Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
Partner /


__ADS_3

Jordi yang tergesa-gesa keluar dari dalam lip yang terbuka langsung menuju ruang staf desain , di pikirannya hanya menemukan Elisa yang sudah jelas berada di sana .


"Bu Elisa , Bu Elisa mana ?" tanya Jordi dengan sedikit ngos-ngosan tiba di ruang desain , hal itu membuat semua karyawan yang ada di sana berhenti dalam pekerjaannya heran menatap Jordi dalam pandangan yang serentak.


Sementara mata Jordi sibuk menerawang seluruh penjuru ruangan di sana , jelas di dapatinya Elisa yang duduk di salah satu kursi kerja dimana itu adalah kursinya Delta , dengan bingung dan sedikit aneh Elisa berdiri menatap Jordi di ujung pintu.


"Ada apa Jordi ?" tanya Elisa yang mengalihkan pandangan semua karyawan tidak lupa dengan Delta uang juga menoleh Lisa .


"Itu, emp" aduh gimana bilangnya yah ? Jordi tampak menggaruk sedikit kepalanya bingung.


"Jordi ada apa kau mencariku ?" tanya Lisa lagi penasaran sementara tatapan karyawan yang lain masih tertuju padanya.


Mereka menatapku seperti itu kenapa ? " kalian semua bekerja lah , aku akan bicara dengan Jordi !" ujar Lisa berjalan mendekati Jordi , semua orang di sana pun kembali bekerja dengan banyak tanya di hati mereka ,sebenarnya apa yang terjadi ?


"Ayo-ayo, kerjakan kerjaan kalian , kenapa lagi menatap Bu Elisa seperti itu !" sambung Delta mengalihkan suasana ,


Huuu...tatapan semua karyawan sinis pada Delta yang seolah memerintah.hhe


senyum Delta sedikit puas bisa berani bicara seperti itu.


"Ada apa Jordi ?" tanya Lisa lagi menarik Jordi keluar menuju lobi.


"Itu ,pak Edward seperti nya sakit Bu, tadi wajah nya berubah seketika ,juga memegang kepala , lalu menyuruh Bu Elisa ke sana !" terang Jordi sangat polos.


"Sakit ,perasaan tadi baik-baik saja deh, ya sudah terimakasih sudah beritahu aku , kalau begitu aku akan melihatnya!"


 


puk..puk..


 


Tangan Lisa menepuk bahu Jordi dengan lembut kemudian berlari meninggalkannya dengan tersenyum.


Deg.....


Tubuh Jordi sedikit gemetar hebat saat itu , entah sensasi apa yang terjadi seolah jantungnya berdetak hebat..


"Mereka benar punya Hubungan kah ?" pertanyaan itu keluar dari bibir nya penasaran dan membingungkan.


" Heh, apa yang aku pikirkan , sadar Jordi sadar lah ! ,sebaiknya kamu lakukan tugasmu dengan baik ,jangan sampai pak edward kecewa !"


semangat !!!!! kedua tangannya terangkat menyemangati diri sendiri dalam keyakinannya ,langkah nya di pertegas ,pria itu tampak serius sekarang.


_


_

__ADS_1


_


_


_


_


_


_


Ruang Direktur / sekretaris


 


Cklek ...


 


Pintu yang di buka langsung oleh Elisa tanpa mengetuk nya terlebih dahulu , di pikirnya takut Edward benar-benar sakit.


"Apa yang terjadi ? apa kau tidak apa-apa?" tanya Lisa segera masuk ,dengan heran dan bingung Elisa menatap Edward uang ternyata masih fokus pada komputernya tanpa merespon ataupun menoleh kedatangannya .


Heh, dia tidak apa-apa, jelas tidak terjadi sesuatu , aduh Elisa, apa sikap mu tadi berlebihan .


"syukur lah kau tidak apa-apa, tadi Jordi bilang kau sakit !" tambah Lisa segera melangkah menuju meja kerjanya.


Hey, apa yang terjadi ? kenapa dia diam seperti itu ,heh. tatapan Lisa mengarah sinis pada Edward yang masih tak perduli.


"Bodoh !" celetup Elisa pelan menyadarkan Edward atas ketidak pekaan nya.


"Kamu bicara apa ?" ketus Edward mulai merespon dengan tatapan matanya.


Heh, dia dengar kah jika dikata Bodoh " tidak ada ,aku hanya sedang komen pada Sosmed saja ." dalih Lisa menatap ponselnya ,sesekali ia melirik Edward yang kembali fokus pada komputernya.


"Coba kamu buka file yang aku kirim !" ujar Edward seraya bangkit menuju meja kerja Elisa.


eh dia mau apa kemari ?, buka file ,buka file ! tangan Lisa mengetik cepat keyboard nya membuka file di laman komputernya.


"Apa ini ?" tanya Lisa melihat forum berita yang tersebar.


"Itu file pekerjaanmu saat deklarasi waktu itu !" jawab Edward mendekatinya dan berdiri di sebelah Elisa sedikit membungkuk untuk melihat layar komputer Lisa.


" Ini , bagaimana bisa tersebar secepat ini !" lesu Lisa melihat forum berita itu menyatakan tentang diri nya ,dan menyangkut-nyangkutkan dengan kehidupan pribadinya.


"Begitu hidup di dunia seleb !" Tukad edward menekan tombol.

__ADS_1


"Kamu lihat ,banyak sekali komentar di sini ,heh tidak ku sangka banyak juga penggemarmu yang menepis semua hal dan pernyataan buruk pada mu !" jelas edward sedikit meledek dengan merinci detail kolom komentar.


"aku tidak heran, dari dulu juga aku sudah banyak penggemar !" ketus Lisa pelan melengos kesal pada layar komputer.


Di klik nya dua kali tombol mouse, dan menutup mati komputernya.


"Hey, apa yang kamu lakukan ?" tanya Edward menoleh Elisa seketika saat Elisa mematikan komputernya.


" Aku bukan seleb ,untuk apa melihat semua itu ,itu bukan kehidupanku !" jelas Lisa menyilangkan kedua tangannya di dada dengan tatapan kesal .


Wanita ini kenapa ,heh, katanya banyak penggemar ,apa dia bilang soal penggemar pria hidung belang itu .atau..pikiran Edward tertuju pada Klub dimana Elisa pernah bekerja , dia memang banyak penggemar nya.


"Heh, itu lah yang terjadi ,lagi pula aku menyuruhmu melihat file deklarasi ,kenapa malah membuka forum berita ,!" sinis Edward berdalih pada isi hatinya.


"Kata Jordi tadi kau sakit , coba ku periksa ?" tiba-tiba saja tangan Elisa menyentuh kening Edward berusaha mengecek apakah suhu tubuh Edward panas atau tidak.


"Apa yang kamu lakukan ?" tanya Edward sedikit canggung di perlakukan seperti itu, mata Edward yang tajam mendadak sayu dan lembut membuat Elisa sedikit menatapnya dalam.


Pria ini kenapa? bagaimana bisa tatapannya yang dingin jadi berubah seperti itu ,dia uang keren dan gagah menjadi culun dan polos, hehe, tapi jika di lihat-lihat dia sangat tampan.


Elisa sedikit tersenyum menatap Edward ,sementara Edward berusaha tegas dan berdiri tegap.


ehemmm" aku tidak apa-apa ,tadi Jordi hanya berlebihan menyikapinya !" Tukad Edward segera beranjak menuju mejanya , berusaha menyembunyikan malunya untuk pertama kali.


Dia kenapa ? berubah dingin lagi , heh dasar pria aneh.


Derddd....dreddd...


ponsel Edward bergetar sekali di atas meja.


Derdd....drddd...


Bergetar lagi untuk beberapa detik , menandakan itu hanya pesan ,namun tidak hanya satu pesan , Edward segera meraih ponselnya dan membaca pesan itu.


***Read:


Pak , saya sudah mengikuti pak Adnan, akhir - akhir ini dia pergi ke perusahaan utama kita ,dan ke kantor Bu Belinda .


Dari rekaman cCtv yang saya dapatkan saat kejadian penculikan Bu Elisa ,Adnan terlihat menuju ruang keamanan secara bersamaan dengan sedikit menyelindap


Besok nya saat semua rekaman cCtv itu di lihat ,ternyata benar semua itu juga adalah sabotase yang menghilangkan separuh kamera Cctv yang ada.


seperti nya ada hubungannya ,aku sudah kirim salinannya*** !"


Adnan ,Belinda . ruang keamanan ,kamera sengaja di hilangkan , apa itu mungkin ? kedua tangan Edward mengepal kuat di atas meja setelah membaca semua pesan panjang itu yang berasal dari Jordi.


Adnan, apa kau menghianati ku ??....

__ADS_1


__ADS_2