Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Kesan seseorang


__ADS_3

Hari cerah pukul 10.30


Elisa yang merasa bosan berada di vila meminta izin Wisnu untuk keluar menemui temannya , Delta .


Meski awalnya Wisnu tidak mengizinkan karena takut akan di marahi Edward ,namun Elisa berdalih bahwa itu adalah urusan kantor, jadi terpaksa Wisnu mengizinkannya walaupun Elisa harus di kawal beberapa orang pengawal , namun dari jauh pintanya saat ingin pergi.



Di sebuah taman kota x ,Elisa menunggu seorang wanita yang sudah di kirimnya pesan singkat.


Senyuman selalu terbesit di bibir manisnya kala bisa merasa bebas keluar dari vila dan pengapnya suasana kantor , kali ini Elisa benar-benar merasa bebas .


"Delta kenapa lama sekali ?" ucapnya ketika melihat jam tangannya sudah lewat lebih lama, sekitaran 1 jam ia menunggu di sana.


Jangan-jangan dia masih marah dan membenciku, "Ayo datang lah !" tatapan mata Lisa terus saja tertuju pada jalanan setapak yang di penuhi rerumputan dan bunga kecil di taman itu.


15 Menit berikutnya


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Kaki Elisa mulai keram berdiri di sana , tak kunjung datang seorang teman yang di rindukannya , kemudian ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya ,


 


***Delta kamu dimana? apa kamu masih marah ,aku sudah lama menunggu kamu di sini ,aku mohon ,biar aku jelaskan semuanya*** !


 


pesan singkat itu di kirimkan pada kontak delta di ponselnya .


 


Drrrddddd.....dreddddd..... panggilan masuk


 


"Delta " ucapnya senang meraba ponselnya , Hem ," Pria aneh " senyum tipisnya menghilang saat di ketahui panggilan masuk itu dari Edward.


"Kau dimana ?" tanya Edward sedikit berteriak di ponsel ,seketika Elisa sedikit menjauhkan ponselnya karena terlalu keras.


"Hey, bicara pelan sedikit , ada apa kau meneleponku ?" tanya Lisa sedikit risih .


"Kau kemana saja ,dari tadi aku menghubungimu tidak bisa , kau bilang ingin menyusul ke kantor ?"


Kenapa dia jadi cerewet begini " Kau masih di kantor , emp, apa Delta masih ada di kantor ?" tiba-tiba Lisa sedikit bersemangat tanpa menggubris perkataan Edward.


"Bodoh, aku bertanya tentangmu ,kenapa kau malah balik tanya ,dan itu pasal Delta , hey kau dengar yah , aku tidak ingin mengurusi dia !"


Kau yang bodoh " pak bos , delta itu kan bawahan mu ,sudah sewajarnya dong kau tau karyawan mu itu ada atau tidak , ayo cepat katakan delta ada tidak !" desak Lisa tak ingin kalah ,ia sedikit menggertak gigi karena kesal.


"Tunggu di situ ,aku akan menemuimu !"


"Eh memangnya kau tahu aku dimana ?"


 


Tut.....Tut.....Tut.... telponnya terputus.


 


"Hallo, hey .... ah di matikan ,bagaimana dia bisa bicara seperti itu ,mau ke sini yang benar saja ?" Elisa tampak kesal karena tak mendapati jawaban yang ia inginkan , di letakkan nya kembali ponsel itu di dalam tas , di tatapnya sebuah kursi taman tak jauh dari sana ,tepat di bawah pohon rindang yang besar , Elisa segera mendekati kursi itu dan duduk santai di atasnya , batin nya sangat prustasi lantaran Delta tak kunjung datang.


_

__ADS_1


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Kantor as Berlian


Dimas dan Haris tengah meeting dalam persiapan kerjasamanya dengan perusahaan Edward Manopo , Juwi yang membawa kabar baik di sambut hangat oleh Dimas.


"Bagus , kau bisa meyakinkan Edward tentang kerjasama ini !" ucap Dimas pada Juwi yang kala itu tersenyum tidak biasa.


"Juwi kau kenapa ?" tanya Dimas pelan ketika percakapan mereka jadi sorotan di tengah meeting.


"Emp, baik lah ,kerjasama kita akan berjalan baik, mohon kalian bekerja dengan baik !" ucap Haris menutup meeting itu segera .


"Baik"ucap karyawan segera bubar.


"Terimakasih Haris!" sambung Dimas senang melihat kesigapan sekretaris kepercayaannya.


"Kak aku boleh tanya sesuatu ?" Juwi baru membuka suara.


"Katakan ,apa yang ingin kau katakan ,!" ucap Dimas seraya berdiri dari kursinya di ikuti Haris dan Juwi ,mereka keluar ruangan.


"Apa ?" sontak Dimas sedikit kaget dengan pertanyaan adiknya , dari raut wajah Juwi sudah kelihatan bahwa ia menaruh kesan terhadap Edward.


"Kenapa? kakak kaget sekali ?" Juwi memberhentikan langkahnya mengikuti Dimas yang juga berhenti.


"Tidak , emp, Kami hanya bertemu di bis ia yang sama, dan saling membutuhkan ,tidak lebih "


"Tuan Edward sudah punya istri " sambung Haris dari belakang ,hal itu membuat Dimas dan Juwi mengalihkan tatapannya pada Haris.


eh kenapa ? " emp, itu maaf " ucap Haris tertunduk , karena tidak sengaja menyambung pembicaraan pribadi tuannya.


"Kau bilang dia sudah punya istri ?" tiba-tiba saja Juwi mendekat pada Haris dengan tatapan aneh nya ,membuat Haris jadi salah tingkah.


"Dia sudah menikah , " tambah Dimas memperjelas semua itu.


"Heh ,tidak mungkin !" ucap Juwi tidak percaya , kemudian melangkah meninggalkan Dimas dan Haris.


"Juwi kau mau kemana ?" teriak Dimas tak di hiraukan adiknya.


"Maaf tuan ,sepertinya Juwi.....


"Ya ,aku mengerti !" jawab Dimas kembali melangkah dengan sangat cepat ,di ikuti Haris dari belakang sambil sedikit menggelengkan kepalanya , pikirnya hidup tuannya sangat rumit dan menyedihkan.


_


_


_


_


_


"Bagaimana mungkin baru bertemu dia sudah menikah , aku tidak percaya " ucap Juwi kesal di tengah perjalanannya , ia berjalan keluar kantor Menuju parkiran.


"Anda ingin pulang Nona?" tanya supir pribadinya yang sudah menunggu di depan mobil.

__ADS_1


"Antar aku ke suatu tempat !" ucap Juwi masih tidak terima menerima kenyataan bahwa pria yang memberi kesan pertama untuknya ternyata sudah menikah.


Tidak di pungkiri , dari awal Juwi memang sudah menaruh pandangan dan hatinya pada sosok pria yang tidak sengaja ia tabrak mobilnya itu , Edward.


"Silahkan !" kata supir membuka pintu mobil, Juwi segera masuk ke dalamnya.


_


_


_


_


_


_


_


_



profil e. Edward Manopo usia 29 tahun


pengusaha sukses di bidang perhiasan, putra tunggal Direktur utama Aleksander Manopo , Menikah dengan Belinda putri konglomerat yang juga mempunyai perusahaan perhiasan di luar negri.


"Jadi benar dia sudah menikah , highhh" hembusan nafas gadis cantik itu tampak menyesal , seraya bersandar di kursi mobil belakang , Juwi tampak menggeser-geser layar ponselnya beberapa kali ,mengulang biodata lengkap Edward.


Di pikirnya masih penasaran tentang hidup Edward ,ia kemudian mencari tahu tentang istri dan keberadaan nya lewat media , dia tak seperti kakaknya yang dengan begitu mudah menyuruh seseorang untuk mendapatkan informasi dalam secepat kilat , kakak memang hebat , pikirnya sedikit tersenyum geli.


Tidak mungkin kan aku menyuruh kakak untuk mencari tahu tentang kehidupan Edward ,"Duh aku bisa gila jika seperti ini , sadar Juwi , dia pria yang beristri " beberapa kali ia menggelengkan kepalanya merasa ada yang aneh dengan perasaannya , tidak mungkin jika dia menyukai suami orang.


Di lemparnya ponsel itu ke kiri kursi , Juwi benar-benar terlihat gusar , sementara pak supir sedikit aneh memperhatikan tingkah laku majikannya dari kaca spion.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


sisi lain.


Dua jam di taman ,Elisa mulai bosan ,bahkan Edward saja yang berkata ingin menemuinya tak kunjung datang , kemudian Elisa memutuskan untuk pergi dari sana dan kembali ke vila.


"Elisa !" teriak seseorang .


sedikit Elisa menoleh pada asal suara itu , di dapatinya sesosok pria yang tak asing , datang mendekat ke arahnya sambil tersenyum.


"Edward "


"Aku menyuruh mu menyusul ke kantor , kau malah pergi ke taman ini ?" Edward mengusap kepala Lisa lembut.


"Aku bosan di vila ,apa lagi ke kantor "


"Kau bisa bilang padaku , mulai sekarang jika ingin keluar aku akan menemani mu !" ucap Edward penuh perasaan.


Elisa yang mendengar hal itu menjadi sedikit luluh, di lihat nya Edward yang masih mengelus kepalanya.


"Aku membawa sesuatu untuk mu !" tambah Edward mengeluarkan sesuatu dari dalam saku Jaz nya.


"Apa ?" tanya Lisa penasaran ketika melihat sebuah kotak kecil di tangan Edward.


"Hem, ini cincin ,kau pakai yah !" ucap pria itu sedikit canggung , Edward tidak tahu bagaimana caranya untuk memberikan sesuatu pada seorang wanita.

__ADS_1


Sedikit takjub Elisa ketika melihat dua buah cincin manis melingkar di dalam kotak kecil perhiasan itu.


Bersambung.....


__ADS_2