Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Deklarasi Edward


__ADS_3

Dalam sebuah gedung pertemuan yang sengaja dipesan Edward untuk melakukan deklarasinya dengan perusahaan AsBerlian.



Gedung pencakar langit di sebuah Kota X, Sudah banyak pembisnis yang menerima undangan sibuk berdatangan memenuhi kursi tamu yang sudah di siapkan di tengah ruangan yang besarnya setengah lapangan Bola. Di luar gedung di adakan penjagaan ketat dari para polisi maupun pengawal Tuan Edward .


sementara di dalam gedung,yaitu Di depan para Tamu di siapkan panggung serta peralatan yang akan di gunakan bagi para pelukis desain, serta beberapa meja spesial yang di duduki oleh para penikmat seni, perhiasan dan beberapa eksekutif pemasaran guna untuk menilai hasil karya dari sang perancang perhiasan dari lukisan nya.


Elisa turun dari mobil dengan di sambut tangannya oleh Edward.


"Kau yakin Mengajakku kemari dengan pakaian ini !" tanya Lisa menatap sendiri penampilannya


Tubuh cantiknya di balut dengan gaun Hijau pendek sebatas lutut kaki, menunjukkan kaki jenjang indahnya di atas sepatu haihils yang tidak terlalu tinggi, serta rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai indah di belakang punggung nya, Elisa tampak cantik sekali.


"Kau sangat cantik !" ujar Edward sedikit tersenyum menatap Lisa.


"Apa kau tengah memujiku !" ketus Lisa risih membenarkan rambutnya di belakang telinga.


"Tuan, Direktur utama tiba !" sambung Adnan menunjuk pada pria di ujung sana ,Baru saja turun dari mobil bersama Seorang Wanita .


Belinda, Direktur utama maksudnya ayah nya Edward ! Elisa sedikit mundur ke belakang Edward mengetahui Belinda dan ayahnya Edward yaitu Aleksander menghampiri.


"Selamat pagi Direktur utama !" sapa Adnan menundukkan kepala.


"Apa dia sekretaris Barumu !"tanya Alek pada Edward menunjuk ke arah Lisa yang tertunduk.


"Ya, Lisa perkenalkan ini ayahku ,Dia direktur utama perusahaan kita !" kata Edward tegas menekan nada bicaranya.


"Pagi pak, Perkenalkan nama saya Elisa ,sekretaris baru Pak Edward !" Lisa tampak menyodorkan tangannya,


"Kau yakin dia bisa memenangkan deklarasi ini !" ketus Alek tidak menerima jabatan tangan Lisa .


"sudah lah yah ,kita lihat saja nanti , sebaiknya kita kedalam, hari semakin panas !" sambung Lisa menyela sembari menggandeng Tangan Aleksander dan berlalu meninggalkan mereka.


Mereka sombong sekali. "Keluarga yang bahagia !" cetus Lisa pelan melihat keakraban Belinda dan ayah mertuanya.


"Jika ingin seperti itu ,berjuanglah !" ketus edward menarik tangan Lisa segera masuk ke dalam, sementara Adnan mengikuti dari belakang dengan perasaan anehnya.


Berjuang, apa maksudnya !" jika gambarku jelek bagaimana ?" tanya Lisa pelan seraya berjalan mengikuti Edward yang masih menggandengnya.


"Kau harus gambar lebih bagus !" jawab Edward serius seraya melirik Lisa .


"eh,bagaimana jika bagus, aku lihat desain mereka sangat bagus, !" mengikuti cepat langkah Edward. "Kau tidak bisa berharap pada anak yang tidak tamat SMU kan ?" bisik Lisa pelan pada telinga Edward sambil berjalan.


"heh ,kau benar !" tiba tiba saja langkah Edward terhenti di depan sebuah pintu besar.


"Kita sudah sampaikah ?" tanya Lisa pelan menatap pintu besar itu.


"Tuan Edward, ternyata anda baru sampai juga !" ujar seorang pria yang tak asing, Dimas bersama sekretarisnya Haris.


"Ya, seperti yang kalian lihat !" ketus edward menatap pria di hadapannya, sementara Elisa sedikit terkejut melihat sosok Dimas yang juga menatap ke arahnya.


"Apa gadis ini perwakilan dari staf Bapak !" tanya Haris dengan tatapannya yang tertuju pada tangan edward dan Lisa yang berpegangan.


ya ampun, Lisa segera melepaskan pegangan tangannya dari tangan edward, jadi mereka melihat semuanya.


"Ya, dia sekretaris sekaligus staf desain kami !" tambah edward merangkul bahu Lisa dengan sengaja.


"Eh, emm iya ,selamat pagi Tuan semuanya !" tampak Lisa sangat canggung terlebih oleh Dimas yang masih saja memperhatikannya. Edward apaan sih? pakai rangkul segala , apa tidak terlalu mencolok seorang bos dan sekretaris begitu akrab. Elisa menundukkan kepalanya malu .


"Mana staf desain kalian ?" tanya Edward pada Dimas.


"Heh, aku sendiri yang akan menjadi staf desainnya !" ketus Dimas pelan.

__ADS_1


"apa? hahaha... Edward tertawa begitu keras sementara yang lainnya sedikit canggung kecuali Dimas yang terlihat kesal.


"Apanya yang lucu tuan ?" tanya Dimas menahan emosinya yang sudah tampak di wajahnya


"Heh, tidak ada .jadi sudah jelas semuanya kan ?" tambah Edward lagi memalingkan maksud seraya berjalan masuk ke dalam dengan menggandeng Lisa kembali .


"Apa tuan yakin ?" Haris bertanya pada Dimas di belakang.


"Kita lihat saja nanti !" jawab Dimas memantapkan langkahnya masuk ke dalam ruangan.


_


_


_


_


_


Kata sambutan selesai ,


kata Mc


Para staf dari berbagai perusahaan sudah ada di panggung lukis nya masing masing, acara ini tentunya mendebarkan seperti perlombaan yah ! dari 4 perusahaan dua tidak di sebutkan namanya, serta perusahaan Edward Manopo dan AsBerlian masing masing memiliki kandidatnya .Para penikmat seni dan hadirin bisa menentukan nilai nya sebagai dewan juri mengunakan vote yang telah tersedia di depan anda sekalian...."Oke kita mulai Berkarya !! dan kita lihat perusahaan mana yang paling unggul."


Elisa duduk di bagian kiri bersebelahan dengan Dimas yang menoleh k arahnya dengan tatapan aneh.


"Kau saat Lomba melukis ?" Ujar Dimas tiba tiba di sela menggambarnya tertuju pada Elisa, sementara yang lain tetap fokus pada kanvasnya masing masing, sementara mata yang lain tertuju tajam menatap Lisa dari samping panggung, Edward.


 


Deg...........


 


"Aku sudah menguburnya dalam , ?" pelan Lisa berkata tanpa menoleh Dimas yang kini tengah menatapnya.


sedikit Elisa menarik nafas dan memejamkan kedua matanya, Lalu mulai fokus pada desainnya.



Elisa Moon ru


Singkat Mc


Hasil desain Telah di paparkan dengan Jelas , Karya Elisa Moon ru lah yang Memiliki Vote tertinggi, dan di akui pemasaran.


"Bagaimana Hasilnya Bisa sebagus itu ?" ketus Belinda yang duduk di sebelah Aleksander.


"Heh, Tidak di sangka ,tapi jika begitu bukankah perusahaan kita yang akan lebih unggul ?" jawab Aleksander tak memungkiri karya Elisa.


"Aku tidak percaya !" di sisi lain Elisa tampak berdiri di samping kanvasnya, sementara Dimas menghampiri.


"Selamat Lisa ?" Dimas mengulurkan tangannya namun Elisa tak segera menggubris.


"Heh, jadi perusahaan kami lah yang lebih unggul, jadi aku harap Anda Mengikuti semua peraturannya!" sambung Edward naik ke atas panggung.


"Hmp, Tidak masalah jika Nona Lisa bersedia menjabat tanganku !" jawab Dimas mengayunkan tangannya.


"Turuti saja jalan main nya Pak Dimas" Tambah Lisa menerima langsung jabatan tangan Dimas "kalau begitu saya permisi dulu !" Tambah Lisa sedikit menunduk menandakan kehormatannya dan pergi.


"Bukankah dia menarik !" ketus Edward melirik Dimas yang masih menatap kepergian Elisa.

__ADS_1


"Kau baru tahu !" sinis Dimas berlalu pergi melewati Edward begitu saja, heh, Edward tampak kesal sekali saat itu.


_


_


_


_


_


_


_


Luar gedung


"Selamat Edward, ternyata sekretaris mu itu memang berbakat ! karya nya sungguh unik ,Sampai bagian pemasaran tadi langsung minta agar segera di orbitkan !" jelas Aleksander seraya menepuk bahu edward pelan.


"Tidak masalah, dia memang berbakat."


"Heh, Hanya kebetulan saja!, Oh iya ayah bagaimana kalau kita makan malam bersama nanti malam !" sambung Belinda licik di sebelah Alek.


"Boleh juga, sekaligus membahas bahan Berlian yang akan di pakai untuk rancangan itu, Edward undang lah Elisa ke rumah kita nanti malam !" tampak Alek sangat yakin.


"Aku akan membicarakannya nanti, sebaiknya ayah pulang dulu ! kita akan bertemu di rumah !" ujar Edward membukakan pintu mobil yang telah menunggu Tuan Aleksander.


"Cepat sekali kau mengusir ayah mu ini !, Baik lah ,aku akan pulang dulu, Jangan lupa kau bawa ibumu pulang !" tambah Alek segera masuk mobil bersama Belinda.


"Sampai ketemu sayang !" teriak Belinda kecil dari dalam mobil tersenyum pada Edward yang berusaha merespon nya baik di depan Alek .


Broooooommmmm.......


heh, Edward tampak memperhatikan mobil yang di tumpangi Alek begitu jauh.


"Pak, agen pemasaran ingin bertemu anda !" ujar Adnan menghampiri.


"Baik, apa kau lihat Elisa?" tanya Edward menatap Adnan.


"Seperti nya Bu Elisa sudah bersama agen pemasaran !" terang Adnan tertunduk.


"Oke, aku akan menemui mereka !, Tolong letakkan ini dimobil !" Edward menyerahkan beberapa map ke Adnan.


"Baik pak !" tegas Adnan melihat kepergian Edward.


drddddddd..........


Ponsel Adnan berdetar....


Kerjakan Tugasmu dengan Baik !


Pesan terbaca dari pengirim yang tak ada namanya, sedikit senyum licik Adnan menerima pesan itu jelas mengetahui siapa pengirim dan maksud tujuan pesannya.


_


_


_


_


Author : Mohon maaf dan pengertiannya , sabar ya menunggu up nya, jangan lupa dukungannya dengan vote yang banyak, nanti insyaallah kita crazy up .

__ADS_1


__ADS_2