Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Perusahaan


__ADS_3

"Ini laporan yang sudah ku salin tentang kontrak kerjasama kita " Delta tampak memberikan sebuah map berwarna Biru pada Jordi yang kini duduk di ruangan Edward menggantikan nya.


"Terimakasih" jawab Jordi singkat langsung memeriksa laporan yang di berikan Delta.


"Kenapa akhir-akhir ini sikap mu sangat berubah ?" tanya Delta berdiri dengan menyilang tangan di hadapan meja Jordi tersebut, Jordi yang sedikit melirik malas kemudian kembali fokus pada laporan nya tak menggubris pertanyaan Delta .


"Heh , sombong " ketus Delta kemudian segera bergegas keluar dari ruangan itu penuh kekesalan.


"Nanti siang kita ada meeting dengan perusahaan As Berlian " Tukas Jordi sedikit mengeraskan suaranya ketika Delta membanting pintu itu dengan keras.


"Dia pikir siapa dia ? mentang-mentang di tunjuk oleh pak direktur mengganti kan pak bos , dia seenaknya nya saja , awas kamu yah ? jika pak bos ku sadar dari koma nya , aku pastikan kamu menyesal !!!!" Dengan sangat kesal Delta tampak memasuki lip sambil menggerutu.


As Berlian


"Tuan , segala berkas sudah saya siapkan , mengenai perusahaan Manopo , seperti nya saat ini perusahaan Tuan Edward tengah di ambil oleh Jordi orang kepercayaan nya " Ujar Haris pada Dimas di ruangannya.


"Apa Juwi sudah datang ?" Balik tanya Dimas menanyakan perihal Adiknya .


"Nona Juwi masih belum datang , tadi saya sudah coba untuk menghubungi nya , tapi ponselnya seperti di matikan "


"Hemm , gadis itu rupanya masih berisi keras tentang Edward " Dimas tampak sedikit memijat kepala nya sangat lelah , ia mengetahui benar tentang perasaan Juwi pada Edward , terlebih ia mengetahui Edward kini tengah koma tampaknya Juwi sedikit ikut terpukul.


"Soal meeting kita ...


"Aku yang akan pergi ke sana , siap kan segalanya !" tambah Dimas lagi memerintahkan kan.


"Baik Tuan " Haris pun segera keluar dari ruangan bos nya itu untuk menyiapkan segala sesuatunya.


Sementara di perusahaan Edward Manopo telah hadir beberapa orang penting perusahaan untuk turut andil dalam metting nanti, Jordi yang sudah siap untuk meeting pertama nya memimpin perusahaan itu di bantu rekan-rekan lain dalam menyelesaikan pembahasan kerjasama Antara perusahaan nya dengan Ad Berlian tampak mantap duduk di kursi Direktur.


"Selamat siang semua " ujar Delta yang baru masuk ke ruangan itu dengan membawa banyak berkas desain.


Delta segera duduk mengambil posisi yang sedikit jauh dari Jordi , tampaknya nya ia masih sangat kesal terhadap pria itu.


"Apa kita mempunyai Gambar desain baru , aku pikir nanti mereka akan meminta contoh desain sebagai bahan rujukan " tanya Jordi pada seluruh staf yang ada di ruangan itu.


"Seperti nya , staf desain kita sudah kehabisan ide akhir-akhir ini , mungkin ada Beberapa desain yang hampir serupa ,bagaimana pak ?" jawab seorang pria dari bagian promosi.


"Delta , apa ada saran dari desain yang kau bawa ?" tanya Jordi kemudian mengarahkan tatapannya pada Delta.


"Ada beberapa" jawab Delta kemudian berdiri memberikan semua berkas desain yang ia punya dari staf bagian desain, Jordi yang segera membuka berkas desain itu tampak biasa saja melihatnya , bagaimana ini ? desain ini sama sekali tak ada yang menarik ? pikir nya dalam hati, karena sebelumnya ia juga berasal dari staf desain ia juga sama sekali tak kepikiran akan membuat desain baru akhir-akhir ini.


"Apa ada kabar dari As Berlian?" tukas Jordi sembarang bertanya.


"Mereka sedang dalam perjalanan pak!" jawab staf yang lain menimpali.


"Oke baik lah , sementara mereka belum datang , saya minta pada kalian untuk sedikit mencari inspirasi dan buat desain sekarang !" titah Jordi dalam kegelisahannya , ternyata tidak mudah menjadi seorang pemimpin yang instan, ia pun segera meminta beberapa kertas kosong dan alat tulis pada staf yang lain dan mencoba menggambarkan beberapa bentuk desain perhiasan .


Bagaimana mungkin mencipta kan sebuah desain dalam waktu singkat ? gerutu beberapa staf yang lain turut membuat desain mendadak , Delta yang juga tampak kebingungan akan hal tersebut sangat gelisah , seluruh ide yang ada di kepalanya sudah ia lukis Kam dalam beberapa desain yang ia serahkan pada Jordi tadi , tapi tampak nya itu tidak cukup bagus untuk di nilai.


"Maaf tuan , direktur dari perusahaan As Berlian sudah tiba " ucap seorang pengawal yang berdiri di depan pintu menyampaikan kedatangan Dimas dan sekretaris nya .


"Bukan kah , nona Juwi yang akan hadir " sedikit berbisik pelan Jordi berbicara sendiri " suruh mereka masuk !" jawab nya lagi kemudian ia segera berdiri di ikuti staf yang lain turut berdiri untuk menyambut kedatangan mitra kerja perusahaan mereka.


"Selamat datang Tuan Dimas " tukas Jordi menyodorkan tangan untuk menyambut kedatangan Dimas , dengan senang hati Dimas menyambutnya dengan baik , kemudian ia di persilahkan duduk.

__ADS_1


"Saya pikir nona Juwi yang akan hadir tadi , ternyata Anda " Jordi sedikit berbasa-basi untuk menghilangkan kegugupan nya, karena biasanya ia hanya berhadapan dengan Dimas sebagai sekretaris Edward , tapi kini malah menggantikannya.


"Dia sedang ada urusan lain , Bagaimana bisa kita mulai ?" jawab Dimas langsung tanpa basa-basi.


"Baik , ini adalah pertemuan ke dua perusahaan kita yang sebelumnya sudah di sepakati oleh nona Juwi , mengenai kesepakatan sebelumnya semua sudah di bahas di sini !" Jordi menyerahkan beberapa berkas pada Dimas dan Haris untuk kembali di baca.


"Haris , keluarkan Berliannya !" ujar Dimas melirik pada Haris yang saat itu juga langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya, dan di dalam kotak tersebut ada beberapa Batu berlian berwarna indah.



"Sangat indah " Tukas Delta pelan ketika memperhatikan beberapa batu Berlian tersebut.


"Berlian ini adalah beberapa berlian yang diminati di pasaran, Banyak beberapa dari kalangan tinggi yang menginginkan perhiasan yang di buat dari Berlian kami , Bagaimana menurut anda pak Jordi ?" Dimas tampak menggeser kotak berlian itu pada Jordi yang segera mengambil nya.


"Warna nya sangat bagus, ini adalah Berlian tipe langka bukan " Jordi tampak tabjuk dengan Beberapa Berlian yang berkilau di tangannya.


"Iyah ,Benar sekali , alangkah bagusnya jika Berlian-berlian ini di tempatkan pada sebuah perhiasan yang desain nya bagus pula , apa ada beberapa saran dari Anda ?" jawab Dimas kembali mengingatkan pada Jordi yang masih belum menemui desain yang bagus untuk di rekomendasikan.


Matanya melirik pada semua staf yang menunjukkan ke nihilan akan desain yang mereka buat secara mendadak tersebut.


"Sebenarnya ada beberapa berkas desain yang kami punya " Jordi tampak ragu untuk mengeluarkan berkas-berkas di sebelah mejanya tersebut .


"Maaf Tuan Dimas , ini berkasnya ada pada saya , apa boleh saya tunjukkan !" Delta tampak berdiri dengan mengangkat satu tangannya meminta izin.


Dia sungguhan kah ? " Bawa kemari ! , dia Delta , salah satu staf dari bagian desain " Jordi tampak memperkenalkan Delta pada Dimas .


"Oke , silahkan !" jawab Dimas sedikit tersenyum memberi kesempatan pada perusahaan itu untuk menunjukan kualitas perusahaan mereka.


Alih-alih membawa sebuah kertas hasil desain untuk di tunjukan pada Dimas dan yang lainnya saat berharap Delta memberikan desain yang baik untuk menyelamatkan perusahaan mereka dari kerjasama tersebut , Delta malah mengeluarkan ponselnya untuk di hubungkan pada sebuah laptop di depan meja Jordi.



"Tema perhiasan ini adalah Bulan purnama" jawab Delta melangkah pada dinding ruangan itu untuk memulai persentasi tentang desain yang ia tampilkan.


"Bukan kah itu bulan sabit ?" celetup Haris sedikit pelan di sebelah Dimas.


"Diam lah ! " jawab Dimas pada Haris " lanjutkan Nona Delta!" tambahnya lagi menyarankan Delta untuk melanjutkan persentasi nya.


"Bukan kah anda melihat di tengah ini di buat lingkaran sempurna dengan di lindungi oleh bulan di pinggir nya yang masih bercahaya " Delta agaknya menjawab ucapan Haris tadi dengan menatap ke arahnya tajam , hal itu membuat Haris sedikit tertunduk tak ingin meremehkan nya lagi.


"Berimajinasi sedikit " bisik Dimas sedikit mundur mendekati kursi Haris sambil tersenyum meledek sekretaris nya itu.


"Agar terkesan tidak bisa , desain ini di buat dengan pinggiran yang bermotif nantinya ,bisa dengan ukuran yang lebih mini agar terkesan tidak norak dan menonjol " tambah Delta lagi kini melirik pada Jordi yang terdiam memperhatikan gambar tersebut.


"Jadi, menurut anda warna Berlian yang mana yang cocok untuk di jadikan liontin bulan purnama itu nona Delta?" Dimas bertanya dengan lugas , ia sebenarnya sangat tertarik dengan desain itu , tapi ia tak ingin sembarangan hanya dengan kemampuan seorang penggambar.


soal warna yah ?? ya ampun bagaimana aku bisa kepikiran ? agaknya Delta sangat bingung menentukan warna yang cocok untuk perhiasan nya .


"Mengenai warna , seperti nya kita memiliki kecocokan warna masing-masing , namun mengenai warna Berlian yang cocok dan bagus itu andalah yang lebih memahami nya Tuan Dimas?" jawab Jordi menyambung pertanyaan Dimas tadi.


"Biru .. ya Biru .. sepertinya berlian biru sangat cocok untuk di letakan sebagai liontin bulan purnama " jawab Dimas terlihat yakin sambil tersenyum simpul menatap gambar desain tersebut.


"Baik lah , itu sudah di tetapkan ,apa ada setuju mengenai kesepakatan kedua kita kali ini ?"


"Setuju " jawab Dimas kemudian berdiri menjabat tangan Jordi menyatakan kesediaannya bergabung dalam perusahaan itu , Delta yang kini bisa menarik nafas lega karena terhindar dari pertanyaan yang menarikan itu kini bisa tersenyum bersyukur atas keberhasilan mereka.

__ADS_1


semua staf menyampaikan kata selamat di iringi dengan jabat tangan di antara yang lainnya " Maaf sebelumnya nona Delta , apa desain itu anda sendiri yang membuatnya ?" tiba-tiba perayaan itu terlontar dari mulut Dimas ketika Delta ingin berjabat tangan dengannya.


"Sebe..... sebenarnya.... " Delta sangat gugup ketika ingin menjawab pertanyaan kecil itu.


"jangan-jangan itu plagiat?" ketus Haris kembali berceletup.


"Delta , apa itu desain mu ?" tukas Jordi sangat ingin meyakinkan .


"Maaf...maaf Tuan , sebenarnya itu adalah hasil desain dari Elisa " jawab Delta tertunduk akan rasa takut dan bersalah nya , ia tak ingin mengacaukan kerjasama itu , lalu meminta tolong pada Elisa untuk membuat sebuah desain dan mengirimkan padanya.


"Sudah ku duga , Baik lah tidak masalah ! semoga kerjasama kita berjalan dengan sukses " jawab Dimas malah terlihat sumringah dan antusias menjabat tangan Delta dan kembali menjabat tangan Jordi , kemudian iapun segera pamit undur diri dari perusahaan itu.


"Bagaimana bisa kamu meminta tolong pada Elisa ?" tukas Jordi yang kini hanya berdua saja dengan delta masih di ruang meeting.


"Itu salahmu sendiri , yang memaksa kami menciptakan karya dalam hitungan menit , bagaimana kami bisa , beruntung Elisa bisa melakukan nya "


"Kamu dengar sendiri, tuan Dimas tak mempermasalahkan nya , kenapa kamu sewot , seharusnya berterima kasih" lajut Delta dengan nada sinis nya bermaksud ingin meninggalkan Jordi di sana .


"Terimakasih " jawab Jordi pelan menghentikan langkah Delta di depan pintu.


"Kamu berubah " tambah Delta lagi kemudian benar-benar segera keluar dari ruangan itu meninggal Jordi.


"*Bagaimana tuan bisa yakin itu bukan lah desain yang di buat Delta ?" tanya Haris di dalam mobil nya.


"heh , kamu tadi meremehkannya "ketus Dimas di belakang kemudi tengah sibuk memainkan ponsel.


"Maaf tuan "jawab Haris merasa bersalah.


"Tidak ada yang bisa meniru dari lukisan tangan nya " ujar Dimas pelan kemudian tersenyum melihat gambar pada ponselnya , ternyata ia telah menerima sebuah gambar perhiasan bulan purnama pada ponselnya*.


**WeChat pada ponsel Delta :


Delta : sayang tolong gambarkan sebuah desain perhiasan untukku ?


Elisa: Bukankah kamu staf desain yah ! kok nyuruh aku yang buat sih, ingat loh aku ini istri bos mu !!" 🤗🤗


Delta: kenapa kalian semua jadi sombong seperti itu ? aku tertindas 😭😭😭


Elisa: cup...cup...jangan nangis dong! memangnya selain aku apa ada yang sombong lagi ??


Delta: ada , Jordi . semenjak dia jadi direktur sementara , dia jadi angkuh dan sombong , aku membencinya.


Elisa:😂😂 Ohh


Delta: Begitu saja ?? hey kamu tidak kasihan padaku...


Beberapa menit tidak membalas????????


Delta : Elisa ......kamu kemana ? kenapa tidak membalas ?


Delta: Aku bisa habis oleh Jordi jika tidak ada hasil desain...


Delta: kasihani aku !!! 😭😭😭😭😭😭


Elisa : Berisik banget ! tadi suruh aku buat gambar desain , sudah ku kirim ! jangan ganggu lagi .

__ADS_1


Delta: Aku mencintaimu 😘😘😘😘**


__ADS_2