Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Lamaran _( Tak terduga )


__ADS_3

 


Kesan yang pertama adalah hal baru yang pernah terjadi dalam cerita hidup kita...


kesan kedua adalah hal baru untuk di ceritakan pada seseorang terdekat di cerita hidup kita...


kesan ketiga adalah hal yang mulai kita ingat dan sering di alami dalam cerita hidup kita....


sedang sekarang adalah hal yang sering di terima namun baru pertama kali di rasa dalam hidup kita ...kesan apa itu ???


 


_


_


_


_


_


Elisa yang masih diam dalam takjubnya menatap cincin yang di keluarkan Edward dari kotaknya.


Dengan tersenyum dan canggung Edward memakaikan cincin itu di jemari cantik Lisa tanpa bersuara , Elisa yang diam saja seolah menerima dengan lapang dada, sementara cincin satu lagi Edward pasangkan sendiri di jarinya.



" Bagaimana ,apa kita sudah cocok ?" perkataan itu terucap dari bibir pria tampan di hadapannya seraya menggabungkan kedua tangan mereka.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lisa pelan ingin melepaskan tangannya dari genggaman Edward.


" Elisa aku ingin bertanya sesuatu padamu ?" tambah Edward masih memegang tangan wanitanya.


" Apa ?" singkat Lisa mulai merasa canggung dan malu, di rasanya sangat nyaman di perlakukan seperti itu ,tapi tetap saja ia merasa belum terbiasa.


Di lihatnya Edward yang masih menatapnya aneh dan tampak ragu , hal itu membuat Lisa deg deg an sekaligus penasaran ,sebenarnya apa yang ingin di tanyai pria aneh ini ?


"hey ,kau mau tanya apa?" kata Lisa sedikit kesal karena Edward diam saja.


"kaki ku keram ,bagaimana jika kita duduk sebentar !"


"apa?" heh jadi berpikir selama itu hanya ingin bilang keram , lalu sedari tadi yang aku rasa apa jika bukan keram ...dasar .


"Kemari lah , kita duduk di sini !" ajak Edward mengarah pada kursi tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Merekapun duduk di kursi itu dengan leluasa , Edward sedikit bersandar seolah tengah melepas seluruh kelelahannya ,sedang Lisa masih penasaran dengan hal apa yang ingin di sampaikan Edward tadi.


"hey , kau tadi mau tanya apa ?" ucap Lisa menoleh pada Edward yang masih tampak santai.

__ADS_1


"Ah tidak jadi , sepertinya momen nya tidak pas lagi ?" sedikit tersenyum tampaknya Edward tengah menggoda Lisa.


"Hem , terserah kau saja !" jawab Lisa sedikit kesal mengetahui Edward yang tengah bercanda, sedikit di palingkannya wajah imut cemberut itu saat Edward sedikit tertawa melihatnya .


Tap....tap....tap..... "Maaf tuan , ini ada telpon untuk tuan !" ucap seorang pria yang tiba-tiba datang menghampiri mereka, salah seorang pengawal memberikan ponsel pada Edward.


"Telpon dari siapa ? kenapa tidak menelpon langsung?" tanya Edward sedikit sinis mengambil ponsel itu.


sementara telpon tersambung ,Edward tak segera berucap.


"Aku ingin bertemu denganmu !" ucap seorang wanita yang terdengar tak asing di telinga Edward, Belinda.


"apa lagi yang kau inginkan ?" tanya Edward seketika raut wajahnya berubah masam.


Elisa yang penasaran Edward menerima telpon dari siapa ,sedikit gusar dalam duduknya.


"aku tunggu kamu di kantorku !" ucap Belinda di sebrang sana ,kemudian telponnya di putus.


"Antar Nona Lisa kembali ke vila , perketat penjagaan !" ucap Edward tegas pada pengawalnya.


"Siap !" jawab pengawal mantap.


"Kenapa kembali , hey ,aku belum mau pulang , kau juga memangnya mau kemana?"


"Yang telpon tadi siapa?" tanya Lisa sedikit ragu dan penasaran.


"Hanya urusan kantor , sebaiknya kau segera kembali ke vila , nanti aku segera pulang !" ucap Edward seolah membujuk seraya memegang kedua bahu Lisa dan menatapnya dalam.


"Tunggu lah di mobil !" singkat Edward pada pengawalnya ,yang segera berlalu mengetahui perintah tuannya.


"Kau ingin aku mengusir pengawalku bukan ?" kata Edward seraya merangkul Lisa manja dari belakang ,sedikit terkejut Elisa saat itu.


"Heh, itu tidak lucu , pergi lah ! aku bisa pulang sendiri !" ucap Lisa tampak kesal dengan tingkah Edward yang kembali menggodanya.


"Belinda yang menelpon tadi !"


"Apa ?" sontak Lisa membalik tubuhnya ke hadapan Edward saat mendengar nama itu.


"Di ii a, dia bilang apa ?" tanya Lisa dengan raut wajahnya yang berubah malu.


Edward tampak senang melihat reaksi Elisa yang seperti itu .


"Aku akan mengurus persoalan ku dengannya, maka dari itu kau harus pulang agar aku merasa tenang ,kau mengerti !!" dengan lembut pria itu berkata manis pada Elisa yang semakin tersipu, agaknya Elisa sedikit terhipnotis kembali pada kelembutan pria di hadapannya.


Sedikit mengangguk Elisa saat itu juga kecupan mesra Edward mendarat di keningnya.


"Aku antar kau ke mobil !" tambah Edward lagi seraya menggandeng tangan Lisa dan mengajaknya pergi dari situ.


Setelah melepas kepergian Lisa ,Edward pun segera menuju mobilnya bergegas ingin menemui Belinda dengan tatapan sinisnya yang ia tujukan pada jalanan di depan.

__ADS_1


Sementara Elisa duduk tak tenang sedikit bersandar di bangku belakang, supir dan pengawal yang berada di depan sedikit melirik kegelisahan Elisa di balik kemudi.


Oh mom, benarkah jalan yang ku ambil ini ? batin Lisa khawatir atas pilihannya ,di lihatnya jari manis yang ada cincin indah itu ,sedikit mengelus Lisa masih tidak tenang, sekarang pikirannya tertuju pada maksud Belinda ingin bertemu Edward ,ah ini salahku , aku hadir di tengah tengah mereka , ! entah kenapa perasaan bersalah muncul di benaknya saat itu.


"Nona, saya harus berhenti sebentar ,ingin membeli sesuatu !" ujar pengawal yang berada di depan ,pria kekar itu keluar mobil saat mobil berhenti tepat di depan sebuah toko besar di kota x.


"Dia mau beli apa ?" tanya Lisa pada supir yang merupakan salah seorang pengawal juga.


Brooommmmm.......


Tiba-tiba Mobil di tancap gas dan melaju kencang oleh supir, Elisa sedikit kaget dan menoleh ke belakang ,melihat pengawal yang keluar tadi berteriak dan mengejar.


"Hey ,kenapa kita pergi , kau meninggalkan dia !" teriak Lisa sedikit panik masih menoleh kebelakang , mobil nya makin jauh dan pengawal tadi tak terlihat lagi.


"Hentikan mobil nya !' teriak Lisa kini menghadap pada supir di depannya.


"Hey, ku bilang berhenti !" teriak Lisa lagi karena tak mendapat jawaban ,sementara si supir melaju semakin cepat membuat Lisa sedikit berpegangan.


"Apa maksudmu , kau mau bawa aku kemana ?" tanya Lisa lagi kini seraya mengotak Atik tas nya mencari telpon, di pikir nya ingin menghubungi Edward ,


Ckittttzzzz...... sedikit supir Membanting stir ke arah kanan dengan cepat ,saat di ketahui Elisa telah menegang ponselnya , ponsel itu kini terjatuh ke arah bawah bangku .


Hal itu meyakinkan Elisa bahwa supir itu bermaksud tidak baik, " Siapa yang menyuruhmu , bisakah kau bicara !" kembali Lisa berkata lantang sambil berpegangan keras pada bangku mobil , namun supir itu nampaknya tak perduli, ia masih saja terus menerobos jalanan kota x itu , sedikit Elisa menoleh keluar jendela uang tertutup , di lihatnya jala am semakin sepi keluar dari kota x, dia belum pernah melihat jalan itu sebelumnya.


Apa yang harus aku lakukan? siapa yang menyuruhnya ? Elisa mencoba menghadapi situasi , aku tidak boleh lengah kali ini .ujarnya memantapkan hati.


Supir sedikit melirik Lisa dari kaca spion ,di pikirnya aneh kali ini Elisa bersikap tenang , Elisa mengetahui hal itu ,sayangnya para pengawal Edward memakai pakaian yang sama serta kaca mata hitam yang serupa ,sehingga membuat mereka terlihat sama.


"Pengecut !" ucap Lisa membuyarkan kendali supir ketika Elisa mencoba merebut stir dari arah belakangnya.


"Hey , apa yang ingin kau lakukan ?" teriak supir itu membuka suara , saat Elisa benar-benar memegang kuat dari belakang, hal itu membuat kemudi oleng , dan arah mobil semakin tak beraturan.


"Lepaskan , kau ingin mati yah ?' teriak pria itu lagi mencoba menyingkirkan tangan Lisa dari stirnya.


"Hhe, kau takut mati kah , lalu kenapa kau lakukan ini !" sinis Lisa masih mencoba menggangu stirnya,


Mobil itu oleh ,ke kiri dan kanan , beruntung jalanan itu sepi ,dan sedikit lebar , tak ada sedikitpun rasa takut di hati Elisa kala itu.


"Menyingkir lah !" teriak pria itu mendorong tubuh Lisa ke belakang dengan kuat..


_


_


_


_


_

__ADS_1


Brakkkkkkkkkkkkk......


......


__ADS_2