Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Pesta Menyebalkan


__ADS_3


Di kediaman Aleksander Manopo yang sangat luas , empat kali lipat luasnya lapangan bola .tak perlu ia menyewa gedung atau hotel untuk mengadakan sebuah pesta besar, cukup di kediamannya saja sudah mampu menampung ribuan undangan,Di sana telah Banyak hadirin tamu undangan yang datang . Pesta malam itu sangat mewah dan elegan banyak pengusaha serta kerabat yang datang ,Bahkan pejabat-pejabat tinggi maupun penjabat pemerintah juga turut di hadirkan untuk menyaksikan kemenangan atas perusahaan yang di raihnya.


Aleksander tampak menyambut semua para undangan di dampingi istri pertamanya yaitu Zelin Turas, sementara Duma tampak menyambut di bagian dalam bersama Belinda.


"Wah, pesta anda sangat mewah Tuan !" sapa seorang pria berjas rapi n elegan menjabat tangan Alek.


"Terimakasih, terimakasih, Tuan Kusuma sudah mau hadir !" ramah Alek menyambut pria itu , Kusuma adalah salah satu investor terbesar di perusahaannya.


"Silahkan masuk Tuan !" sambung Zelin mempersilahkan.


"Terimakasih Nyonya !" tambah Kusuma melangkah ke dalam rumah megah itu.


"Kau hebat Tuan, Istri anda semuanya akur !" Bisik Kusuma memberhentikan langkah ya kembali pada Alek.


"Mudah di atur " jawab Alek seketika


 


hahahaahahahaha....kedua pria itu tertawa


 


kata author


 


Dasar pria brengsek....Tua tua keladi..


 


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


Ruang Jamuan


_


_



"Akhirnya suamiku datang Juga !" Belinda segera Menghampiri Edward uang baru saja datang bersama Adnan, di lirik nya di sekitar , Heh, bagus wanita itu tidak datang bersamanya tukas Belinda Dalam hatinya meraih tangan Edward.


"Bersikap lah biasa saja!" ketus Edward menepis pelan tangan Belinda.


"Adnan kita temui Direktur utama" tambah Edward menatap di ujung sana dimana ada Aleksander dan ibunya.


"Baik pak " Mereka berlalu meninggalkan Belinda yang kesal di cuekin Edward.



Heh, kita lihat saja nanti, terlihat jelas tatapan Belinda yang sangat kesal.


"Haha..Begitu kah sikap seorang suami , aku turut prihatin yah !" Suara wanita tak asing mendekati Belinda, Duma.


"Heh, Ibu ku sayang, kenapa kau sangat peduli pada menantu mu ini, sedang nasib dirimu seperti apa, heh Hanya Nyonya Zelin Turas lah yang ia anggap di sini...haha !"


"Diam kau...!" sedikit kesal Duma menatap Belinda yang sinis menatapnya.


Di sudut Lain



"Pak Direktur ,Tuan Dimas datang !" bisik Maneger Aleksander menunjuk ke arah Pintu penyambutan, sementara Edward sedikit kaget mengetahui ayahnya Mengundang Dimas.


"Edward sambut dia dengan baik !" ujar Alek pada anaknya.


"Terimakasih Dimas, kamu sudah datang ke pesta saya !" ujar Alek menjabat tangan Dimas, tentu Dimas menyambutnya.


"Ayah aku permisi dulu ,ingin berbicara sebentar dengan ibu !" sambung Edward menarik tangan Zelin di sebelah Alek.


"Pergi lah !"


_


_


_


_


"Nak, kamu ini mau bicara apa ?" Zelin tampak penasaran dengan sikap Edward.


"Ibu kenapa kembali !" keluh Edward menatap ibunya ,mereka berbicara di sudut ruangan yang sedikit sepi.


"Kamu ini, kenapa bicara seperti itu, bukankah tidak enak jika para tamu ayahmu menanyakan ibu ,jika ibu tidak ada di sini " Zelin tampak mengusap bahu anaknya yang tampak gusar.


"Ibu masih saja peduli pada kehormatannya, sementara dia ...." ucapannya terhenti seketika Tatapan Edward tiba-tiba saja tertuju ke arah lain .



"Elisa..wah Dia sudah datang !" Zelin segera menghampiri Elisa dan menyambutnya,sedang Edward hanya diam saja menatapnya dari kejauhan.


"Kamu cantik sekali Elisa !" ujar Zelin meraih tangan Lisa, semua tatapan memang tertuju pada Elisa sedari tadi, para pria Memuji kecantikannya sementara para wanita sedikit heran dan sinis, banyak juga yang bertanya Elisa itu siapa, saat pertama kali melihatnya masuk ke rumah besar itu.

__ADS_1


"Apa dia sainganmu ? haha dia sangat Menawan bukan !" ketus Duma melirik Belinda yang kesal menatap Elisa dari jauh.


"Tuan, Nona Elisa juga hadir di sini !" sedikit berbisik Haris berkata pada Dimas yang juga telah Memperhatikan kedatangan Elisa.


"Wah, siapa Gadis cantik yang bersama istrimu itu Tuan ?' tanya Wisnu pada Alek seketika menoleh Lisa.


"Oh, Dia sekretaris Edward, namanya Elisa, kau tahu Karya dia lah yang mendapat pujian di kalangan agen pemasaran, Banyak perusahaan berlian lainnya turut memuji hasil karyanya !" senyum Alek tampak tertuju pada Elisa di ujung sana .


"Oh, suguh hebat yah, wanita muda dengan bakat yang bagus, aku juga kagum dengan karyanya yang beda dari yang lain, hmp, seleranya sangat tinggi, dan juga dia terlihat sangat akrab dengan Nyonya Zelin "


Wajah Alek berubah seketika mendengar ucapan Wisnu, di lihat nya Elisa yang bersama Zelin memang tampak akrab sekali.


"Pak Direktur Semuanya sudah siap, Bapak bisa memulai acaranya !" Adnan datang dengan membawa sebuah Map biru di serahkan nya pada Aleksander.


"Jika begitu saya permisi dulu Tuan Wisnu !"


"Silahkan !"


Aleksander Menuju aula depan di ikuti oleh Adnan yang menggantikan Sekretaris pribadinya untuk sementara ,lantaran sekretarisnya sedang ke luar negri.


Kata sambutan Direktur utama


"Selamat malam semuanya..."


"Malam..." serentak para tamu undangan menjawab.


"Saya sangat berterimakasih Tuan dan nyonya sekalian sudah menghadiri pesta saya ini, Tidak banyak yang saya ucapkan..saya hanya merasa sangat bahagia atas pencapaian yang perusahaan kita dapatkan, itu semua berkat kerja keras kalian semua "


"sebelumnya saya juga ingin Mengucapkan terimakasih untuk anak dan menantu saya yang juga sangat berjasa untuk memajukan perusahaan Manopo "


"Belinda Edward kemari lah !" tatapan Alek tertuju pada Belinda dan Edward yang sama-sama diam di tempat yang berbeda.


Belinda tampak tersenyum bangga melangkah ke depan menghampiri Aleksander ayah mertuanya, sedang Edward tampak biasa saja terlihat enggan maju ke depan.


"Juga buat kedua istri saya, kemari lah !"


Deg.....


Zelin sedikit merasa malu mendengar ucapan itu di depan para tamu, meskipun hubungan itu tidak pernah di rahasiakan, itu adalah hal yang harus di terimanya.


"Ibu kedepan Dulu Lisa !" ujar Zelin pergi seraya mengusap bahu Elisa yang sedikit tersenyum sangat canggung berada di sana.


Keluarga itu berkumpul di depan terlihat sangat Harmonis .


Prokkkk...proookk...prokkkk...


Tepuk tangan hadirin Terdengar memenuhi ruangan besar itu, Mendengar banyak ucapan Aleksander yang memuji keberhasilannya sendiri, Elisa tampak gelisah dan risih, kemudian ia beranjak ke sudut ruangan di mana orang sedikit sepi.



"Apa kau mau minum ?" seorang pria datang mendekat dengan menuangkan Wine ke dalam sebuah gelas.


"Dimas!" Elisa sedikit kaget menatap jelas Dimas yang sudah berada di hadapannya.


"Kamu cantik !" cetus Dimas seraya menyodorkan satu gelas minuman pada Lisa yang kemudian menerimanya dengan terpaksa.


Jika dulu Minuman ini menjadi teman dan penghibur di harian ku, tapi saat ini kenapa terasa sangat janggal menerima nya.


"Apa kau baik-baik saja Lisa ?" tanya Dimas lagi berusaha lebih dekat pada Lisa.


"A..aaaku baik saja, !" ragu Lisa menjawab sedikit canggung .

__ADS_1


"Aku sangat khawatir dengan keadaanmu Lisa , !" tangan Dimas berusaha menjangkau Lisa namun sontak Lisa mundur tak ingin berada dekat dengannya....


Deg....


__ADS_2