Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Ketakutan elisa


__ADS_3

"Lepas...lepaskan aku !" teriak Nisa saat kedua pria bertubuh kekar itu mencoba membuka ikatannya.


"Hey tenang lah, ini juga kita akan lepaskan !" ujar pria satunya mencoba membelai rambut Nisa.


"Apa yang ingin kalian lakukan padanya?" teriak Elisa gusar dalam ikatannya.


"Diam lah kau gadis kecil, heh sayangnya bos tak mengizinkan kami untuk bermain denganmu kalau tidak....hahahaha ." kedua pria itu tampak tertawa senang.


"Santai lah Nisa, aku akan membawamu ke surga terindah!" ujar pria lagi yang di sapa zal.


"Cuihhh, aku tak Sudi kalian sentuh !" umpat Nisa geram.


 


plakkkkk...tamparan keras zal pada Nisa .


 


"Wanita tidak tau diri, seret dia !" teriak zal kesal, sementara pria satunya membuka ikatan Nisa dan membangunkannya.


"Kau lihat gadis kecil, jika wanita membangkang akan bernasib seperti dia ini !" tambah zal mencengkram wajah Nisa yang di hadapannya ke arah Elisa.


"leee. lepas !" rintih Nisa saat wajahnya terasa sangat sakit akibat cengkraman tangan pria kekar itu


 


krasssss......


 


Lengan baju Nisa di robek paksa oleh zal yang sangat tak sabar memangsanya, sementara Nisa berusaha berontak namun pria satunya kini tampak memegangnya kuat.


"Lepaskan dia !" teriak Elisa kesal dan takut menyaksikan kedua pria kurang ajar berbuat hal tersebut pada Nisa.


"Diam!!, Bukankah wanita seperti kalian suka begini ....cuiihhhh jangan sok suci !" ketus zal kesal melihat Elisa,


"Pegang dia, aku mulai duluan !" tambah zal lagi memberi kode keras pada temannya.


Kedua tangan Nisa di pegang erat, sementara mulutnya di bungkam dengan robekan bajunya tadi, tubuh Nisa sudah tampak sempurna, senyum licik di wajah zal tak kala ia mulai membuka rok pendek yang di pakai Nisa saat itu..


"Kumohon lepaskan dia...tolong..tolong !" teriak Elisa sedikit gemetar menyaksikan perbuatan kedua pria bejat itu.


Namun zal dan temannya tak ada yang perduli, toh sekeras apapun Elisa berteriak tak akan ada yang mendengarkan nya , Nisa tampak bergerak jijik saat tangan nakal Zal menjangkau surgawinya dengan sangat kesal dan marah Nisa mengeluarkan air matanya Kala kedua pria itu makin bernafsu.


"Bagaimana kalau kalian juga bermain denganku, heh tubuhku jauh lebih indah dari dia !" ujar Lisa pelan namun mantap menghilangkan rasa takutnya.


Mendengar hal itu Zal memberhentikan aksinya , dan menoleh pada Lisa.


"Aku bisa bermain dengan kalian, bukankah lebih enak kita bermain satu lawan satu !" jelas Elisa lagi memancing kedua pria itu.


"Apa aku tidak salah dengar !" jawab zal sedikit tergugah melihat tatapan Elisa.


"Bagaimana bisa kalian bermain dengan tubuh memar seperti itu, kemarilah bermain denganku ?" lembut Lisa berkata dengan bahasa centilnya.


"Tapi Zal, bos bilang kita tidak boleh ..."


"Heh, persetan dengan bos kalian, bukankah dia tidak ada di sini !" ketus Lisa mencela seorang pria yang berusaha mencegah zal.


"Kau urus dia !, Biar aku yang bikin gadis kecil ini tahu bagaimana akibatnya merayu Zal !"hahaha


pria kekar itu melepaskan Nisa yang saat itu tak berdaya kemudian pria satunya segera memegang Nisa kuat agar tak berontak.


"Bagus ,kemari lah !" tambah Lisa lagi mencoba merayu Zal yang tampak mudah masuk dalam buaiannya .


zal segera mendekat dan menjamah Elisa, kala itu Elisa tampak tenang saat tangan nakal Zal mulai membelai wajah kemudian turun ke lehernya . Oh Mom, dadaku bergetar hebat ,apa yang harus aku lakukan.

__ADS_1


"Heh, kenapa kau berkeringat begitu cepat !" ujar zal sedikit mendekatkan wajahnya pada telinga Elisa ,yang sedikit gemetar pada saat itu namun ia coba untuk menahannya.


"Apa kau akan bermain nakal dengan membiarkan tanganku terikat seperti ini !" ujar Lisa pelan sedikit meniup wajah zal yang sangat dekat padanya .


"Kau pikir aku bodoh, membiarkan mu lepas !" ujar zal sedikit memegang keras kepala Elisa, sehingga mereka bertatapan.


"Kau pikir apa yang bisa aku lakukan!" tantang Lisa sedikit memejamkan kedua matanya.


Pria di hadapannya sedikit terpana, dan berusaha membelai Elisa kemudian segera di lepaskannya ikatan tangan Lisa yang kemudia n Elisa segera memegang erat bahu pria itu dan mencium paksa zal, sontak zal kaget dan penuh hasrat saat itu, di bukanya kembali ikatan kaki Lisa saat itu ,Elisa sedikit tersenyum kemudian berdiri seraya merangkul pinggang pria di hadapannya .


"Apa tidak ada tempat lain yang untuk kita bermain ?" ujar Elisa di sela nafas panjangnya mengendus lembut leher pria itu, rasanya berkecamuk kesal serta jijik, namun zal malah merasakan getaran jiwa yang melunjak ke permukaan, dengan nafsu nya yang menggebu-gebu mencium aroma tubuh Lisa yang sangat harum.


"Bagaimana dengan Nisa ?" pria lainnya malah asyik menyaksikan zal dan Elisa.


"Terserah kau mau di apakan !" ujar zal merangkul erat Elisa, sementara Nisa berusaha bangkit dan melepaskan bungkaman mulutnya , dan menatap jelas Lisa, meski tangannya masih di pegang erat oleh pria itu.


"Apa kita akan melanjutkannya !" tangan Lisa menjangkau dada kekar zal namun tatapan matanya tertuju pada Nisa yang masih menatapnya , Nisa sedikit mengerti apa maksud Elisa, yang berusaha menolongnya dari perbuatan kedua pria bejat ini.


"Heh, apa kau juga tak ingin seperti dia, aku pasrah sekarang !" ketus Nisa menatap pria yang memegang tangannya.


"Sekali di sentuh ,wanita seperti kalian sudah tidak tahan kan !" sambung zal melirik Nisa.


Dua pasangan itu segera bersandar di dinding yang sedikit terpisah, Elisa dengan sabar menerima sentuhan pria itu berusaha mencari celah seraya menatap Nisa di ujung sana yang juga menatapnya.


 


Bukkkkkkk.....


 


aaaauuuukhhhhhh....Tendangan keras kaki Nisa menghantam pusaka pria di hadapannya dengan keras.


"Ada apa ?" zal kaget berusaha menoleh temannya...


 


 


Aaaduhhhh......elisapun tak segan segan mengikuti cara Nisa yang sudah mereka sepakati dari tatapan mata, tepat pada pusaka zal yang saat itu merasa kesakitan.


\( kata author\)



Busyettt.. Dadar telur.....horee..


"Lari Lisa !" teriak Nisa lebih dulu menjangkau puntu, Elisa segera berlari bersama Nisa keluar dari ruangan itu yang kebetulan pintunya tidak di kunci..


"Heyyy...jangan kabur kalian,. kurang ajar !", teriak zal dan temannya masih merasa kesakitan


sementara Elisa segera menggenggam tangan Nisa dan menariknya untuk lari sembarang, mereka tampak fokus berlari kedepan dengan sekuat tenaga, di susul oleh zal dan temannya yang sedikit lambat menahan sakit.


"Cepat Nisa, kita harus pergi dari sini !" keras Lisa berkata sedikit terengah engah, mereka menyusuri beberapa gedung di tengah Padang ilalang yang hampir mati, tempat itu sangat sepi tak berpenghuni.


"Lisa, aku capek !" keluh Nisa memberhentikan langkahnya di dekat pohon kering sedikit jauh dari tempat mereka di kurung


"Ayo Nisa, mereka akan menyusul kita nanti !" Elisa tampak menarik narik tangan Nisa kuat.


"Kenapa kau menolongku?" tanya Nisa masih tak mau jalan karena kaki dan tangannya sangat sakit akibat ikatan tali yang begitu kuat.


"Bukankah kita sama sama tidak suka, jadi ayo kita pergi dari sini ,tidak ada waktu lagi !" ajak Lisa segera menarik paksa Nisa yang kemudian terpaksa ikut berlari lagi.


jauh mereka berlari menyusuri tempat itu, hanya ada lapangan tandus dan kosong di sana, sejauh mata memandang tak adanya penduduk ataupun rumah di sana , sebenarnya kita ada dimana ? Elisa sedikit menatap ke langit yang di rasanya sangat menyilaukan akibat teriknya matahari di sana.


"Aku sudah tak sanggup Lisa !" ujar Nisa menjatuhkan tubuhnya di tanah gersang itu.

__ADS_1


"Nisa, bangunlah ! kita akan menemukan jalan dan kota di depan sana !" teriak Lisa pelan masih melihat sekeliling, takut takut mereka tersusul, namun agaknya kedua pria itu tak tampak batang hidungnya.


"Jalan, kota dimana Lisa? disini hanya ada lapangan tandus serta gedung tua yang tak terpakai, apa ada jalanan seperti itu " Nisa tampaknya sangat berputus asa dengan keadaan tubuhnya yang hampir sudah tak tertutup lagi.


"Kau menyerah, apa kau tak ingin bersaing denganku.." ujar Lisa berusaha membangunkan tubuh Nisa.


 


Tap.....tap.....Tap....


 


"Itu mereka bos!" teriak pria di ujung jalan tempat Elisa dan Nisa berada.


"Ayo Nisa, lari !" teriak Lisa lagi segera menarik Nisa berlari.


"Berhenti , kalian !" teriak pria lagi seraya mengejar Elisa dan Nisa.


Darma yang sudah di beritahu anak buahnya segera datang dan menyusul, kini Darma dan kedua anak buah nya segera mengejar kedua gadis itu.


"Elisa berhenti kau !" teriak darma terus berlari mengejar mereka .


"Ayo Nisa, cepat lari ayo !" semangat Lisa menarik Nisa kuat.


"Lisa, pergi lah, kaki ku sakit sekali" keluh Nisa memelankan langkahnya, sementara rombongan Darma hampir mendekat.


"Di sana ada jalan !" teriak Lisa menunjuk ke depan mereka di mana tampak jalan aspal lumayan lebar tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Ayo Nisa, !" Lisa sedikit berjongkok dan memapah Nisa yang sudah tak kuat.


 


Dooooorrrrr................


 


aaukkkkk......kaki Nisa tertembak dan tubuhnya terjatuh ke tanah....


"Nisaaaa.......!" Elisa panik dan kaget melihat kaki Nisa yang tertembak dan berusaha memegangnya.


"Hahaha.... kalian tidak akan bisa lari !" Akhirnya Darma dan kedua anak buahnya berhasil menyusul...


"Kemari kau ****** !"


aaauuukkkkk Elisa sedikit kesakitan akibat rambutnya yang di Jambak oleh zal.


"Lepaskan dia !" teriak Nisa masih keras berusaha menahan sakit di kakinya yang tertembak.


"Diam kau ! masih untung kakimu yang tertembak.." ketus seorang pria yang membangunkan paksa Nisa .


"Darma apa maumu sebenarnya ?" teriak Lisa dalam pegangan zal.


"Cuihhh. . mau ku ? kau bilang apa mauku ?"


 


Plakkkkkkkk......


 


Darma menampar kuat Elisa , sehingga mulutnya berdarah , sesaat kepalanya terasa pusing dan mata nya berkubang, namun Elisa berusaha sadar dan menata Darma jelas .


"Kau tahu Lisa ! amarah ku sebenarnya tidak seberapa, karena ada orang lain yang lebih membencimu !" ketus Darma berbisik pada Lisa yang sedikit melengos lemas .


Ditatapnya lagi Nisa yang berdiri tak berdaya dalam pegangan pria jahat , serta darah yang bercucuran di kaki Nisa sangat kental Elisa bergidik ngeri dan takut, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat dengan keringat panas dinginnya ...

__ADS_1


"Apa kau takut sayang ?" ketus Darma mencengkram wajah Lisa kuat......


Oh mom........


__ADS_2