
Perusahaan Property Belinda
kota x
"ini profil yang anda minta nyonya?"seorang pria yang tak asing datang melapor memberikan beberapa kertas Biodata.
"Kau yakin Adnan?" ujar Belinda serius menatap Adnan mantan sekretaris Edward.
"Iya Nyonya, Saya sudah memeriksa semuanya, itu real kehidupan Nona Lisa!" tambah Adnan tertunduk.
"heh, wanita seperti inikah yang jadi kesayangannya?" ketus Belinda berdiri dan menghempaskan kertas - kertas di tangannya ke meja ,kertas itu berisi profil Elisa lengkap tentang kehidupannya.
"Pergilah ! ini menjadi rahasia buat kita!" ketus Belinda lagi menyuruh Adnan keluar.
"Baik saya permisi!" Adnan pergi segera meninggalkan kantor Belinda.
09.30
kantor Edward
"Apa yang ingin kau bicarakan ?" Edward datang seketika Belinda menelponnya.
"heh, apa kau terlalu sibuk sayangku?" ketus Belinda ,Brakkkk ...melempar kan beberapa lembar kertas ke atas meja, Edward melirik kertas kertas itu.
"Apa kau ingin mempersulit keadaan ini?" tambah Belinda lagi sedikit kesal.
"Apa yang kau mau?" tanya Edward seraya mengambil kertas yang di lempar Belinda.
"Tinggalkan wanita itu!"nada bicara Belinda terdengar keras, sementara Edward fokus pada kertas ditangannya.
"Dari mana kau dapatkan ini?" tanya Edward pelan tetap fokus pada kertas di tangannya seraya membaca kertas itu selembar demi selembar.
"hmp, Apa kau tidak menaruh hati padaku sama sekali?" Belinda berdiri menatap Edward serius.
"Dia tidak ada kaitannya denganmu, hemz seharusnya lulusan luar negri tidak bertindak hal konyol seperti ini!" jelas Edward melempar kembali kertas itu ke atas meja. " Bukankah kau tahu sejak awal bagaimana status kita" tambah Edward lagi melangkah meninggalkan Belinda .
"Heh, Bagaimana bisa kau bandingkan aku dengan wanita ****** seperti itu hah?" teriak Belinda keras namun Edward tak peduli.
"Edward !??" teriaknya lagi ,Belinda sangat geram.
Braaaakkkkkk....suara pintu yang di tarik paksa menutup dari luar.
Edward melangkah jauh tanpa perduli menuju lip ke lantai bawah .
(((((o)))))
__ADS_1
"Selamat siang pak !" seorang gadis menyapanya ,Delta.
"Kau lihat Adnan !" tanya Edward dengan wajah datarnya.
"Maaf , Tadi sepertinya Pak Adnan pergi ke kantor Bu Belinda untuk memberikan laporan disain.
"Kembalilah bekerja!" singkat Edward berlalu.
"emmp ,maaf pak ,apa Elisa tidak bekerja di sini lagi?" tanya Delta ragu serta tertunduk.
hmp, "Dia masih bekerja, mungkin besok akan kembali!" tambah Edward meneruskan langkahnya tanpa menoleh ke belakang.
"Baik pak," tambah delta sedikit tersenyum senang mendengar Elisa akan kembali ke kantor.
kediaman Aleksander Manopo
"Ma, Dumaaaa!" teriak Belinda keras memanggil Duma Elois ibu mertuanya yaitu ibu tiri Edward.
"Ada apa Belinda, apa tidak bisa kau memanggilku mama !" teriak Duma pula menuruni tangga di rumah besar milik Tuan Aleksander .
"Heh, tidak usah basa basi, bukankah umurku jauh lebih tua darimu!" ketus Belinda menjatuhkan diri nya di atas sofa dalam ruangan utama rumah itu .
"tetap saja posisiku di atas dirimu!" tambah Duma di tangga terakhir.
"Menikahi Orang tua itu saja kau bangga !" ejek Belinda seraya bangkit dan duduk kesal di atas sofa.
"Tua, tapi uangnya banyak, tidak habis tujuh turunan sekalipun, !" melangkah mendekati Belinda" Dari pada menikah dengan Tuan Muda tampan , Jangankan di sentuh di lihat pun tidak !" ledek Duma sembari tersenyum sinis .
"Diam!" teriak Belinda sangat kesal.
"Heyy, kau teriak padaku!, " Duma terlihat kesal sementara Belinda berdiri menatapnya.
"Memangnya kenapa ? Bukankah Suami mu sedang tidak di rumah, kau akan mengadu pada siapa?" tambah Belinda lagi mengelus wajah Duma namun di tepisnya .
"Heh, berurusan dengan Orang seperti mu itu sangat lah membuang waktu, oke lupakan, agaknya kau sangat kesal ,ada apa?" Duma seolah peduli.
"Edward punya simpanan?" ketus Belinda menyilangkan kedua tangannya.
"Apa ?, ha ha ha" Duma tertawa keras.
"Diam lah ,! kau tau wanita itu sekarang bekerja di kantornya sebagai sekretaris nya!" tambah Belinda dengan matanya yang bersinar sinar akan kekesalan yang memuncak.
"Benarkah?, tidak ada harapan sama sekali!" ketus Duma terdengar mengejek lagi.
"Aku akan menghancurkan wanita itu !" pelan Belinda berkata sedikit mengepalkan kedua tangannya sementara Duma tampak serius memperhatikan wanita yang berada di hadapannya sangat kesal dan marah.
"Kau memberitahu semua ini padaku untuk apa?" tanya Duma sedikit heran ,karena memang selama ini mereka hampir tidak bicara satu sama lain semenjak tinggal serumah ,palingan hanya sedikit sindir menyindir yang terjadi di antara mereka.
"Aku salah memberitahukan ini padamu!, bukankah kamu dan wanita itu sama saja, " Belinda mendekatkan wajahnya pada Duma seraya berbisik" sama sama wanita simpanan " tambah Belinda lagi berlalu meninggalkan Duma.
__ADS_1
"Wanita brengsek !" ketus Duma sangat kesal mendengar hal itu." kau jangan lupa aku ini Mertuamu ! kau dengar itu dan aku sah menjadi istri Aleksander ! apa kau dengar gadis kecil !" teriak Duma tak ingin kalah sementara Belinda hanya memantapkan langkah nya manaiki tangga menuju kamarnya yang sama sama berada di atas .
"Apa yang kau teriakan ?" suara pria sangat berat datang .Aleksander.
"Suamiku, ternyata kau sudah pulang !" Duma mendekati pria tua itu dan segera mengambil tas yang di bawa Aleksander.
"Ya, aku lelah terus berada di kantor!" tambah Aleksander seraya merangkul wanita muda di sampingnya .
"Kau seharusnya tinggal santai saja ,bukankah anakmu itu sudah mengurus semuanya!" tambah Belinda seraya membawa suaminya duduk di sofa.
"heh, anak itu susah di harapkan !" ketus Alek merebahkan dirinya di sofa sembari menghela nafas panjang."Kau tadi bicara dengan Belinda kah?" tanya Alek seketika bangkit menatap Duma istrinya.
"Ya, memangnya kenapa?" tanya Duma sedikit kesal .
"Ada apa sayang? apa kau bertengkar dengannya ?" tanya Aleksander peduli pada istri cantiknya .
"Kau tahu lah ,namanya juga wanita, "tambah Duma seolah tak peduli
"Oh ya, kau kan sudah menjadi ibunya , aku harap kau mau dekat dengannya ,terlebih lagi ,kau tahu hubungannya dengan Edward entah seperti apa? aku ingin kau mengamati mereka !" jelas Alek sangat serius.
"Mereka itu tidak saling menyukai , bagaimana bisa memiliki hubungan ?" tambah Duma kesal.
"Apa maksudmu ?" Alek terlihat serius " mau suka atau tidak mereka harus paham, ini juga demi kehidupan mereka sendiri !" tambah Alek jelas.
"Yah, terserah padamu , aku akan membuatkan minuman untukmu !" tambah Duma berusaha bangkit, namun Alek memegang tangannya.
"Apa yang kau kesalkan istriku ?" pria tua itu terlihat begitu perhatian .
"Ayah sudah pulang !" Belinda berlari menuruni tangga, sementara Duma sangat kesal melihat tingkah manja Belinda ,
"Ya, Baru saja ,bagaimana dengan harimu nak?" tanya Alek sangat peduli dan perhatian pada menantunya itu .
"Membosankan yah ," Belinda mendekati Alek dan duduk di sebelahnya,"Ayah tahu, mengurus properti itu sangat lah merepotkan dan jenuh" tambah Belinda menatap Alek dengan wajah di lugunya.
"Munafik" ketus Duma pelan meninggalkan kedua orang yang tengah berbincang.
"Mau jadi pembisnis itu memang lah susah nak, kita harus tekun dan giat !" jelas Alek menasehati menantunya ."Oh yah, bagaimana dengan orang tua mu di luar negri ? apa kau sudah mengabarinya !" tambah Alek lagi menatap Belinda .
"Sudah ayah, Mereka sekarang masih sibuk di bisnisnya ,Oh yah, ayah tahu papi ku memiliki tambang berlian di Negara E, dia bisa loh ekspor berliannya ke Perusahaan Edward.! tambah Belinda menyarankan.
"Oh ya, kebetulan sekali kalau begitu , Berlian di sana kualitas nya sangat bagus ,persediaan kita juga sudah menipis!" respon Aleksander sangat bersemangat.
"Aku akan bicara sama papi" tambah Belinda tersenyum licik.
"Aku serahkan pada mu nak !" tampak Alek mengelus kepala Belinda lembut, agaknya Aleksander sangat menyukai menantunya itu.
Sabar menunggu up nya yah !! makasih sudah membaca, jangan lupa like dan komen yang membangun agar aku semangat oke...
Tunggu kelanjutannya. .........!!!!
__ADS_1