Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
cerita biasa


__ADS_3

Di dalam mobil


"apa yang kau pikirkan ?" tanya Edward menatap Lisa saat melamun,sebentar kemudian kembali fokus pada jalanan.


"Hem, Kenapa rumah sebesar itu begitu kosong,?" tanya Lisa menjawab perkataan Edward namun tidak menoleh.


"Bagi ibu semua Barang sudah tak berarti ?", jawab Edward pelan nampak sedikit kepiluan dalam perkataannya Elisa menatap pria di sebelahnya lembut .


Dia sedih kah, "Maaf tuan ,jika aku terlalu lancang" pelan Lisa berkata masih menatap Edward.


"Bisa mulai sekarang panggil aku Edward atau apalah, jangan sebut Tuan lagi !", kata Edward tegas sedikit melirik Lisa karena di depan ada persimpangan jalan.


"Baik", jawab Lisa pelan menurut.


19.30 sampai 🏠


"Masuk lah ke dalam !" kata Edward memberhentikan mobilnya di depan teras vila.


"Tuuan, Maksudku kau tidak ingin masuk ke rumah kah?", tanya Lisa ragu menoleh pada Edward yang saat ini sedikit tersenyum.


"aku masih ada janji di luar ",;singkat Edward


"Oh, ya sudah !" Elisa segera membuka pintu.


"Heh, kau lupa ?"ketus Edward.


"Lupa apa,?" tidak jadi buka pintu


"Keluar lah !", Edward sedikit kesal


Elisa menatap nya paham akan permintaan Edward, "eemuuachh" kecupan bibir Lisa mendarat secara tiba tiba di wajah tirus Edward.


"Hati hati di jalan !", tambah Lisa malu keluar mobil dan berlari masuk ke dalam vila yang sudah di buka Rena sejak mengetahui kedatangan tuannya,sementara Edward sedikit tidak puas namun terbesit senang dalam hati sembari melajukan mobilnya cepat...


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


_


_


Kafe ternama di kota X


Edward Memarkirkan mobilnya di depan sebuah kafe, lalu turun dan masuk ke dalam kafe besar itu.


Mata nya menatap seluruh penjuru keramaian di sana , pada akhirnya terfokus pada pria di ujung duduk diam menghadap sebuah notebook.


"Apa tidak bisa cari tempat lain?" tanya Edward menghampiri pria itu, Adnan.


"Maaf pak, ini yang terdekat dari kantor !" tambah Adnan berdiri memberi salam dengan sedikit menundukkan kepala.


"Apa yang bawa?", tanya Edward duduk di hadapan Adnan yang turut duduk pula.


"Coba bapak lihat ini !" Adnan memutar laptop nya menghadapkan ke arah Edward.



"Ini Kan gambar perhiasan kita tahun lalu ?tanya Edward belum mengerti maksud Adnan.


"Bapak lihat di atasnya!" tambah Adnan mencoba menunjukkan kolom atas yang berisikan hak cipta.


"Apa ?", sedikit nyaring suara Edward mendiamkan kebisingan di sana, Adnan pun sedikit kaget.


"Bagaimana bisa karya kita di tiru perusahaan lain ?" tambah Edward kesal menatap Adnan.


"Lalu apa kerja kalian selama ini ha?" sambung Edward lagi menepuk meja, lagi lagi keramaian di kafe itu terganggu , beberapa orang tampak berbisik risih.


"Maaf pak, sebelum ini di keluarkan sepertinya ada orang dalam yang membocorkannya, lalu lebih dulu menerbitkannya, sehingga perusahaan kita lah yang di bilang peniru!" jelas Adnan berusaha pelan agar amarah Edward tak menjadi .


"Perusahaan As Berlian pak ,milik Tuan Dimas " tambah Adnan tegas


"Kirim biografi perusahaan itu di e-meil ku! jangan lupa dengan Dimas !"tegas Edward seraya bangkit di ikuti Adnan.


"Baik pak!", jawab Adnan pelan menatap kepergian Edward begitu saja.


21.30 vila.


Edward membuka pintu kamar, di lihat nya Tubuh cantik Lisa tengah terbaring di atas ranjang sedikit terbuka ..


"Bodoh ", ketus Edward masuk dan menutup pintu , kemudian langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka, lalu berganti pakaian, Edward hanya memakai celana pendek santai saat itu karena di rasakan nya sangat gerah, hingga nampak tubuh putihnya yang kekar dan sispeak,


Matanya tertuju lagi pada Elisa yang tengah terlelap dalam tidurnya yang sangat nyaman, di lihat nya wajah mungil Lisa terkadang tersenyum "Dia sedang bermimpikah ?" pelan Edward berbicara mendekati Lisa dan duduk di sampingnya.


tak henti tatapan Edward pada gadis di hadapannya, di lihatnya tubuh Elisa yang begitu mulus hanya terbalut gaun tidur tipis yang membalutnya, terlebih pada bagian paha Lisa tampak terbuka tinggi sehingga menimbulkan suatu hasrat di benak Edward.


Tangannya menggapai paha bening itu, "Tuuu uaan ,anda sudah pulang ?" Elisa terperanjat menerima sentuhan dingin yang mendarat di pahanya,"


"Begitu kaget kah kau melihatku ?" tanya Edward kesal menatap Elisa ,


"Bukan begitu, Elisa tak sengaja melirik bagian tubuh Edward yang tak memakai baju, Oh mom, tubuh gagah ini kah yang selalu bersamaku , batin Lisa jorok lalu tersadar seketika dengan menggelengkan kepalanya ,


"kau kenapa ? tanya Edward masih menatap Lisa aneh,


"Tidak ada ," wajah eLisa tersipu mengingat kata dalam hatinya

__ADS_1


"Minggir aku mau tidur !" ketus Edward mengangkat kedua kaki Lisa dan menggeser kan nya , lalu ia terbaring di sebelah Lisa.


"Apa Tidak dingin jika tidur begitu ?", tanya Lisa ragu


"Jika kau terus memanggilku tuan ,maka aku akan paksa kau menghangatkan tubuhku !" gertak Edward menarik selimut dan memejamkan kedua matanya .


Bagaimana bisa, itu pernah kau lakukan bukan ? tapi kau menolaknya ,kau jijik mengingat aku...


"Tidur lah ,besok kita kantor !"tambah Edward yang kini menoleh Lisa..


"Kau darimana tadi ?" tanya Lisa penasaran .


"heh, Edward sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Lisa.


"Belinda !" pelan Edward berkata melihat reaksi Lisa.


"Oh, kalau begitu ini akan menjadi panjang !" sedikit menghela nafas Elisa membaringkan tubuh nya seraya membelakangi Edward.


Edward tau apa yang di maksud Lisa, padahal dia tidak bermaksud begitu.


"Bisa tidak ,jangan membelakangiku !" Edward terdengar kesal Elisa langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Edward namun dengan memejamkan matanya, sangat malas pikirnya berdebat dengan pria itu di malam hari.


"hmp ," nafas panjang Edward di rasa menyapu seluruh wajah Elisa dengan hangat, namun Elisa tak ingin membuka matanya ,karena di rasanya kedua mata Edward masih terbuka menatapnya.


"Kau tidak mencium ku !"


"Apa?"seketika Elisa membuka matanya


"Pura-pura tuli !" ketus Edward malah membelakangi Elisa.


Dasar, Selamat malam Edward ,Elisa sedikit bangun mencium pipi kiri Edward lalu kembali tidur, tanpa merespon panjang Edward kembali berbalik menghadap Lisa yang kini balas membelakanginya, Gadis nakal ungkap Edward di sela senyumannya.


_


_


_


_


_


Pagi hari


"Hey bangun Tuan putri !" Elisa merasakan tubuhnya berguncang,


"Tuu u,..kau "segera membuka mata dan bangkit menyatukan rohnya, Elisa sedikit mengusap matanya yang masih mengantuk.


"Dasar tidak disiplin !" ketus Edward mengelus kepala Elisa yang masih belum terjaga.


"Memangnya ini jam berapa ?", tanya Lisa baru sadar bahwa pria di hadapannya sudah berjas rapi nan tampan siap pergi ke kantor.


"Jam 08.00" singkat Edward melihat jam tangannya .


"Mandilah ,aku tunggu di bawah ! tambah Edward melangkah keluar kamar


"Apa kau tidak ingin bertemu bawahanmu yang cerewet itu !" Edward menghentikan langkahnya di depan pintu kamar, melihat Elisa masih bermalas malasan di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Delta !" Elisa segera bangkit dan sedikit berlari menuju kamar mandi, hatinya senang mengingat akan bertemu delta kembali.


Edward tersenyum lebar melihat reaksi Lisa seperti itu " ternyata wanita nakalku merindukan seorang teman kah ?" kata nya pelan pada diri sendiri melanjutkan langkahnya ..


__ADS_2