
"Kamu sedang apa Jordi ?" Delta tampak heran dengan kerutan di dahinya ,menatap aneh ke arah Jordi yang posisinya berlutut di sebelah tempat Edward berbaring.
Mengetahui ada orang yang masuk mengagetkan nya tiba-tiba Jordi pun tampak segera berdiri tegap sembari merapikan setelan jasnya yang sedikit berantakan.
"Kenapa masuk tidak ketuk pintu?" Tukas Jordi datar tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya , Delta yang sinis mendengar ucapan Jordi saat itu segera menarik paksa tangan Dokter Jordan yang saat itu tepat berada di sampingnya.
"Ini dokter Jordan , dia mau memeriksa keadaan pak bos.soal ketuk pintu itu sih aku rasa gak perlu " jawab Delta masih dengan pegangan eratnya pada Dokter.
"Silahkan dokter , semoga ada perkembangan mengenai keadaan pak Edward !" Jordi melangkah mundur mempersilahkan Jordan untuk memeriksa.
"Hemm .. saya gak bisa periksa pasien jika tangan di pegang seperti ini " senyum ledek Jordan tertuju pada Delta yang masih tanpa sadar memegang tangannya.
"Heh, kamu tidak dengar apa yang di katakan Dokter ?" tambah Jordi kini terdengar sinis.
"Jelas saja dengar , memangnya kenapa ha?" dengan congkak Delta berkata sambil menatap tajam Jordi yang kini tepat berada di depannya , tanpa ia sadari apa yang ia katakan , karena sebenarnya Delta tidak lah fokus terhadap apa yang dia lakukan.
"Maaf dokter , kalau begitu saya permisi keluar dulu ,silahkan anda memeriksa Tuan !"
"Ya tentu " Jordan tampak kembali tersenyum tanpa menggubris kepamitan Jordi yang saat ini berlalu meninggalkan mereka.
"Apa kau masih mau memegang tanganku ?" tukas Jordan kini fokus pada wanita yang masih menempel dengannya.
"Apa? pegang apa?" Raut wajah Delta berubah kian kesal dengan tatapannya kini tepat ke arah Jordan yang sangat dekat dengannya.
Tak menjawab tatapan dokter Jordan beralih pada tangannya yang masih di gandeng erat oleh Delta saat itu , Delta yang mengikuti arah mata sang dokter tiba-tiba saja sedikit kaget dan segera melepaskan tangan Jordan dengan cepat.
"Iiihh .. apa-apaan ini ? kok dokter gandeng tanganku segala ?" Berdalih cepat ,Delta seolah mengusap-usap kedua tangannya seperti membersihkan Debu.
"Aku harus semprot anti bakteri nih " ketus Jordan menepis tangannya yang tadi di pegang Delta.
"Apa maksud dokter , dokter pikir aku sarang bakteri apa?" dengan kesal Delta tampak tak terima dengan ucapan Jordan.
"Terus apa yang kau lakukan dengan mengusap tanganmu , itu lebih tampak seolah membersihkan diri , tidak kau ingat jika dirimu lah yang menarik dan menggandeng tanganku , heh aku sampai sangat risih akan hal itu "
"Heyy , siapa juga yang mau pegang tangan dokter , dokter gak usah kepedean Deh, itu tadi tidak sengaja " Dengan bersilang dada Delta tampak kesal dan tak ingin kalah bicara.
"Tidak di sengaja , tapi sudah sekitar 15 menit kau memegang tanganku , berarti memang kau ingin memegangnya , atau jangan-jangan....
__ADS_1
"Jangan-jangan apa? Dokter jangan asal bicara ya,?" Tatapan Delta kini kian membulat menatap Jordan yang tampak cengengesan di hadapannya.
"Jangan-jangan kau suka padaku lagi "
"Apa ? suka padamu .. kamu gila "
"Akui saja , hey teman. kau jadi saksinya ya ?" seolah berbicara Jordan sedikit menunjuk ke arah Edward yang jelas tampak terbaring santai dengan kedua matanya yang terpejam.
"Dasar pria gila , sudah sana periksa pak bos , aku akan pergi , malas banget melayani dokter tak waras seperti mu " seketika Delta berbalik arah dan keluar dari kamar itu dengan wajah kesalnya.
"Justru kau yang tak waras jika tidak tertarik padaku " Teriak dokter Jordan terdengar di telinga Delta yang kini terlihat menuruni anak tangga dengan langkah kasarnya.
"Dia pikir dia siapa ? Dasar dokter gila , siapa juga yang menyukai nya ?"
"Lantas kamu menyukai siapa?"
Mendadak langkah kaki Delta terhenti di tangga terakhir menuju lantai bawah , di dapatunya Jordi yang saat itu tengah berdiri menatapnya tajam tanpa mengedip.
"Menyukai siapa? jelas saja bukan kamu " ketus Delta masih kesal akan sikap Jordi yang belakangan ini sangat dingin padanya , kembali Delta melangkah untuk segera pergi dari sana , namun tiba-tiba saja Jordi menarik tangannya.
"Bu Elisa tadi keluar bersama Bu direktur, Jika urusan kita sudah selesai sebaiknya kita kembali ke kantor " tukas Jordi masih dengan tangannya yang memegang tangan Delta .
Aneh , Delta yang tadinya kesal mendadak merubah rasanya menjadi lembut , tatapannya bergantian menatap ke arah mata pria di hadapannya kemudian beralih pada tangan Jordi yang memegang tangannya.
Kok jadi deg-degan gini sih ? ungkapnya dalam hati seolah detak jantung itu akan terdengar oleh Jordi , buru-buru Delta melepaskan tangannya dari genggaman Jordi.
"Kenapa Elisa tak memberitahu ku dulu , ya sudah lah , sebaiknya kita kembali ke kantor " jawab nya santai seolah-olah tak terjadi apa-apa, padahal barusan dia merasakan ada hal yang aneh ketika Jordi tengah memegang tangannya , dengan sedikit berlarian kecil Delta tampak menuntun jalan menuju keluar dari kediaman Bosnya itu.
"Hati-hati , mati kamu jatuh !" tukas Jordi pelan memperingati Delta yang berjalan terlalu cepat , Delta yang sedikit menoleh ke belakang saat mendengarnya namun Jordi seolah tak mempedulikan nya malah kini sok sibuk dengan ponsel di tangannya.
Dia tadi perhatian padaku kah ? Meninggikan kedua bahu Delta kembali berjalan menuju mobil mereka yang terparkir di halaman.
"Kau beruntung teman , kau mempunyai bawahan yang begitu setia padamu , ku tebak dia adalah Jordi , pria yang waktu itu kau ceritakan . Bukankah dulu kau bilang dia sedikit kekanak-kanakan dan penakut , tadi yang ku lihat dia hampir sama seperti mu , dingin dan arogan.
Ya , mungkin memang benar dia sama seperti mu , sok dingin dan Sok arogan. hff... ha haha
Kau tega melihat kami seperti ini , ayo lah bangun dari tidurmu , atau aku akan terus tertawa atas penderitaan mu ini " Jordan Terus bicara sendiri sembari memeriksa keadaan temannya itu.
__ADS_1
keadaan Edward masih tetap sama , tak ada perkembangan lebih lanjut , Jordan yang mengenal Edward sejak kecil ikut terpukul melihat keadaan temannya demikian.
Ia tak menyangka jika sosok pria kuat yang ia kenal akan berakhir tak berdaya di atas tempat tidur layaknya seorang mayat hidup.
"kau lihat , aku hampir saja meneteskan air mata karena mu" tambah Jordan sedikit mengedip kan beberapa kali matanya dengan menengadahkan wajahnya ke atas langit-langit.
Memang benar matanya sedikit berkaca-kaca saat mengingat hal itu.
"Jika sampai aku menangis karena mu , bisa-bisa tidak ada satu wanita pun yang akan tertarik padaku lagi " ucapnya kembali dengan sedikit tersenyum kemudian menepuk bahu Edward seolah memberi dorongan semangat, ia yakin Edward bisa mendengar dan mengetahui semua keadaan yang terjadi di dekatnya.
Di Dalam mobil.
"Apa yang ingin kamu sampaikan tadi pada pak bos ?" tanya Delta yang menoleh ke arah Jordi yang tengah mengemudi di sampingnya.
"Tidak ada " singkat Jordi fokus ke arah jalanan raya.
"Tidak ada bagaimana , jelas-jelas tadi ku dengar kamu ingin menyampaikan sesuatu pada pak bos " ngeyel Delta menatap Jordi serius.
"(Ingin) kamu tau arti ingin bukan ? itu berarti apa yang mau ku sampaikan belum tersampaikan , kamu tau kenapa ? karena ada seseorang yang lancang masuk begitu saja , paham ?" tanpa menoleh Jordi benar-nenar serius oleh ucapannya , hal itu membuat Delta kembali kesal, namun ia coba untuk menahannya , bisa-bisa mereka kembali ribut dan perasaan penasarannya akan apa yang di sampaikan oleh Jordi tidak bisa terkuak.
"Oke , aku minta maaf , habis tadi pintu kamar pak bos tidak tertutup rapat , ya aku pikir tidak ada salahnya jika aku langsung masuk saja , lagi pula kan aku datang bersama Dokter"
"Heh , aku lupa kamu datang bersama Dokter" kembali Jordi melayangkan kata-kata sinis nya.
Sabar Delta ! sabar.. tarik nafas keluarkan.. tarik kembali kelu.....
"Kenapa ? apa kau sudah mau meledak ?" tukas Jordi menoleh ke arah Delta yang berusaha menenangkan dirinya , Jordi yang kala itu tersenyum polos menoleh ke arah Delta membuat Delta salah fokus , perasaan amarah dan kesalnya berubah kembali menjadi tenang dan damai.
"Manisnya " ucap Delta pelan tanpa sadar menatap Jordi sembari senyum-senyum sendiri.
Cup ...
Kecupan Manis terlontar dari bibir Jordi pada nya secepat kilat , hal itu membuat raut wajah Delta berubah seketika , matanya terbelalak tak percaya atas apa yang terjadi.
Jantung nya seolah berhenti berdetak pada saat itu juga , dengan tampak melongo Delta benar-benar tak percaya .
Namun ia sadar betul , meski seolah tersambar petir di siang bolong , ia yakin bahwa Jordi baru saja mencium nya saat itu.
__ADS_1
"*f**irst Kiss ku* "