
7 Bulan .......
Dengan perasaan lelah yang di lalui oleh Elisa saat tarikan nafasnya yang hampir tidak ia sadari , seorang bayi kecil yang mungil telah lahir ke dunia dengan teriakan bayinya yang begitu keras.....
_
_
_
_
_
_
_
_
"Selamat Pak Edward ,bayi anda laki-laki ,lahir dengan selamat dan sehat " Ucap sang dokter yang membantu dalam persalinan Elisa.
Air mata di pelupuk mata sang pria gagah yang dari tadi berdiri di depan ruang persalinan itu sambil terus berdoa akhirnya tumpah dengan sangat terharu dan bahagia.
"Selamat Edward , akhirnya kau benar-benar menjadi seorang ayah " ucap Zelin pada anak semata wayangnya itu, tidak lupa pada Aleksander pula yang turut mengokohkan kebahagiaan nya lewat rangkulan hangat untuk sang anak.
"Terimakasih" ucap Edward lirih pada tangis bahagia nya itu, kemudian Edward beserta keluarga nya langsung menuju ruangan Elisa dan bayi nya di rawat.
Terlihat Elisa yang tengah menggendong sang bayi tampan pada pelukannya ,Edward pun segera menghampirinya.
"Selamat sayang , anak kita laki-laki , dia sangat tampan " ujar Elisa tersenyum bahagia dan menangis.
"Terimakasih Elisa " kecupan hangat mendarat lebih utama di kening sang istri atas rasa syukurnya karena Elisa telah berjuang untuk anaknya .dan perjuangan itu sungguh tak bisa tertandingi.
Lalu pada sang anak laki-laki nya ,ia pun segera memberi belaian hangat serta kembali melayangkan kecupan keduanya , bersyukur atas keselamatan anaknya hingga di berikan kemudahan dalam persalinan sang istri dan buat hati pertamanya itu.
"Wahh... cucunya nenek tampan sekali ya !" sambung Zelin mengambil alih gendongan sang bayi dari tangan Elisa sebelum Edward meraihnya lebih jauh.
"Nenek tidak sabaran rupanya , ini cucu kakek juga kan " tambah Aleksander menghampiri Zelin yang menggendong sang cucu.
suasana bahagia menyelimuti keluarga Edward Manopo, kebahagiaan itu terasa sangat lengkap ketika Elisa dan bayi sudah bisa di bawa pulang ke kediaman mereka.
seluruh keluarga menyambut nya hangat , Edward segera membuat syukuran atas kehadiran anak pertamanya itu.
Semua tamu undangan menyelimuti kediaman Aleksander yang begitu megah , tidak lupa para karyawan dari perusahaan nya turut ikut datang dalam rangka memberi selamat pada mereka.
Elisa tampak anggun menuruni tangga mengenakan dress panjang berwarna merah muda yang selaras dengan baju sang suami dan anak nya yang ada di dalam gendongannya.
"Wahh.... apakah ini si calon ahli waris ?" Delta segera tidak sabar melihat wajah bayi yang ada pada pelukan Elisa itu.
"Delta , bisa tidak bicaranya jangan begitu!" sedikit pelan Elisa seolah memberitahu Delta yang cuek pada perkataan nya.
__ADS_1
"Ya ampun , tampan banget sih , ponakan Tante ini !" dengan gemas Delta meraih bayi mungil yang menggemaskan itu dari tangan sang ibu.
"Tante ...." sedikit menahan tawa Elisa merasa geli dengan ucapan Delta barusan.
"Kenapa? Tante dong ... kan masih muda ,dan cantik , jadi Tante yang gendong kamu ini namanya Tante Delta , kamu ngerti bayi !" seolah bicara pada bayi mungil itu Delta tampak gregetan sekali.
"Hati-hati gendongnya !" ujar Edward yang tiba-tiba datang menghampiri Elisa dengan suara tegasnya.
"Iya pak bos , aman ! " tak banyak di gubrisnya Delta segera membawa kabur sang bayi ke arah dimana ada Zelin dan tamu yang lainnya .
"ehh... anakku mau di bawa kemana?" seolah tak rela Edward ingin segera melarang namun Elisa dengan santai meraih tangan nya sambil menggelengkan kepala.
"Kamu mulai saja acaranya , anak kita gak akan kemana-mana kok" tersenyum melihat ekspresi sang suami Elisa tampak ingin sedikit menggoda.
"Heh , kamu lihat dong cara Delta yang sembrono gitu !" dengan sangat tak yakin Edward masih menatap ke arah anaknya di bawa pergi.
Elisa lalu tertawa melihat ekspresi Edward untuk pertama kalinya itu meskipun mereka sudah lama bersama, namun kali ini ekspresi Edward sungguh kekanakan.
"Kenapa tertawa?" dengan aneh Edward menatap sang istri.
"Maaf , tapi kamu sangat tampan hari ini " dalih Elisa mengalihkan semua ucapan nya.
Edward pun tersenyum dengan ucapan sang istri itu kemudian tanpa malu mengecup kening sang istri meski banyak orang di sana .
"TERIMAKASIH" ucapnya pelan lalu segera berbalik pergi meninggalkan Elisa dengan kesan yang sangat romantis.
Meski hal itu sempat membuat Elisa malu karena ada beberapa orang yang memperhatikan , namun ia sangat bahagia mendengar Edward kembali mengucapkan kata itu.
"Tuan sangat berlebihan " ucap Jordi pelan berada di barisan kerumunan orang yang sorak bergembira mendengar nama itu.
"hey , kamu bicara apa tadi , kalau pak bos mendengar nya kamu.....
"Kamu apa,?" seketika Delta terdiam ketika Jordi menatap matanya tajam.
"Tidak ada , heh... sebaiknya aku mencari dokter yang tampan itu !" Delta segera menjauhi Jordi yang tiba-tiba mengikutinya .
"Dokter apa kau bilang , hey Delta !" teriak Jordi tertahan saat Delta sedikit berlari menghindarinya dengan alasan mencari dokter Jordan.
Hubungan mereka belum terjalin meskipun sebenarnya mereka sama-sama saling menyukai , Delta sedikit ragu untuk menerima baik perasaan pria yang awalnya sempat akrab menjadi teman sekantornya itu , meskipun Jordi sudah mengakui perasaannya nya , namun perasaan itu masih di gantung oleh Delta.
Meskipun begitu Jordi masih tetap mengejarnya dengan gaya cool nya saat ini yang berubah dari humoris menjadi sedikit dingin dan pendiam.
Beberapa bulan kemudian......
_
_
_
_
_
__ADS_1
_
_
_
_
Bayi Ace sudah bertumbuh besar menjadi bayi yang sangat menggemaskan, kehadiran Ace di keluarga Manopo sangat membawa kebagian yang besar.
"Ace sayang , lihat bunda dong !" ucap Elisa mengajak bermain anaknya di ruang keluarga.
Dengan lucu Ace merespon Elisa dengan tertawa kegirangan.
"Wah , Ace sudah besar ya !" Zelin datang membawa makanan bayi untuk di berikan pada cucunya itu.
"Nenek bawa Mamam , Ace mau Mamam !" dengan hati-hati Elisa mengangkat anaknya ke atas pangkuannya.
"Sini biar nenek suap Ace ya !" Zelin segera menyuapi Ace sesendok kecil bubur Tim buatan perdananya itu.
"Enak kan...nenek buat sendiri !" ujar Zelin memamerkan buburnya pada Ace yang jelas hanya tersenyum layaknya bayi.
" Oh iya Elisa , tadi kata bik Dewi ada paket dari Dimas , tadi ibu suruh letakan di kamar kamu , karena ibu perhatikan kamu masih main bersama Ace di sini , ya kan Ace " kembali suapan ke dua di berikan pada mulut mungil sang bayi .
"Iya Bu , nanti Elisa lihat " jawab Elisa tersenyum , terakhir ia mendapat surat dari Dimas itu sebelum hari kelahiran Ace.
Dimas kembali ke luar negri untuk mengurus perusahaan nya di sana , sementara perusahaan As Berlian di kelola oleh adiknya Juwi di nanti oleh Haris sang sekretaris nya yang terpercaya.
Dimas belum sempat pulang ke sana untuk memberikan selamat atas kelahiran anak Elisa dan akhirnya memberikan kado untuk bayi Ace.
Sementara Juwi sudah bisa menerima segala perasaan nya pada Edward , saat ini Juwi tengah dekat dengan Haris sang sekretaris kakaknya itu.
Elisa tersenyum mengingat semua hal yang telah terjadi di dalam hidupnya , akhir yang sangat bahagia itu di dapat dengan perjalanan hidup yang sukar di jalaninya.
Mom..... Elisa bahagia sekarang , kapan-kapan Elisa akan berkunjung ke kota T membawa keluarga utuh Elisa bersama Ace ...cucu Ibu....
**Tamat\_
*Assalamualaikum........ terimakasih untuk semuanya para reader yang sudah bersedia mampir dalam karya aku yang pertama ini , maaf jika karyaku tidak bagus dan sesuai harapan kalian .
aku tamatkan batas sini karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda untuk saat ini , kalian bisa mampir di karya ku yang lainnya yang masih on going , insyaallah masih ingin menulis lagi ,walaupun tulisan nya masih kurang..
salam satu hobi semua 🙏😘😘😘😘😘🤗🤗semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu amin...
waalaikumsalam.....
author pamit dulu ya***....
__ADS_1