Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Lagi_ll


__ADS_3

"Elisa ,kamu jangan melamun gitu dong !" Delta tampak menyenggol bahu Elisa yang duduk di sebelahnya di dalam mobil menuju vila Edward.


"Aku gak melamun kok " jawab Lisa menoleh pada sahabatnya itu.


"Ah , gak melamun tapi diam gitu , udah dong jangan dipikirin terus ,lagian pak direktur juga dalam keadaan baik sementara pak bos dia juga udah fit kelihatannya" Delta seakan meyakinkan agar Elisa tak khawatir .


"Ya , kamu benar hanya saja aku takut semua hal yang terjadi saat ini itu pasti karena adanya kehadiran ku Del" tambah Lisa lagi .


"Elisa , semua kejadian buruk bisa saja menimpah siapapun , bukan berarti itu karena kamu , hanya saja itu adalah termasuk suatu ujian di dalam hidup kita , gak mungkin kan Lika liku hidup kita berjalan mulus-mulus aja ,pasti ada cobaan nya " Delta meraih tangan Elisa dan menggenggam nya erat.


"Terimakasih Delta , kamu sudah mau menerima aku menjadi teman mu " Elisa menyandarkan kepalanya pada bahu wanita yang di anggap nya sudah seperti saudara .


Dengan lembut pula Delta mengizinkan Elisa untuk menyandar di bahunya itu , rasa kasih di hati Delta sama seperti yang di rasakan Elisa terhadap dirinya.


Setibanya di vila , Elisa di sambut Rena dan Dewi yang sudah menunggu di depan pintu.


"Selamat datang non , silahkan masuk non !!"ucap mereka bersama penuh haru mengingat semua yang terjadi hari ini.


"iya Bi , kalian belum istirahat ?" tanya Lisa malah khawatir karena mereka jelas tampak menuggu kehadirannya dengan wajah khawatir.


"Belum non , oh yah kamar non Lisa sudah bibi siapkan , sebaiknya non Lisa istirahat yah !" jawab Rena meraih kursi rodanya Elisa.


"Delta, kamu jangan pulang yah tinggal lah bersama ku malam ini !" ujar Elisa menoleh pada delta.


"iya , aku akan bermalam disini " jawab Delta tak menolak ajakan Elisa. mengingat hari sudah larut dan tidak mungkin ia meninggalkan Elisa dalam keadaan seperti itu.


"Bibi akan siapkan kamar tamunya untuk non Delta segera " sambung Dewi menimpali.


"Tidak perlu bi, biar Delta tidur bersama ku saja !" jawab Elisa


"tidak apa Elisa , aku tidur di kamar tamu saja ,nanti pak bos pulang lagi hhe"


"Delta ....


"Sudah sana , Bi bawa Elisa ke kamarnya , aku ikut Bi Dewi ke kamar tamu " Ujar Delta segera pergi mengikuti Dewi sementara Rena segera membawa Elisa ke kamar atas dimana itu adalah kamar nya Edward bersama Elisa meski kemarin mereka sempat pisah kamar.


Sesampainya di kamar Elisa sedikit terpaku pada riasan kamar yang sudah di dekorasi oleh Rena dan Dewi .


kamar itu di penuhi cahaya remang dari lilin yang di tata di lantai dengan tempat tidur yang bertaburan kelopak mawar di atasnya , jelas itu terlihat seperti kamar pengantin pikirnya.


"Bi , apa semua ini ?" tanya Elisa memang sangat terkejut , ia pikir harus merasa seperti apa untuk saat ini menyaksikan semua itu.


"Maaf non , ini semua atas perintah Tuan Edward sendiri ,bibi gak bermaksud ...


"Edward yang menyuruhnya ??"


"Iya non , sebaiknya sekarang non istirahat yah , bibi bantu ganti pakaiannya !" Rena segera mendorong Elisa masuk ke dalam. kamar itu begitu harum dengan wewangian bunga , sangat segar untuk di hirup , tak begitu peduli Elisa hanya diam menurut saja ketika dirinya di bantu Rena untuk berganti pakaian toh pikirnya tak merasa malu mengingat Rena juga sudah seperti seorang ibu baginya.


"jika begini kan non sudah bisa santai untuk istirahat " ujar Rena berkacak pinggang menyatakan kepuasannya melihat Elisa sangat cantik dengan kimono tidurnya.


"Terimakasih Bi , sebaik nya bibi istirahat juga" jawab Elisa balik tersenyum.

__ADS_1


"Baik non , selamat malam " jawab Rena sembari menutup pintu meninggalkan Elisa.


Elisa kemudian berusaha pindah dari kursi rodanya menuju tempat tidur , kemudian ia segera merebahkan tubuhnya santai di atas taburan kelopak bunga itu yang begitu lembut.


(Ibu, Hari ini aku sudah resmi menjadi istri Edward , semoga Ibu di sana merasa bahagia juga ,karena aku di sini sangat bahagia .


Apa Ibu tahu , Aku merasa lelah sekali saat ini banyak sekali rintangan hidup ku saat sendiri ,ibu aku sangat merindukanmu).


Tangis Elisa pecah mengingat almarhumah Ibunya , sesekali ia mengusap air mata hangat itu dari wajah sayu nya ,kemudian ia berbaring menyamping ke arah kiri dimana Edward biasa tidur , di belainya bantal yang biasa di pakai Edward dengan tangis pilu di hatinya .


Elisa bukan sedih karena merindukan Edward ,melainkan mengapa semua ini terjadi , ia masih saja menyalahkan keberadaan nya saat ini .


Malam kian larut saat ini , rembulan kian menampakan keberadaan nya di musim semi yang hampir habis , peristiwa hari ini membuat Elisa sedikit terpuruk akan keberadaan nya sementara Edward masih sibuk menuggu laporan dari Jordi serta beberapa bawahannya terkait kasus penembakan itu.


sedangkan kabar berita sudah di cetak dan siap terbit besok pagi saat fajar akan muncul.


Brumm.......Brummm........


Dua buah mobil berhenti di depan vila pada pukul dua dini hari , beberapa penjaga yang berjaga segera siap siaga memeriksa keberadaan mobil asing itu.


"Siapa mereka ?" ujar seorang pengawal sedikit panik melihat mobil yang tiba-tiba saja berhenti di depan gerbang dengan keadaan menyala serta sorot lampu tinggi yang di tujukan ke arah mereka.


secara langsung hal itu menyilaukan mata para pengawal .


"Siap siaga !!" teriak kepala pengawal member i aba-aba pada anak buahnya , ia berfikir itu adalah sebuah kejanggalan.


para pengawal Edward di bekali senjata , dengan posisi bersiaga mereka tampak siap untuk bertempur , sementara satu baris pengawal di depan ingin segera memeriksa mobil itu.


Sangat aneh , tak ada pergerakan dari kedua mobil itu , tak ada seorangpun yang turun dari dalamnya sementara mesin mobil masih dalam keadaan menyala.


Brummm.....Brummm....


Bunyi mobil itu jelas adalah jawaban , " Brengsek " umpat kepala pengawal geram dengan perbuatan siapapun yang mengendarai mobil itu.


"Pergilah kalian , atau kami akan menembaki kalian dengan senjata !" gertak kepala pengawal keras.


Brummmm.....Brummmmm......


Lagi-lagi hanya terdengar bunyi mobil yang seakan menjawab .


"Bagaimana bos , kita tembak saja !" ujar seorang pengawal.


"Laporkan hal ini pada pak Edward , bagaimana pun kita harus berjaga-jaga, beberapa orang masuk ke dalam untuk melindungi nona !" jawab kepala pengawal itu memberi perintah.


"Baik bos" segera beberapa pengawal masuk ke dalam dengan menyusun posisi mereka.


Brumm......Brummmm....


_


_

__ADS_1


_


_


_


_


"Kenapa ada bunyi mobil sih " Delta tampaknya segera terjaga mendengar sedikit kegaduhan , ia pun segera keluar kamar memastikan apa yang terjadi.


"Non Delta bangun" ujar Rena dan Dewi yang sudah berdiri di ruang tamu vila itu.


"Iya Bi , ada apa ini ? saya dengar ada bunyi mobil yang berisik" jawab Delta penasaran.


"Itu non , di depan seperti nya ada dia buah mobil asing yang menggangu , bibi jadi khawatir" Rena tampak takut sekali.


"Mobil asing , siapa mereka ?"


"Entah lah non , Jangan-jangan mereka musuh " jawab Dewi tambah takut .


"Uh, bibi sebaiknya ke atas temani Elisa , sepertinya dia belum mendengar keributan itu , aku akan coba menghubungi pak bos " Delta tampak khawatir namun ia mencoba untuk tenang.


" Baik non " Rena segera berlari menaiki anak tangga menuju kamar Elisa, sementara Delta kembali ke kamar untuk mengambil ponsel nya mencoba menghubungi Edward.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


"Hey , kalian jangan coba-coba menggangu yah , saya sarankan untuk kalian segera pergi atau kami tidak segan-segan akan menembaki kalian !!" kepala pengawal memberi peringatan untuk yang kedua kali , karena mobil itu masih saja membuat kebisingan.

__ADS_1


 . siapa mereka sebenarnya?


Bersambung....


__ADS_2