Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Lebih mirip sidang _ Elisa


__ADS_3

"Aku sudah tidak tahan lagi ayah, aku yang tidak bisa mempertahankan keluarga ini !" ucap Belinda dengan nada sedih dan ekpresi wajah yang lugu.


"Sabar lah, jika aku tau semua ini akan sangat jauh, aku sudah lama menyingkirkan wanita itu !" jawab Aleksander merangkul penuh prihatin terhadap Belinda.


Belinda sangat paham, jika Alek pasti akan mendukung nya dengan penuh, dengan itu semua membulatkan tekad Belinda untuk tambah menghancurkan Elisa sepenuhnya.


Perusahaan Edward Manopo.


Edward yang menerima telpon dari Adnan bahwa Aleksander mengumpulkan seluruh staf di ruang meeting segera bergegas menuju kantor bersama Elisa.


"Apa akan terjadi sesuatu ?" tanya Lisa berjalan sedikit cepat menyusul langkah panjang kaki Edward di lobi.


"Entah lah, ku harap kau bisa bersikap seperti biasanya !" ucap Edward menghentikan langkahnya membuat Lisa sontak kaget berhenti hampir menginjak kaki Edward begitu saja.


"Ada apa?" tanya Lisa tak mengerti dengan tatapan mata Edward yang membulat serius padanya.


"Apa kau mendengar ucapanku tadi ?" tanya pria yang masih menatapnya serius, ucapan yang mana? hati Lisa menerka setiap ucapan Edward yang memang tak terlalu ia dengar lantaran hanya tertunduk melihat langkah Edward yang cepat.


"Heh, kau tidak dengar !, aku bilang ,kau harus jadi seperti biasanya ,apapun yang terjadi di dalam kau harus jadi seperti biasanya ?" beberapa kali Edward mengucapkan hal itu dengan memegang kedua bahu Elisa yang masih tertegun dengan karisma pria di hadapannya.


"Kau mengerti ?" ucap Edward lebih menekan bahu Lisa ,sehingga ia menggangguk terpaksa karena sedikit terpesona dengan mata indah pria di hadapannya.


Tap...tap...tap.....suara langkah kaki berlari menghampiri mereka..


"Pak, Direktur sudah menunggu di ruangan !" sedikit ngos-ngosan Jordi membawa sebuah map merah di tangannya, dan di berikan langsung pada Edward.


"Memangnya apa yang terjadi, ini hanya meeting biasakan ?" tanya Lisa mengumpulkan tatapan kedua pria di hadapannya.


"Ayo kita masuk !" jawab Edward mengambil map yang di berikan Jordi segera , mereka bertiga segera menuju ruang meeting, dengan perasaan penasaran yang tertanam di hati Elisa.


15Menit


"Selamat pagi semua !" ujar Edward masuk membungkuk kan punggung nya di ikuti dengan Elisa dan Jordi di belakang.


"Duduk !" tegas Alek yang sudah berdiri menunggu kedatangan mereka dari tadi, di dalam ruangan itu juga ada Belinda dan Adnan beserta seluruh staf, Mata Elisa tertuju pada seorang gadis yang tertunduk di pojok kiri yaitu Delta, Dia bahkan tak ingin melihatku pikir Lisa lesu.


Mereka pun duduk segera, Elisa ingin duduk di sebelah Edward ,namun tiba-tiba saja Belinda menyerobot kursinya keras, akhirnya Elisa sedikit berpindah ke dekat Adnan tepat berhadapan dengan Edward.


"Kalian sudah kumpul semua ,Adnan Mulai lah !" ujar Alek tegas sembari duduk, sementara Adnan berdiri dan membuka map kuning di hadapannya.


"Baik pak, !" jawab Adnan segera. " Hal ini mengenai gosip yang beredar di berita akhir-akhir ini, jelas semua yang sudah hadir di sini tahu"


Deg....

__ADS_1


Batin Lisa pilu mendengar hal itu, di tatapnya Edward yang juga menatapnya tajam, apa semua itu akan di bahas di sini, ujar Lisa tak berpaling dari tatapannya.


Jadi sudah tiba waktunya ,mereka membahas soal ini, heh ,sedikit sinis raut wajah Edward menatap ke arah Adnan yang membalikkan kertas di halaman mapnya.


"Akibat hal itu semua, pihak pemasaran dan klain sedikit terganggu ,sehingga membuat omset perusahaan menurun"


"Pak direktur yang terhormat ,apa hal itu pantas di bicarakan di sini "Edward sedikit menyandar santai menatap ke arah ayahnya.


"Diam !!!" teriak Alek sembari menepuk meja, membuat semua orang di sana terkejut dan tertunduk.


" Jika bukan karena kau ,ini semua tidak akan terjadi , heh ..." tatapan Alek tertuju pada Elisa yang tak hentinya menatap Edward, ia tahu bahwa itu semua akan terjadi ,bahkan mungkin ini lah saat nya semua itu terungkap .


"Lanjutkan Adnan !" sambung Alek lagi.


"Kami sudah menimbang dokumen para pegawai yang juga protes soal Elisa yang di masukkan menjadi sekretaris tetap pak edward, sedang Dia tak memiliki arsip pendidikan yang pantas untuk menjabat sebagai sekretaris, hal ini membuat para staf yang merasa layak menjadi konflik , ( pro dan kontra)"


Haigh, ini sidang kah , jelas-jelas dia yang iri? " sedikit Elisa tergugah dari tatapan mata Edward , seakan bisa membaca isarat dari bibir Edward yang saat itu seakan sedang berbicara pelan menatapnya.


Jadilah seperti biasanya?


"Pada intinya saja !, jika ingin membahas soal pribadi di sini ,kalian harus meminta persetujuan padaku, baru bisa membuka aib, apa kalian ini reporter, wartawan ,mau buat majalah , mau demo kah ????" dengan santainya Edward menyangkal semua itu , membuat suasana canggung sekaligus tegang.


"Diam , !" lagi Alek tampak berteriak kesal menatap Edward.


"Ayah ,jaga kondisi mu ,!" sambung Belinda di samping Edward ingin memegang tangan Edward namun di tepisnya kuat.


"Kau masih membela wanita murahan ini !" ketus Belinda menjawab seraya menujuk Elisa yang santai menatapnya.


"Jordi laporkan !" singkat Edward memotong pembicaraan .


"Apa maksudmu , Adnan belum selesai !" ucap Alek tak terima dengan pembelaan Edward.


sementara Elisa mulai mengerti dengan situasi saat itu ,ia membuang semua rasa takut dan malunya, heh, aku memang sudah hancur dan rusak ,untuk apa lagi aku takut hancur, pikir Lisa tegar.


"Jika ada tuduhan ,harus ada bukti bukan , kita alihkan perhiasan ,melainkan sidang , bila perlu ke meja hijau !" jelas Edward duduk tegap menatap Lisa, sedang Belinda di sebelahnya sangat geram.


"Kalian tentu ingin mendengarkan penjelasan atasan kalian bukan , ?" tanya Edward menatap seluruh staf nya yang juga menoleh ke arah nya.


"Kami sangat ingin mendengar semua itu pak !" jawab Delta dengan tiba-tiba mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Oke, lanjutkan Jordi !" senyum Edward tertuju pada delta yang buka suara, di hatinya ingin semua masalah itu jelas , sedang Elisa juga terlihat senang melihat Delta yang ternyata masih berpihak padanya.


"Baik, segera Jordi mengambil kembali Map yang di geser Edward padanya , kemudian membacanya.

__ADS_1


"Pasal gosip yang tersebar ,semua itu di buat oleh kalangan yang tidak bertanggung jawab ,merekayasa foto serta hal-hal yang terkait di dalam nya , Pak direktur bisa lihat sendiri !" Jordi memberikan dua lembar kertas pada Alek.


"Itu salinan data pengirim gosip ke media " Jordi memberhentikan ucapannya , di lihatnya reaksi Alek yang tiba2 berubah, Ternyata akun penyebar gosip itu adalah Duma istrinya ,


"Ayah ,apa ini perlu di teruskan ? pecat saja wanita pembuat onar ini !' ketus Belinda kesal dan takut, tatapan nya tertuju pada Adnan uang mulai gusar.


"Apa harus saya jelaskan pak ?" tanya Jordi jelas tertuju pada Alek yang sangat tak menyangka istri kedua nya turut andil dalam hal itu.


sementara karyawan yang lain saling bertatapan penuh rasa penasaran ," jika begi..


.


"Lanjut kan saja !" ketus Alek memotong , tak ingin semua karyawan tahu ...


Edward tampak tersenyum puas ,mengetahui ia menang satu tlak, di tatapnya Lisa dengan manis membalas tatapannya , Elisa mulai sangat paham dengan apa yang di sampaikan oleh Jordi ,meski iapun sangat penasaran dengan akun yang membuat gosip itu.


"Selanjutnya , Masalah ,Bu Elisa bekerja di sini , selama ia bisa bekerja dengan baik ,bahkan ia juga sudah membantu meluncurkan satu produk pada rating perusahaan kita ,bahkan bapak sendiri yang memberi penghargaan nya , saya rasa itu bisa di pertimbangkan ! "


"Ayah , ayah tahu kita tidak menerima wanita klub malam bebas bekerja di sini bukan !" teriak Belinda seraya berdiri tidak terima dengan perkataan Jordi, semua karyawan mulai berbisik-bisik lirih.


" Maaf pak, Saya rasa ini sudah bukan di jalurnya , jika anda ingin memecat saya ,silahkan lampirkan surat , atau saya sendiri yang akan mengundurkan diri !" ucap Lisa berdiri sedikit membungkuk menghadap ke arah Alek.


"Wanita brengsek !" ujar Belinda geram tak bisa menahan emosinya , hal itu bukan lagi masalah perusahaan melainkan masalah pribadi ,membuat Lisa sudah tidak tahan ,ia tahu jika Belinda dan Alek ingin mempermalukannya di depan semua karyawan.


"Heh, apa anda sudah mengerti Pak direktur, Di sini ada Cctv, Bapak ingin mempermalukan orang atau mempermalukan diri sendiri !" tambah Lisa tak tahan dengan sikap orang-orang kaya ini , Edward tak menyangkal semua perkataan Lisa yang di pikirnya mafih pada jalur nya


"Wanita lancang , keluarkan dua segera !" brakkk... Alek memukul meja kuat seraya berdiri.


"Cukup ! , jika ayah ingin memperpanjang semua ini baik lah , Jordi serahkan berkas nya , kita lanjutkan di meja persidangan !" Edward kemudian berdiri seketika menghampiri Elisa dan menarik tangannya , mereka berdua keluar , keadaan meeting jadi kacau dengan banyak tanya di antara pegawainya.


sementara Adnan segera merampas mqo di tangan Jordi dengan kasar .


"Berikan itu padaku !" ujar Alek sangat marah.


Di berikan nya map itu oleh Adnan seketika ,lalu di baca halamannya satu persatu oleh Alek.


Map itu berisikan persoalan penculikan Elisa serta dalang di balik semuanya , tentu menyangkut pada Adnan dan Belinda, beserta salinan bukti yang memperkuat itu semua .


"Ayah ,memangnya apa isi itu semua ,kenapa Edward membahas persidangan?" tanya Belinda sedikit mendekat pada Alek yang raut wajahnya berubah kembali.


Alek tahu benar itu adalah sebuah kasus besar , lebih besar masalahnya dari pada soal gosip ,pengeluaran Elisa bahkan tentang hubungan Edward , sama sekali ia tidak menyangka jika Belinda bisa berbuat seperti itu ,walaupun ia sangat membenci Elisa ,tapi jika penculikan bahkan lampiran pembunuhan, itu akan sangat vatal.


"Ayah "

__ADS_1


"Keluar semua ,keluar. ." teriak Alek kasar membuat semua karyawan kaget dan segera keluar, ,


"Apa yang terjadi ayah ?" Belinda sangat khawatir akan Hal yang ada di dalam kertas itu , apa sebenarnya....


__ADS_2