
Kantor
"Jordi , apa sudah kau periksa semua berkas nya?" tanya Edward di ruang meeting.
"Sudah pak, silahkan anda tandatangani!" jawab Jordi memberikan berkas itu pada Edward .
"Oke, Mulai hari ini kita akan buat desain baru dengan tema musim semi, jika di antara kalian ada yang sudah selesai mendesain boleh kalian ajukan nanti!" jelas Edward pada beberapa karyawan yang ikut meeting .
tok. Tok......
Ketukan pintu terdengar dari luar sedikit mendesak, terdengar tiba-tiba hal itu membuat Edward sedikit kesal, Jordi saat itu segera bertindak dan bangkit untuk memeriksa, sementara karyawan yabg lain saling pandang , baru kali ini ada orang yang berani menggangu meeting pak Edward, pikir salah seorang karyawan.
"Ada apa? apa kalian tidak lihat kami sedang metting?" ucap Jordi sedikit membuka pintu yang di lihat nya ternyata ada dua orang pengawal beserta tiga orang berpakaian rapi dengan stelan mahal , Jordi tampak sedikit tertegun dan kaget.
"Ada apa Jordi?" tanya Edward heran melihat Jordi terdiam.
kreettt. ..... pintu di buka lebar dengan terpaksa oleh Jordi , ketiga orang yang tampak berkepentingan itu segera masuk tanpa di persilahkan.
Edward segera bangkit melihat ketiga orang itu yang tak lain adalah Tuan Markus ayah dari Belinda beserta dua orang kepercayaan nya, mereka datang dengan senyum licik.
"Meeting kita selesai , kalian boleh pergi!" ucapan Edward segera tertuju pada karyawannya yang masih heran dan bertanya-tanya , bukan mereka tidak mengetahui tentang tuan Markus , namun situasi saat itu seperti nya sangat rumit .
"Baik pak" jawab para karyawan segera meninggalkan tempat itu terkecuali Jordi yang masih berdiri setia di dekat dengan pintu.
"Heh, ternyata kau cukup pengertian juga yah menantuku!" suara itu terdengar sangat berat dari Markus yang yang kini menatap Edward Sinis.
"ada hal apa sehingga Tuan sampai datang kemari?" tampak nya Edward tak ingin ingin basa basi .
"Wah. wah , kalian lihat ! menantu ku ini tidak ada sopan santun nya yah?" ketus Markus dengan sinis seraya berjalan sedikit mendekat pada Edward, melihat ada sedikit ancaman yang bergerak, Jordi dan dua pengawal di dekat pintu yang masih terbuka itu segera mengambil langkah siaga .
Sedang dua orang Tuan Markus tampak sedikit memasukan tangan mereka kedalam Jaz mereka seperti yang ingin mengeluarkan sesuatu yang sudah tampak semacam pistol.
"Edwards sedikit melirik Jordi yang sudah ambil situasi di samping kedua orang itu .
"Bagaimana bisa anda bertiga menembus pengawal ku dengan senjata api seperti itu? ternyata anda tidak bisa di remehkan!" jawab Edward tampak membaca situasi.
"Kemari lah kita bicara santai!" tambah Edward lagi kembali duduk dan menarik mempersilahkan Markus untuk segera duduk berhadapan dengan nya, tentu dengan santai dan masih tersenyum licik Markus segera duduk.
"Apa Tujuan anda datang kemari?" tanya Edward sudah muak menatap mantan mertuanya itu untuk saat ini , meski ia tahu sebenarnya Markus datang kesana perihal Belinda.
"Heh, brukkkkk. .... Markus tampak kesal dengan sikap dingin Edward.
"Lepaskan anakku!" jawab Markus kasar dengan kepalan tangan nya di atas meja.
"Oh jadi soal itu anda sampai datang kemari" tambah Edward sepele .
"Sial, kau pikir apa?" pria tua itu tampak tak sabar , sementara kedua orang nya mendekat ke arahnya dengan satu lirikan dari bosnya.
"Anda seharusnya sudah tahu apa yang di lakukan oleh anak mu, dia harus menerima ganjaran nya " ucap Edward sedikit menyandar dengan santai menghadapi mereka.
"Keluarkan " jawab Markus menyuruh orang nya untuk mengeluarkan sesuatu, salah seorang segera mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya, sebuah benda kecil yang berupa flashdisk.
"heh, apa itu ?" Edward belum mengerti situasi nya, sebenarnya hal penting apa yang ada di dalam flashdisk itu.
"Itu hanya mainan ku saja, di sana hanya ada data pribadi ayahmu sekaligus beberapa aset nya yang di dapat di dapat dengan cara kotor"
__ADS_1
Heh, Bodoh, Edward tampak ingin mengambil flashdisk itu yang ada di atas meja namun tangannya kalah cepat dengan Markus yang licik .
"Aku ingin kau keluarkan anakku dan batalkan perceraian mu dengannya, atau ....
prakkk. ....
Beberapa lembar foto yang di lemparkan Markus ke atas meja di hadapan Edward .
"gadis itu apa masih kau simpan di vilamu?" tatapan Markus kian menjadi-jadi melihat raut wajah tenang Edward berubah drastis ketika melihat foto foto Elisa.
Kali ini Edward tak bisa menganggap nya remeh, bahkan Markus sudah mengetahui tentang vila Edward dan bisa mendapatkan beberapa foto Elisa yang bahkan ia sendiri baru melihatnya.
"Pak, apa perlu ku tambah pengawal" bisik seorang pengawal pada Jordi yang tampak serius mengawasi situasi saat itu .
"Tidak perlu, kau tetap waspada saja dengan kedua orang itu! Jawab Jordi dengan bisik membalas nya.
"Aku akan melepaskan Belinda....
"Bagus.
"Tapi soal perceraian, itu sudah terjadi ,aku tidak bisa membatalkan"
"Apa? jadi kau tidak ingin bernegosiasi ?" gertak Markus tak terima mendengar pernyataan Edward.
"Jordi , bisa tunjukan satu file padaku" ucap Edward sedikit melirik Jordi yang segera bergerak menuju laptop nya di meja dan membuka sebuah file, kemudian di tunjukkan nya pada Markus .
"Permainan kotor itu terjadi dimana-mana, tergantung besar kecilnya nya, namun jika ingin mengikuti hukum di negara ini , aku rasa semahal apapun pengacara mu, kau tidak bisa memanipulasi bukti ini" raut wajah Edward kembali santai , sementara Markus memang sedikit terkejut melihat Edward juga banyak mengetahui tentangnya sekaligus bukti kejahatan anak nya yang tak bisa di elak.
"sebaiknya kau bawa anakmu , aku tidak ingin berurusan lagi " tambah Edward lagi dengan muka malas .
Di luar ....
"Kalian segera Suruh orang menjemput putri ku, sementara suruh yang lain kerjakan tugasnya, aku akan menemui temanku"
"Baik"
Markus segera menuju mobilnya dan meninggalkan kantor Edward, Sementara Edward yang kini masih tampak diam menatap ke arah meja dimana ada foto foto Elisa tadi, pikirnya bagaimana bisa Elisa terus terlibat kan di dalamnya..
"Pak, saya sudah suruh orang untuk memindahkan Belinda" jawab Jordi sedikit membuyarkan lamunan Edward.
"Keluarkan saja dia!" jawab Edward.
"Tapi pak ...
"Biarkan dia di jemput ayahnya, sementara kau aku ada satu permintaan untukmu " Edward melirik Jordi sangat tajam.
ihh takut" apa pak?" jawab Jordi berusaha tegas .
"Kalian berdua pergilah!" Edward menyuruh pengawalnya untuk meninggalkan mereka berdua.
"Baik"
_
_
_
_
__ADS_1
_
_
_
_
( suara keras namun tidak ingin terdengar, bikin orang canggung )??????
."Apa kau bisa melakukan nya?" tanya Edward mengenai permintaan nya .
"emm. saya akan mencobanya , demi Bapak" jawaban Jordi memang sedikit terpaksa , namun Edward sudah merasa tenang.
_
_
_
_
_
_
_
Di lain sisi.
*pesan dari Delta : Ayah Mertua pak Edward baru saja datang!:(
Terkejut. dan segera membalas......
Elisa: apa? maksudmu ayah nya Belinda?
Delta: iya siapa lagi, tadi sepertinya ada sedikit ketegangan di ruang meeting 😡😡
Elisa: Apa Edward baik-baik saja?😭
Delta:🤦
Elisa: Hey , aku bertanya ??😡*
tap... tap.... tap....
"selamat siang pak" sapa beberapa karyawan saat Edward melewati ruangan mereka di susul Jordi mereka menuju meja delta yang tampak gelagapan.
"Selamat siang siang pak " sapa delta seraya berdiri dan sedikit membungkuk memberi hormat .
"Delta, aku ingin bicara padamu ,segera ke ruangan ku " ucap Edward kembali berlalu.
"Hey ada apa?" sedikit pelan delta menarik tangan Jordi yang ingin mengikuti Edward lagi .
🤫🤫. ...
"Kita ikuti saja !!! " Jawab Jordi membungkam mulut delta dan segera menyeretnya mengikuti Edward dari belakang.
"Telpon tidak... telpon tidak. .. aaaa... aku tidak tahu ingin bicara apa?"Elisa gelisah sendiri
__ADS_1