
"Aku akan turun ke bawah !" ujar Lisa melepaskan pegangan tangan Edward, dengan berat hati Edward pun melepas tangannya ,sakit kepala yang ia rasa semakin hebat terasa , sampai tak bisa berfikir sesuatu dengan jelas.
"nanti aku akan menelpon dokter untuk memeriksa keadaanmu !" tambah Lisa membenarkan posisi tubuh Edward dan segera menyelimuti tubuh pria itu dengan baik ,lalu keluar kamar untuk melihat sebenarnya siapa yang datang.
puk....puk .... puk.......
Suara tepuk tangan yang keras dari bawah ketika melihat Elisa yang baru turun dari tangga, di dapatinya dua orang wanita yang jelas tak asing yang satu tengah berdiri menatap Lisa tajam , sedang wanita yang satunya lagi sedikit menunduk enggan melihat.
Delta, Belinda ? langkah Lisa terhenti sontak kaget bukan kepalang ,ternyata tamunya adalah Belinda dan Delta bagaimana mungkin mereka bersama.
"Vila yang megah dan besar ,serta seorang wanita cantik berpakaian mahal turun dari kamar utama , apa lagi yang kurang kan !" ketus Belinda jelas mencemooh, sedang Elisa berusaha tenang melanjutkan langkah nya turun menghampiri kedua wanita itu ,di pikiran Elisa hanya tertuju pada delta yang pasti sedang mencari tahu kebenarannya.
"Heh, kau mau apa Belinda ?" tanya Lisa santai menatap Belinda yang melotot.
"Kau bilang mau apa? , heh kau dengar sendiri Delta ,wanita ini sebenarnya siapa ? jelas-jelas aku istri sah nya Edward Manopo ,apa pantas dia berkata seperti itu !" geram Belinda mengepalkan kedua tangannya.
"Jika tidak ada hal penting sebaik nya kalian pergi dari sini !" ketus Lisa kemudian menatap delta yang juga menatapnya.
"Apa benar Lisa, jika kamu adalah wanita simpanan ,apa benar itu ?" tatapan mata Delta tampak serius menatap Lisa ,
"Kenapa bertanya lagi, sudah jelas dua adalah wanita simpanan ,bodoh !" sambung Belinda menimpali.
"Jawab Lisa !" teriak delta dengan sangat kecewa dan marah menatap Lisa.
"Lantas jika benar kau mau apa hah?" Lisa membalas teriakan delta dengan hati yang berkecamuk.
Melihat hal itu Delta sedikit tersentak dan melangkah mundur seketika.
"Wanita kurang ajar !" plakkkkkkk.....
Tamparan keras dari Belinda jelas terpapar di wajah putih Lisa saat itu , Elisa tak berusaha membalas hanya sedikit mengepalkan tangan , pikirnya tak bisa membalas itu semua di hadapan Delta temannya.
"Kalian puas , !" cetus Lisa sedikit tertunduk dengan matanya yang membulat dan berkaca-kaca.
"Wanita brengsek .....
"Hentikan.......!!!!!!!" tiba-tiba Edward datang dan berteriak ,membuat semuanya terkejut, Terutama Belinda yang berusaha menampar Elisa kembali menurunkan tangannya.
"paa..pak Edward !" pelan Delta berkata sedikit tertunduk takut dan malu.
__ADS_1
"Heh, Aku tidak habis pikir kau bisa menyembunyikan vila sebesar ini dari keluarga mu !" ketus Belinda memalingkan tatapannya ke hadapan Edward yang sudah berdiri di sana.
"Apa kau baik-baik saja ?" tanya Edward tertuju pada Lisa yang jelas tampak bekas merah pada wajahnya .
"Apa kau ingin aku membalaskan itu semua!" tambah Edward jelas membuat Belinda geram.
"Heh, Kau ini suami ku , kenapa bisa berpaling dan pergi ke rayuan wanita busuk ini ,jelas itu tidak adil !" Belinda berusaha membuat drama.
"Apa yang kau lakukan di sini Delta ?" tanya Edward malah tertuju pada Delta yang seketika menoleh.
" aaaa aku...,
"Heh, ada atau tidak hubungan semua ini dengan mu yang jelas itu bukan urusanmu , sebaiknya kau pulang !" tambah Edward menatap Delta jelas.,
"Baik, aku permisi dulu .... tap....tap...tap...
seketika Delta berlari keluar vila itu membuat Elisa sedikit ingin mengejarnya namun di cegah oleh Edward.
"Heh, ayah akan tahu semua ini ,kalian lihat saja !" sinis Belinda sangat tidak terima dengan perlakuan Edward di hadapannya.
"Elisa ,kau naik saja ke atas aku akan mengantar Belinda pulang !" tambah Edward menatap Lisa serius , Elisa terpaksa menurut dan pergi naik ke atas dengan pikirannya yang masih mengingat Delta tadi , tak bisa di bayangkan jika temannya itu harus pergi dan membencinya ,hal itu akan teramat menyakitkan.
"Apa lebihnya dia dari pada aku hah ?" teriak Belinda keras membuat Elisa mendengarnya ,namun nampaknya Lisa tak ingin memperburuk keadaan ,dia terus naik bahkan berlari ke kamar.
"Tidak perlu , kau jangan lupa aku ini siapa?, dan aku tidak bisa diam jika kau mempermalukanku seperti ini !, ingat itu !" Belinda pergi begitu saja dengan tatapan matanya yang sinis ,sementara Edward berusaha mengejar Belinda hingga keluar.
"Tunggu ! ,ada yang ingin aku bicarakan padamu ! " Edward seketika menarik tangan Belinda masuk ke dalam mobil , dan melajukan mobilnya segera.
"Apa yang kau lakukan ,ini tidak lucu !" ketus Belinda menyilang dada aneh dan heran melihat sikap Edward untuk pertama kalinya begitu padanya.
"Aku hanya ingin berbincang denganmu apa itu tidak boleh !" nada bicara Edward sedikit di tekan tanpa melihat Belinda sedikitpun.
"Heh, Apa bagusnya wanita itu ,sampai melihat akupun kau tak mau !" jelas Belinda sangat kesal.
"Kau itu cantik ,pintar dan kaya ,Lalu apa yang kau harapkan dariku ?" sinis Edward melirik Belinda yang masih menatapnya .
"Kau memujiku , tapi kau tak tertarik padaku !"
"Bukankah kita menang tidak pernah saling tertarik !" bantah Edward jelas.
"Tapi aku mulai tertarik padamu ,apa itu tidak boleh !" sedikit teriak Belinda menahan marahnya.
ckittttzzzz....Edward menginjak remnya tak ingin mendengar itu semua.
__ADS_1
"Heh, kau tak terima ungkapan hatiku ini ?" Belinda membuang muka sangat kesal.
"Dengar Belinda , sedari awal pernikahan kita ini hanyalah status yang tak ku anggap ,dan kau sendiri yang tak mempermasalahkan perasaan itu dari awal ,apa kau ingin keluar dari jalurnya !" Edward menekan kuat nada bicaranya seraya melonggarkan kera bajunya.
"apa kau benar mencintai wanita (.....cur ) itu hah?, jawab !!!!!" gertak Belinda menepuk dada pria gagah yang merupakan suaminya , untuk saat ini Belinda benar benar merasakan kecemburuan yang teramat dalam , Edward segera menepis tangan Belinda kuat .
" heh, Dia itu wanitaku , siapapun tak berhak menghujatnya ,kau mengerti ?"... Brakkk...
seketika Edward turun mobil dan meninggalkan Belinda ,namun Belinda keluar segera.
"Kau ingat Edward ,wanita itu tak akan bertahan lama di sisi mu ,aku akan buat kalian hancur, ingat itu !" teriak Belinda tak menghentikan langkah Edward yang semakin jauh menyusuri jalanan sepi yang masih mengarah ke vila nya tersebut.
Wanita brengsek , kau lihat saja Elisa ,jika aku tak bisa menghancurkan mu ,maka aku akan menghancurkan pria itu , ! kepalan tangan Belinda semakin kuat dengan bulatan matanya yang melotot tajam ,masih tertuju pada Edward yang semakin jauh meninggalkannya.
17.00
Edward baru saja tiba di vila dengan lelah di kakinya , kepalanya yang tadi sakit dan hilang kini kembali lagi terasa, tubuh gagahnya kini lemah seakan tak berdaya ,
" Tuan ,tuan anda kenapa ?" Wisnu yang baru keluar vila segera menghampiri Edward yang tampak ingin roboh dari tegaknya.
"Rena ,Dewi ,bantu saya !!" teriak Wisnu segera memapah tubuh Edward yang hampir pingsan .
"Ya ampun, apa yang terjadi dengan tuan !" khawatir Rena dan Dewi segera membantu memapah tubuh berat Edward masuk ke dalam vila .
"Non Lisa, non Lisa !" teriak Rena mengarah ke kamar atas .
"Ada apa Bi ?" tanya Lisa segera turun mendengar teriakan Dewi yang tak biasa.
Edward " apa yang terjadi ?" dengan cepat Elisa berlari menuruni tangga saat di dapatinya Edward terbaring lemah di sofa yang di bantu oleh Wisnu yang membaringkannya.
"Tuan pingsan non, seperti nya tadi dia keluar bersama non Belinda dengan mobil, tapi....
"Apa dia masih demam ?" segera Lisa mendekat dan duduk di sebelah Edward.
",Tubuhnya sangat panas ,bibi sebaik nya telpon dokter !" ujar Elisa membuka sepatu Edward dan membuka sedikit kancing bajunya , agar bisa bernafas baik.
"Baik non !" jawab Rena segera menuju telpon.
"Bi Dewi ,bisa tolong panaskan air ,aku akan mengompres tubuhnya ?" perintah Elisa pada Dewi yang segera menyanggupinya.
"Pak Wisnu ,sebaiknya kita bawa tuan ke kamar !" tambah Lisa menatap Wisnu yang mengangguk setuju..
Bersambung.....maaf atas keterlambatan up nya..mohon pembaca setia bersabar dan tetap membaca dengan dukungannya...oke
__ADS_1