Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Lelah dengan perasaan aneh


__ADS_3

"Hay Lisa ?" sapa seorang gadis di ujung Lorong kantor, gadis itu tak lain adalah Delta.


"Hay, " jawab Elisa tampak begitu ramah.


"Kamu mau ke kantin kan?" tanya Delta lagi meraih tangan Elisa, tampaknya Lisa sedikit kaget namun tergurat senyum lebar di wajahnya.


"Iya, kita perginya sama-sama aja" tambah Lisa memegang tangan Delta.


"Oke, !" kedua gadis itu tampak sangat senang agaknya mereka sangat cocok untuk berteman, akhirnya aku punya teman juga pikir Lisa gembira dalam hati.


hmp" kamu sebelumnya kerja dimana Lisa?" tanya Delta sembari duduk di kursi cafe di dekat kantor, mereka sudah tiba di cafe yang memang adalah milik perusahaan tempat para karyawan makan siang.


Elisa tak segera menjawab karena ia bingung ingin mengatakan apa,


"Elisa" Delta sedikit menyenggol bahu Lisa yang sedikit bengong di sampingnya.


"emm itu, aku kemarin bekerja di salah satu perusahaan perhiasan juga di kota ini!" tambah Lisa sedikit gugup karena berbohong, sangat lah tidak mungkin dia mengatakan hal yang sebenarnya .


"Oh, sebagai sekretaris juga?" tambah Delta penasaran.


"Bukan, hanya Managar Design " jawab Lisa kaku .


" Oh, kamu hebat yah! " tambah Delta tersenyum sembari melambaikan tangan pada pelayan cafe.


hmp" Biasa aja" tambah Lisa lesu.


"Oh yah ,Pak Edward itu orangnya dingin dan nyebelin, kamu harus sabar yah !, apa lagi sekarang ruang sekretaris di gabungin ." Jelas Delta menaikan tinggi alisnya.


Kamu tidak tau sebenarnya aku ini orang seperti apa, apa jika tau kamu masih mau berteman denganku? keluh Lisa dalam hati menatap lirih Delta yang tengah memesan makanan.


"Apa Pak Edward itu sudah menikah?" tanya Elisa sedikit ragu berpura-pura tidak tahu.


"Sudah, awalnya sih aku juga tidak menyangka, ku pikir dia masih lajang" keluh Delta yang kini tampak memainkan ponsel.


"Kamu sudah pernah lihat istrinya!?" Tanya Elisa lagi lebih penasaran.


"Sudah, Biasanya Setiap Minggu dia kemari, kamu tahu istrinya itu juga pemegang saham di perusahaan ini." tambah Delta lagi tanpa menoleh Lisa yang serius memperhatikan ucapannya.


"Oh begitu yah" sedikit lesu Elisa terdiam.


Sementara pesanan datang." ayo Lisa coba makan mie ramen ini, sangat enak loh!" Delta menyerahkan semangkuk mie yang di bawa pelayan pada Elisa.


"Terimakasih" tambah Lisa menerima.


"Em ,Tapi sayang istri Pak Edward itu orangnya sangat sombong, aku tidak suka padanya " .sambung Delta sembari menyuapkan makanannya, Elisa menoleh seketika.


"Betulkah? emm Tapi dia wanita yang sangat cantik, Foto nya bersama Bos sangat serasi" Tukas Lisa sembari mulai memakan mie yang ada di hadapannya.


"Iya cantik, tapi kalau sombong untuk apa?, ehh kamu sepertinya tertarik banget sama kehidupan Pak Edward."


"Ughug uhug ,"Elisa tersedak mendengar hal itu.


"Duh, ini cepat minum, jadi tersedak yah? padahal cuma makan mie!" Delta tampak memberi segelas air sembari menepuk pundak Lisa.


" Terimakasih, aku hanya ingin tahu saja" jawab Lisa sedikit tertunduk.


"Sudah tidak perlu di pikirkan, wajar kok kamu mau tahu, kamu kan sekretarisnya" sambung Delta tersenyum melanjutkan makannya.


Elisa tampak malu dan gelisah saat itu, sebenarnya entah apa yang ia pikirkan sampai bisa bertanya mendalam seperti itu tentang kehidupan Edward.


_


_


_

__ADS_1


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


15.00


"Nona Tuan menyuruhku untuk menjemput Anda!" seorang pria tua yang tak asing adalah supir Tuan Edward ,Pak Gani.


"Oh, tuan kemana?" tanya Lisa yang berdiri di Lobi kantor.


" Tuan pulang ke rumahnya Nona!" tambah Gani singkat.


Jadi dia Benar pulang k rumahnya, berarti bukan ke vila. pantas saja tidak ada di ruangan, kenapa tidak bilang" Oke baik lah, kita pulang sekarang!" Elisa tampak berjalan lebih dulu, Jam kantor sudah habis, beberapa karyawan sudah boleh pulang terkecuali yang mempunyai kerja lembur, termasuk Lisa yang sudah tidak ada kerjaan yang di lakukan karena atasannya saja sudah tidak ada di kantor.


(((((o)))))



"Anda sudah pulang Non," sapa Rena menyambut kedatangannya.


"Iya Bi, " singkat Lisa segera menuju tangga.


"Non tidak makan dulu, makanan sudah di siapkan oleh Dewi!" tambah Rena menuruti dari belakang.


"Nanti saja Bi, aku mau mandi dulu!" tambah Lisa naik tangga menuju kamar atas.


"Baik Non!" tambah Rena lagi masih menatap Elisa yang semakin jauh di atas.


_


_


_


"Huuug, melelahkan sekali rupanya bekerja di kantor, Tangan hanya memegang pulpen dan keyboard , bisa keram banget ni tangan" gerutu Lisa memperhatikan 10 jarinya yang memerah.


"Sebaiknya aku mandi dulu kali yah !" segera Lisa mengambil handuk yang tergantung di dekat pintu kemudian menuju kamar mandi dan segera mandi .


16.30


Elisa turun melangkahi anak tangga satu persatu menuju ruang tengah vila megah itu.


Hari ini Elisa tampak begitu manis dengan pakaian santainya, Banyak gaun serta pakaian indah dan mahal yang telah di sediakan Edward di lemari namun agaknya Elisa lebih nyaman dengan pakaian nya sendiri.


saat itu Elisa menuju sebuah sofa besar dan langsung duduk, di sana terdapat televisi yang sangat besar, karena tidak ada yang ingin ia lakukan tidak ada salahnya jika menonton televisi, mungkin sudah lama sekali ia tidak nonton. pikirnya sedikit tersenyum melihat remote di atas meja .


"Ternyata Non Lisa di sini, Apa non tidak mau makan dulu!" Bi Dewi datang dari arah ruang makan.

__ADS_1


"Tidak bi, aku masih kenyang!" jawab Lisa sembari menatap layar televisi.


"Makanannya tidak berat kok non, karena tuan tidak pulang ,Bibi hanya memasak sedikit saja!" tambah Dewi menjelaskan.


Jadi benar dia tidak pulang kemari, benar-benar merasa jadi wanita kedua saat ini. Elisa tak segera menjawab hanya saja tangannya meraih pada saku di gaunnya dan mengeluarkan ponsel .


"Non, !" tambah Dewi lagi heran karena tak ada respon dari Elisa .


"Nanti saja Bi, aku nanti akan makan" jawab Lisa segera.


"Baik, bibi permisi dulu !" Dewi segera berlalu, sementara Elisa sibuk dengan ponselnya.


Pria ini bahkan tak memberi kabar, bukannya dia ada nomor ku yah? dasar .Elisa tampak membanting kan ponselnya ke arah sisi lain sofa. kenapa juga aku harus peduli, wajar dong dia pulang ke rumah istrinya, sadar Elisa, sadar kamu itu siapa? Elisa tampak menggelengkan kepala sembari menyandarkan tubuhnya pada sofa lembut itu..


Setelah beberapa lama menyandar kini rasanya kedua mata nya mulai berat dan mengantuk dan akhirnya Elisa tampak terlelap di sofa itu ..


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


"Non Lisa ,bangun non!" Rena menggoyangkan tubuh Elisa dengan perlahan.


hmp " iyaa Bi, ada apa?" jawab Lisa mengusap kedua matanya.


"Tidurnya di kamar saja non, nanti masuk angin, Ini makan dulu sedikit , nanti non Lisa sakit lagi!" ujar Rena memberikan Dua buah burger hangat di atas piring .


" Ini jam berapa bi?" tak segera mengambil makanan itu, Elisa malah mengambil ponselnya yang tadi ia lempar .


" pukul 21 Non, " tambah Rena lagi.


"Aku ketiduran yah? "


" Iya, Bibi pikir Non Lisa sudah makan dan tidur di kamar, tau-tau nya bibi lihat makanan masih utuh, terus bibi buat burger aja buat non Lisa" jelas Rena sedikit tersenyum.


"Terimakasih bi, Maaf yah jika Lisa terlalu merepotkan, !" segera mengambil piring di tangan Rena.


" tidak masalah Non, sudah tugas bibi" tambah Rena lagi .


"Bibi, mulai besok Biar Lisa saja yah yang masak, !" tambah Lisa sedikit semangat.


"Waduh, tidak perlu non, nanti tuan marah!" Rena sedikit terkejut dan melarang.


"Gak apa kok bi, aku gak mau diam saja di sini, aku bisa masak kok, bibi bantu saja boleh, dan juga jangan perlakukan aku seperti ini lagi yah Bi, biasa aja gitu, aku gak enak dan gak nyaman !" panjang Lisa segera memakan burger itu dan berdiri.


"Aku ke kamar dulu Bi, Makasih burgernya sangat enak!" tambah Lisa sembari mencium pipi Rena kemudian berlari menuju ke kamar atas.


Rena tertegun dan heran ,bukan karna tidak senang melainkan timbul perasaan sayang di hatinya, karena Elisa memperlakukan nya dengan baik bukan seperti seorang pelayan.


sembari mengelus pipi nya yang di kecup gadis manis itu Rena tersenyum segera mematikan televisi yang masih menyala sejak tadi kemudian berlalu tidur.

__ADS_1


Jangan lupa like like vote yah !!!


__ADS_2