
Ruang makan
" Ini Bi uangnya !" Lisa memberikan amplop pada Dewi yang tengah menyajikan makan malam.
"Terimakasih Non, terimakasih ,secepatnya bibi akan kembalikan" Dewi menyambut amplop itu dengan senang.
"Tidak apa Bi, jangan sungkan seperti itu ,Oh yah, bibi sudah masak semuanya yah ?" tanya Lisa seraya menarik kursi dan duduk.
"Iya Non, semuanya makanan kesukaan tuan, juga tidak berat non, Non Lisa makan yah !" ubah Dewi mempersilahkan pada Lisa.
"Iya bi, Oh iya Bibi bisa panggilkan pria itu, dia belum makan kan !" nada bicara Lisa sedikit kesal.
"Eh, maksud Non, Tuan Edward yah? belum ,ya sudah bibi panggil dulu ya non, sambil mau simpan uang ini dulu ?" tambah Dewi segera berlalu.
Untung nya pria itu mau kasih uangnya, aku baru tahu di laci itu banyak uangnya, padahal lemari itu kan terus aku buka, pikiran Lisa melayang pada tumpukkan uang kertas yang di lihatnya, tapi dia juga tidak tamak meski tergiur dengan uang itu, ia hanya mengambil seperlunya saja . huuhhhh...Lisa Lisa, Pria itu sangat sempurna dan kaya, tapi sayang dia sudah punya istri.
"Kau memikirkan apa ?" Edward datang secara tiba tiba, menatap aneh Lisa yang baru tersadar dari lamunannya.
"Heh tidak ada" Apa uang ku pikirkan tadi, berharap bersama dia kah?
kretttt...kursi yang di tarik.
Edward segera duduk di kursi dekat Lisa, matanya masih menatap keras Lisa.
"Biar aku ambilkan yah !" Nada bicara Lisa di buatnya lembut seketika, seraya menyendokkan nasi pada piring edward.
"Heh, Berubah drastis !" ketus Edward memainkan garpunya.
"Heh, sebenarnya Tuan menginginkan aku yang seperti apa ?, bisa tidak mau makan jangan ribut dulu !" nada bicara Lisa yang sengaja di tekankan, sementara Edward paham maksudnya .
"Makan lah sayur ini, sehat untuk tubuhmu !" Menyendokkan sayur pada piring Lisa begitu banyak.
wah, Dia nyuruh sehat atau ngajakin ribut yah? melirik Edward kesal Lisa segera memakan sayurnya dengan ekspresi yang sedikit lucu.
"he, pelan pelan Lisa, aku tidak akan menghabiskannya !" Ledek geli edward melihat gadis imut di sebelahnya.
Yah, aku tidak ingin berdebat denganmu, aku memang lapar, gara-gara kau tadi aku tidak jadi menghabiskan makan di tempat Delta.
"Lisa !" sedikit pelan Edward berkata di sela makannya.
"emhmp" Lisa tak bisa menjawab dengan mulut kecilnya yang terisi penuh namun memberi respon dengan tatapannya.
"Apa kau Marah padaku ?" tiba tiba saja kata kata itu terlontar dari bibir Edward.
glekkkkk..Lisa menelan paksa semua makanannya.
Diiiaa dia kenapa bicara seperti itu ,"Emp, Apa maksudmu ?" tanya Lisa ragu seraya meminum sedikit air, suasananya jadi terasa sedikit canggung.
"Sepertinya kau sangat Membenciku !" ujar Edward lagi kembali memakan makanannya.
Haruskah membahas semua itu saat makan, heh, Bukannya kau yang membenciku?
"Aku selesai !" Lisa menyudahi makan malamnya yang tidak biasa.
"Aku juga sudah, kau tidak menjawab ku kah ?" tanya Edward lagi menatap Lisa tajam.
Harus di jawab yah , Aku memang marah, juga benci padamu, karena kau itu kasar tidak peka, serta suka menyakitiku ,apa kau tau ??
"Lisa , !"
"Eh, apa beda nya jika aku marah atau tidak, juga tidak berpengaruh padamu , soal membenci bukannya sebalik nya yah ! Hem, sudah lah ,hari semakin larut sebaiknya kau istrirahat, bukannya besok mulai star deklarasi yah !" Lisa segera berdiri mendekati Edward yang masih terdiam.
__ADS_1
"Kita istrirahat yah !" ajak Lisa menarik pelan tangan edward yang kemudian bangkit mengikuti langkahnya.
Kamar 20.30
"Kau tidur lah dulu, aku mau ke ruang baca !" berat Edward berkata seraya berlalu meninggalkan Lisa.
sebenarnya dia itu kenapa sih ?kok beda gitu. tapi dia lebih nyambung Lo di ajak ngomong. Elisa tampak menggaruk kepalanya merasakan keanehan pada Edward. "Ajak bicara saja yah, " ih kok aku jadi peduli gini.
Ruang Baca
Tok...tok...tok.....
"Apa aku boleh masuk ?" pelan Lisa berkata seraya mengetuk ulang pintu.
"Masuk lah !" ujar Edward dari dalam ruangan.
cklek......
"Ada apa ?" tanya edward yang tengah berdiri di depan jendela ruangan itu.
"Apa ada yang kau kerjakan? emp berhubung aku belum ngantuk siapa tau aku bisa bantu !" sedikit ragu Lisa mencari alasan seraya memainkan jemari tangannya.
"Tidak ada kerjaan, aku hanya lelah saja !", pilu suara itu terdengar , Edward menatap keluar jendela yang menyuguhkan pandangan malam yang begitu gelap.
"Jika kau lelah kenapa tidak beristrirahat ?" tambah Lisa sedikit mendekat pada Edward, tak ada rasa takut saat itu, hanya sebuah keingintahuan.
"Aku belum mengantuk !" ketus Edward pelan.
"Heh, jika aku menjawab apa kau juga akan menjawab pertanyaanku ?' Edward berbalik menatap Lisa.
"Apa ?" kata Lisa pelan menundukkan kepalanya takut pertanyaan Edward membuatnya tak bisa berkata, mengingat pria yang berdiri di hadapannya saat ini sangat licik ,penilaian nya di mata Elisa .
"Oke baiklah, Mengenai soal tadi " Edward memajukan tubuhnya merangkul pinggang Lisa .
"Aku hanya ingin kita sedikit berdamai, Agar kita bisa bekerja sama !" ujar Edward pelan seraya mengangkat dagu Lisa pelan.
Berdamai, Bekerjasama. "apa ini tawaran baru !" kata Lisa pelan menatap serius Edward..
cup.........
cup........
Dua kali Edward mengecup lembut bibir Lisa, yang sudah mulai terbiasa.
"Bisa di katakan begitu, Kau hanya wanita ku sekarang, dan sudah semestinya kita berdamai bukan ?" ujar Edward lagi seraya mengelus lembut wajah Lisa yang berada di pelukkannya.
Takdirku Memang begini, Mau bicara apa? aku hanya wanita mu bukan, tidak seharusnya aku berisi keras menentang mu ! keluh Lisa dengan tatapan sayu nya..
"Sekarang apa aku boleh bertanya ?" tambah Edward lagi di sela tatapan mereka.
"Apa,?" singkat Lisa pelan.
"Kau Ingin mengatakan apa padaku tadi di kamar ?"
deg.......
__ADS_1
ya ampun dia masih ingat kah ?" Elisa tidak ingin menjawab wajahnya sedikit ia Palingkan.
"Tidak ada ,aku hanya ingin mengatakan soal pekerjaan saja !" bantah Lisa pelan tak bergerak sedikitpun.
"Pembohong kecil !" ketus edward mengangkat tubuh Lisa .
"Apa yang kau lakukan ,?" Lisa tidak mengelak namun sedikit malu, sementara edward membawanya ke kamar.
"Kita sebaiknya istrirahat !" Menurunkan pelan Lisa di atas tempat tidur, kemudian Edward segera berbaring di sebelahnya lalu memeluk Lisa dalam selimut.
deg.....
deg.....
Bekerjasamalah wahai jantungku....
Elisa menatap pria yang tengah memejamkan matanya itu , pelukan hangat Edward yang tidak biasanya, Dia ingin bekerjasama denganku !! aku harus menerimanya kah ?
"Tidur lah, sayangnya aku sangat lelah, jika tidak ...
"Jika tidak apa ,?"
"aku akan menghukummu!"
"Heh, memangnya aku melakukan apa ?"
"Besok kita akan bertemu Dia, jadi kau jangan coba coba !"
"Dia....dia siapa?"
"Lisa !"
eeeemuachh...."Aku mengerti! Tidur lah Tuan !" Lisa mengecup lembut bibir Edward seraya memejamkan matanya, di pegang ya erat tangan pria yang tengah memeluknya itu
Tergurat senyum manis di wajah pria itu sangat tulus, Nafas hangat mereka terasa menyatu dalam keheningan malam itu, Elisa segera terlelap dalam tidurnya.
Kata Ibu
Kalian Belum mukhrim nak !
Kalian Berdosa.!
kata author
Tidak apa lah Bu, mereka hanya Bercanda
kata ibu
seperti itu kok di bilang bercanda, sudah jelas jelas mereka tidur bersama ! heh
kata author
Dengar ya Bu ,mereka itu kan hanya Tulisan.
Diiiiiiiiaaaaaammmmm!!!!!!!
Teriak Lisa dan Edward, "Kalian berisik ,kami mau tidur !!, ngertiin donkk !!!
Ibu dan author : hehehehe sabar yah!!
__ADS_1