Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
kembali ke kantor


__ADS_3

Elisa berhenti sesaat Menunggu Edward masuk lebih dulu ke dalam kantor, ia tidak ingin semua karyawan melihat mereka sangat dekat terutama Delta pikir Lisa dalam hati.


Dirasanya Edward telah jauh ,barulah ia berjalan masuk ke dalam kantor,


"Hey, apa yang kau lakukan ?"teriak Edward dari kejauhan menyadari Elisa tidak berada dekat di belakangnya.


Aduh, dia kenapa harus bicara sekeras itu sih, beberapa karyawan menoleh seketika .


"Maaf pak, aku hanya merasa keram tidak bisa cepat menyusul Bapak !" ujar Lisa berdalih agar karyawan yang lain tidak curiga .entah kenapa ia hanya merasa takut jadi bahan pembicaraan di kantor itu.


"Adnan, kau bilang padanya ! apa saja tugas sekretaris !, jangan sampai dia mengacaukan semuanya !" ketus Edward kesal melanjutkan langkah nya tanpa menoleh Lisa lagi.


Sabar Elisa, sabar, sebenarnya apa yang kau cari, uang pria itu kah ,heh untuk apa? kalau hidupmu sendiri tidak ada tujuan. Elisa mengelus dadanya sementara Adnan nampak menghampirinya.


"Bu Elisa, anda tau kan kalau sekretaris itu selalu bersama Bosnya, kemanapun anda ikut, lagi pula tidak mungkin anda tidak tahu apa saja tugas sekretaris!" Adnan nampak menjelaskan dengan nada aneh, membuat Lisa tahu kalau pria itu kurang menyukainya.


"Heh, kau tidak mungkin tidak tahu apa yang terjadi !" ketus Lisa berlalu meninggalkan pria itu sembari sedikit mengibaskan rambutnya yang terurai hingga mengenai wajah Andan yang kala itu tertegun " Sangat harum !" cetus Adnan mengusap mukanya sembari terus menatap langkah Elisa sepanjang jalan.


sedang Elisa tampak berjalan percaya diri menuju ruang departemen design yang tak jauh dari pintu utama masuk kantor.


"Delta !" teriak Lisa sedikit keras saat masuk di ruangan yang padat pegawai yang mulai sibuk dengan tugasnya.


"Hey, Lisa !" Delta tampak segera menghampiri Lisa dengan senyum gembiranya."akhirnya kau masuk juga!" tambah Delta merangkul erat Elisa sangat senang bisa berjumpa lagi.


"A aku tidak bisa bernafas!" cetus Lisa menerima pelukan erat Delta tanpa memungkiri dia juga gembira.


"Maaf ,maaf ..Oh yah , nanti kita cerita lagi yah !, aku masih ada kerjaan nih ! keluh Delta sedikit lesu melihat tumpukan berkas di atas mejanya.


"Iya, gak apa kok, aku cuma mau menyapa temanku ini saja" Elisa menyentuh hidup pesek gadis imut di hadapannya.


"Ihh Lisa, " Delta tampak memegang hidungnya


"Ya sudah bekerja lah dengan baik, aku juga mau naik ke atas !"tambah Lisa tersenyum.


"asiaaap Buk !" Delta tampak memberi hormat dengan tangannya .


"Dasar !" cetus Lisa tersenyum meninggalkan ruangan itu, ia pergi menuju lip ke lantai atas.


Tok.....tok...tok...tok..Elisa mengetuk pintu ruangan."Masuklah !" suara berat Edward terdengar dari dalam, Elisa pun segera masuk .


"Pagi pak !" sapa Lisa berusaha profesional menyapa Bosnya yang tengah duduk serius menatap layar komputernya.

__ADS_1


"Elisa coba kau lihat ini!" dengan serius Edward mencoba memperlihatkan layar komputernya.



"Ini gambarku" kata Lisa lebih dekat melihat ke layar komputer tepat di sebelah Edward.


"Iya, respon klain sangat puas melihat gambar mu ! bulan lalu kami baru mencetus kan desain baru namun ada sebuah perusahaan yang membajaknya, karena di duga ada pihak dalam yang tidak senang dan membocorkannya"


"Lalu apa hubungannya dengan gambarku?


"Aku ingin membalas orang yang telah merusak karyaku ,dengan gambarmu ini aku bisa memanfaatkannya !" Edward tampak serius dalam hal itu, Elisa menatapnya tak bergeming.


"Elisa ?" ujar Edward melihat Elisa melamun.


"Iya, maaf pak "Lisa kembali fokus pada gambarnya.


"Kau bisa membuat tiruan lain yang hampir mirip dengan jenis ini !" tanya Edward serius menatap gadis di sampingnya.


"Bisa, aku banyak membuat jenis lainnya yang hampir serupa ?" tambah Lisa balas menatap Edward.


"Bagus, ! nanti kita akan rapatkan detail perhiasanmu ini di depan staf design. lalu besok kita akan umum kan kepada seluruh klain dan bagian pemasaran , aku ingin lihat bagaimana mereka membajak karyaku ?" Nada bicara Edward terdengar tertekan membuat Elisa sedikit tahu bahwa pria itu mempunyai dendam dan amarah namun berusaha ia tutupi, meski Elisa belum yakin maksud menggunakan gambar karyanya untuk apa.


"Apa?" singkat Edward tanpa menolehnya.


"Apa anda sedang kesal Pak ?" entah apa yang ada di pikiran Elisa sehingga dia bertanya seperti itu membuat Edward sedikit tersenyum melihatnya .


"Kau Mulai merasakannya kah ?" tanya Edward seraya memegang panggul Lisa dan menariknya dekat.


Hah, aku sudah salah bicara, pikir Lisa melihat perubahan drastis Edward yang kini tengah mengendus tubuhnya, lalu menggapai tangan Lisa dan mengangkatnya ke atas kepala Edward kemudian menggoyangkannya perlahan di atas kepala.


Harus mengusap kepalanya kah? batin Lisa geli melihat tingkah Edward yang memeluknya ,kepala Edward berada tepat di dadanya membuat Elisa kurang nyaman menerima sentuhan hangat dari nafas pria itu,namun ia tak berusaha menolaknya,sedang Edward tampak memejamkan mata merasakan kenyamanan berada dalam sentuhan daging empuk yang sangat wangi itu .


Tok tok tok....tok....tok...tok...


"Edward apa kau ada di dalam ?" suara wanita sedikit keras terdengar dari luar, sontak Elisa kaget dan berusaha melepaskan pelukan Edward yang masih sangat nyaman.


brakkk.... pintu di dorong kuat dari luar.


"Belinda " Elisa sedikit menjauhi meja Edward .


"Ternyata ada dia ?" ketus Belinda pelan menahan emosinya yang jelas tampak dari matanya ketika menatap Elisa penuh kebencian, Elisa pun berusaha tegas membalas tatapannya, Aku merasa tertangkap basah pikir Lisa aneh dalam hatinya.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan?" tanya Edward pelan sembari bangkit dari kursinya.


"Sayang, tidakkah kau bisa menyambut hangat istrimu ini !" Belinda mendekati Edward dan berusaha memegang tangan Edward namun dengan cepat Edward memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.


"Hemp, Baiklah aku mengerti ," keluh Belinda kesal melihat sikap Edward terlebih di depan wanita ****** itu ,pikir nya sangat geram melirik Elisa ." Aku hanya ingin menyampaikan pesan Ayah ,bahwa nanti malam dia ingin kita makan malam bersama keluarga !" tambah Belinda memaksakan tersenyum manis pada Edward.


"Aku sibuk, bilang padanya lain kali saja !" ketus Edward duduk kembali pada kursinya.


"Terserah padamu saja ,oh yah ,Ibumu juga akan makan malam bersama kami, apa kau tetap tidak ingin datang !" tambah Belinda lagi seraya melangkah ke arah meja Elisa sedang Elisa memperhatikan setiap langkah Belinda.


"Aku akan datang !" tambah Edward mengubah keputusannya setelah mendengar pasal ibunya, Elisa menatap Edward serius sementara Edward menatap jauh keluar jendela, agaknya Lisa mengerti keadaannya saat itu.


"Bagus lah kalau begitu, keluarga kita memang harmonis Bukan, sebelum adanya pengganggu !" ketus Belinda pelan melirik dekat Elisa .


Elisa paham maksud Belinda ."Kalau begitu saya permisi keluar dulu Pak ,Bu !" menundukkan kepalanya ,Elisa segera berlalu dari suasana panas itu.


"Oke,aku tunggu kedatanganmu suamiku !" Belinda turut berlalu cepat keluar pintu menyusul Elisa yang berjalan pelan, sementara Edward masih tak peduli dalam lamunannya .


Lorong kantor


"Elisa Berhenti!" Belinda berteriak pada Lisa di ujung lorong, Elisa memberhentikan langkahnya dan menoleh pada Belinda yang kini datang semakin dekat dengan sentum liciknya.


"Ada apa Bu?" tanya Lisa berusaha tenang.


"Basa basi, kau pikir aku tidak tau dirimu siapa ?" ketus Belinda menyilangkan kedua tangannya sembari meninggikan alisnya.


"Aku tahu benar hubunganmu dengan Edward, hmp, bisa dia lebih memilihmu sebagai simpanannya, bukankah kau hanya seorang Pel******r ."kata Belinda tegas menyindir Lisa terang terangan.


"Kau benar , Lalu kenapa kau merasa terancam !" tambah Lisa berusaha tegar menghadapi situasi itu.


"Lancang !" plaa ...Belinda berusaha menampar Elisa namun sigap Elisa menangkisnya dan menepis kasar tangan Belinda.


"Kau tidak bisa mengotori wajahku dengan tangan busuk mu itu !" pelan Lisa berkata seraya berbalik meninggalkan Belinda.


"Wanita brengsek, kotor, kurang ajar kau !" teriak Belinda keras namun tak menggoyahkan perjalanan Lisa yang semakin di mantapkannya " Awas kau Lisa ! kau akan membayar semua ini " Belinda menatap tajam kepergian Lisa di kejauhan sembari mengepal erat tangannya.



Bersambung...


Terima kasih pembaca setiaku, sabar menunggu kelanjutannya yah , Neks "Ada ketakutan Elisa" sabar menunggu up nya, jangan lupa tinggalkan jejak oke oke !!!!!

__ADS_1


__ADS_2