
Matahari yang terik pada siang yang menjelang sore ,Di sapu angin yang sedikit deras menerpa , hingga kicauan burung terdengar menghilangkan suasana yang sunyi.
Di sana Elisa terbaring tak beraturan di dalam mobil yang terbalik , Mobil itu menabrak sebuah kayu besar di tepi jalan yang curam ,sedikit naas namun sangat lah beruntung jalanan masih lebar dari tepi jurang , di bagian depan mobil penyok dan mengeluarkan asap berbau bensin yang menyengat .Kepala Elisa sedikit mengeluarkan darah di bagian kening nya ,akibat terbentur hebat ,serta kaki kanannya yang sedikit terjepit di bawah jok depan ,ia tak sadarkan diri ,sementara keadaan supir tadi tak bisa di bayangkan.
Mungkin dia sudah tewas (syukuri) Husstt!, Mobil itu rusak parah , jalanan sangat sepi bak di kuburan ,maklum saja jalanan itu memang tak lagi di pakai atau di operasikan ,karena terlalu curam serta likunya yang tajam , jalanan aspalnya nya saja terlihat hijau berlumut ,terlebih jika hujan jalan itu sangatlah licin.
_
_
_
flashback 1 jam lalu
"Sialan , Menyingkir lah ****** !" umpat supir itu Mendorong Lisa kedua kalinya ke bangku belakang ,hingga Lisa terduduk keras dan merasakan sakit di bagian dadanya yang menerima Tulakan keras dari pria di depannya , ,,
aaaaaaaaaaa.........braaaakkkkkk......Kemudi supir yang oleng akibat tak fokus pada jalanan di depan membuat mobilnya menabrak pohon besar di tikungan depan ,mobil yang di tumpangi Elisa mengalami kecelakaan hingga jungkir balik karena tak kuasa bertabrakan dengan pohon tua besar di depannya..
Elisa yang terpental dan jungkir balik di bangku belakang tak bisa lagi menghadapi situasi ,dengan berbagai benturan yang keras dan sakit ,ia tak sadarkan diri.
10 Menit
\( Elisa...hey bangun nak ! bangun !! ayo bangun !\) Elisa ,kamu jahat , kenapa kamu gak jujur ,kita kan sahabat .."aku Mencintaimu Elisa "\)
Banyak terdengar suara-suara yang memilukan dalam ilusi mimpinya, Elisa terjaga dari mimpi itu .
"Aaaa.... aaaukkhhhhhh" terasa ngilu dan sakit Elisa tampak sadar dan sedikit bergerak , kepalanya yang di rasa sangat berat ,Elisa membuka matanya perlahan ,pemandangan yang aneh dan menakutkan pikirnya ,dunia terlihat terbalik akibat posisi kepalanya yang berada di bawah ( bisa di bayangkan) ia bergerak sedikit perlahan .
"aaahhk, kakiku " ucapnya merintih merasakan sakit yang teramat hebat di bagian kaki , di gerakkannya lagi tubuh itu dengan paksa sehingga ia bisa dalam posisi yang benar, jendela kaca mobil yang sudah pecah membuatkan cela untuk Elisa mencoba keluar , sebelum itu dia mulai menerawang keadaan, di lihatnya kebagian depan yang kini posisinya di belakang tubuhnya ,"apa dia tewas ?" ucap Lisa pelan melihat keadaan pria yang menyetir mobilnya dalam keadaan tidak bisa di sebutkan ?.hh
__ADS_1
Elisa kembali tertuju pada kaca mobil tepat di depan wajahnya , "aku masih hidup " ucapnya lagi bersekukuh pada diri ingin bergerak keluar namun tubuhnya sangat lemah dan sakit.
"Edward dimana kau? aku sekarang membutuhkan mu ?" air matanya mengalir saat teringat akan sosok pria yang kini mulai ia sukai dan rindukan. " aku kini mengerti maksud dari ucapan mu ,jadi lah seperti biasanya, he ,aku ini wanita yang kuat , aku akan menjadi diriku , ku mohon datang lah !" semua ocehan itu Elisa lakukan untuk menghibur dirinya saat tubuhnya yang ia paksa gerakan tak bisa , kini tangan Lisa mencoba menjangkau keluar jendela sedikit meraih batu jalanan cukup besar di sana.
ia bermaksud ingin mencoba membuka pintu yang terkunci itu agar bisa memudahkannya keluar dari sana ,kakinya yang terluka ia tekuk untuk mengambil ancang-ancang ketika ingin menghantamkan batu di tangannya pada pintu mobil.
Beberapa kali batu itu di hantamannya dengan tenaga yang semakin melemah ,Elisa tak bisa membuka pintunya.
sementara mesin mobil semakin berasap dan bensin mulai bocor dan bercucuran , bau menyengat mulai Elisa rasakan " apa mobil ini akan meledak !heh, seperti di film-film saja " sedikit tersenyum dengan keputusasaannya Elisa menyandarkan kepalanya pasrah.
"Hey, kenapa kau diam saja ?" umpat Lisa pada pria yang terbaring tak berdaya , Elisa sangat pasrah dengan keadaan itu , terlebih kini ia mulai merasakan haus ,dan kepalanya makin terasa sakit , sedikit ia menarik nafasnya panjang dengan lelahnya yang terasa sangat hebat .
_
_
_
ckittttzzzz.......suara mobil yang mengerem Tiba-tiba datang dari arah timur, Elisa sedikit melengos dan melirik kemana arah suara itu , di pikirnya ingin mengucap kata tolong namun lidahnya terasa beku dan bergetar, entah karena perasaan senang ada seseorang yang datang ataupun ia mulai kehilangan kesadaran.
"Elisa................." teriakan suara itu samar-samar namun tak asing .
"Elisa... bertahan lah ! Elisa , kau harus bertahan !!"
"Edward " ucap Lisa dalam kesadaran nya yang hilang , Edward yang yakin mencari Elisa berusaha akan menemukan nya , bahkan ia terus mencari seluruh penjuru jalanan di sekitar gedung tua itu ,karena jalanan di sana bercabang ,di pikirnya pasti Elisa di bawa melewati jalan lain pikirnya,akhirnya bisa menemukan Elisa , meski dalam keadaan yang tak di inginkan.
Dengan kuat menarik keras pintu bahkan dengan tendangannya kakinya akhirnya pintu itu terbuka ,segera Edward meraih tubuh Lisa dan mengangkatnya keluar.
Boo ooommmmm......
duuuuuuuarrddddd......
Edward sedikit berlari dan tersungkur ke jalanan lain dengan Elisa yang masih di pangkuannya , Mobil itu meledak hebat ,beruntung Edward segera mengeluarkan Elisa dari dalam mobil.
__ADS_1
"Kau selamat Lisa " ucap Edward penuh haru menatap wanitanya yang terbaring lemah dalam pangkuannya ,iapun segera bangkit dan membawa Elisa kedalam mobil.
Dengan segera Edward melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat itu, menuju rumah sakit di kota X.
2 jam setelahnya.
Edward yang mondar-mandir di ruang tunggu tepat di depan UGD ,merasa resah karena Elisa belum juga di bawa keluar dari ruangan itu , kepala Elisa yang mengalami pendarahan memaksanya harus masuk UGD.
cklek..
Pintu UGD terbuka ,Elisa yang terbaring di atas ranjang rumah sakit di dorong oleh kedua perawat serta seorang dokter yang tak asing ,Jordan sahabat Edward.
"Bagaimana keadaannya ?" tanya Edward sedikit berlari mendekati Elisa.
"Dia baik-baik saja ,kau jangan khawatir kawan , kami akan memindahkannya keruangan !" ucap Jordan menepuk bahu Edward ,kemudian mereka memindahkan Elisa ke sebuah ruangan , Edward yang mengikuti di belakang dengan wajah pucat nya sangat khawatir.
"Hey , tenanglah ,dia baik-baik saja , pendarahannya sudah berhenti !" tambah Jordan sedikit menggoda temannya itu ,tak pernah di lihat nya Edward mengalami hal sulit seperti itu .
"Dia akan segera sadarkan ?" tanya Edward mendekati Elisa , dengan banyak perban di keningnya ,wajah Lisa tampak pucat ,bahkan bibir merahnya uiang kecil itu membiru seperti beku.
"Cek vital nya ! ,nanti bawa hasil ronsen ke ruangan ku !" ucap Jordan pada kedua perawatnya yang mengangguk segera memeriksa Elisa , memastikan dia baik-baik saja.
"Edward aku tinggal dulu , nanti kau bisa keruangan ku ,jika ada sesuatu !" tambah Jordan mendekati Edward yang kini duduk tepat di samping Elisa.
"terimakasih " ucap Edward sedikit menoleh pada Jordan yang memasang wajah simpati.
"Elisa ,aku berjanji padamu ,tak akan mengulangi kelalaian ku lagi , aku akan melindungi mu Lisa !" lirih Edward berkata seraya mengecup lembut tangan Lisa yang berada di genggamannya.
Perasaan hati Edward yang tak tertahankan ,kini mengetahui benar bahwa ia tidak bisa kehilangan Elisa ,dia paham dia benar-benar telah mencintai Elisa.
"Aku mencintaimu Elisa "
kini kecupan lembut itu Edward berikan pada kening dan pipi wanita yang terbaring di hadapannya ,Edward berharap penuh Elisa segera bangun ,agar ia bisa mengatakan dan mencurahkan segala perasaannya secara langsung.
__ADS_1
Bersambung ...