Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
persiapan Elisa dan Edward_love


__ADS_3


 


Pernikahan


Awal sebuah hubungan yang mengikat kedua hati dalam janji yang sudah di sepakati...


 


Awal kehidupan yang satu dan satunya akan berdampingan dalam sebuah ikatan...


 


Sebuah situasi dimana kedua hati dan pikiran harus sejalan agar tercipta sebuah harmoni..


 


Sebuah awal baru yang akan di jalani dalam setiap waktu bersama...


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Elisa tak menyangka dirinya hari ini akan menikah dengan seorang pria yang sudah lama bersamanya, kehidupannya benar-benar sudah berubah sekarang.


Ia tak ingin lagi menengok ke belakang yang ingin ia lakukan sekarang adalah mengikuti kebahagian hatinya.


Hatinya yang kini merasa bahagia sekaligus haru dengan sedikit air mata hangatnya yang kini membasahi pipi.


"Elisa, kenapa kamu nangis ? nanti luntur lagi cantiknya !" Delta terus mengusap sapuan blush on pada pipi Lisa agar tak hilang.


"Maaf maaf, habis aku gak nyangka banget " sedikit mengusap air matanya Lisa tersenyum ketika melihat raut wajah Delta yang cemberut.


"Kamu harus tampak cantik dan bahagia ,jangan nangis terus tau !"


"Iya iya..."


"Oke sudah siap sekarang !" Dengan optimis Delta menaikan tinggi alis nya menyatakan kepuasan aneh.


"Raut wajahmu kok gitu , aku gak cantik yah " Elisa sedikit ragu ketika ingin melihat cermin karena sedari tadi saat di dandani ia tak boleh sama sekali melihat cermin, sedangkan cermin di ruangan itu sangat besar.


"Ehh, kami jangan lihat cermin dulu dong, hhe "

__ADS_1


"Ihh, ada yang aneh , Bi Rena bagaimana dengan dandanan ku , cantik gak ?" Elisa bertanya pada Rena yang ada di belakang Delta.


"Cantik kok non , non Lisa cantik banget mirip ratu Elisabeth" jawab Rena tersenyum polos.


"Kok ratu Elizabeth sih ?"


"Non cantik kok " tambah Dewi mengindahkan perkataan Rena.


"Tu kan kamu itu cantik , siapa dulu dong yang dandanin nya ...Delta " Berbangga diri.


"Minggir aku mau lihat cermin !" Elisa sedikit menggeser Juwi yang ada di hadapannya kemudian ia langsung menggeser kursi rodanya menuju cermin besar yang tak jauh dari sana.



Sedikit kaget dan terperangah ketika Elisa melihat wajahnya di dalam cermin besar itu.


"Bagaimana cantikan bukan?" ujar Delta mendekat dari belakang.


Elisa tidak langsung menjawab , Mang wajah itu terlihat cantik baginya .


"Delta, apa ini tidak berlebihan ?" membuka suara , Elisa merasa aneh dengan penampilannya , bulan merasa tak puas hanya saja ..


"Apa perlu memakai mahkota sebesar ini ?"


hmmff " hahaha..........kamu cantik Lisa ,sudah mirip seperti Ratu"


"Hey jangan bercanda , ini pernikahan serius tau..." agaknya Elisa sangat kesal dengan reaksi Delta yang seperti itu.


"hhe... maaf maaf...aku serius Lisa , habis pak bos sih yang minta konsep seperti ini " sedikit merasa bersalah Delta semakin mendekat pada Lisa yang sangat kesal.


"Maaf Lisa..." Tambah Delta lagi sedikit menyenggol bahu Lisa yang melengos berlawanan arah.


 


 


"Apa semuanya sudah siap ?" tanya seorang pria yang masuk begitu saja setelah mengetuk pintu ruangan.


"Sudah Jordi , acaranya sudah mau mulai yah ?" jawab Delta sambil tersenyum.


Tatapan Jordi yang baru masuk itu langsing tertuju pada Elisa yang duduk di kursi roda menggunakan gaun pengantin yang indah , tak berkedip mata pria itu menatapnya.


"Heh, Jordi saja menatapku aneh seperti itu , Delta apa kamu serius aku menikah dengan dandanan seperti ini?" Elisa masih merasa aneh dan kesal.


"Elisa , ini tuh permintaan pak bos kok , biar pernikahan nya seperti raja dan ratu gitu , kamu cantik kok , ya kan Jordi" sedikit melirik ke arah Jordi yang masih terdiam.


"Eh...em... iya iya...kamu sangat cantik , eh maksudku Bu Elisa terlihat sangat cantik " sedikit mengusap kepalanya sendiri Jordi tampak gugup.


"nah , Jordi saja bilang cantik , apa lagi pak bos " tambah Delta lagi.


"Kalau begitu aku keluar dulu , nanti aku bilang sama pak Edward kalau kalian sudah siap" Jordi segera pamit undur diri.


heh, bagaimana bisa pria aneh itu meminta konsep seperti ini , lagipula tatapan Jordi tadi seperti menahan tawa ingin mentertawakan aku..Delta , awas saja kamu!.


"Hey, jangan menatapku seperti itu , jelas kami ingin yang terbaik untukmu , " ketus Delta merasa Elisa menatapnya aneh.


Sementara dalam langkah kaki Jordi ....


Diingatan nya :


Dia sangat sempurna ,wajahnya sangat imut ,aku merasa berhadapan langsung dengan sang Ratu "Sempurna"

__ADS_1


10 menit kemudian..


Elisa keluar ruangan menuju aula dimana mereka akan melakukan pernikahan, Delta yang membantunya mendorong kursi roda dari belakang tampak selalu tersenyum begitu juga dengan Rena dan Dewi mengiringi dari belakang.


"Kau jangan gugup oke " semangat Delta tersenyum penuh keyakinan, sementara Elisa duduk tidak santai dengan kedua tangan nya saling menggengam di atas pangkuan.


Ini lah saat-saat yang mendebarkan baginya , Bunyi kursi roda seakan kian terdengar keras setiap kali putarannya begitu pula dengan detak jantung yang makin cepat.


" Silahkan masuk Nona !" ucap kedua pengawal pintu dan beberapa pelayan wanita membukakan pintu besar yang ada di hadapan Elisa.


kreettt.......pintu terbuka lebar.



Ruangan yang Begitu luas sejauh mata memandang menyuguhkan suasana mewah untuk dekorasi pesta pernikahan.


Delta segera mendorong kursi Lisa masuk ke dalam ruangan mewah itu, tak banyak orang yang ada di sana , mata Elisa tertuju kearah beberapa orang yang duduk di barisan kursi tamu .


Disana ada Ibu Zelin serta seorang wanita yaitu pelayannya, pak Wisnu dan Jordi pula berdiri menyambut kedatangannya.


"Calon ibu mertuamu " ucap Delta lagi menggoda.


"Diamlah " jawab Lisa makin gugup.


Zelin yang menyadari kedatangan Lisa langsung bangkit dan menyambutnya .


"Elisa, kami sangat cantik sayang " ucap Zelin tersenyum seraya memeluk Elisa begitu lembut.


"Terimakasih ibu, terimakasih untuk semuanya " jawab Lisa membalas pelukan itu sangat erat, ia merasa hal itu adalah hal terindah dalam hidupnya.


"Sebentar lagi kau dan Edward akan menjadi pasangan suami dan istri , ibu berharap semoga kalian akan selalu bahagia " tambah ibu membelai wajah Lisa.


"Amin, terimakasih Ibu " jawab Lisa hari meraih tangan Zelin dan menciumnya sebagai penghormatan pada Ibunya.


Semua orang yang ada di ruangan itu tampak begitu bahagia .


"Dimana Edward Bu?" tanya Lisa sedikit heran pria itu belum terlihat.


"Dia ada di kursi depan , sepertinya dia juga sangat gugup , Temui dia nak !" jawab Zelin tampak menunjuk ke arah kursi paling depan .


Disana terlihat beberapa pria duduk menghadap ke arah depan , ruangan itu begitu megah namun tampak nya Edward tak banyak mengundang orang , hanya terlihat beberapa kerabat dan orang kantor saja yang datang.


"Delta bisa antar aku ke sana ?" ucap Elisa menoleh ke belakang , jelas dengan anggukan Delta segera mendorong kursi roda Lisa menuju ke tempat dimana Edward berada.


Dia bahkan tidak tau jika aku sudah datang , Elisa sedikit merasa kesal ,sedikit ekspetasi nya tadi yang berpikir bahwa Edward memang sudah berdiri menyebut kedatangannya seperti di dalam cerita.


Sementara Delta sengaja memperlambat laju rodanya ia menyadari bahwa Elisa sedang kesal.


"pak bos ,tidak tahu apa pengantinnya sudah datang" ketus Delta tampak mengejek, sementara Elisa tampak menarik nafas panjang saat semakin mendekat pada Edward yang ada di depan.


_


_


_


_


_


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2