
Kontrakan Delta
Kamar Yang ukurannya tak seberapa , sedikit berantakan di dalamnya, Banyak buku dan kertas berserakan di pantai, selimut yang tidak pada tempatnya serta bantal yang jauh berada di dekat jendela, dan di tambah lagi bekas makanan siap saji berserakan di atas meja di tengah ruangan itu, Delta Orangnya sedikit kurang perhatian dengan tempat tinggalnya, Tidak bisa di tebak dari penampilannya yang bersih dan rapi, Elisa sedikit mengangkat Bahu dan menghela nafas panjang, Ia masih berdiri di bang pintu melihat seluruh kekacauan di sana, Delta tinggal dalam kontrakan di lantai dua, ruangannya hanya ada tiga, kamar tidur bersatu dengan tempat bertamu, ada dinding kecil yang membatasi dapur dan kamar mandi di sebelah kiri dari pintu masuk.
"Begini lah keadaan tempat tinggalku Lisa?" Delta tampak memungut bantal dan buku yang berserakan.
fuihh "Apa kamu habis berperang ?" ledek Lisa sedikit membantu membereskan.
"Hahaha, maaf yah, kamu tau kan di kantor akhir akhir ini sibuk banget, aku gak sempat nih buat beres beres, terlebih Pak Edward akhir akhir ini terus ngajakin rapat , aduhh pusing !" Delta tampak duduk di sofa kecil di dekat meja
"Ya sih, tapi gak sekotor ini juga ?" Lisa tampak menendang kaleng stik yang sudah berjamur ke dalam tong sampah di dekat pintu , Plonggggg.... Masuk deh.
"Kamu mau jadi pemain bola !" Delta sedikit meledek tanpa risih.
"Boleh, hahaha " Lisa tertawa keras seraya menghampiri temannya, " Kau santai saja dulu, aku mau ke bawah cari makanan !" tbah delta seraya menjangkau tasnya.
"Aku ikut yah !" Lisa tampak berharap.
"Tidak usah, kau istrirahat dulu, biar aku yang beli!" mengeluarkan beberapa uang kertas dari dalam tas, "Aku pergi dulu !" tambah delta berlalu keluar pintu.
"Jangan lupa, sekalian beresin dikit !" tambah delta lagi menampakkan kepalanya di dekat pintu.
"Enak saja, sana pergi !" ketus Lisa meninggikan alisnya mengangkat tangan pada delta
"Hahahaha...." Delta tertawa seraya berlari
melihat tingkah Lisa kesal.
((((((o))))))
hugggghhh......Beres juga nih ruangan ,Elisa tampak mengusap keringat di keningnya, kamar itu kini sudah berubah drastis, sangat bersih dan rapi, tangan cantik Lisa yang melakukannya.
"Begini kan nyaman !" ujar Lisa seraya merebahkan tubuhnya di atas ranjang kecil itu, kasurnya lumayan pikirnya dalam hati seraya memejamkan mata.
"Wow, ini kamarku kah ?" Delta datang sangat terkesan melihat perubahan kamarnya yang berubah rapi.
"Ini kamarku !" ketus Lisa bangkit dari tempat tidurnya ,
"Hehe, terimakasih Lisa sudah berbaik hati membereskan kamarku ini !" Delta menghampiri Lisa dengan kantong plastik di tangannya.
"Itu apa ?" tanya Lisa meraih plastik di tangan delta.
"emm, Kerupuk kentang, Biskuit,sereal, susu,Mie instan, dan masih banyak lagi makanan instan serta cemilan lainnya, Kamu mau bikin gemuk kah?" Lisa melirik Delta yang menahan tawanya ketika Lisa menyebutkan seluruh isi belanjaannya,
"Heyy, Kamu mau tertawain apa ha?"
"Hmmmmphuahaaahaha....Lisa ku lucu banget , memang harus yah di sebutin gitu." Tampak delta memegang perutnya karna terlalu tertawa.
"ih kamu !" Mencubit manja gadis yang berdiri di hadapannya.
" aaaukh, sakit tau !"
"Maaf, maaf, hmp,aku numpang mandi yah, gerah banget nih !" tambah Lisa mengeluarkan tubuh lengketnya.
"Boleh dong, mandi aja, kamar mandi nya gak berantakan kok!" tawa Delta sedikit menyindir.
"Ohh, kamu bilang sendiri yah !hehhehe "Lisa segera menuju kamar mandi .
Setengah Jam kemudian.
Elisa sudah terlihat segar kembali dengan memakai pakaian kaos pendek serta celana jeans milik Delta yang seukuran tubuhnya.
"wow, kamu pakai apa aja tetap cantik yah Oh yah Mie nya sudah siap ?" Delta tampak menyuguhkan dua mangkuk Mie dengan berbagai toping di atasnya.
"Makasih, Baju kamu adem, emp,Enak nih !" Lisa tampak segera menyambut satu mangkuk mie hangat itu.
"Baju aku gak seperti baju kamu yang kelihatannya brendet yah?hmp,juga maaf yah, aku cuma bisa buatin kamu makanan seperti ini !" keluh Delta sedikit lesu.
"Eh, gak apa kok, Baju aku hanya kW saja kok,!" Melirik delta yang sedikit tidak enak
"aku makan yah, Mie nya tampak enak !, empp, beneran enak loh !" Lisa mengunyah nikmat mie buatan Delta.
drddd....dredddd...
Ponsel Elisa bergetar di atas meja ." Pria aneh ini siapa ?" Tanya Delta yang Melihat panggilan telpon Lisa.
"Apa?, Sini biar gak usah di angkat !" Elisa tampak mengabaikan telpon yang terputus,
Edward mau ngapain sih ,Tumben pakai telpon segala.
Derrdddd.......Drdddddd ponselnya bergetar lagi
"Sudah angkat saja Lisa !, pacar kamu yah ?"
"uhug...uhughhhh...."
"Eh, ini minum!" Delta tampak menyodorkan segelas air pada Lisa yang tiba tiba saja terdesak.
"Terimakasih !"
glukkkk...
__ADS_1
"Aku angkat telpon dulu yah !" Lisa segera mengambil ponsel nya dan berlari keluar, sementara Delta tampak sedikit heran dan lucu melihat tingkah laku Lisa.
Di luar kamar.
"Kau dimana Lisa ?" teriak pria itu memecah gendang telinga di ujung udara.
Ya ampun, benar buruk nasibku, Elisa tampak sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Heh, Aku sekarang berada di tempat Delta, bukannya aku sudah bilang !" ketus Lisa cemberut pada suara pria yang di dengarnya.
" Cepat lah kembali!!" Edward menurunkan nada bicaranya.
"Aku akan bermalam di sini, Bukankah tuan senang!"
"jangan membuat aku kesal Lisa , ingat kontrakmu !, atau kau ingin aku menjemputmu ke sana !"
"Eh, tidak perlu ,iya iya aku pulang !!" Mematikan telpon.
Apa yang akan delta pikirkan jika Edward kemari, dasar pria aneh, tidak peka, seenaknya sendiri .Lisa tampak kesal seraya masuk kembali ke kamar.
"Delta, aku pulang dulu yah !" Lisa tampak ragi berpamitan pada Delta.
"Eh, bukannya kamu mau bermalam di sini ?" Delta sedikit heran seraya berdiri.
"Sebenarnya siapa yang telpon ku tadi ?" tambah delta lagi bertanya.
Tidak mungkin ku bilang Edward kan, ' emp, itu ada sepupu jauhku yang akan berkunjung, pokoknya aku harus pulang dulu !" segera Lisa berkemas dan mengambil tasnya.
"Oh sepupu yah?aku antar ke depan yah!" sambung delta lagi
"Tidak usah, kamu lanjutin makan aja, aku mau cari taksi , sudah tidak perlu berfikir banyak , Bay... Bay.... delta "
"Hmp, Lisa aneh !" celetup Delta sedikit kecewa melihat kepergian Lisa yang terburu buru.
Vila. 18.30
"Wah, akhirnya Non Lisa pulang juga !" sapa Dewi yang membukakan pintu.
"Iya Bi, tumben bibi yang buka pintu, Bi Rena kemana Bi ?" tanya Lisa sedikit heran.
"Bi Rena minta izin pulang ke Desa Non, di antar pak Wisnu !" jawab Dewi pelan
"Ke desa? memangnya ada apa Bi ?" tanya Lisa seraya melepas sepatunya.
"Keluarganya sakit, emp, Tuan tadi cari Non Lisa, sebaiknya Non Lisa temui Tuan dulu ?" tambah Dewi dengan wajah lesunya.
"Tuan ada di kamar Non ?"
"Bibi, istrirahat saja Mukanya lesu banget, aku mau ke atas dulu !" Mengelus Bahu Dewi yang sedikit tertunduk, seraya berlalu.
"Non, Bibi boleh minta tolong gak ?" Langkah Elisa terhenti.
"Tolong apa Bi, bisa dong selagi Lisa bisa bantu ?" sedikit tersenyum Lisa kembali menghampiri Dewi.
"Bibi malu , emp gimana yah bilangnya?" Dewi tampak tertunduk dengan raut wajahnya yang lesu tidak enak.
"Bilang saja Bi, tidak usah malu, bibi mau minta tolong apa ?, semoga Lisa bisa bantu ?" Mengangkat wajah Dewi yang tertunduk.
"Begini non, Bibi Mau bantu Rena karena dulu Rena juga sudah bantu bibi, rencananya Bi Dewi mau bantu pakai uang ,tapi Minggu kemarin uang bibi terpakai untuk keluarga jiga, kalau boleh bibi mau pinjam uang sama non Lisa, nanti kalau bibi sudah gajian dari tuan, bibi kembalikan non, !"
"Tadi bibi mau bicara sama Tuan, tapi sepertinya Tuan sedang tidak senang, jadi bibi takut, "
Aduhh, Uang yah ! Lisa sedikit melirik tas nya, Uang ku waktu itu, serta tabungan sudah aku kasihkan ke Tante Dona semua untuk ganti rugi, Mengingat kejadian di klub, terus di dompet sekarang paling hanya seberapa , Lisa tampak mengelus lembut tasnya, dengan wajah lesunya
"Apa Non Lisa, bisa meminjamkan bibi uang!" tambah Dewi tidak enak.
"Memang bibi butuh berapa bi?" tanya Lisa ragu.
"jika ada hanya 12j Saja non , !" jawab Dewi
12j, Oh mom, itu gajiku dalam semalam bekerja kah?
"Non Lisa!"
"Eh, itu iya Bi, Nanti Lisa kasih yah !, Bibi tenang saja." Darimana dapat uangnya, Lisa tampak bingung seraya menggaruk kepalanya.
"Aduhh, terimakasih banyak non, terimakasih !" Dewi tersenyum sembari menyalami tangan Lisa.
"Eeh, iya Bi, sama-sama, Lisa ke atas dulu yah !" Elisa segera berlalu meninggalkan Dewi melangkah menuju tangga naik ke kamar atas.
Dimana coba dapatkan uang segitu banyak, Sama Edward kali yah ! emp, iya sama dia saja, bukankah aku di gaji .Tidak salah lagi aku minta sama dua saja, Uang uang, Kok aku bisa lupa sama uang yah ? Lisa tampak sedikit berlari dengan keanehan pada dirinya.
Tok...tok....tok....
"Aku pulang !" teriak Lisa segera membuka pintu kamar.
"Kau ingat pulang !" ketus Edward yang berada di tempat tidur mengenakan piyama hitam yang elegan.
Sudah siap tidurkah? ini baru jam berapa ? Elisa tampak melihat jam tangannya.
"Maaf, aku kan hanya pergi sebentar, juga sudah bilang padamu !" Elisa tampak bicara lembut seraya menutup pintu.
__ADS_1
"Apa kau sudah makan ,aku buatkan makanan yah !" tanya Lisa lagi menoleh pada Edward yang menatapnya aneh.
"Heh, apa yang terjadi padamu ?" ketus Edward bangkit dan mendekati Lisa "Ganti Baju, aku tidak suka melihatmu memakai pakaian ini !" tambah Edward melirik pakaian yang dikenakan Lisa saat itu.
Ini baju nya Delta, apa maksudmu tidak suka! sombong ! " Iya, aku akan ganti !" sabar Lisa kau sekarang butuh banget pada ya, jadi turuti saja , Bisikan aneh mewakili hatinya, Elisa segera menuju lemari dan mengambil beberapa pakaian untuk ia kenakan.
"Kau mau kamana?"tanya Edward melihat Lisa yang menuju kamar mandi.
"Ganti baju, bukannya kau tadi yang suruh aku ganti baju!" ketus Lisa tak bisa menahan emosi
"Ganti disini , heh !"
Ya ampun, pria ini mau ku tonjok rasanya, Tidak apa lah, dia juga sudah lihat tubuhku seperti apa, jadi tidak perlu malu, apa lagi yang kau malukan Lisa, lagian dia juga gak respek dengan tubuhmu uang di anggapnya sudah bekas bukan. Lisa segera membuka pakaiannya satu persatu di sudut lemari, sedikit malu dam risih rasanya, terlebih lagi Edward kini duduk di kursi yang mengarah ke lemari itu, walaupun matanya tertuju pada ponselnya di tangan, tetap saja aku merasa dia memperhatikan aku yang kini hampir setengah ..........secara cepat Lisa menutup bagian sensitifnya membelakangi Edward lalu berganti pakaian segera.
"Sudah!" ujar Lisa pelan menuju meja hias, Di bukanya sanggulnya nya tadi kemudian menyisir lembut rambutnya, sementara Edward tampak tersenyum melihat gerak gerik Lisa, terlebih saat berganti pakaian tadi jelas ia melihatnya, tubuh yang begitu indah dalam lekukan yang begitu pas, dan kenyal pikirnya membangkitkan gairah .
"Karena kau sedikit menurut ,aku punya hadiah untukmu !" Edward merangkul Lisa dari belakang secara tiba tiba, membuat Lisa sedikit kaget.
Pria aneh, ku pikir dia tadi tidak peduli. Baiklah aku juga ada maksud " Hadiah apa ?" tanya Lisa mengangkat wajahnya ke atas, mereka saling bertatapan, mata Edward tertuju pada bibir kecil Lisa yang terlihat segar dalam balutan lipglow, sementara Lisa menatap senyum pria licik itu.
"Apa kau siap menerima hadiahku ?" tanya Edward memutar kursi Lisa menghadapkannya pada tubuhnya.
"Jika hadiahnya bagus tentu siap, tapi jika buruk ,aku tidak terima !" lembut Lisa berkata seraya membuka kancing baju Edward yang sontak aneh melihat perubahan Lisa.
"Heh, apa yang kau mau !" tanya Edward sedikit menjauh.
lah, sudah ke tebak kah ? " Apa hadiah nya boleh aku yang menyebutkan !" bangkit Lisa mendekati Edward yang sudah membelakanginya, kemudian Elisa memberanikan diri memeluk Edward dari belakang, "Kalau begitu aku hanya minta uang saja padamu !" tambah Lisa lagi di ujung pelukkannya.
"Hanya uang !" Edward segera merespon pelukkan Lisa dengan mengangkatnya ke atas tempat tidur.
ehh, ini jadi berlebihan ,tubuh Lisa yang kini terbaring lemah di atas tempat tidur menumpu tubuh kekar Edward, "Aku butuh 12j" ucap Lisa tanpa basa basi mengingat permintaan Dewi tadi.
"Hanya segitu, kau bahkan bisa mendapatkannya lebih !"
uahhhkk....Edward mencium Lisa tiba-tiba seraya menekan lembut bagian dadanya.
"Kau mau apa ?" tanya Lisa pelan di sela ciuman Edward .
"Tidak tahukah yang aku inginkan ?" sinis Edward mencium kembali bibir kecilnya.
"Apa yang kau inginkan ,hanya mempermalukanku !" nada bicara Elisa sedikit berat dengan wajah kesalnya yang tertahan mengingat kejadian tempo hari yang sering Edward lakukan padanya.
Edward tampak mengusap lembut rambut Lisa yang kini sedikit tertunduk lesu,
"Apa kau mengizinkanku melakukannya ??"tanya Edward lembut,agaknya Edward paham apa yang lisa pikirkan.
Deg...
Deg...
Deg....
Oh mom, dia meminta baik kah?" Bukankah Kau jijik padaku ?" Lisa menatap malu Edward yang masih berada di atas tubuhnya.
"Tidak, jika kau Menyerahkannya tanpa berfikir aku ini termasuk salah satu tamumu ?" kata Edward pelan seraya mencium kembali bibir Lisa.
"Sebenarnya aku ....
Drdddd.....drdddd.......
"Sialan ?" ketus Edward bangkit mengetahui ponselnya bergetar.
Dia bilang sialan pada siapa ?? Elisa sedikit malu dan kesal kembali.
"Ada apa?" tanya Edward mengangkat telpon nya.
"Bisa di atur, serahkan saja semuanya pada Jordi ?" tambah Edward lagi menutup ponselnya.
"Ada apa ?" tanya Lisa segera bangkit dari tidurnya karena mendengar nama Jordi.
"Urusan kantor !" singkat Edward duduk di sebelah Lisa dengan sedikit memegang kepala.
Dia terlihat sedikit pusing, "Ingin ku buatkan minuman ?" tanya Lisa sedikit peduli
"Tidak perlu, Uang tunai ada di dalam laci lemari jika kau menginginkannya " tambah Edward merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dia sedang lelah yah ,Tidak semangat seperti biasanya, jadi tidak menyebalkan.
"Terimakasih, Nanti saja ku ambil, aku hanya perlu sekian saja !" kata Lisa pelan ingin bangkit.
"ehh, tadi kau mau bilang apa?" tanya Edward menarik tangan Lisa sehingga Lisa berada di atas tubuhnya
"Apa yang kau lakukan ,?" Lisa berusaha bangkit namun edward menahannya.
"Sebenarnya aku ? itu kayu tadi, sebenarnya kau apa?" tanya Edward tersenyum licik.
"Aku, minta gaji, yah aku hanya mau bilang soal itu,!"
"Gajian yang mana ?" ledek Edward tersenyum melihat Lisa yang gugup seraya meraba Tumpukkan daging yang menempel hangat di dada bidang nya.
"Itu tidak lucu, aku mau buat makanan dulu ?" ketus Lisa segera bangkit dan berlari keluar kamar.
Edward sangat Puas Telah mempermainkan Lisa lagi, namun kepuasannya dalam hal yang baik,sementara Elisa Malu dengan perlakuan Edward yang demikian....
***author
Sampai sini dulu yah, lama prosesnya ! terimakasih yang sudah meluangkan ywaktunya untuk p perbanyak vote nya, serta like di setiap episode, juga komenan temen temen yang membangun, terimakasih !
jalan jalan ke pantai kute
Jangan lupa membeli nasi
Buat kalian yang sudah vote
__ADS_1
saya ucapkan terimakasih***