
Gedung
"Kami sudah cari kemana mana tuan , Tapi nona Lisa juga tidak ketemu !" Beberapa pengawal melapor pada Edward.
"Apa kalian yakin!" teriak Edward.
"Pak, Elisa memang tidak ada dimana - mana,!" sambung Adnan berlari menghampiri sedikit terengah.
"Kemana kau Lisa, ? kalian cepat cari lagi kemanapun, bila perlu cari ke klub atau telusuri kota T!" ujar Edward gusar, "Cepat !!" teriak nya lagi membuat barisan pengawal bersiaga dan bubar seketika.
"Andan, Kau juga harus mencari tahu, bila perlu Periksa semua Cctv-nya kirim padaku nanti!", lirik Edward pada Adnan yang berada di hadapannya.
"Baik, sebaiknya Bapak pulang dulu ! saya akan mengurus semuanya.!" ujar Adnan tegas
"Pergilah !" ketus edward berlalu menuju mobilnya, sementara Adnan berlalu dengan berlawanan arah.
_
_
_
_
_
_
_
Kemana kau Lisa !
Edward tampak mengemudi dengan kencang Menuju Vila nya.
"Selamat datang Tuan !" sapa Dewi yang berada di depan pintu menyambut kedatangan Edward yang tampak tergesa-gesa.
"Apa Elisa sudah pulang Bi !" tanya Edward dengan nada bicara tak biasa.
"lah, Bukannya Non Lisa sama Tuan ke kantor nya yah !" balik bertanya Dewi tampak heran.
"Wisnu mana bi?" tanya edward langsung masuk ke dalam dengan sangat gelisah.
"Pak Wisnu Belum pulang kan Tuan, waktu itu kan pergi menemani Rena pulang !" Jawab Dewi.
"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan ?, apa ada sesuatu tentang Non Lisa ?" tanya Dewi lagi penasaran melihat Edward yang gelisah.
"Dia tiba-tiba saja menghilang saat Deklarasinya selesai !, pergi kemana sebenarnya Dia !" Edward tampak sedikit memegang kepalanya yang terasa panas dan bingung.
"Ya ampun, bagaimana bisa tuan, apa Mungkin Non Lisa pergi ke tempat temannya barangkali, apa tuan sudah menghubungi ponsel nya Tuan.!" tambah Bi Dewi turut khawatir.
Teman yah?" Delta, kalau begitu saya pergi dulu Bi, bibi juga coba telpon lewat telpon rumah yah !"
"taa tapi Tuan !" Dewi mencoba mengatakan sesuatu namun Edward segera berlalu dengan cepat.
"semoga saja tidak ada terjadi apa-apa pada Non Lisa! semoga saja Tuhan ,Lindungi dia ?" Dewi tampak mengangkat tangan nya berdoa, agaknya dia sangat menghawatirkan Elisa.
__ADS_1
Kontrakan Delta kota X
Tok....tok....tok.....Lantai dua Edward tampak berdiri di sebuah pintu dan mengetuk pintu itu dengan keras Tok....tok...tok....
" Iya sebentar ! siapa sih gak sabaran banget !" terdengar ketus suara gadis dari dalam.
Kretttt.....pintu di buka dari dalam.
"Baaaa...pak Edward, ! " Sontak delta kaget melihat sosok Edward yang tengah berada di depan pintu nya.
"Elisa ada disini !" tanya Edward segera tak sabaran ingin melihat ke dalam.
"Elisa, eh Elisa tidak ada pak, Kenapa bapak tidak cari di kontrakannya !" jelas Delta masih bingung.
"Coba Bapak hubungi saja pak !" tambah delta lagi masih melihat bingung Edward.
"Benar tidak ada di sini !" cetus Edward pelan dalam keputusasaannya.
"Elisa hilang saat deklarasi berakhir !"
"Apa? hilang ,bagaimana bisa!" Sontak Delta sedikit kaget mendengar penuturan Edward.
"Kalau begitu saya pergi dulu !" keluh Edward berpamitan.
"Apa Bapak mau mencari Elisa !, Aku ikut !" tambahnya lagi seraya khawatir.
"Baiklah, ikut denganku !" ujar Edward segera menuju ke bawah dimana tempat mobilnya parkir di ikuti Delta yang tampak tergesa-gesa.
Satu Jalan
"Pak saya sudah periksa Cctv-nya ,terakhir Bu Elisa pergi ke arah toilet ,namun di arah toilet tidak ada Cctv yang mengarah kesana !" jelas Adnan pada Edward yang menemuinya.
"Apa mungkin Elisa di culik ?" sambung Delta muncul dari belakang Edward
"Apa sudah ada kabar dari yang lain ?" tanya Edward lagi dengan jelas.
"Belum ada pak !, terakhir pengawal S bilang kalau Mereka menemukan ini di belakang gedung." Memberikan sebuah ponsel dari dalam saku celana.
"Ponsel Lisa!" edward menerimanya segera.
"Ya ampun Elisa, apa sebenarnya yang terjadi padamu !" dengan menutup Sedikit wajahnya yang sangat khawatir Delta sedikit meneteskan air matanya.
"Apa sebaiknya kita lapor polisi saja pak !"tambah delta lagi tergugah dari kesedihannya.
"Jaa..jangan dulu pak, sebaiknya kita lihat perkembangannya dulu !" jelas Adnan.
sementara Edward menatapnya tajam, "Kau cari lagi sampai ketemu ,aku akan pergi ke kota T, Delta kau sebaiknya pulang di antar Adnan !"
"Taa..tapi pak !" Delta terlihat enggan.
"Nanti aku kabari segera!" tambah Edward lagi segera berlalu meninggalkan Delta dan Adnan di jalanan itu. Aku akan segera menemukanmu Elisa!! segera Edward menancap gas nya dan berlalu pergi .
__ADS_1
Kondisi Lain kota X
"Pak, ada kabar Nona Elisa di culik setelah Deklarasi selesai !" seorang pria datang mendekat, Haris.
"Apa?, bagaimana bisa dia di culik ?" keras pria lain menjawab kaget dengan berita yang baru saja di dengarnya, Dimas.
"Keamanan sudah memeriksanya, Nona Elisa hilang saat memasuki toilet ,selebihnya tidak ada Cctv maupun orang yang melihatnya keluar lagi !" jelas Haris seraya memberikan hasil rekaman Cctv pada Dimas.
"Heh, Memangnya perusahaan itu tidak bisa menjamin keamanan karyawannya apa ?" ketus Dimas meledek sangat geram.
"Kau atur segalanya, temukan Elisa segera !" tambah Dimas lagi sangat kesal dan khawatir .
"Baik Pak !" Tegas Haris segera pergi.
"Bagaimana ini bisa terjadi Elisa !!, Andai aku tadi tidak pergi lebih awal, dan jadi menemui mu, tapi pria itu......"
Brakkkk.......Suara hantaman meja yang di pukul Dimas menyalurkan kekesalannya terdengar keras.
"Kakak, ada apa sih?" tanya seorang wanita menghampiri Dimas karena kaget mendengar suara keras. Juwi
"Dia menghilang !" cetus Dimas segera duduk di kursi dalam ruang kerjanya .
"Dia menghilang, Dia siapa kak?" tanya Juwi penasaran , Namun Dimas tak segera menjawabnya.
"Kakak,!?"
"Aku harus pergi ,kau tetap lah di rumah !" bangkit dari duduknya segera mengenakan jaket yang tergantung di dekat meja, kemudian bergegas pergi.
"Kakak mau kemana ?" tanya Juwi heran di sela kepergian Dimas, namun Dimas tak menggubrisnya malah berlalu begitu saja.
Satu jam Mengelilingi kota X
Derdddd....Dredd...... ponsel Dimas bergetar lama.
"Apa sudah ada informasi Ria?" katanya menjawab telpon.
"Sedikit informasi pak, Nona Lisa sebelumnya bekerja di klub Dona ,sebelum menjadi Sekretaris di perusahaan Edward Manopo ?" jelas Haris di ujung udara.
"Apa hubungannya dengan kehilangan Elisa ?" nada bicara Dimas tampak keras.
"Kata Dona, memang Elisa susah lama tak ada kabar, namun salah seorang pegawainya juga menghilang di hari yang sama !"
"Menghilang di hari yang sama!, Jelaskan lebih rinci ?" ketus Dimas tak sabaran .
"Wanita itu adalah Nisa, dia hilang tadi Siang, kami menemukan ponselnya dan melihat data panggilan, Semua ini berkaitan dengan seorang Pria Bernama Darma, Kata Dona Elisa juga pernah mempunyai masalah dengan pria iru,!"
"Jadi maksudmu Darma penculiknya !"
"Belum pasti, tapi penuturan Dona lebih kurang seperti itu !" jelas Haris di tengah kebisingan yang di dengar Dimas.
"Bagus, cari info sedetailny tentang Darma , Beritahu aku segera ! kita ketemu di tempat biasa !"
"Baik pak !" Tut....Tut...tut...telponnya terputus.
Haris bilang Elisa pernah bekerja di klub, Apa itu benar? bagaimana bisa Elisa kau bekerja di tempat seperti itu, Apa yang sebenarnya terjadi..... Dimas tampak menatap tajam ponselnya. seraya mengepalkan tangannya.....
Aku akan menemukanmu lebih awal...
__ADS_1