
"Lepaskan !" Belinda yang di bawa paksa kawanan Jordi menghadap pada Aleksander di kediamannya.
"Apa yang kalian lakukan ?" tegas Alek terkejut akan kedatangan Jordi dan para pengawal Edward yang sembarangan masuk ke kediamannya .kemana segala keamanan di depan? pikir Alek menaikkan tinggi alisnya serta berkacak pinggang.
penjagaan ketat di depan rumahnya sudah di tahklukan oleh pengawal Edward yang tangguh.
"Ayah , tolong suruh mereka lepaskan aku!" pinta Belinda yang merengek pada Alek .sementara dari lantai atas seorang wanita, Duma terlihat turun menghampiri Aleksander dengan sedikit terkejut melihat beberapa pengawal datang.
"Cepat lepaskan dia !" ucap Alek pada dua orang pengawal yang memegang keras tangan Belinda .
"Kami datang atas perintah pak Edward , Bu Belinda sudah menculik Elisa , apa Bapak mengetahuinya ?" ucap Jordi berusaha tegas menghadapi tatapan Alek yang pikirnya sangat menakutkan ( Menghadapi Pimpinan besar ) pikirnya geli menghilangkan kegugupan.
"Apa yang kau katakan , Menculik Elisa ? ( Benar-benar)" tampak terkejut , Alek berusaha mengendalikan situasi.
"Benar , Apa kalian bekerjasama? " suara lantang itu keluar dari arah belakang pengawal .
"Pak Edward " ucap Jordi sedikit membungkuk kan badannya melihat kedatangan Edward yang secara tiba-tiba.
"Apa maksudmu Edward ? kau jangan lancang ?" sentak Alek tak terima di tuduh seperti itu.
"Mobil yang di bawah kemudi suruhan Belinda mengalami kecelakaan ,
"Apa ? jadi mereka kecelakaan ?" ucap Belinda sontak begitu saja.
"Heh, kau tak payah bergembira , wanitaku baik-baik saja , justru orangmu sudah tewas terbakar !" kata Edward benar - benar menusuk , membuat Belinda yang hampir senang mendengar Elisa kecelakaan mendadak berubah kesal kembali mengetahui Elisa baik-baik saja.
( jadi pak bos ,sudah lebih dulu menemukan Elisa , baguslah ) sedikit menghela nafas Jordi pun ikut lega mendengar penuturan Edward.
"Jadi hal ini semua ,perihal wanita itu apa kau sudah gila !" sambung Alek sangat tidak terima dengan sikap anak semata wayangnya yang terlalu menaruh hati pada seorang wanita.
" ya , jadi kau sudah tahu bukan , yang mana baik untuk ku ,dan yang mana tidak baik untuk ku "
"Heh, aku tidak bisa membenarkan pilihanmu itu !" sinis Alek membuang wajah, sementara Duma diam tak berkata, ia tak ingin ikut campur lagi dengan urusan Belinda yang sudah semakin jauh.
"Kau tenang saja ayah , ini bukan soal aku meminta pendapat ataupun restu darimu , aku hanya ingin memastikan saja , kau ikut campur atau tidak di balik semua ini "
Mendengar hal itu ,Aleksander hanya bisa diam saja, ia tahu apa maksud Edward, meskipun ia tak ingin semua rencana nya berantakan .
"Jebloskan dia ke penjara !" ketus Edward melirik anak buahnya.
"Tidak...ayah tolong aku , kenapa kau diam saja !" teriak Belinda pada Alek saat para pengawal Edward kembali menyeretnya.
"Ingat Edward , keluarganya tak akan tinggal diam !" tambah Aleksander di ujung kepergian Edward ,dan hal itu memberhentikan langkah Edward.
entah apa yang ada di benak pria setengah tua yang gagah itu ,di balik kalimatnya membuat batin Edward sedikit bergetar hebat , di telaah nya lagi kata terakhir Alek ,entah itu peringatan atau rasa ke khawatiran hal itu mengguratkan senyum kecil di wajah Edward.
"Kau tenang saja , selagi kau tak ikut campur ,aku bisa mengatasinya !" jawab Edward melanjutkan langkahnya keluar dari kediaman ayahnya itu.
"Kalian akan menyesal !" teriak Belinda di tengah seretan tangannya.
"Cepat masuk !" gertak pengawal yang memaksanya masuk ke mobil.
Sementara Belinda di paksa naik ke mobil ,Edward memerintahkan Jordi untuk menyusun semuanya , Belinda kali ini tidak bisa di biarkan , semua yang bersangkutan dengan Belinda maupun orangnya harus di habiskan pikir Edward melirik kepergian Belinda yang di bawa oleh para pengawalnya.
"Maaf tuan , bagaimana keadaan Elisa ,eh maksud saya Bu Elisa ?" sedikit gugup Jordi tertunduk bertanya pada Edward yang saat ini tengah menatapnya.
"Dia baik-baik saja ,sekarang tengah di rawat di rumah sakit" puk...puk.. Edward menepuk bahu Jordi saat ingin masuk ke dalam mobil
__ADS_1
"Terimakasih " tambah Edward lagi segera melajukan mobilnya sendiri , dengan sedikit bangga dan lega Jordi menarik nafasnya seraya melangkah masuk pula ke dalam mobil di barisan belakang Menyusul laju mobil yang membawa Belinda .
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Rumah sakit.
"Kepalaku sakit " ucap Elisa ketika mulai tersadar , matanya perlahan terbuka menerawang sekeliling.
"Aku dimana?" tanya Lisa lagi benar-benar sadar " kau ..." Elisa mengenal benar wajah pria itu ,dokter Jordan.
"Kau berada di rumah sakit , Tenang lah ,kau baik-baik saja sekarang " jawab Jordan memeriksa denyut nadi Elisa.
Dua orang perawat wanita pula turut memeriksanya , " kau bisa merasakan kakimu ?" tanya Jordan pelan pada Lisa .
"Aaapa...apa yang terjadi pada kakiku ?" Elisa merasakan kaki sebelah kanannya yang berat dan terasa sakit .
"Tulang kaki mu retak ,itu menyebabkan fungsinya sedikit melemah hingga untuk sementara waktu kau belum bisa berjalan "
"Apa ? apa itu akan lama ?" tanya Lisa panik ingin bangkit namun Jordan menekan tubuhnya.
"Tenang lah , itu hanya sementara , rumah sakit kita adalah rumah sakit besar, kau tidak perlu khawatir ,kau akan mendapatkan perawatan khusus dari dokter yang profesional"
cklek..
Pintu yang di buka dari luar ," Dia sudah sadar ?" Edward yang baru saja tiba langsung masuk mengetahui Elisa sudah sadar.
"Kebetulan kau sudah datang ada yang ingin aku bicarakan denganmu ?" Jordan melangkah mendekati Edward yang malah bengong menatap Lisa yang terlihat kesakitan pada kakinya.
"aku tunggu di ruangan ku !" tambah Jordan segera meninggalkan Edward di ikuti kedua perawatnya.
"Apa kau baik-baik saja ?" tanya Edward mendekati Elisa yang masih terbaring memegang kakinya.
"Kakiku sakit sekali " jawab Lisa dengan air matanya yang mengalir.
"Jangan terlalu banyak bergerak , kaki mu akan baik-baik saja " sedikit pelan Edward mengelus lembut kepala Lisa untuk mendengarkannya , kemudian pria itu duduk di kursi tepat di sebelah Lisa dengan memegang satu tangan Lisa di genggamannya.
__ADS_1
Elisa menoleh pada pria itu dengan air mata nya yang berlinang .
"Terimakasih " ucap Elisa menatap Edward dengan sayu .
"Untuk apa?" jawab Edward mengecup tangan lembut itu di bibirnya ,Edward sangat senang mengetahui Elisa benar-benar dalam keadaan baik.
"Kau sudah menolongku, dan menepati janjimu !" tambah Lisa dalam linangan air matanya.
"Kau jangan khawatir , aku pasti akan selalu melindungi mu " jawab pria itu mantap seraya mengusap air mata Elisa dan kemudian mengecup lembut kening wanitanya.
"kau Beristrirahat lah , aku akan menemui Jordan dulu !" ucap Edward teringat akan Jordan , Elisa pun mengangguk mengizinkan kepergian Edward ,meskipun ia merasa ingin sekali di temani pria itu lebih lama untuk kali ini.
_
_
_
_
_
_
_
_
" Dia akan mengalami lumpuh pada kaki kanannya !" kata Jordan yang berdiri di sudut jendela ruangannya yang menghadap keluar kota X di gedung tinggi itu .
"Apa ada cara lain untuk bisa menyembuhkannya ?" tanya Edward tak tenang duduk di kursi di depan meja Jordan.
"Aku akan mendatangkan dokter spesialis dari luar untuk membatu pengobatannya , sementara ini dia harus melakukan perawatan khusus " tambah Jordan menoleh pada Edward yang tertunduk .
"Usahakan yang terbaik " sambung Edward menatap temannya itu.
"Apa sampai sini ,kau masih bisa mengurus urusanmu sendiri ?" kata Jordan melenceng dari topiknya.
"Aku masih sanggup " jawab Edward seraya berdiri.
"Oke ,baik lah aku akan tunggu kabar baik nya , jika kau perlu bantuan kau jangan sungkan , ku dengar partner baru mu cukup bisa di andalkan !"
"Semoga saja, terimakasih " sedikit tersenyum Edward melangkah keluar ruangan Jordan.
"Heh, kenapa dia masih bersikap dingin seperti itu , bukannya jika sudah mengenal wanita biasanya pria akan berubah, dasar !" Senyuman Jordan terlihat sangat manis ketika mengejek temannya.
"Sama aku aja bang "
Suara hati perawat yang mendengar ucapan Jordan .. hkhkhk
Bersambung....tunggu up nya lagi yah!! sabar
_Pergi Nobar Membawa banyak teman
Orang yang sabar di sayang Tuhan _
Betul ... betul ...betul....
__ADS_1