Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Morning Lisa _


__ADS_3

*Aw**al yang baik tidak selalu berakhir baik ..


Begitupun pula dengan awal yang buruk tidak Mesti berakhir buruk...


(Fitry Handickhyy*)


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Hari kedua di rumah sakit.


Bi Rena di tugaskan mengantar makanan ke rumah sakit di temani pak Wisnu pagi itu , karena Elisa yang hanya ingin makan makanan buatan Bi Rena saja ,hal itu membuat Rena tampak senang sekaligus turut prihatin atas apa yang menimpah Elisa.


Edward yang semalam menunggu nya pagi-pagi harus pamit buru-buru ke kantor ,hal itu membuat Elisa sedikit kesepian ,terlebih lagi Rena pula pamit pulang bersama Wisnu.


Elisa yang sudah bisa duduk bersandar menatap keluar jendela ,beberapa kali perawat datang untuk memberi obat dan mengecek infusnya.


09.00


Cklek...


Mata Elisa langsung tertuju pada bunyi pintu yang terbuka , ,


"Elisa " ucap seorang wanita yang tiba-tiba berlari dari arah pintu menghampirinya secara tiba-tiba dan langsung memeluk erat tubuhnya.


"aaaukkhhhhhh" rintih Elisa merasa sakit pada bagian tubuhnya.


"Aduhh, apa nya yang sakit?" tanya wanita itu tiba-tiba melepaskan pelukannya dan memeriksa tubuh Elisa bagian mananya yang sakit.


"Delta hentikan !" ucap Elisa sangat senang karena bisa bertemu kembali dengan seseorang yang dia rindukan.


"Elisa aku minta maaf untuk semuanya " raut wajah Delta di buat sedemikian rupa menyesalnya.


"Sudah lah , kemari kau !" pinta Elisa menarik tangan Delta agar kembali memeluk nya.


Merekapun berpelukan melepaskan kerinduan sekaligus penyesalan di antara keduanya.


"oh yah ,kamu kemari bersama siapa?" tanya Elisa menatap Delta yang tersenyum menatapnya pula.


"Selamat pagi Bu !" seorang pria masuk segera dengan membawakan Sebuah buket bunga mawar putih.


"Jordi , " ucap Lisa tersenyum seraya melirik Delta .

__ADS_1


"Anda sudah merasa baik ?" tanya Jordi sedikit canggung pada Lisa seraya meletakkan buket itu di atas meja.


"Kamu canggung sekali , panggil saja Elisa ,tidak perlu begitu , terimakasih untuk semuanya " ucap Lisa membuat Jordi tambah merasa canggung, di pikiran Jordi bahwa kini Elisa adalah wanita yang sangat di cintai bosnya.


"Jordi sih sudah terlalu dekat dengan pak Edward jadi sok misterius gitu " hahaha


"Hussst,,, jangan bilang gitu ,entar orangnya ada loh !" Elisa ikut tertawa kecil meledek Edward yang tidak ada di sana.


sementara Jordi jadi salah tingkah berdiri di hadapan kedua wanita itu.


"Duduk Jordi !" tambah Lisa menyarankan nya duduk sofa sebelah kiri jendela dari tempat tidurnya.


Elisa sangat gembira dengan kedatangan Delta dan Jordi ,hal itu jadi tak membuat Elisa kesepian , Lama mereka berbincang saling melepas kerinduan ,meski kaki Elisa terkadang terasa linu dan sedikit nyeri ia tahan dengan candaan Delta yang terus saja menggoda sikap dan perilaku Jordi yang benar-benar berubah , meskipun begitu itu bukanlah perubahan yang buruk.


"Bu Elisa , eh maksudku Elisa , kami pamit pergi dulu , orang kantor mengirim pesan ,ada hal yang harus di urus " ucap Jordi berdiri ingin berpamitan.


"Oh , begitu yah , ya sudah kalian hati-hati di jalan yah !" dengan tak rela Elisa melepas kepergian Delta yang kembali memeluknya.


"See you Lisa " kecupan manis di lontarkan Delta pada kepala Elisa.


"See you to "


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


 


cup.....cup ....


 


Dua kali kecupan bibir Edward menyapu kening Lisa yang saat itu tengah tertidur , Elisa segera terjaga ketika sentuhan hangat itu terasa, "kapan kau datang ?" tanya Lisa berusaha bangkit seraya menyipitkan matanya yang belum mau di ajak beranjak.


"Istirahat saja, aku baru saja tiba" jawab Edward menarik kursi dan duduk di samping tempat Lisa berbaring.


Elisa bangkit dan bersandar dengan tangannya sedikit mengusap mata dan membenarkan rambutnya ,di pikirnya keadaannya saat ini sangatlah berantakan, sedikit malu ia bertatapan dengan Edward .


Edward yang melihat Elisa seperti itu sedikit tersenyum melihatnya , " Bunga itu.....


"Oh ,itu Jordi yang membawakannya ,kau tahu Delta tadi datang menjengukku " berubah wajah pucat itu kembali tersenyum ,hal itu membuat Edward tambah senang melihat wanita nya bahagia.


"Apa kau senang?" kata Edward bangkit dari duduknya mendekati Elisa seraya meraih tangan Lisa yang mengenakan cincin.


(aku sangat bahagia ) spontan Elisa memeluk pria yang berada di sampingnya sangat erat ,kali ini ia tak perduli akan rasa canggung dan malu nya ,ia hanya merasa sangat bahagia bisa bersama dengan Edward, dengan senang hati pula Edward merespon pelukan hangat wanita yang ia cintai itu seraya mengusap rambutnya.


"Oh yah ,ibu ingin bertemu denganmu !" ucap Edward dalam pelukan Lisa.


"Ibu..."


"Iya Ibu , dia sangat merindukanmu " jawab Edward kini duduk ranjang Elisa tepat di hadapannya.


"Sekarang Ibu dimana?"

__ADS_1


"Wisnu sedang menjemputnya ,mungkin sebentar lagi dia akan datang " jawab Edward tersenyum manis.


"Edward " ucap Lisa pelan untuk pertama kalinya menyebut langsung nama pria itu.


"Hem, ada apa?" jawab Edward membenarkan rambut Elisa yang tergerai di pipinya.


"Aku mau mandi , rasanya risih sekali " ucapan Elisa membuat Edward tersenyum aneh.


"kau ingin aku membantu mu mandi " nada bicara Edward sedikit meledek.


"Bukan seperti itu , kau tahu sendiri kan ,kakiku ini tidak bisa bergerak , bagaimana aku bisa mandi sendiri " sedikit cemberut Elisa tak ingin Edward menggodanya di saat suasana seperti itu.


"Kau panggilkan suster saja !" tambah Lisa lagi menyilangkan kedua tangannya di dada sedikit kesal .


"Wajahmu kesal gitu , aku salah apa? sini biar aku bantu mengompres tubuhmu , Jordan bilang kau tidak boleh banyak bergerak dulu " Edward bangkit mendekati Elisa dan membungkuk ke arah wajahnya.


" kau mau apa?" tanya Lisa sedikit menunduk mulai merasa janggal, ia tahu Edward akan melakukan apa.


"Aku hanya ingin bilang tunggu sebentar , aku akan meminta air hangat untukmu !hhh"


"Hey...." teriak Lisa benar-benar kesal ketika Edward memang tengah menggodanya , pria itu keluar ruangan untuk memanggil suster.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


10 Menit.


Dua orang suster wanita datang membawa semangkuk besar air hangat beserta handuk dan baju ganti yang sudah di siapkan.


"Maaf , nyonya katanya gerah , kami akan membantu anda berganti pakaian jika tidak keberatan !" ucap seorang perawat tersenyum mendekat seraya meletakkan barang bawaan nya tadi di atas meja.


Nyonya ? " em, Edward kemana?" tanya Lisa sedikit ragu.


"Oh Tuan Edward keluar sebentar , katanya ingin menemui Ibu nya di bawah " jawab seorang perawat satunya lagi.


apa ibu sudah datang ? pikir Lisa melirik ke arah pintu.


"Boleh kami bantu "kata suster itu mendekat pada Lisa.


"Silahkan !" jawab Lisa mengizinkan mereka untuk mengganti pakaiannya.


setelah beberapa menit tubuh Lisa di lap dengan kain basah hangat ,dan kemudian pakaiannya di ganti dengan pakaian yang sudah Edward sediakan , Elisa tampak segar kembali ,meskipun wajahnya tanpa riasan , kini tidak terlalu pucat Elisa masih terlihat cantik alami.


"Sudah selesai , apa ada hal lain yang nyonya butuhkan ?" tanya perawat itu lagi pada Lisa.


"Tidak ada , terimakasih sudah membantuku " jawab Lisa tersenyum ,sementara mereka berpamitan untuk keluar.


"Akhirnya tubuhku sedikit segar, walaupun kurang puas ,jika mandi itu akan lebih baik " tutur Lisa pelan mengoceh sendiri seraya memperhatikan gaun yang ia kenakan , ia baru sadar bahwa pakaian itu sudah jelas di siapkan untuknya , huh ,di rumah sakit saja harus berpakaian seperti ini , dasar pria aneh ! gumamnya dalam hati , namun ia tampak tersenyum kegirangan .



yah , kira-kira seperti itu lah sumringahnya ! hkhk :)


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan bosan yah tunggu kelanjutannya ! kita akan buat Elisa Bahagia ....eeeissstt , Belinda nya kita apain yah ? Duhh author bingung, kasih masukan dong ! di like and komentarnya dan keritikkannya juga perlu ,agar author bisa memperbaiki lagi penulisan dan cerita nya ,terimakasih ...


__ADS_2