Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Dendam Belinda rasa Aneh Elisa


__ADS_3

Pulang kantor


"Aku tidak pulang ke vila hari ini!” ujar Edward di dalam mobil yang ia kendarai sendiri, Menatap Elisa yang tengah memainkan ponselnya .


"Iya, kau pulang ke rumah Ayahmu kan!" jawab Lisa singkat masih fokus pada ponselnya.


"Sibuk Banget !" ketua Edward sedikit kesal melirik Elisa sebentar.


"Emp,aku lagi balas pesan Delta ,Kamu tau dia itu orangnya lucu loh!" Lisa tampak senang menceritakan Delta pada Edward yang menatapnya ,baru pertama kali Elisa tanpa sadar mencurahkan isi hatinya pada pria yang hampir lama ini tinggal bersamanya." Katanya dia kesal, habis suka di jahilin sama Jordi atau siapa lah namanya itu, tapi hari ini Dia bisa membalas semua itu " Elisa bercerita dengan raut wajah imut nya ,hingga Edward tersenyum melihat gadis itu ,tak bosan Edward menatapnya sesekali melihat pada jalanan, Elisa terus saja bercerita tentang Delta yang di anggapnya teman baik saat ini.


"Benarkah ?" jawab Edward merespon cerita Elisa,


"Iya, satu Departemen sekarang pada ngeledek si Jordi itu, hahaha... aku senang banget dengar nya, Jordi sih keterlaluan !"


"Tetap lah seperti ini Lisa !" cetus Edward sembari mengusap kepala Elisa yang seketika tersadar, Oh Mom, aku tengah curhat kah ,Elisa menatap Edward yang masih mengusap kepalanya.


Ternyata Edward juga bisa menjadi pendengar yang Baik, wajah Elisa seketika berubah sayu dan tersipu malu menerima perlakuan lembut Edward yang pertama kalinya terlihat tidak di buat buat.


Vila.


"Masuk lah ! , aku akan pergi menemui Ibu " pelan Edward berkata menatap Lisa.


"Baik !" singkat Lisa membuka pintu Mobil dan segera melangkah masuk ke dalam vila.


"Apa kau lupa !" teriak Edward seraya turun dari mobil, Elisa berhenti dan menoleh.


"Lupa apa?" memeriksa keadaan di dalam tas, siapa tau ada yang ketinggalan


"Dasar, kemari kan tangan mu!" tampak Edward mendekati Lisa di depan pintu ..Elisa sedikit menunduk belum hilang rasanya Wajah malunya kini kembali lagi, teringat akan perintah Edward kala itu.


"Cium aku !" perintah Edward merangkul erat tubuhnya.


Oh mom, Bisa tidak jantungku tak usah berdetak ......


 


Deg....


Deg....


Deg.....


 


"Elisa !" Edward meniup lembut wajah Lisa yang sedikit tertunduk kemudian menatap nya..


eeeemuachh...singkat Lisa mencium bibir Edward.


"Cium !"


"Apa?"


"Kau tuli, cium lagi !"


eemuach...


eemuach...


eemuach...


Beberapa kali Elisa mengulang kecupannya, hingga Edward tersenyum puas.


"Sudah kan ,aku mau masuk !


"Masuk lah !, kau jangan menunggu ,Mungkin aku tidak pulang,!" Edward melepaskan rangkulannya dan berlalu meninggalkan Elisa, sementara Elisa tak segera masuk masih menatap kepergian Edward hingga memasuki mobil dan pergi melesat dengan mobilnya.


Apa yang kau harap kan Elisa? gumamnya pada diri sendiri, karena memiliki kehampaan di dalam hati ketika Edward pergi.


_


_


_


_


_


_


_


_


Kediaman Aleksander Manopo


"Akhirnya Kau datang Juga Edward!" Aleksander Menyapa kedatangan anak semata Wayangnya itu, tatapan mata Edward tertuju pada kedua orang yang berada di depan meja makan.

__ADS_1


"Dimana Ibu?" tanya Edward mengetahui ibunya tidak berada di sana.


"Ibu yang mana, bukankah aku adalah Ibumu?" ketus Duma merasa tak di hargai.


"Ibumu tidak bisa Datang, bukan kah kau telah menghubunginya!" sambung Alek menghampiri anaknya.


"Kalau begitu aku akan kembali !" ketus Edward membalikkan tubuhnya ingin berlalu


"Edward, bisakah kau menghargai keluarga mu!" teriak Belinda di dekat Duma, Edward menoleh.


"Hmp, Aku akan pergi, Maaf ayah !" tambah Edward lagi.


 


Plakkkkk.... Tamparan keras di terima Edward di wajahnya ,"Dasar anak tidak tahu diri!" Aleksander sangat marah.


 


"Hmp, Sedari kapan kau pernah mengatakan aku anak yang Berbakti !" ketus Edward mengusap darah yang keluar di bibirnya akibat tamparan Yang begitu keras tadi.


"Aku pergi !" tambah Edward berlalu pergi dengan segera.


"Edward kembali kau !" teriak Alek sangat marah.


Edward tak peduli, menancap gas Mobilnya dengan cepat.


"Bagaimana bisa dia memperlakukan ayahnya seperti ini !" keluh Aleksander kesal


"Sudah lah, sebaiknya kau istrirahat ,tidak perlu kau pikirkan ,nanti yang ada kau sakit!" Duma tampak menenangkan Aleksander dan membawanya ke kamar.


"Urus suami Mu itu !" ketus Duma pada Belinda yang diam dalam kemarahannya.


Belinda menatap Duma serius, seraya mengambil ponsel di atas meja, Dan menelpon seseorang !


"***Halo, aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku !"


"Menghabisi seseorang ,Bayaran setimpal*** "


Tut...Tut...Tut... sambungan telpon terputus


"Edward Aku ingin melihat bagaimana caramu melindungi dia!"


Belinda tersenyum licik, menatap ke depan tidak tau apa yang ia pandang, dimatanya saat itu hanyalah sebuah kebencian.


Suasana Vila. 22.00


"Aku belum ngantuk bi,!" jawab Lisa singkat sembari menatap layar ponselnya.


Telpon dia tidak, atau aku kirim pesan saja yah ? aduh tidak Lisa, tidak Nanti dia malah besar kepala lagi..


"Apa yang Nona pikirkan ?" Rena tampak bingung melihat Elisa yang terlihat pusing.


"Aduh, em itu tidak ada bi" tambah Lisa seraya duduk di sofa yang ada di sana.


"Non Lisa menunggu tuan yah ?" tambah Bi Rena sudah mengerti.


"Ih, gak kok bi, Mana mungkin aku menunggu pria Aneh itu !" jawab Lisa berdalih " ya sudah aku ke kamar ya Bi" segera Elisa bangkit dan berlari naik ke kamar atas.


"Non Lisa,ada-ada aja,!" cetus Rena tersenyum melihat kepergian Elisa.


Tap...Tap...tap... Langkah kaki yang di perjelas..


"Eh, Tuan sudah pulang !" sapa Rena menyambut kedatangan Tuannya.


"Apa Lisa sudah tidur Bi ?" tanya Edward sedikit pelan.


"Baru saja naik ke atas, seperti nya Nona tadi menunggu kepulangan tuan !" tambah Rena menjelaskan.


Tanpa menjawab Edward segera berlari kecil menaiki tangga dengan senyum di bibirnya.


cklek


Membuka pintu kamar, Di dapatinya Elisa yang tengah duduk di depan meja kerja kecil dalam kamar itu, terlihat sibuk menulis sesuatu.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Edward masuk kamar.


"Ka au ..kau kembali !" Elisa sedikit kaget dalam keseriusannya.


"Apa aku tidak boleh kembali !" cetus Edward mendekati Elisa yang masih duduk.


"Bukan begitu, aku pikir kan kau pulang ke rumah keluargamu , jadi tidak mungkin kembali !" pelan Elisa berkata dengan sedikit menunduk ragu .


"Ternyata kau sudah mempersiapkan ini !"mengambil kertas design perhiasan yang baru saja Elisa gambat., namun belum selesai .


"Wajahmu kenapa?" Elisa menatap bibir muka Edward yang merah serta bibirnya yang berdarah ,seraya menyentuhnya.


aaukkh...Edward merasa sedikit sakit.

__ADS_1


"Maaf, aku akan mengambil kan air hangat untuk mengompresnya !" ujar Lisa segera berlari keluar kamar menuju dapur untuk mengambil air hangat.


sementara Edward begitu senang melihat kepedulian Elisa .


((((((o))))))


"Aku akan mengompresnya!"Elisa datang dengan membawa air hangat di dalam mangkuk beserta handuk kecil untuk mengompres.


"Kenapa bisa begitu ?" tanya Lisa mulai mengompres luka di bibir Edward yang kala itu sedikit merasa sakit, namun di tahannya karena dia tidak ingin terlihat lemah di mata Lisa.


"Apa kau bertengkar ?" tanya Lisa lagi penasaran ,namun Edward tetap diam menatapnya.


Pria aneh " Apa Belinda yang menamparmu !" tanya Lisa lagi kian penasaran


"Cerewet ,cepat lah mengompresnya !" ketus Edward memegang tangan Lisa agar menyelesaikan kompresannya .


"hmpkkk, ternyata benar Belinda yang menamparmu !" Elisa tertawa memberhentikan kompresannya ketika Edward menjawabnya setelah mendengar nama Belinda.


"Apanya yang lucu?" Edward sedikit kesal


"High, Banyak kok lucunya, pertama Kok bisa dia menamparmu hingga begini !, uhh gak bisa bayangin deh, jika aku yang di tampar nya, Sadis banget.


terus yang ke dua, kok bisa orang seperti kamu...


"Diamlah !" Edward segera membungkam Mulutnya dengan sebuah kertas yang ia keluarkan dalam saku jas nya..


"Emp, apa ini !" di lihatnya kertas yang bertinta kan hitam tebal tertulis di sana.


***Hal Hal Yang Harus Dikerjakan Sebagai "Wanita Simpanan Yang Menawan"


_


_Bangunin tidur,siapkan air mandi beserta kegiatan mandi lainya yang harus di ikutin ,seperti menggosokkan punggung dsg


_siapkan makan


_Cium sebelum pergi kantor


_Cium Mau pulang kantor


_Cium kemanapun setiap ingin pergi dan mau tidur


_jangan tidur duluan saat prianya belum pulang maupun belum tidur


_harus laporan setiap saat kamu mau pergi kemanapun


_jangan suka membantah


_jadi pendengar yang baik


_jangan berselingkuh


_jangan dekat dengan pria lain


_. masih panjang lagi hingga 7 lipat ke bawah***


"Ini tidak salah ?" Elisa menaikan tinggi kedua alisnya seraya menatap aneh Edward.


"Tidak ,aku mau mandi sudah gerah ,siapkan air segera !" perintah Edward puas sembari berdiri dan membuka pakaian .


Awas kau ya ! ancam Elisa kesal berusaha menuruti apa yang tertulis, Benar - Benar Edward menyebalkan...


Elisa masuk menuju kamar mandi,Mengisi penuh bathtub dengan air hangat sedikit hangat, serta menyiapkan peralatan mandi seperti shampo dsg,


"Airnya sudah siap !" teriak Lisa kesal dari dalam kamar mandi.


"Tidak perlu teriak!" ketus Edward segera masuk, dengan hanya menggunakan handuk kecil menutupi bagian ****** Membuat Lisa benar malu menatapnya.


"Apa yang kau lihat ?" tanya Edward berjalan mendekat menuju bathtub yang berada di sebelah Lisa, Dada bidang itu menyentuh wajah Elisa yang kemudian menunduk.


"Cepat gosok punggung ku ini!" cetus Edward sedikit tersenyum.


"Iya iya..."Elisa segera Menggosok bagian punggung Edward tanpa melihatnya ..tubuh kokoh ini tidak bisa ku bayangkan jika bersentuhan langsung dengan tubuh ku, lamunan jorok Elisa makin menjadi.


"Yang bersih dong Lisa gosoknya !"


" Iya ,ini juga sudah bersih kok.."


"Mana bisa bersih jika menggosoknya saja tidak kau lihat , bukannya kau sering melihat tubuh pria , kenapa harus malu melihat tubuhku !" ketus Edward terdengar sinis karena Elisa tidak mau melihatnya.


"Atau yang berhubungan denganmu selama ini ,tubuh nya tidak ada yang sebagus diriku !" Edward tampak pede


"Aku selesai !" ketus Lisa berdiri kemudian berlalu keluar kamar mandi.


Brakkkk....pintu tertutup


Dia marah kah ? bukannya itu kenyataan, sinis Edward tidak menyesal.

__ADS_1


Lisa nya kesal....


__ADS_2