Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
AwaL yang Baru


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian itu akhirnya Edward di bawa pulang ke rumah meski dalam keadaan koma , ia akan melakukan perawatan khusus yang di persiapkan oleh dokter Jordan dalam pengobatannya meski tidak di lakukan di rumah sakit.


Aleksander yang juga sudah semakin membaik keadaannya pasca mengalami luka tembak kita sudah mulai bisa berdiri dan melangkah normal meski harus di bantu dengan cara di papah.


Edward dan Elisa di ajak tinggal satu rumah di kediaman Aleksander agar semuanya mudah terkendali dalam pengawasan yang ketat , Aleksander tak ingin ada sesuatu hal buruk lagi yang terjadi pada anaknya.


"Kau ikut lah tinggal bersama kami !" ujar Alek yang di papah Zelin saat ingin masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah sakit.


Zelin tak segera menjawab ia langsung membantu Alek masuk ke dalam mobil , sementara di mobil Duma sudah menunggunya.


"Edward butuh seorang Ibu juga untuk merawatnya dalam kondisi nya saat ini , Elisa juga perlu bantuan agar ia tidak merasa sendiri "


Sedikit melamun Zelin memikirkan semua itu , memang saat ini yang terpenting adalah merawat anaknya ,ia tak mungkin meninggalkan Edward dalam kondisinya saat ini terlebih Elisa juga sedang hamil muda , pasti akan sangat lelah jika ia melakukan itu sendiri.


"Zelin....." ujar Alek lagi membuyarkan lamunannya.


"Bukankah kau masih istriku , kenapa kau tak ingin tinggal bersama kami ?" sontak ucapan itu sedikit kaku di dengar oleh telinga, Zelin yang memang masih merupakan istri sah Alek hanya karena lantaran Aleksander menikah kembali dengan Duma saat itu Zelin memutuskan untuk keluar dari kediamannya dan menempati rumah besar lain nya yang merupakan hasil dari usahanya sendiri dalam bidang property.


"Nanti aku akan menyusul bersama Wisnu , kau segera lah pulang lebih dulu , kasihan Elisa dan Edward sudah lebih dulu tiba di rumah " jawab Zelin mantap, tidak ada salahnya jika saat ini dia kembali mengingat untuk kepentingan Edward dan toh dia juga sudah menerima Duma sebagai istri ke dua Alek .


"Baik lah , terimakasih , kami akan menunggu mu di rumah " jawab Alek lagi kemudian Zelin menutup pintu mobil dan segera lah mobil yang di naikin Alek itu berangkat menuju kediamannya di kota X.


"Bagaimana nyonya ? apa kita akan berangkat sekarang ?" Tanya Wisnu yang memang sedari tadi menunggu nya di tempat parkir mobil di depan rumah sakit.


"Iya , sebelumnya kita akan menjemput Rena dan Dewi dulu , dan kembali ke rumah ku untuk membereskan barang-barang "


"Baik nyonya " Jawab Wisnu segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan Zelin masuk ke dalamnya.


Sementara Di kediaman Aleksander Manopo , Edward sudah di pindahkan di kamar atas dimana itu merupakan kamarnya dahulu , Edward yang sudah terbaring dengan segala peralatannya di periksa oleh Jordan dan satu perawat yang di bawanya.


Elisa yang saat ini di temani oleh Delta sahabatnya hanya bisa menunggu dan melihat pemeriksaan yang di lakukan Jordan pada Edward.

__ADS_1


"Baik lah , semuanya sudah beres kawan , kau sudah tiba di kamarmu , aku harap kau akan segera sadar !" ujar Jordan sedikit mengusap bahu Edward yang jelas saja terbaring layaknya orang sedang tertidur pulas.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Lisa sedikit mendekat.


"Kau tenang lah , dia akan baik-baik saja , nanti akan ada perawat yang datang setiap tiga jam sekali untuk memeriksa , dan aku juga setiap hari akan datang kemari bersama dokter yang menangani Edward waktu itu guna melihat perkembangannya " jawab Jordan terperinci


"Baik lah , terimakasih banyak dok "


"Tidak masalah , Jika ada sesuatu kau bisa menghubungiku Lisa !" tambah Jordan lagi segera membereskan peralatannya.


"Iya , sekali lagi terimakasih" Elisa segera duduk di samping Edward sedikit merasa tenang mereka sudah kembali meski itu bukan di vila tempat tinggalnya sebelumnya.


"Kalau begitu aku permisi dulu " tambah Jordan lagi ingin segera berlalu.


"Emm, tunggu ! apa kau tidak ingin menunggu ayah kembali ?" sedikit canggung Lisa berkata demikian.


"Oh , om Alek , aku sudah memberitahunya tadi , aku masih banyak pasien di rumah sakit "


"Oke baik lah , Delta bisa minta tolong antar kan dokter Jordan ke depan !" Elisa tampak sedikit menyuruh Delta yang sedari tadi masih berdiri di dekat pintu.


"Heh , terimakasih "


Jordan dan perawatnya segera keluar dari kamar Edward di antar oleh Delta yang mengikutinya dari belakang.


"Sus , nanti kau akan tinggal di vapiliun belakang yah ! tuan Alek sudah menyuruh orang untuk mempersiapkannya , agar kita lebih mudah memantau keadaan tuan Edward setiap waktu " ujar Jordan di tengah-tengah perjalanannya menuruni anak tangga menuju ruangan di bawah.


"Baik dok ,Tapi saya minta waktu untuk membawa perlengkapan saya untuk tinggal di sini " jawab suster itu yang bernama Ani , suster Ani merupakan salah satu asisten lama Jordan yang sudah berpengalaman , dia sudah cukup berumur namun belum sampai pada waktu pensiunnya, susah berkeluarga dan memiliki dua orang anak yang sudah besar.


"Iya , aku akan menyuruh staf di rumah sakit kita membantumu dan memberitahu pada keluargamu , oh iya di depan aku sudah menyuruh orang ku untuk mengantarmu pulang" tambah Jordan lagi pada anak tangga terakhir sampai pada ruang tengah rumah megah itu.


"Iya dok , kalau begitu saya duluan ke depan, em nona saya permisi " suster itu segera pergi berlalu meninggalkan Jordan untuk pergi membereskan segala keperluannya untuk tinggal di sana.

__ADS_1


"oh iya , silahkan !" jawab Delta canggung berdiri di belakang dokter Jordan .


"He , Hey ... kau siapa namamu ?" Tiba-tiba saja Jordan berbalik badan mengarah pada Delta yang tepat sekali berada di belakangnya dengan jarak yang begitu dekat , sontak saja Delta yang sedari tadi tengah canggung tiba-tiba saja menjadi gugup seketika.


Di tatapnya Jordan dengan posisi kepala yang terdorong ke belakang akibat kaget dengan matanya yang membulat terpana.


wah , dokter ini kenapa dari dekat tampan sekali, wajahnya bersih dan mulus sekali, dia ....dia.... sempurna.


"Hey ,.... aku tanya siapa namamu ? kau malah bengong heh !" tampak Jordan melambaikan tangannya di hadapan Delta yang memang tampak melamun dengan posisi anehnya di tambah ekspresi wajah sedikit tersenyum.


"Dasar , kenapa aku banyak sekali bertemu dengan orang aneh akhir-akhir ini " ketus Jordan segera berbalik dan meninggalkan Delta begitu saja.


"Aneh katamu ? hey Tuan tunggu? kamu benar-benar mengatakan aku aneh ha?" Delta jelas mendengar hal itu dan sedikit berlari mengejar Jordan yang ingin segera keluar dari rumah itu.


"aku bilang tunggu ! aku tidak terima kamu bilang begitu ?" ketus Delta menambah kecepatan langkahnya saat Jordan tak perduli dan terus berjalan keluar rumah.


"Iya aneh , habis kau di tanya malah bengong, yaa aku memang tampan dan mempesona ,tidak salah sih semua wanita menatap ku dengan tatapan seperti itu " jawab Jordan kembali berbalik badan secara tiba-tiba di hadapan Delta.


"Tuh kan ..bengong lagi " tambah Jordan senang menggoda Delta yang memang terkesan imut saat di goda.


"Ehh , tampan apanya ? sama seperti pak bos , pria-pria es , mana ada tampannya " Dalih Delta sedikit memalingkan wajah malunya dengan bicara sedikit ketus.


"Kau bicara apa ? suaramu kecil sekali ,orang tidak akan mendengarnya "


"Tidak ada ,sudah sana cepat pergi ! aku mau masuk menemui Elisa "


"Ha... haha.... masuk saja ! memang apa urusan nya denganku ? lagian aku juga tidak minta di temenin "


"apa...? heh ya sudah , aku masuk !" Dengan kesal Delta segera masuk kembali ke dalam rumah sementara Jordan masih berdiri di halaman dengan tawanya yang sedikit di tahan , baru kali ini ia bertemu dengan wanita lucu seperti itu pikirnya.


"Uhhh , dasar pria tampan , kenapa dia belagu seperti itu sih ? awas saja jika bertemu kembali aku pasti akan... ehh ,kok aku berharap bertemu kembali ..

__ADS_1


"stop Delta! apa yang kamu pikirkan ? tidak...tidak. .." Delta segera berlari menaiki anak tangga untuk kembali menuju kamar dimana ada Elisa yang tengah menemani Edward.


Bersambung....


__ADS_2