Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Praduga


__ADS_3

Malam yang gelap , jam dinding besar di vila itu Menunjukkan pukul 22.30, Delta yang tadinya ingin pulang di cegah Elisa untuk menginap di sana, kini delta tampak terlelap di kamar tamu sementara Elisa juga yang duduk di sebelahnya menatap Delta ragu dalam tidurnya.


Tok....tok...tok.....Ketukan pintu pelan terdengar dari luar, Siapa ? apa Bi Dewi ? mau apa malam begini ! tatapan Lisa tertuju pada ponsel di atas meja uang menunjukkan waktu sudah larut, kemudian ia bangkit pelan dari tempat tidur tak ingin membangunkan delta yang benar pulas.



Cklek....Membuka pintu kamar ,sontak Elisa kaget melihat sosok yang ada di hadapannya.



Edward, dia mau apa malam-malam begini , dengan sedikit tertunduk Elisa tak menggubris malah ingin menutup kembali pintunya.


"Hey, jangan tutup pintunya !" cegah Edward menahan kuat pintu yang ingin Lisa tutup, matanya melirik Lisa dalam sementara Elisa tampak kesal menatap Edward.


"Ada yang mau aku bicarakan denganmu ,tapi tidak disini !" jelas Edward berusaha meraih tangan Lisa.


"Kita bicara di atas !" Elisa segera keluar kamar tak ingin Edward menyentuhnya dengan pelan dia menutup pintu agar Delta tak terbangun.


Edward pun mengerti dan mengikuti Lisa ke atas yang lebih dulu mendahuluinya, mereka menuju balkon atas . sudah lama Edward tak naik ke atas, sedikit menarik nafas panjang saat di lihatnya suasana kota dalam malam di ujung gelap.


"Kau tahu tempat ini ?" tanya Edward menatap Lisa yang sudah menyandar di sudut pagar balkon.



Aku tidak pernah kesini, cuma Bi Dewi pernah mengatakannya.


"Dulu aku sering naik ke atas jika aku sedang ingin menyendiri, dari sini kita bisa melihat suasana kota X meski sedikit jauh !"


"Kau ingin bicara apa ?" ketus Lisa tak menoleh Edward .tatapannya hanya tertuju pada terangnya Lampu kota.


"Aku minta maaf !"



Seketika Elisa menoleh Edward yang menatap nya ,Dia bilang apa tadi ? maaf tidak salah dengar .


"Aku Minta maaf !" ucap Edward lagi mengulang perkataannya seraya mendekati Elisa yang kala itu masih heran mendengar ucapan Edward.

__ADS_1


"Apa kau mau memaafkan aku Lisa ?" tanya Edward lagi lebih dekat namun Elisa seketika melangkah mundur tampak menghindar.


"Heh, untuk apa kau meminta maaf, aku yang salah, kau tidak salah !" ketus Lisa tambah menjauh dari Edward, sementara Edward memberhentikan langkahnya, mengetahui Elisa masih sangat marah padanya.


"Kau membenciku kah ?" Suara itu terdengar berat, Elisa sedikit menarik nafas untuk menenangkan diri, Memang ia sangat kesal dan marah pada pria yang kini berdiri tak jauh darinya, rasanya ingin teriak mengatakan kekesalan di hatinya, ingin mengatakan kalau ia sudah bosan dengan kehidupan ini, tak ingin di perlakukan kasar lagi serta tak ingin di hukum seperti itu, hati Elisa berkecamuk hebat dengan sejuta perasaan yang ia pendam selama ini...


"Kau membenciku !" ujar Edward lagi masih menatap gadis di hadapannya yang tak ingin menoleh.


"Aku sangat membencimu! apa kau puas !" ketus Lisa balik menatapnya dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Heh, Aku akan kembali ke kamar Delta, kau tak bermaksud mengatakan tentang kita bukan, ! suara itu terdengar sangat kesal, Elisa berusaha kembali namun Edward melangkah cepat mendekatinya kemudian menarik tangan Lisa hingga dekat dengannya.


"Kau mau apa lagi Edward ?" geram Lisa mulai di perlakukan seperti itu lagi.


"Aku harus bersikap seperti apa Lisa ,agar kau menyukaiku ?" Tekan Edward pada lisa


Deg .....


Deg .....


Agar aku menyukaimu.....Oh mom, apa telingaku pun sudah tak beres mengikuti otakku yang hampir kacau ini, Di tatapnya jelas Mata Edward yang menatapnya lembut, tidak seperti kala ia tengah marah, Elisa sedikit terpaku kala wajah mereka sangat berdekatan, nafas Edward terasa sangat hangat menyentuh wajahnya.


"Apa maksudmu ? ,melepaskan tangan Edward yang menggenggam tangannya, Elisa segera memalingkan wajahnya., Dia gila.


"Besok malam ayah mengadakan pesta perayaan, Kau akan di jemput Wisnu untuk menghadirinya !" lanjut Edward mengalihkan suasana ,sebenarnya dia merasa canggung setelah mengutarakan perasaannya yang secara tiba-tiba, Terlebih Elisa tak menggubris itu semua, untuk pertama kalinya Edward merasa tak ingin jauh dari seorang wanita, terlebih lagi wanita itu adalah Elisa, hanya saja ia terkadang tak bisa mengendalikan emosinya saat bertemu Lisa yang sangat cuek padanya.


"Aku tidak mau datang !" jawab Lisa tegas masih berpaling.


"Ibu juga akan datang ke sana, !"


Ibu, jadi ibunya akan datang, aku ingin sekali bertemu ibu, Dia sangat baik padaku. Oh mom.....


"Kau akan datang sebagai sekretaris ku dan akan mendapatkan penghargaan, kau tau kita banyak mendapat investor berkat karyamu !" Edward tampak tersenyum melihat Lisa, namun ELisa agaknya sama sekali tidak tertarik, terlebih mendengar urusan kantor, sedikit trauma Lisa mengingat semua itu.


"Aku akan melindungi mu kali ini !" pelan Edward berkata setelah melihat raut wajah Lisa yang berubah.


Melindungi ku? Kembali Lisa menatap Edward di sebelahnya.

__ADS_1


"Aku akan datang !" ujar Lisa sedikit menunduk namun malah berlaku meninggalkan Edward, perasaannya sangat bingung dan aneh, Pria itu entah menyesal atau berubah baik atau bahkan hanya berpura-pura demi bisnisnya, sehingga bisa mengatakan hal seperti itu...


Elisa turun ke bawah, sementara Edward masih berada di atas tanpa mencegah lagi kepergiannya, di turunnya anak tangga dengan banyak tanya.


"Lisa, kau dari kamar pak Edward kah ?" suara wanita di bawah tangga,


Elisa Memberhentikan langkahnya sedikit kaget dan bingung. Mati aku.


"Itu. eh aku hanya buatin kopi kok .iya buatin kopi, tadi pak Edward minta di bikinin kopi" hhe


"Kopi, malam-malam gini, apa pak Edward mau lembur,kenapa gak suruh Bibi aja !" ujar delta sedikit menguap dan menutup mulutnya.


"Itu tadi aku kebetulan terbangun" melangkah ke bawah" jadi sekalian aku saja yang buatin, lalu kamu kenapa bangun ?" tanya Lisa ragu menatap delta.


"Hehe, aku haus jadi mau cari minum, eh lihat kamu tidak ada di sebelah jadi aku keluar deh !"


"Gitu yah, sini biar aku ambilkan minumnya !" Elisa menuju dapur dan mengambil segelas air dan langsung memberikannya pada delta yang sudah menunggu di ruang tamu.


"Terimakasih Lisa !" glukkkk... segelas air itu di teguknya habis .


"Sungguh haus kah ?" tatapan Lisa melongok pada gelas tinggi yang tadinya sangat penuh, namun seketika kosong dalam satu tegukkan.


"hhe, Oh yah ,apa pak Edward seminggu ini juga tinggal di sini ?" tanya Delta setengah berbisik melirik ke atas kemudian menarik Lisa dekat dengannya.


"Eh, kau kenapa bertanya seperti itu ?" tanya Lisa canggung melirik temannya yang cengengesan.


"Ah kamu ini, bukankah dia sudah punya istri, bagaimana jika istrinya tahu pak Edward bersama dirimu di satu vila !" he


"Delta , ka...ka kami kan tidak ada apa-apa," raut wajah Lisa berubah seketika.


"Hey...Memang tidak ada apa-apa, tapi jika orang tahu pasti akan mengira yang bukan-bukan, emp, tapi apa kau tidak ada perasaan gitu, pak Edward kan tampan sekali...hhhha!" perkataan itu agaknya sedikit meledek namun jelas Elisa tersindir secara halus.


"Kamu bicara apa, sudah aku mau tidur ,besok bukannya kamu harus kerja!" segera Lisa bangkit dan pergi meninggalkan delta sendiri di ruang tamu.


"Dasar Ibu sekretaris, !" cetus Lisa meledek geli melihat tingkah laku Lisa yang sangat aneh seperti itu.


Tapi kenapa Elisa selalu panik dan canggung saat aku menggubris tentang Edward yah....aneh..

__ADS_1


Bersambung....


Terimakasih semuanya, jangan lupa like and vote yang banyak yah, biar author semangat !!!!


__ADS_2