Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Menjenguk _Elisa


__ADS_3

"Elisa, apa kau baik-baik saja?" Seorang wanita masuk ke ruangan di ikuti oleh Edward dari belakang.


"Ibu ...." ucap Elisa sedikit kaget melihat kedatangan ibu nya Edward .


wanita itu Langsung memeluk Elisa yang saat itu tengah duduk bersandar di atas ranjangnya.


"Kenyataan itu memang sangat pahit nak, tapi yakinlah selama kamu di jalan yang benar ,kebaikan itu akan selalu datang padamu !" ucapan ibu benar-benar menenangkan hati Elisa ,dia yang merasa kehidupannya sangat kelam dan penuh tantangan hingga harus masuk di dalam situasi yang sama sekali tak di duga ,membuatnya harus berhubungan dengan Edward dan banyak sekali terjadi masalah ,namun di sisi lain ia mulai paham jika di sinilah kenyataannya sekarang, bersama keluarga yang mulai ia dapatkan kembali ,menerima seseorang pria yang mulai di percayainya ,Air mata Elisa mengalir dalam pelukan kehangatan seorang ibu .


Di tatapnya pria yang berdiri di belakang ibu ,pria itu tampak tersenyum meski tak bisa menutupi wajah dingin nya ,pria aneh.


"Apa kau sudah makan ?" tanya ibu melepaskan pelukannya kemudian duduk di sebelah Elisa yang sedikit bergeser.


"Sudah tadi pagi Bu, " jawab Elisa mengusap air matanya tersenyum bahagia.


" kaki mu masih sakit?" tanya ibu lagi seraya merangkulnya dari samping.


"Tidak terasa lagi ,hanya berat saja " singkat Lisa masih tersenyum bahagia, karena ibu sangat khawatir padanya.


" Kau jangan khawatir, dengan perawatan ,kata dokter tadi ,kakimu akan segera membaik ,dan kau pasti bisa berjalan lagi "


"Iya Bu ,tidak masalah ,terimakasih " jawab Lisa berkaca-kaca.


"Terimakasih untuk apa? justru ibu yang minta maaf , karena anak ibu ,bisa melibatkan dirimu ,kau jadi harus menderita begini " sedikit mengeluh ibu memegang tangan Elisa , saat itu Elisa sedikit melirik Edward yang sedikit tertunduk tidak enak.


"Terimakasih ,karena ibu sudah menerimaku dengan baik ,dan mengenai hal-hal lain ,seperti kata ibu tadi ,kenyataan memang pahit bukan ,tapi jika kita melakukannya di jalan yang baik ,itu akan baik pula ,aku tidak menyesal dengan semua ini ,aku sangat senang jika aku masih bisa bersama Edward saat ini " ucapan Elisa begitu tulus di dalam hati sehingga membuat Edward sedikit lega dan sangat senang mendengarnya.


"Syukurlah jika begitu , ibu lega mendengarnya ,Ibu selalu merestui mu nak !" tambah ibu lagi memeluk Elisa dan mengusap rambutnya .


"Ngomong-ngomong kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian ?" sontak pertanyaan itu menyiratkan perasaan malu dan canggung di hati Elisa ,sementara dia dan Edward selama ini memang bisa di bilang hubungannya sangat rumit .


"Setelah urusanku dengan Belinda selesai ,aku akan menikahi Elisa secepatnya Bu " jawab Edward mantap menatap Elisa uang sedikit berpaling canggung.


"iya baiklah, kali ini kau harus membuat keputusan yang benar , ibu tidak ingin ,kehidupanmu tidak karuan nak !"


"Baik Bu " jawab Edward tertunduk ,merasa tersindir nasehat ibunya, hal itu membuat Elisa sedikit tersenyum melihatnya.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


_


Ibu yang cukup lama menemani Elisa di rumah sakit , akhirnya di antar pulang oleh Wisnu, sementara Edward yang masih sibuk dengan urusannya hingga harus kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya, akhir-akhir ini dia yang tak fokus gara-gara insiden yang melibatkan Elisa , bisnisnya sedikit melenceng dari pencapaiannya,dia harus memperbaiki semua itu.


19.00


Elisa yang terbangun dari tidurnya baru sadar jika ia kini tengah sendiri di ruangan itu , ibu yang pamit pulang karena tak di izinkan nya menemaninya karena takut kelelahan ,sudah pulang sejak sore tadi ,sementara Edward juga sangat sibuk dengan perusahaannya.


"Apa Delta masih di kantor? apa mereka lembur ? aissshh...bosan sekali " sedikit mengeluh Elisa bangkit untuk duduk bersandar , Lampu ruangan yang sangat terang sedikit menyilaukan mata , di ruangan itu sangat megah dengan banyak fasilitas nya , meskipun begitu Elisa tetap saja bosan ,karena tak bisa bergerak leluasa akibat kakinya nya yang tak bisa di gerak kan.


 


Tok...tok...tok....


 


suara ketukan pintu dari luar ,Elisa sedikit kaget ,siapa yang mengetuk pintu ,karena biasanya pintu selalu di buka bebas jika saja itu adalah Edward ataupun dokter Jordan yang datang .


"Maaf nyonya , ada tamu yang ingin menjenguk anda !" seorang perawat nongol dari arah pintu.


"Tamu " siapa ? apa Delta , akh tidak mungkin pakai acara ketuk segala.


"Suruh dia masuk !" ucap Elisa sangat penasaran.


"Silahkan masuk tuan !" jawab suster itu mempersilahkan seorang pria masuk ke dalam, alangkah terkejutnya Elisa ketika mengetahui siapa yang datang menjenguknya.


"Diiii....Dimas....." sontak wajah Elisa kaget bukan kepalang .


"Apa kau baik-baik saja Elisa ?" tanya Dimas dengan raut wajah khawatir nya


"Aapa yang kau lakukan di sini ?" pertanyaan itu terlontar sangat sinis di telinga Dimas ,hingga membuatnya langsung merasa tidak enak.


"Aku mendengar kau kecelakaan dan di rawat di rumah sakit ,jadi aku langsung kemari , apa kabarmu Lisa ?" tanya Dimas tak bergeming dari tempatnya berdiri ,masih di dekat pintu dengan membawa buket bunga yang cukup besar di tangannya.


"Aku ...aku baik-baik saja Dimas, bagaimana dengan dirimu ?" tanya Lisa meredam perasaan tidak enaknya ,karena sedikit simpati melihat Dimas yang bersikap seperti itu, terlebih jika di lihat ke belakang ,Dimas sudah pernah membantunya ,saat dia dulu di culik oleh Darma ,dan harus kehilangan Nisa, kenangan memilukan itu sungguh tak bisa di lupakan oleh Elisa.


"Syukurlah ,aku pun baik , oh yah ,ini bunga untukmu !" Dimas memberanikan diri untuk mendekati Elisa dan memberikan bunga itu padanya.


"Terimakasih ,Duduk lah Dimas !" Elisa menerima buket itu dan menyuruh Dimas duduk di kursi sebelah ranjang nya.


"Aku dengar juga kakimu mengalami cidera , aku punya kenalan dokter tulang , aku bisa membantu....


"Tidak perlu , terimakasih Dimas ,aku sudah dalam perawatan dokter di sini !" tutur Lisa pelan memotong pembicaraan Dimas ,ia tak ingin merepotkan Dimas lagi ,terlebih jika hal itu Edward mengetahui nya ,Elisa takut Edward marah, mengingat dulu .....


"Elisa , kau baik-baik saja ,kenapa kau melamun ?" tanya Dimas yang berdiri mendekati Elisa.


"Aku baik-baik saja Dim, "sedikit bergeser tampak sekali Elisa menjaga jarak , hal itu makin membuat Dimas sangat terpukul , sampai saat ini ,tidak bisa di pungkiri ,Dimas masih mencintai Elisa.


"Apa aku mengganggu Mu Lisa ?" pertanyaan itu membuat Lisa menatap Dimas sayu.


"Tidak Dimas, hanya saja ...


"Hanya saja apa ? apa karena kau sudah bersamanya ? "jawab pria itu dengan nada tebal.


"Aku tak ingin membahas semua itu ...uhhugg...uhuggg...


Elisa sedikit merasa sesak dan tenggorokannya kering ,


"Ini ,minum lah !" tutur Dimas sigap memberikan segelas air minum yang ada di atas meja pada Lisa.


 

__ADS_1


gluk. ...gluk. ..


 


Dua tegukan air minum itu langsung saja membasahi tenggorokannya yang sangat kering.


 


Cklek.............


 


Pintu di buka seseorang dari luar...



"Edward....." dengan panik Elisa mencoba menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Dimas yang masih berdiri di hadapannya dengan segelas air di tangannya. Apa yang harus aku lakukan? dia pasti salah paham ,Elisa sedikit parno dan takut.


Sementara Dimas berlagak santai " Kau masih mau minum ?" ucap Dimas membuat Elisa makin tidak enak ,sementara Edward masih berdiri di depan pintu.


"Tidak ,terimakasih " singkat Lisa.


"Edward ,kau sudah datang, apa urusan mu sudah selesai ?" tambah Lisa segera menanyai Edward yang masih berdiri tak bersuara di depan pintu ,menatap ke arah Dimas ,tampak marah.


"Apa kabar Tuan Dimas ?" tanya Edward memecahkan keheningan sedikit membuat Elisa tambah canggung, sementara Dimas membalik badannya santai.


"Baik ,bagaimana dengan anda ,?" balik tanya Dimas mengulurkan tangannya ,namun tampaknya Edward enggan menjabat tangannya ,malah melewati Dimas begitu saja.


"Apa kau menunggu lama sayang ?" cup......kecupan hangat Edward berikan langsung di kening Lisa begitu saja ,hal itu jelas membuat Dimas sedikit kesal, sementara Elisa juga sedikit kaget dengan sikap Edward , apa dia tidak marah ? pikirnya dalam hati.


"Ya, kau lama sekali " jawab Elisa berusaha menanggapinya dengan baik ,Elisa tak ingin Edward salah paham.


" ehemmm.....Maaf ,kalau begitu saya permisi dulu , Elisa juga dalam keadaan baik ,saya sudah lega , "


"Elisa , aku pergi dulu !"ucap Dimas merasa dirinya menggangu ,karena hal itu sangat menyakitkan di hati, Dimas undur diri segera.


"Terimakasih ,Tuan Dimas sudah menyempatkan diri ,untuk menjenguk calon istri saya " agaknya kata itu menjadi penekanan sebagai kejelasan hubungan Edward dan Elisa di mata Dimas.


"ya, lagipula Elisa adalah teman sejak kecil ,itu adalah sepantasnya jika saya menjenguknya, saya permisi !" jawab Dimas segera keluar dari ruangan itu tanpa menoleh Lisa lagi.


Elisa yang merasa tidak enak hati ,sedikit tertunduk tak ingin melihat kepergian Dimas ,sedang Edward kini menatapnya aneh.


"Edward , dia...dia tadi datang tanpa sepengetahuan ku ,aku tidak tahu darimana dia tau aku di....


"Sudah lah , apa kau sudah ingin makan , aku tadi membawakan burger kesukaanmu !"jawab Edward tersenyum seraya mengangkat sekotak burger hangat yang ia bawa tadi.


"Kau tidak marah ?" tanya Lisa heran menatap Edward yang kini duduk di sampingnya .


"Jika kau banyak bertanya ,aku malah akan marah , ayo cepat makan ini !" tambah pria itu ingin menyiapkan burger itu pada Elisa , namun Lisa menepisnya ,dan langsung memeluk Edward segera.


Elisa merasa bahagia, jika kali ini pria yang bersamanya tidak kasar seperti waktu dulu melihat Elisa bersama Dimas ,entah lantaran cemburu atau apa ? kini Edward tampak lebih lembut dan memperlakukannya dengan baik.


"Nona, aku peringatkan yah ,kau jangan menggodaku ?" ucap Dimas dalam pelukan Lisa , tentu saja hal itu membuat Elisa melepaskan pelukannya.


"Siapa yang menggodamu , enak saja "sedikit membuang muka Elisa tampak cemberut.


"Itu kau tengah menggodaku ?" jawab Edward meraih wajah Lisa ..


Cuuuuuppp.....


Kecupan manis di sematkan di bibir kecil wanita yang di cintai nya.. ..

__ADS_1


aku Mencintaimu...


Tok. tok. .....tok.....


__ADS_2