
Hay Semua para readers maaf yah kalau episode wanita simpanan yang menawan jarang update 😭😭😭🙏🙏
**Semua itu dikarenakan author lagi banyak kesibukan yang gak bisa di tinggalin akhir-akhir ini dan jadi jarang update , tapi author tetap berusaha kok buat selesaikan novel ini secepat mungkin , mohon pengertiannya yah.
Maaf kalau novelnya kurang baik dan tidak sesuai ekspektasi kalian , tapi author tetap berusaha yang terbaik , mohon dukungan nya yah dengan like dan vote sebanyak-banyaknya, terimakasih untuk kesetiaan kalian semua ...
Happy reading**.....
Setiap hari Elisa merawat Edward yang terbaring koma dengan penuh kasih sayang , di Bantu oleh perawat Ani begitu pula dengan Zelin Turas yang saat ini juga telah diam di kediaman Aleksander .
Pagi setelah Elisa selesai mengelap tubuh Edward dengan air hangat dan mengganti pakaiannya , Elisa segera turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah dan Ibu mertuanya.
"Pagi sampai sayang" sapa Zelin ketika melihat Elisa yang turun menghampirinya di meja makan.
"Pagi Bu , pagi Ayah ,Tante Duma dan yang lainnya " ujar Elisa sedikit tersenyum menghormati segala yang berada di sana termasuk Rena dan Dewi yang kini di ajak bekerja di kediaman Aleksander.
"Pagi Lisa , ayo kita sarapan dulu" jawab Alek menarik kursi di sebelahnya menyarankan Elisa duduk , dengan senang hati Elisa duduk untuk memulai sarapannya.
"Terimakasih nak ,kamu sudah merawat Edward dengan baik , ayah beruntung Edward mempunyai istri yang bersedia merawatnya dalam kondisi seperti itu" di sela makannya Alek tampak membuka perbincangan .
"Tidak masalah yah , itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai istrinya" singkat Lisa tak memungkiri hal itu , terlebih karena ia benar-benar mencintai suaminya.
"Oh yah , hari ini ayah berencana ke kantor Edward untuk meeting bersama staf yang lainnya , ayah bermaksud mencari pemimpin sementara di perusahaan itu , apa kamu ada calon Lisa ?" tanya Alek semakin serius.
"Kau ini, soal perusahaan nanti kita bicarakan bukankah kita saat ini tengah sarapan , kasihan Elisa dia lagi enak-enak sarapan " sambung Duma membuka suara.
"Iya , kita sarapan dulu saja !" tambah Zelin pula turut menimpali.
"Tidak apa Tante , Ibu , soal pertanyaan ayah , mungkin aku rasa ayah lebih tahu siapa yang lebih baik untuk mengemban tugas ini , lagi pula aku juga kurang paham yah " sopan Elisa menjawab pertanyaan Alek .
"Bagaimana kalau Nak Jordi saja , aku pikir dia adalah orang yang dekat dengan Edward saat ini " tukas Zelin kembali menimpali.
"Jordi "
"Iya , dia adalah asisten Edward selama ini , cara kerjanya juga bagus ,dia sangat telaten"
"Iya yah , Jordi memang orang yang baik , dia selama ini sudah banyak membantu " tambah Lisa pula.
__ADS_1
"Baik lah , nanti ayah bicarakan itu di meeting perusahaan" Kemudian mereka kembali melanjutkan sarapannya.
sementara di kantor Edward semua karyawan yang sudah mengetahui prihal Edward selama ini turut prihatin atas kejadian yang menimpa bos mereka.
Delta yang memulai aktivitas nya seperti biasa di kantor tengah sibuk menyiapkan segala berkas laporan desain yang tertunda, saat ia tengah sibuk di meja kerjanya tiba-tiba ia melihat Jordi yang baru saja melintas ingin menuju lorong ke lantai atas.
"Jordi" teriak Delta segera menghampiri pria tersebut namun agaknya Jordi terus saja melaju kan langkah nya tanpa berhenti.
"Hey Jordi , tunggu sebentar !" teriak Delta lagi kini berlari mengejar Jordi yang segera masuk ke dalam lip menuju lantai atas ,Delta pula segera mengikuti nya masuk ke dalam lip.
"Kamu ini kenapa sih ? pura-pura tidak mendengar?" ujar Delta dengan tarikan nafasnya yang sedikit mengas
"Tubuh kecil lari sedikit saja sudah mengas?" ketus pria yang kini berada di hadapannya tampak kesal melirik Delta.
"ehh , kamu lagi PMR ya? kok jutek gitu sih , memangnya kenapa kalau badan aku kecil gini , salah yah ? kamu sih pakai acara jalan cepat segala "
"Cerewet" Jordi segera berlalu seketika pintu lip sudah terbuka .
"Eh , ini anak kenapa ?? kesambet kali yah ? bukannya waktu itu dia ..." Delta sedikit mengingat-ingat saat Jordi yang bertingkah menjadi pria yang cool menyelamatkannya dan berjanji akan melindunginya , tapi mengapa Jordi yang sekarang berubah jadi menyebalkan.
"Oh yah , tadi pak direktur bilang kita akan ada meeting sebaiknya kamu cepat susun laporan siapa tahu ada yang mau di bahas " Jordi sedikit berbalik badan memberitahu Delta yang kini menatapnya tajam di depan pintu lip.
Keluh Delta segera kembali membuka lip dan menekan tombolnya menuju lantai bawah , ia benar-benar kesal atas perubahan sikap Jordi yang begitu padanya ,padahal tadinya ia ingin menanyakan keberadaan Jordi yang tiba-tiba saja menghilang ketika Edward di rawat dan ingin segera di bawa pulang ke rumah.
"Dia itu kenapa yah ? heh sok merintah segala , ihhh kok aku kesal banget sih " dengan menghentakkan kakinya Delta tampak kesal sekali.
10.10
Aleksander Bersama Deni dan dua lainnya sudah berada di perusahaan Edward Manopo untuk menyelesaikan masalah perusahaan agar tidak tertunda nantinya karena Edward masih dalam keadaan koma.
Di ruang meeting Semua staf karyawan tanpa terkecuali di hadirkan nya untuk mengikuti rapat itu guna mengetahui segala keputusan dan kebijakan baru yang akan di buat oleh Aleksander.
"Selamat pagi semua" Ujar Alek menyapa segala karyawan.
"Pagi pak direktur Utama" jawab karyawan kompak.
"Tidak banyak yang ingin saya bicarakan , kalian tentu sudah mengetahui tujuan saya datang kemari dan perihal yang terjadi pada anak saya yaitu direktur kalian saat ini, Lantaran hal tersebut saya tidak ingin perusahaan ini terabaikan begitu saja , meski tanpa Edward saat ini saya ingin kalian tetap bekerja dengan baik guna keberlangsungan perusahaan ini "
__ADS_1
"Maka dari itu saya datang ke sini ingin menunjuk beberapa di antara kalian yang akan saya rekomendasikan sebagai pemimpin sementara dan jajaran staf di bawahnya untuk menggantikan Edward " sedikit panjang lebar Alek berkata sementara para karyawan tampak bisik-bisik berdiskusi.
"Deni mana berkas nya ?" tanya Alek pada manager nya yang duduk di sebelahnya.
"Ini Tuan !" jawab Deni segera menyodorkan sebuah map pada Alek.
"Ini adalah kebijakan tertulis yang sudah saya buat untuk di terapkan dalam perusahaan sekarang , Oh yah sebelum saya tunjuk pemimpinnya apa ada yang kalian semua perlu laporkan atau tanyakan barangkali?"
"Ada pak " jawab seorang karyawan.
"Yah silahkan ? " untuk pemimpin sementara apa kita perlu mencalonkan kandidat pak ?"
"Emm, masalah itu tidak perlu , saya sudah ada kandidatnya sendiri "
"Siapa pak ? apa Dia adalah Bu Elisa ?" karyawan sedikit penasaran.
"Maaf pak sebelum nya saya memotong pembicaraan ,ada yang saya mau laporkan sebelum nya" sambung Jordi menimpali.
"Ya Jordi silahkan !" Alek tampak tersenyum.
"Delta mana berkasnya ?" tanya Jordi sedikit berbisik melirik Delta yang duduk di sebelahnya.
Delta pun segera memberikan beberapa berkas yang sudah ia kumpulkan tadi sebagai bahan revisi dan laporan yang akan di bahas jika itu perlu.
"Begini pak , ini adalah laporan desain bulan lalu yang sudah di buat dan di promosikan serta hasil penjualan model perhiasan nya juga sudah tersedia di sini , Dan lagi saat ini kita sudah ada kontrak kerjasama dengan perusahaan As berlian yang menunggu jawaban untuk tanda tangan kontrak yang kedua mengenai perusahaan pak , itu semua di lakukan bersama Nona Juwi yang bertanggung jawab saat ini " jelas Jordi dalam laporannya.
"Oke , apa perusahaan itu memenuhi syarat ? kalau tidak salah perusahaan itu milik Dimas kan ?"
"Sangat memenuhi syarat Pak ,benar perusahaan itu milik Tuan Dimas , dan nona Juwi adiknya lah yang di suruh mengurusi masalah kontrak nya, dan perusahaan as Berlian juga memiliki beberapa cabang di kota dan luar negri , kita akan sangat berhasil jika bekerja sama "
"Bagus , Kalau begitu saya akan serah kan semua ini pada kamu Jordi !"
"Apa ? maksud pak direktur apa?" Jordi tampak terkejut dengan pernyataan Aleksander.
"Kalian mendengar nya bukan , Saya akan tunjuk Jordi sebagai pemimpin perusahaan ini untuk menggantikan Edward sementara ia belum sadar dan kembali memimpin " Alek kemudian berdiri dengan yakin , bahwa dengan menunjuk Jordi sebagai pemimpin perusahaan itu akan baik setelah menimang hasil dari keuletan nya dalam bekerja , dan melihat laporannya barusan ternyata Jordi juga sangat peduli dengan apa yang terjadi di dalam perusahaan itu.
"Baik Pak " jawab semua karyawan setuju sembari ikut berdiri menyatakan kesetujuan mereka.
__ADS_1
Jordi yang sebenarnya masih tak menyangka akan di tunjuk seperti itu ikut berdiri pula , meskipun sebenarnya dia merasa tak bersedia dan tak pantas menggantikan Edward tuan nya menjadi seorang pemimpin...
Bersambung....