
"Aku pulang !"Edward masuk
"Selamat datang Tuan, !" Dewi menyambut kedatangan tuannya dengan ramah, namun sedikit aneh karena Edward pulang bersama seorang wanita.
"Bi, Elisa mana ?" tanya Edward heran menatap Dewi aneh.
"Maaf Tuan, emp, non Lisa ada di taman belakang Tuan !" tambah Dewi masih menatap wanita yang bersama Edward.
"Bi, ini Delta temannya Elisa, bibi ajak dia temui Lisa yah!"
"Halo Bibi, aku temannya Elisa, aku kangen banget sama Elisa, ayok Bi kita temui Lisa !" sontak Dewi sedikit parno saat tangannya di tarik oleh Delta, tadinya Dewi mengira jika Edward punya wanita lain lagi, hhehe
Teras Belakang
"Elisaaaaa......" Teriak Delta saat melihat sosok gadis yang ia rindukan berdiri di ujung taman.
"Delta, Benar delta .." tatapan Lisa setengah tidak percaya melihat sosok Delta yang lari ke arahnya.
"Lisa, kamu kemana aja, udah seminggu lebih loh kamu gak ada kabar, sebenarnya apa yang terjadi padamu? apa kau baik-baik saja?" Delta memeluk Lisa erat kemudian memeriksa seluruh tubuh Lisa dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Delta apa yang kamu lakukan ?" Elisa tampak aneh dan canggung melihat kelakuan Delta yang juga menatapnya penasaran.
"Oh yah, bagaimana cerita jelasnya ,kamu tinggal di rumah pak Edward hah?"
Deg .......
Apa ..apa yang harus aku katakan, dia juga kenapa bisa ke sini sih " itu...emp kamu kok bisa tahu aku disini ?" Elisa segera memalingkan wajah canggungnya.
"Pak Edward yang ngajak aku ke sini !"
"Edward, "
"Ehh, Edward aja tuh, kamu bilang Edward, Lisa sebenarnya apa hubungan kalian berdua ?, jangan - jangan..
"Jangan-jangan apa, kamu bicara apa sih , aku kan hanya sekretarisnya saja, aku disini cuma...
"Cuma tinggal sementara" dengan senyum manis Edward tiba-tiba datang menghampiri.
"Eh, pak Edward, terimakasih yah, aku sudah boleh ketemu Lisa " Delta menunduk ragu, sementara Elisa menatap Edward tajam.
__ADS_1
"Kontrakan Elisa di renovasi sementara, terlebih Elisa kemarin sempat mengalami kecelakaan ,jadi aku suruh dia tinggal di vila ini sementara " ujar Edward tersenyum ramah pada Delta.
Mudah sekali baginya untuk berbohong seperti itu, Delta jika kamu tahu yang sebenarnya, apa kamu masih ingin menemui ku seperti ini, tiba-tiba saja Elisa tertunduk sedikit melirik Delta di sebelahnya.
"Oh, Bapak baik banget deh, Aku khawatir banget tahu gak , waktu pak Edward datang ke kontrakan aku, katanya kamu bilang gi...
"Eeehemmm"
Tak ingin di bicarakan Edward menatap Delta keras sehingga Delta memberhentikan ucapannya.
"Elisa sebaiknya kau ajak Delta bicara di dalam, Bibi sudah menyiapkan Kamar tamunya, dan makan malam untuk kalian "
"Aduhh, tidak perlu repot-repot pak!" ujar Delta sungkan mendengar tawaran Edward,
"Tidak masalah, kau juga kan Staf karyawan ku , kalau begitu aku permisi dulu !" ujar Edward meninggalkan kedua gadis itu.
Sikapnya benar lembut jika di depan orang, Munafik .tangan Elisa mengepal seketika melihat kepergian Edward .
"Pak Edward itu ternyata baik banget yah , !"
"Biasa aja, ayo kita ke dalam !" Lisa menarik tangan delta yang terus mengoceh.
"Tadi aja Jordi di antar ke rumah aku buat nyelesaikan tugas kantor, eh dia juga bantuin kita loh, emp, aku tanya dong tentang kamu soalnya aku khawatir Lisa, "
"Terus dia bilang apa lagi ?" tatapan Lisa penasaran melihat Delta .
"fuf..hahahaha....tadi cuek banget, sekarang penasaran gitu , lucu tahu gak kamu !" ledek Delta menahan tawa kerasnya, mereka tampak menuju ruang tengah .
"Ketawa aja terus ,biar kamu puas!"
"Eh, jangan marah dong, " segera Delta duduk di sebelah Lisa kemudian memeluknya erat." sebenarnya kamu kecelakaan apa sih, kok bisa gak ada kabar gitu, terus waktu kamu telpon aku kenapa terputus ?" tatapan mata Delta sangat penasaran ,Elisa sedikit gelisah dan bingung ingin berkata apa , bagaimana bisa dia cerita jika waktu itu dia di culik, dan .....matanya berkaca-kaca.
"Hey, kamu mau nangis yah, sudah - sudah gak usah cerita, yang penting kamu sekarang baik-baik saja!" meski sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada temannya delta berusaha mengerti terlebih lagi sepertinya Elisa memang tidak ingin bercerita.
"Del, aku boleh bertanya ?" tatapan Lisa lirih menatap temannya itu.
"Eh, kamu mau tanya yah tanya aja , kenapa harus seperti itu, kamu mau tanya apa?" Delta tersenyum lebar sembari memegang tangan Lisa yang tampak ragu menatapnya.
"Kita berteman kan ?"
"Tentu Lisa, kanapa itu kau tanyakan lagi, bahkan kita ini sudah bersahabat tahu, aku sayang banget sama kamu ...
Delta, apa jika aku bercerita yang sebenarnya kamu masih mau bersikap seperti ini, ditatapnya kedua tangan delta yang memegang lembut tangannya.
"Elisa, sebenarnya apa yang mau kamu bicarakan ?" Delta sangat bingung dan penasaran.
"Apa..aku..sebenarnya aku....
"Sebenarnya aku apa?"
Tidak bisa di katakan, aku tidak bisa jujur sekarang...
__ADS_1
"Lisa ?"
"Iya ,,emp... jika aku menyembunyikan hal besar dari kamu, tapi aku punya alasan lain , dan menurut kamu hal yang aku sembunyikan itu tidak baik, apa kamu bisa memaafkan aku, dan masih mau jadi temanku !" nada bicara Lisa terbata dan tertekan.
"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan, tapi jika begitu, yah semua orang sih punya rahasia masing-masing, aku juga tidak bisa memaksamu mengatakan rahasiamu itu padaku walaupun aku ini temanmu !"
"Dan jika rahasia itu juga tidak bersangkutan denganku yang misalnya merugikan aku, kenapa aku harus marah, mungkin kamu juga punya alasan untuk merahasiakannya !"
"Elisa, kamu tenang saja, aku tidak akan pernah marah ataupun membenci kamu kok," di peluknya lagi Lisa sangat lembut.
"Bagaimanapun keadaannya ,aku percaya jika kamu itu orang baik ," ucapan Delta membuat Elisa terharu namun sangat sedih , aku bukan orang baik Delta, Tidak seperti mu, aku ingin sekali hidup normal untuk kali ini, sangat ingin......air matanya mengalir begitu saja, perasaan Elisa sangat sakit dan perih , terus air mata itu mengalir .
"Heyy, kamu jangan nangis gitu dong, aku juga kan jadi sedih ..." kedua tangan Delta mengusap air mata Lisa yang makin menangis melihat perlakukan lembutnya..
"Non Lisa kenapa?" Tanya Dewi yang baru datang ke ruang tengah dengan membawa nampan berisikan jus dan cemilan.
"hehe. biasa Bi, ABG galau !" ledek Delta menyenggol bahu Elisa yang kemudian menghapus air matanya.
"Ini non Delta minumannya,!" Meletakkan minuman itu di atas meja di depan Delta.
"Iya Bi makasih, Oh yah ,pak Edward kemana yah ?" Tanya Delta penasaran seraya mengambil segelas jus di atas meja.
"Iya, oh Tuan sedang istrirahat di kamar atas , oh yah, Non Delta kalau mau istrirahat di kamar tamu Sana yah !" Tunjuk Dewi mengarah ke kiri ruangan itu.
"Gitu yah, iya deh Bi terimakasih!"
"Sama-sama, oh yah Non Lisa, obat yang Tuan suruh kasih ke non, susah bibi buatkan lagi, bibi tarik di kamar atas !"
"uhug...uhuggg..." Tiba\-tiba saja Delta tersedak dalam minumnya mendengar ucapan Dewi.
"Eh, non Delta kenapa ?"
"Tidak apa-apa bi !"
"Sebaiknya bibi siapkan makan malam nya saja yah !" ucap Elisa mengalihkan suasana,
"Baik non !" Dewi segera berlalu.
"Ngerasa gak, kalau kamu itu seperti istrinya Pak Edward .!"
Deg....
..hahaha...Bibi itu perhatian banget yah, !" Delta tertawa lagi secara tiba-tiba membuat canggung Lisa bertambah.
__ADS_1
Bukan istri, tapi simpanan !!!