di pintu seraya menyampingkan sedikit rambutnya di telinga ,bermaksud ingin mendengar apa yang ingin di bicarakan Edward pada Jordi ,kenapa dia harus di suruh keluar segala. Hugh, bikin penasaran !
Beberapa menit ia berdiri di pintu itu seraya bersandar telinga, tapi tak ada suara yang terdengar sedikitpun dari dalam.
"Ya ampun , ruangan ini kan kedap suara yah , Bodoh !" tukas nya sendiri pelan mengetuk-ngetuk kepalanya kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
Temui delta saja ,dari pada diam di sini gak ada kerjaan ,pikirnya dalam hati memantapkan langkahnya.
Sementara di dalam ruangan Jordi tampak di persilahkan duduk di hadapan meja edward yang masih mengotak-atik ponselnya.
"Aku minta persolan wartawan itu segera kau bantu bereskan , !" tegas Edward memulai pembicaraan .
"Baik pak , saya tidak akan membiarkan semua itu terjadi !" jelas Jordi.
"Bagaimana dengan semua yang aku suruh kau ?" tanya Edward menatap Jordi yang saat itu mengeluarkan ponsel dan membuka sesuatu di dalamnya.
"Ini pak ,data-data Bu Elisa ada di sini !" ujar Jordi memberi ponselnya pada Edward yang segera menerimanya.
"Rekaman Cctv nya juga sudah saya copy di sana, Oh yah , Mengenai penculikan Elisa semuanya berhubungan dengan Klub Dona Luan pak , Darma penculik nya .!" jelas Jordi begitu yakin.
Tanya Edward menatap Jordi masih belum mengerti.
"Darma yang menculik Elisa , juga ada salah satu teman Lisa dari klub itu uang juga di culik nya , dengan kabar terpercaya yang saya dapatkan ,bahwa temannya itu sudah tewas terbunuh dengan luka tembak "
Teman Lisa , siapa ? bukannya dia tidak pernah berhubungan baik dengan yang lainnya !
"Jadi Elisa di culik dua orang ini ?" ujar edward sudah membuka rekaman cCtv nya.
"Benar pak , dua orang itu adalah suruhan Darma sendiri !"
"Apa motifnya dia sampai menculik Elisa ,dan temannya itu , heh ,aku harus bertanya pada Dona !"
"Seperti nya balas dendam ,saya ingat temannya itu kalau tidak salah adalah Nisa pak , iya Nisa !" jelas Jordi lagi yakin .
Balas dendam. "Nisa katamu ?"
"Iya pak , begitu lah !"
Jadi dia mati, Elisa selamat " apa Dimas yang menolongnya ?" teringat edward akan kabar keberadaan Elisa di rumah Dimas dari Adnan.
"Benar pak , Tuan Dimas yang menyelamatkannya , sedang Darma beserta anak buahnya berada dalam penjara kekuasaannya." tambah Jordi mengangguk.
Heh, Jadi benar Elisa tidak melarikan diri, aku sempat menuduh dan berlaku kasar padanya ,bagaimana bisa Elisa lolos dari pengawalan ku , dan mengapa harus Dimas yang lebih dulu mengetahuinya .
__ADS_1
"Darimana Dimas dapat informasi itu lebih cepat?" tanya Adnan pada Jordi serius.
"saya belum tahu pasti , yang jelas saat kejadian itu terjadi, orang Tuan Dimas mengetahui lebih cepat !"
"Heh, bagaimana bisa ,apa yang Adnan kerjakan selama ini !" ketus Edward meletakkan ponsel Jordi di depan nya, glekk, sedikit Jordi menelan air ludahnya sendiri , melihat tatapan mata Edward tiba-tiba saja berubah.
selama ini Jordi tak pernah bisa bertatapan langsung dengan bos nya sedekat ini ,hanya dalam rapat ataupun berpapasan itu saja dengan sedikit jarak yang jauh .
Setelah kejadian tempo hari ,dirinya yang memberhentikan perjalanan edward,membuat Jordi bisa dekat dengan sosok Edward ,terlebih Edward juga membantu banyak keuangan keluarganya yang sangat krisis lantaran terkait hutang , Hal itu membuat Jordi tak bisa menolak perintah Edward walau bukan jalan tugasnya.
Terlebih ia mengetahui keadaan yang ia suruh adalah berkaitan dengan Elisa ,sosok wanita yang juga sedikit berkesan di hatinya , Ternyata Bu Elisa itu berasal dari tempat yang seperti itu ! tukas Jordi dalam lamunan panjangnya sangat tidak percaya dengan kebenaran tentang kehidupan Elisa .
"Jordi , apa yang kau pikirkan !" edward sedikit mengetuk meja dengan pulpen ,menatap Jordi yang saat itu jelas tengah melamun hebat.
"Hah, eh itu ,tidak ada pak , apa ada hal lain yang bapak pinta ?" kata Jordi sedikit gugup mengalihkan pembicaraan.
"Untuk kasus itu biarlah berlalu , cuma ada satu hal lagi yang aku ingin kau kerjakan !" membulatkan mata nya Edward menatap Jordi.
"Apa itu pak ! ,saya akan berusaha mengerjakannya ,apapun yang bapak suruh !" jawab Jordi mantap.
"Terimakasih , aku hanya ingin memintamu menyelidiki kemana perginya Adnan belakangan ini !"
"Pak Adnan, memangnya ada hal apa tentang pak Adnan ?" tanya Jordi sangat terkejut akan permintaan Edward, mengetahui bahwa Adnan adalah orang kepercayaan pak Edward.
"lakukan saja , aku hanya merasa ada yang sedikit aneh padanya !" tukas Edward kemudian bangkit mendekati jendela ,membelakangi Jordi.
"Dan satu lagi , semua ini hanya akan menjadi rahasia di antara kita !" jelas Edward lagi tanpa menoleh pada Jordi yang kemudian berdiri.
"Maaf pak ,sebelumnya jika saya lancang , kenapa Bapak bisa mempercayakan semua ini pada saya ?" Tanya Jordi bukan ragu pada tugas yang akan di emban nya, melainkan heran , bahwa Edward bisa memberitahukan semua itu yang termasuk adalah rahasia pribadinya.
Anak ini , entah lah , Biasanya aku menyerahkan semua ini pada Adnan yang sudah lama mengabdi padaku , tapi entah mengapa sikap Adnan yang berubah aneh dan mencurigakan , dia juga tidak mengatakan tentang kehilangan Elisa saat itu , saat pencarian dia juga ..
Benar dia berusaha mencegah untuk memberitahu pada polisi , apa semua ini ...
Ah, tidak mungkin..
Edward tampak gundah dalam keputusannya , sedikit ia memegang kepala sangat pusing.
"Pak , apa bapak baik-baik saja ?" tanya Jordi kembali melihat ekspresi Edward berubah kusut dan terlihat jelas sangat pusing.
"Ah, aku baik-baik saja , tentang pertanyaan mu , aku hanya merasa kau orang yang bisa ku percaya untuk saat ini !" tukas Edward memegang kepalanya yang memang terasa pusing dan sakit.
"Baik pak , saya akan usahakan yang terbaik !" tegas Jordi sedikit menundukkan kepala menghormat dan menyanggupi.
"Kau boleh pergi !" jelas Edward kembali duduk pada kursinya , berusaha bersandar , sedang Jordi segera berlalu meski sedikit khawatir melihat keadaan Edward seperti itu..
"Emp, pak saya akan panggil kan Bu Elisa kemari , atau panggil seseorang untuk membeli obat , bapak seperti nya kurang sehat , itu atau saya saja !" jelas Jordi memberhentikan langkahnya di depan pintu.
"Panggil Elisa !" ujar Edward sedikit pelan tanpa menoleh Jordi yang sangat khawatir..
"Baa . baik pak !" Jordi segera keluar ruangan dan berlari menuju lip ke bawah untuk mencari Elisa...
__ADS_1
Elisa...itu tujuannya...