Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Pengorbanan Nisa, penyelamatan Elisa


__ADS_3

Pukul 15.30 , Di satu daerah luas namun sedikit terpencil, Di sana adalah lokasi dimana dulunya bekas perusahaan pabrik kertas, karna terbakar, pabrik itu sudah tak beroperasi lagi, sudah sekitar 6 tahun lamanya, dimana gedung gedung itu pekat menghitam di makan waktu, serta banyak rumput liar yang sudah mengelilingi area sekitar seperti hutan , Area itu begitu luas namun jauh dari keramaian kota, karena saat ini adalah musim gugur, dedaunan di sana tampak coklat nan kering ....


Masih terdengar kebisingan dalam suatu area, Elisa mulai tak sadarkan diri akibat ketakutannya.


"heh, Bukankah kau wanita licik ,bagaimana bisa kau selemah ini Elisa !" Darma tampak memegang kera batu Elisa yang sudah tak berdaya dalam cengkraman zal.


"Apa kau berusaha membohongi kami lagi, seperti kau berbohong pada anak buahku yang dungu ini hah?" gertak Darma dengan tatapan mata nya yang melotot melihat Elisa terdiam dalam tundukkan kepalanya.


"Lepas kan dia darma, !" ujar Nisa dalam ketidakberdayaannya yang berdiri terpaksa akibat di pegangi, Elisa sedikit melirik dengan perasaan kesal nya, namun juga tak bisa berbuat apa-apa, selain diam mendengar semua ucapan Darma.


"Hey...hey... kau sudah tertembak masih juga tidak bisa diam, Aku tidak mungkin melepaskan wanita berlian ini !" ketus Darma melirik Elisa dengan sedikit memainkan pistolnya ke arah Nisa yang saat itu menatapnya benci.


"Siapa yang menyuruhmu darma ?" ujar Lisa dalam nafas panjang nya.


Darma seketika mendekat pada Lisa, dan mengambil alih pegangan tangannya dari zal yang saat itu memberikan Elisa ke tangan Darma layaknya sebuah barang " kau benar ingin mengetahui siapa orang di balik ini !" ketus Darma pelan berbisik pada Lisa yang sudah berada dalam cengkraman ya.


"Katakan !" teriak Lisa.


"Kau berani berteriak...!"


"Aaaaukkkkhhh" jambakan tangan darma pada rambut Lisa membuatnya tidak tahan merasakan sakit,


"Dengar Lisa, kau tidak bisa memungkiri betapa banyak nya orang yang tidak menyukaimu itu !" tambah Darma lagi seraya menguatkan Jambakan nya pada Lisa yang sudah menahan sakit ..


aaaaahheggg....


auaaukkkhkk ..


"Lari Lisa....lari...!!!" teriak Nisa memberi perlawanan saat pria yang memegang tangannya ia gigit seketika tangannya, darma yang saat itu juga lengah kemudian...


 


bakkkkkkk...tendangan kuat Lisa lagi pada darma, yang kemudian berlari sekuat tenaga...


 


"Kejar dia, !! kenapa kau diam saja !" teriak darma kesakitan menyuruh zal mengejar Elisa, sementara Nisa juga ikut berlari dengan sedikit terbata akibat kakinya yang terluka...


"Berhenti kalian.....!!!"


 


Doorrrr.......dorrrrr.......


Deg. ...


 

__ADS_1


Kekuatan langkah Elisa seketika berhenti saat suara tembakan itu terdengar kuat di telinga...


Matanya menatap Tubuh lemasnya, Aku tidak tertembak ,Elisa memberanikan diri menoleh ke belakang dan mengingat Nisa...


Aaaaa......Gudubrakkk.....Tubuh gadis lemah itu terkapar ke tanah gersang disana, Darah segar keluar dari mulutnya saat kedua peluru pistol darma mengenai punggung belakangnya tepat menembus ke samping kiri paru-parunya....


Ni.......saaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....


Elisa berteriak seketika melihat Nisa jatuh tertembak dan kemudian berlari menuju tempat dimana Nisa berada .


"Niisaaa...Nisa...tidak...tidak....kau tertembak.." Tangannya berusaha menjangkau tubuh Nisa dan membangunkannya serta memangku tubuh Nisa ke atas pangkuannya...


"Ti...dak. Nisa... darahhh... daaaaraaahh!" Elisa meraba bagian dada Nisa yang berdarah, di rasanya darah itu begitu hangat..


"La....aaa.. ri, laaa riii Eli...Elisa.." suara terbata itu keluar dari mulut Nisa yang bercampur darah segar, mengalir begitu saja tanpa henti, Nisa menatap kosong kedua mata Elisa yang mulai berkaca-kaca..


"heh ...aaapaa kasau inginnnn menangis bodoh, "


"Nisa, kau harus bertahan, kita...kita akan lari bersama," Elisa berusaha menekan luka tembak Nisa agar tak mengalirkan darah .


"Per...gggi..." gertak Nisa menguatkan diri dalam batuk darahnya, entah perasaan apa yang di terimanya saat ini, hanya ada rasa sesak dak sakit yang sangat tak tertahankan..


"Tidaak ..aku tidak akan meninggalkanmu...!" gertak Lisa berusaha membangunkan Nisa.


"Daa...saar bodoh..uhug..uhug...kau tau Lisa, aku ..aku sangat membencimu, tapi kau tenang saja aku tidak akan menghantuimu"


"Nisa, ayo bangun ! kita lari Nisa, ayo !" air mata Elisa tertumpah begitu saja, mengenai wajah Nisa yang sudah berlumuran darah, dalam sesaknya Elisa berusaha bangkit namun kakinya tak sanggup berdiri lagi, darah itu tercium begitu amis dan menyengat membuat kepalanya sedikit pusing...


"Tiiiiiiiiiiiiiidaaaaaaaaakkkkkkkkk"


Nisa menghembuskan nafas terakhirnya di tengah terik matahari sore itu, Elisa merangkulnya erat setengah tidak percaya, bahwa Nisa telah mati dalam pelukannya....


Oh...mom..apa yang harus ku lakukan, Nisa..." nisaaa....." teriak Elisa pilu dalam keheningan sesaat itu.


"Haaahahaha. ...apa dia sudah mati !" ketus Darma datang mendekat sedikit menendang kaki Nisa yang sudah tak berdaya.


"Biadap....kau ..kau membunuh Nisa !" Tatapan mata Lisa benci teramat dalam melihat darma serta anak buah nya yang tertawa seolah tak bersalah..


"Kau ingin mati juga ha?" Darma menarik paksa tubuh Lisa dari duduknya ,sehingga tubuh Nisa terhempas dari pangkuannya..


"Cuuuiiiihhh, begitu lah bau amis darahmu jika mati di tanganku..!"


 


Brukkkkk....tubuh Elisa di hempaskan ya ke tanah datar itu, "aku akan merubah perintahnya, menikmatimu lalu membunuh mu !" ujar darma lagi cengengesan mendekati Elisa yang sudah berada di tanah, dengan sedikit tenaga Elisa berusaha merangkak bergeser dan menjauh, namun darma secera memegang kedua kaki Lisa begitu kuat, sementara zal dan temannya hanya melihat saja kelakuan bosnya sambil tertawa mencemooh Lisa .


 

__ADS_1


"Huuu...meski keadaanmu sudah tak kinclong lagi , tetap saja lekukkan tubuhmu itu sangat menggoda ku Lisa !" nafas darma sangat bernafsu saat Elisa berontak kasar ..


hahahaha....hahahaa...


"Biadap kau darma !" umpan Lisa saat darma menduduki kakinya serta menggenggam erat tangan Lisa yang berontak. ."Nikmati saja Lisa!" ketus Darma membuka resleting celananya, kemudian membuka paksa celana .....Lisa...


"Tiidak...lepaskan..!" teriak Lisa lagi saat darma mulai menjamah kasar tubuhnya...


..ssslebbbb...air liur menetes takkala tubuh Lisa mulai terbuka paksa...


Brommmm....brommmm...brommmmmmm


Empat buah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Darma, dengan debu jalanan yang di bawa ya seperti badai pasir...


"Bos...siapa mereka !" ujar zal kaget melihat ke arah mobil itu yang hampir mendekat, sementara Darma pun sontak kaget dan berusaha bangkit dari permainan yang kesal karna terganggu.


"Tangkap Mereka !" teriak seorang pria yang baru turun dari mobil, serta beberapa orang pula turun dari ketiga mobil lainnya, Darma yang begitu terkejut melihat sosok asing dimatanya langsung menarik paksa Lisa dan menodongkan paksa pistol di kepala Lisa.


"Kalian siapa? berani maju selangkah saja wanita ini akan mati !"Darma menatap tajam pria yang tak jauh berada di depannya, serta rombongan yang di bawanya adalah anak buahnya anggap darma.


"Bagaimana ini bos? mereka banyak sekali !" bisik zal pada darma sedikit gemetar


"Bodoh, bukankah badanmu kekar kenwoa Takut!" jelas darma mantap seraya menguatkan pegangan tangannya pada Elisa yang kala itu sudah sedikit pasrah serta tertunduk.


"Elisa, apa kau baik-baik saja ?" tanya pria yang baru datang itu, melihat ketidakberdayaan nya, seraya sedikit melirik tubuh seorang gadis yang terkapar berdarah tidak jauh dari sana. Miris melihat kejadian itu dimatanya.


"Apa dia salah satu pahlawanmu Lisa?" tanya Darma mencengkram kuat tangan Lisa yang kemudian barulah sadar dan menatap ke depan.


Dimas, ternyata Dimas, bibir Lisa sedikit bergetar tak sanggup melihat pria di hadapannya menatapnya cemas ,


"Lepaskan dia, !" gertak Dimas seketika.


"heh, Memangnya kau siapa berani perintahku !"teriak Darma kesal dengan pria asing itu.


"Banyak bicara !"


 


Dooorr......... tiga peluru yang datang secara tiba tiba mengenai kaki kedua anak buah Darma, serta tangan Darma juga tertembak dan sontak kaget mengentalkan pistolnya , Dimas dengan cepat meraih Elisa kala itu, di ikuti beberapa pengawal Dimas yang kemudian menangkap paksa Darma .


 


"Bawa dia, dan itrogasi apa motif mereka, serta bawa mayat gadis itu !" ujar Dimas tegas pada pengawalnya seraya memangku Elisa segera yang kala itu sudah kehabisan tenaga.


Dimas membawa Lisa dari tempat buruk itu, mendudukkannya di mobil dengan posisi berbaring, kepala Lisa berada di pangkuannya, Tubuh Lisa tampak bergetar hebat,serta lemas dan keringat dinginnya menusuk seluruh penjuru badan.


"Tenang lah Lisa, kau sudah berada di tempat aman !" ujar Dimas pelan menutup tubuh Lisa yang hampir terbuka dengan jasnya.

__ADS_1


Elisa tak ingin mengingat semua itu, entah ini mimpi atau bukan, sesak dan marah serta takutnya bercampur jadi satu, tubuhnya terasa menggigil dan berat di bagian kepala....


"Elisa....Elisa...sadar lah !!"


__ADS_2