
Dimas adalah pengusaha Muda Lulusan luar Negri, Dulu pernah satu sekolah dengan Elisa juga sempat Menjalin hubungan baik dengannya, Tapi hubungan mereka di tentang oleh keluarga Dimas lantaran Perbedaan kasta.
Lalu Dimas pindah bersama keluarga nya ke luar negri untuk melanjutkan pendidikan di bidang bisnis, Dimas bersama adiknya Juwi lebih dulu berangkat ke luar negri,sementara kedua orang tuanya pergi belakangan,Naas pesawat yang mereka tumpangi sempat mengalami turbulensi dan terjatuh hingga menyebabkan kedua orang tua nya meninggal dunia, Dimas dan adik perempuannya sangat terpukul kala itu, mereka tetap berada di luar negri untuk melanjutkan bisnis kedua orang tuannya, Yaitu bisnis Berlian.
Kini Dimas kembali ke kota X untuk membuka cabang baru perusahaannya, yang sudah mencapai Rating tertinggi termasuk perusahaan besar di kota X . Dimas selaku ahli waris dari perusahaan AsBerlian kini menjabat sebagai Direktur ,sedangkan adiknya Juwi yang baru menyelesaikan Sekolahnya turun membantu kakaknya di perusahaan itu.
Kediaman Dimas di kota x
Dimas dan adiknya memilih tinggal di rumah yang tak cukup besar, hanya saja rumah itu bergaya klasik dan modern, di sana mereka hanya tinggal bersama satu orang pembantu dan satu orang supir pribadi untuk Juwi, Mereka termasuk orang yang tidak suka mengumbar kemewahan meskipun mereka orang yang sangat kaya.
"Kak, kenapa sih kita kembali lagi ke kota ini , !" ketus Juwi menghampiri Dimas yang tengah santai di ayunan rotan di teras belakang yang menghadap kolam renang.
"Kau kenapa lagi Juwi ?" tanya Dimas santai melirik adiknya, memang Juwi kurang setuju mereka kembali, lantaran Juwi sangat lah susah untuk beradaptasi dengan lingkungan, Juwi gadis centil dan manja, namun susah mendapat teman lantaran sifatnya yang egois dan perajuk.
"Kakak seperti tidak tahu saja, lagian aku pusing harus bekerja di perusahaan kakak itu, aku kan jurusan Modeling dan sastra, eh kaka k suruh aku menggambar perhiasan, mana aku bisa?" ketus Juwi kesal seraya duduk di kursi jauh dari Dimas.
hahaha....tawa Dimas yang begitu keras membuat Juwi mengerutkan keningnya.
"Apanya yang lucu !" ketus Juwi kian kesal
"Modeling, bukankah ingin bergaya, tentu harus ada perhiasan bukan, sastra yah, tidak jauh jauh lah dari pribahasa juga pencipta karya! sangat cocok lah Juwi.
"kakak mana tahu tentang modeling, jangan bilang Kak Dimas kemari hanya ingin mencari masa lalu kakak!" ketus Juwi seraya berlari meninggalkan Dimas dengan sedikit cemberut.
Masa lalu , aku bahkan bertemunya Tadi siang, Semakin dewasa dia semakin cantik, Bagaimana bisa dia menjadi sekretaris di perusahaan itu, apa yang terjadi pada Mu Elisa?? Dimas tampak memejamkan kedua tangannya seraya menutup separuh wajahnya dengan satu tangan.
Masa Lalu
"Kau tau Lisa jika aku sukses nanti ,aku akan membangun Galeri besar di kota ini untukmu !Dimas Berjalan pelan di depan Elisa sementara Elisa tampak santai memakan eskrim di belakangnya.
"Kau itu akan sukses segera, bukankah orang tua mu sangat kaya !" ketus Lisa mengunyah semua eskrimnya.
"heh, aku sudah bilang beberapa kali padamu tidak usah membawa bawa kekayaan keluargaku !" Dimas tampak menghentikan langkahnya seraya memperhatikan Elisa yang bibir nya penuh dengan eskrim.
"Eh.. apa yang kau lakukan ?" Dimas tampak mengelap bibir Lisa yang belepotan dengan tangannya.
"Kau ini, makan seperti anak kecil !" Dimas mengusap lembut kepala Lisa, sesaat Elisa diam tersipu di perlakukan Dimas saat itu.
"Hari sudah siang, sebaiknya kita pulang segera ! aku akan mengantarmu !" ujar Dimas menarik tangan Lisa semangat.
"Tidak perlu, itu supirmu sudah jemput!" Elisa menunjukkan jarinya di ujung jalan tempat mereka berada , sebuah Mobil mewah dengan seorang supir pribadi telah Menunggu Tuan mudanya.
"Kalau begitu , ikutlah bersamaku, aku akan bilang pada supirku untuk mengantarmu juga !" tambah Dimas menarik lagi tangan Lisa.
"Tidak perlu, pergi lah !! aku bisa pulang sendiri, rumahku juga kan tidak jauh dari sini!" tambah Lisa tersenyum manis pada pria di hadapannya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok di sekolah !" Dimas tampak melangkah meninggalkan Lisa dengan berat.
"Silahkan masuk Tuan Muda!" seorang supir membukakan pintu mobil, Dimas segera masuk ke dalam mobil.
"Sampai jumpa Dimas, jangan Lupa besok kita ada Les Lukis, pastikan lukisanmu lebih bagus dari ku oke!" Elisa tersenyum sangat manis dengan melambaikan kedua tangannya...
Dibawah guguran Bunga pada musim semi, Membuat wajah polos cantik Lisa tak pernah hilang dari pandangan, hingga tiba saat itu....
........Jduardggg...jgerdddd suara petir menyambar dengan derasnya hujan yang menerpa.
Tok...tok....tok...mengetuk pintu keras.
"Dimas..... Dimas.... apa kau ada di dalam....??" suara seorang wanita terdengar dari luar...
cklek.....
"Elisa? Elisa ada apa?" Dimas mengenali wajah Elisa meski di dalam kegelapan.
"Dimas, Dimas ibu ku...ibuku..." suara Elisa bergetar hebat, wajahnya kusut serta bajunya basah kuyub, mata nya pun tampak sembab karena menangis.
"Ibumu kenapa?" tanya Dimas mengguncang Tubuh Lisa kuat.
"Ibuku sakit, dia tidak sadarkan diri, dia harus segera di bawa ke rumah sakit...aku mohon kau tolong aku ! Dimas tolong !, hekkkhunggg " Elisa tampak menangis kembali.
" Apa yang kau lakukan ?" teriak seorang dari dalam rumah.
"Ayah, kebetulan ,ayah ibu Lisa sakit, harus segera membawanya ke rumah sakit, ayo yah kita segera tolong Ibu Lisa !" Dimas tampak menggoyangkan tangan ayahnya, namun ayahnya menepis keras.
"heh, aku sudah pernah bilang bukan, kau jangan bergaul lagi dengan gadis ini, gadis kecil yang sangat licik, bagaimana bisa kau datang ke rumah pria tengah malam begini, dalam keadaan hujan lebat seperti ini!"
"Apa kau sudah tidak punya harga diri !"
jeguarddd....jegerrrrrtdd....
"aku.......
"Ayah, kau tidak boleh bicara seperti itu pada Lisa , !" teriak Dimas di derasnya hujan.
plakkkkkk.... tamparan keras tertuju di wajah Dimas.
"Kau membela wanita tidak tahu diri ini !" pria tua itu tampak murka.
__ADS_1
"Apa yang terjadi ?", seorang wanita yang tak lain adalah ibu Dimas sendiri.
"Lagi-lagi wanita ini, pergi kau jangan ganggu anak ku lagi!" teriak ibu Dimas mendorong Elisa jatuh tersungkur.
aaakkkkhhh......Elisa tampak jatuh ke dalam genangan air di sana...
"Ibu, hentikan dia tidak bersalah ibu !" Dimas tampak berlari keluar menjangkau Lisa yang terduduk di tanah.
"Bangun lah Lisa, kita akan membawa ibumu ke rumah sakit !! Dimas tampak membantu Lisa berdiri..
"Dasar anak kurang ajar, kemari kau !" ayah Dimas menarik Dimas paksa masuk ke dalam rumah,
"Tidak ayah, lepaskan aku...aku harus menolong Lisa...
Brakkkkk...pintu di tutup keras oleh keluarga Dimas.......
"Lisa...... Elisa............
_
_
_
_
_
_
_
"Tuan....maaf tuan...anda kenapa tidur di sini !" seorang wanita mengguncang tubuh Dimas yang terlelap di ayunan.wanita itu tak lain adalah Emi pelayan di rumah Dimas.
"Ah, bibi ternyata aku ketiduran yah ?" Dimas segera bangkit seraya mengusap keringat di wajahnya.
"Apa tuan habis olahraga ?" tanya Emi heran melihat sekujur tubuh Dimas yang berkeringat.
"Gak Bi, cuacanya panas, ya sudah aku mandi dulu ,Bibi siapkan makan yah !" bangkit dari ayunannya.
"Iya Tuan !"
"Bibi lihat Juwi ?"
"Oh, Non Juwi di kamar nya Tuan !"
"Oh " Dimas segera berlalu dengan perasaan sesaknya, Maaf kan aku Lisa, aku akan menebus semuanya.... teguh nya dalam hati Mengingat kejadian pahit Itu.
Bersambung.........
__ADS_1