
tok....tok.....tok......."Non Lisa ....non Lisa bangun.....!!" Rena mengetuk pintu dengan sangat tergesa-gesa dan sangat khawatir.
cklek...pintu kamar di buka dari dalam oleh Elisa , sebenarnya Elisa sudah mengetahui kebisingan itu sejak awal ,sempat ia membuka jendelanya yang mengarah ke luar vila di mana ada dua buah mobil yang membuat kegaduhan di luar .
"Non, apa non belum tidur ?" tanya Rena khawatir sekaligus penasaran karena melihat raut wajah Lisa yang santai dan masih cerah.
"Aku belum tidur bi , apa mereka datang untuk membuat kekacauan lagi ?" jawab Lisa tanpa rasa takut sedikitpun , sehingga Rena menatap nya heran.
"Ini..itu non...bibi takut mereka adalah orang yang sama yang mengacau di pernikahan non ,dan kasus penembakan Tuan besar " apa yang di pikirkan Rena sudah jelas sama pada Elisa saat ini .
"Bisa bantu aku ke bawah bi ?" ucap Lisa lagi memajukan kursi rodanya tentu Rena langsung menyambutnya dengan sigap.
"Apa tidak sebaiknya non tetap di kamar ,bibi tadi hanya ingin memastikan agar non tetap terjaga di sini "
"Tidak apa bi , aku ingin ke bawah " pinta Lisa dengan sangat , Rena pun segera membawanya ke bawah dengan sangat hati-hati menuruni anak tangga itu menggunakan kursi roda nya.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
" Elisa ,apa yang kamu lakukan disini , sebaiknya kamu tetap di kamar !" Delta menghampiri dengan sangat panik.
"apa yang harus ku lakukan di kamar di saat keadaan panik begini "jawab Lisa membantah halus.
__ADS_1
"Aku sudah menghubungi pak bos , sepertinya mereka akan segera kemari, semoga tidak terjadi apa-apa" dengan mengepal tangan tampaknya Delta benar-benar takut.
dor rr......dor......dor...........suara tembakan terdengar sangat keras sehingga membuat Delta dan Dewi sedikit berteriak histeris sementara Rena segera mendekat pada Elisa yang masih terlihat biasa saja .
Elisa merasa sudah beberapa kali menghadapi hal seperti itu , dan tidak di pungkiri ia masih sangat beruntung bisa selamat sampai saat ini , ia hanya berfikir keras apa musuh nya masih orang yang sama.
"Elisa kita harus bagaimana ?"ucap Delta tak bisa di jelaskan lagi raut wajahnya.
"Tenang lah , bukan kah di luar sudah banyak penjaga " jawab Lisa sangat tenang .
Kepala pengawal terpaksa menembak ke arah mobil asing itu karena tak berhenti membuat kebisingan bahkan mobil itu kini semakin menjadi-jadi , tampak ke dua mobil itu sudah menabrak gerbang di hadapan mereka.
"Bagaimana ini bos?" tanya salah seorang pengawal mengangkat pistol nya yang terang saja di arahkan ke arah mobil itu.
"Jika mereka memaksa menerobos masuk apa boleh buat tembak saja terus bila perlu fokuskan pada kaca depan dan bagian ban mobil nya " jawab kepala pengawal tegas.
"Baik" ucap seluruh pengawal kompak , tak ada rasa gentar di hati mereka , mungkin ini saat nya yang di tujukan bagi mereka bekerja di sana meskipun mereka hanya ada beberapa orang saja.
Brom....bromm.....brommmmmm....gudubrakkkkkk....pintu gerbang di tabrak keras oleh kedua mobil itu dengan keras sehingga gerbang itu roboh sejadi jadinya, melihat hal itu para pengawal sigap menembaki tepat ke arah kemudi serta ban mobil itu .
Namun tampak nya tembakan pengawak tak berpengaruh pada kedua mobil itu yang terus melaju hingga di depan halaman vila .
tampak dua buah mobil hitam yang kini jelas terlihat , semua pengawal segera berlari dengan terus menembaki mobil itu hingga pada saatnya keluar lah sejumlah orang dari dalam nya sembari membalas tembakan dari para pengawal , naas senjata para pengawal kalah telak hingga beberapa pengawal Edward tertembak dan jatuh tersungkur hanya ada beberapa saja yang tersisa termasuk kepala pengawal.
"Lindungi Nona ........!!!" teriak kepala pengawal berlari ke arah pintu vila tanpa pikir panjang, meskipun ia tahu sangat besar resiko nya tertembak hanya dengan jarak mereka sedekat itu.
Pengawal Edward yang hanya tersisa enam orang tadi berlari berpencar mengikuti arah kepala pengawal , namun yang di heran kan para orang misterius itu tidak menembak dan membiarkan mereka berlari masuk ke dalam seperti seorang pengecut.
"Hahahaha....jadi hanya seperti itu kekuatan Edward Manopo ....." tawa seorang yang pertama bicara tadi sangat menggelegar hingga terdengar kedalam.
tap....tap .... tap......." Nona....Maaf kan kami sepertinya kami kalah jumlah , tapi saya sudah mengubungi tuan , jika pun dalam keadaaan darurat sebaiknya Nona Elisa tetap diam di kamar atas...!!" kepala pengawal berkata tegas dengan posisinya yang membungkuk menyatakan hampir kegagalan nya.
"Apa mereka berjumlah banyak ?" Lisa malah balik bertanya.
"Elisa , kamu tidak dengar kita kalah jumlah , sebaik nya kamu naik ke atas cepat !!" sambung Delta benar-benar putus asa.
"Maaf nona , apa yang di katakan nona Delta itu benar , saya mohon agar Anda segera naik ke atas !!" tambah kepala pengawal lagi.
dor.....dor..........
__ADS_1
"Aaaaaaa......" teriak delta tak bisa di tahan saat kaca jendela vila di tembak dari luar.
"Sial , Jaga pintu depan !" teriak kepala pengawal itu memerintah sisa anak buahnya.
Tiga orang berjaga tidak jauh dari pintu , sementara Tiga orang memastikan keadaan kapan mereka akan menyerang dan kepala pengawal tetap berada di dekat Elisa pada pintu utama ruang tengah .
"Rena Dewi segera bawa nona ke kamar atas !" tegas kepala pengawal itu memberi perintah.
"Ayo non , sebaiknya kita turuti kata kepala " jawab Rena turut menyarankan.
"Elisa , kini bukan saatnya untuk keras kepala , keselamatan kita lebih penting " Delta segera membalikkan kursi roda Lisa dan mendorongnya menuju tangga di bantu Rena dan Dewi.
Elisa bukan keras kepala ataupun sok berani , hanya saja ia saat itu sudah merasa bosan dengan semua kejadian yang ada , apa yang mereka mau lagi ? apa ? ...
Kedua tangannya di kepal dengan sangat erat , seperti menaruh rasa dendam yang di peroleh nya dari rasa kebencian yang tidak tahu ia tujukan untuk siapa saat ini .
"Keluar pengecut.....!! serahkan Nona muda kalian pada kami hahaha.....
Jelas yang di inginkan para orang di luar itu ternyata benar adalah Elisa, mengetahui hal itu kepala pengawal segera menuju pintu depan dimana ada tiga pengawal yang berjaga tadi.
"hey apa kalian dengar , cepat bawa wanita cacar itu kemari ! atau kalian semua akan mati di vila ini.....
suara itu terdengar sangat bising dan merusak mood kepala pengawal sehingga ia timbal balik dengan bidikan senapan nya yang di tujukan ke arah musuh yang ada di luar.
Dor.........peluru itu meleset mengenai mobil mereka yang sengaja mereka elak , mereka sangat sigap dengan sekali tembakan itu.
"Sial.... kalian hanya beberapa tikus berani menembak ... dor....dor...... segara orang bertopeng itu pun balas menembak tanpa segan ke arah pintu vila , segera para pengawal berpindah tempat dengan napas menembak dari sela-sela yang ada , ada salah satu dari musuh yang terbaik dengan senapan yang di kendalikan kepala sehingga musuh berkurang.
Namun ,mereka jelas tak ambil pusing dengan sedikit orang yang tumbang.
" Berpencar , cari sudut luar !" ucap kepala memberi arahan mengetahui musuh .asih menembak dengan langkah mereka yang berusaha masuk ke dalam .
"Dua orang , cepat keluar cari sisi belakang mereka !" tambah kepala pengawal memerintah dua orang lain nya mencari sudut menyerang dari lawan arah.
sementara kepala masih menembak dengan membalik meja besar yang ada di ruang depan sebagai tameng nya pada posisi di depan.
Jemarinya tak gentar terus membidik kan peluruh ke arah musuh dari sela jendela dan pintu yang sudah bercela.
Musuh segera masuk serentak dengan serangakaian tembakan yang membabi buta ke arah depan.....
__ADS_1
"Tembak ......!!!!!"
bersambung....