
"Bagaimana kondisinya dok?" tanya Elisa pada Jordan yang tengah mengecek keadaan Edward.
"Sebenarnya tanda vital nya bagus , jantungnya normal-normal saja, Elisa sebaiknya kau harus lebih bersabar yah !" jawaban Jordan tampak sedikit memberi semangat ,namun tidak membuat wajah Elisa tersenyum.
"Sus , jangan lupa asupan makanannya dijaga yah , dan periksa selalu keadaan ventilator nya !"
"Baik dok !" suster Ani yang terus memastikan keadaan Edward tampak sangat telaten dan cekatan.
"Emm, Elisa apa aku boleh bicara denganmu ?" ujar Jordan sedikit mendekat pada Lisa yang kini berdiri di samping Edward .
"Tentu dok , bicara soal apa?" tanya Lisa sedikit menghormati.
"Bisa kita bicara di tempat lain !" tambah Jordan tampak sedikit serius.
"Oh , yah tentu . bagaimana jika kita bicara di taman depan " jawab Lisa sedikit memberi saran ia juga sedikit penasaran dengan hal yang ingin di bahas oleh dokter Jordan.
"Ok"
"Emm, sus saya minta tolong untuk menjaga pak Edward sebentar yah !" ujar Lisa menitipkan Edward pada suster Ani untuk menjaganya selama ia keluar.
"Baik Bu "
"Terimakasih"
Elisa pun segera membawa Jordan ke taman depan yang merupakan halaman rumah megah di tempat kediamannya itu.
"Ngomong-ngomong ,Tante Zelin kemana yah ? kok dari tadi hak kelihatan ?" tanya Jordan membuka pembicaraan saat mereka berjalan menuju taman.
"Ibu ke kantor, katanya ada yang di kerjain " jawab Elisa singkat.
"oh iya , aku hampir lupa kalau Tante Zelin itu wanita karir, haha" Agaknya Jordan ingin tampak akrab dengan Elisa istri sahabatnya itu.
"Iya tentu"
"Bagaimana dengan model itu ? eh maksudku istri kedua ayahmu ?"
"Tante Duma maksudnya , dia juga kerja " sedikit aneh Elisa melirik Jordan yang jelas ada hawa meledek.
"Heyy... kenapa kau menatapku seperti itu ?" terang saja Jordan sadar akan tatapan Elisa yabg begitu dingin , ia merasa bahkan seperti nya Elisa sudah kemasukan roh Edward di dalam dirinya.
"Bisa-bisanya dia mirip sekali "
"Maaf , anda bicara apa?"
"Tidak ada "
"Emm, oke kita sudah sampai , silahkan duduk dok ! katanya ada yang mau di bicarakan ?" mereka segera duduk di kursi taman yang ada di halaman depan rumah di bawah pohon Cemara yang sedikit rindang.
"Begini , Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu soal keadaan Edward "
"Memangnya ada apa dengan Edward ? bukankah tadi dokter bilang dia baik-baik saja " sontak Elisa tampak kaget merespon perkataan Jordan barusan.
__ADS_1
"Kau ini , kenapa tidak sabaran begitu jadi tidak seru "
"Dokter , anda bicara serius dong , kenapa berkata seperti itu , apanya yang tidak seru ? ada apa sebenarnya dengan Edward ?" sedikit tidak sabar Elisa tampak mendesak Jordan dengan nada bicaranya.
"Oke , begini ...
"Hay Elisa ....." Tiba-tiba saja seorang wanita datang dari arah gerbang sedikit berlari menuju ke arah mereka .
"Delta"
"Wanita ini "
"Elisa , kenapa kamu di luar ? dan...." sedikit memberhentikan ucapannya Delta tampak sinis melirik ke arah Jordan yang dingin menatapnya.
"Ini , aku bersama dokter Jordan sedang membicarakan soal keadaan Edward "
" emm , pak bos , bagaimana ? apa ada perkembangan ?" Delta segera duduk di kursi tepat di sebelah Elisa yang berhadapan dengan Jordan.
"Keadaannya normal , tapi ... emm bagaimana dok ? apa yang ingin anda katakan barusan tentang Edward ?" Elisa kembali bertanya pada Jordan yang seakan malas untuk melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan barusan.
Dengan lirikan Jordan yang aneh menatap pada Delta yang juga melirik nya ,Elisa sepertinya tahu bahwa Jordan tak ingin membicarakan hal itu di depan Delta.
"Tidak apa dok , dia adalah sahabat saya , orang kepercayaan saya , jika anda ingin mengatakan sesuatu hal apapun itu tidak perlu ragu " Elisa memegang tangan Delta hal itu membuat Delta sedikit terharu padanya.
"ihh , Elisa ... semoga pak bos cepat segera pulih dan sadar yah " saat itu juga Delta segera memeluk Elisa di depan Jordan.
Jelas momentum itu sangat langka bagi pria seperti Jordan meskipun bukan kali pertamanya ia melihat orang berpelukan , hanya saja ia sedikit turut dalam jalinan di antara Mereka.
"Apa kau yakin akan membicarakan hal ini di depan gadis kecil ini ?" cetus Jordan membuat suasana berubah seketika.
"Hfff...... yah kau memang gadis kecil ...
"ihhh...
"Sudah sudah... kok kalian malah bertengkar sih , bukannya kita lagi bahas tentang Edward yah , aku gak mau buang-buang waktu aku " Elisa tampak berdiri sedikit kesal .
"Eh , tunggu Lisa , Oke maaf , duduk lah kembali !" agaknya Jordan tak ingin Elisa menjadi kesal dan pergi, Elisa pun segera duduk kembali saat Jordan sudah mulai serius kembali.
"heh , pria rese ini dasar !" celetup Delta turut kesal.
"kita langsung pada intinya saja yah , saya sudah periksa grafik kesadaran Edward akhir-akhir ini dan sudah ku uji tes hasilnya , sepertinya Edward bisa langsung merespon baik segala sesuatu yang ia dengar , yah meski perkembangan gerak tubuh nya masih bertanya gan keras dengan kinerja otaknya"
"Jadi ,maksud Anda Edward bisa mendengar apa yang kita bicarakan di saat dekat bersamanya " raut wajah Elisa tampak berubah begitu bahagia mendengar hal itu.
"Iya , apapun yang ia dengarkan itu bisa sangat jelas , jadi saran saya , kau sebaiknya sering-sering mungkin untuk mengajaknya bicara saat merawatnya , itu bisa jadi motifasi untuk kesadaran nya nanti"
"Wahh , kalau begitu , Elisa kamu sebaiknya bicarakan hal-hal yang manis gitu sama pak bos , yah saat kamu bertemu , saling mengungkapkan perasaan .. emm , kapan pak bos nembak kamu gitu , ihh pasti so sweet banget "🥰🥰🥰
"Heh , anak ABG kenapa pikirannya dangkal sekali "
"Aist .. pria ini tadi ngatain aku gadis kecil sekarang anak ABG , mau kamu apa sih ? ngajak ribut " Delta segera berdiri dengan sedikit mengacak pinggang menatap Jordan yang tersenyum puas meledeknya.
__ADS_1
"Delta.. kamu apa-apaan sih, yah sudah kalian selesaikan saja dulu persoalan kalian ,aku mau masuk dulu , untuk memberikan kabar ini pada Edward , bukan kah dia bisa mendengarnya " Elisa segera bangkit dan berlari untuk masuk kedalam rumahnya dan segera menuju kamar atas untuk menemui suaminya itu dengan perasaan yang amat sangat bahagia.
"Dengar yah Tuan atau dokter yang terhormat , sebenarnya aku salah apa sih sama kamu itu? sepertinya kamu gak suka gitu dengan aku " sontak perkataan yang keluar dari mulut Delta saat itu malah membuat Jordan tertawa lepas begitu saja.
"hahaha ... kau ini , kenapa lucu sekali ..hfff"
"Kok kamu malah ketawa sih ? apanya yang lucu coba , emang bener kamu ini ngeselin yah , " Delta kemudian berdiri dengan kesal dan mendekat pada Jordan yang sedari tadi masih duduk.
Dan tanpa berfikir panjang Delta segera duduk di atas pangkuan Jordan saat itu , hak itu sedikit membuat Jordan kaget dan terdiam.
"Kamu bilang aku gadis kecil , anak ABG dan terakhir aku lucu , oke yang terakhir memang aku akui aku lucu dan imut , sama satu lagi ca....nnnn.......tiiiiiikkkkkkkk.......puas " Mereka saling berhadapan satu sama lain dengan Delta yang masih berada di atas pangkuan Jordan , entah apa maksudnya yang pasti hal itu menambah Jordan sedikit tertarik.
"Belum "
"Ha ?"
"Bagaimana kalau sekarang gadis kecil dan anak ABG yang lucu , imut dan cantik ini cium aku .. baru aku puas ... eh sedikit puas "
"Apa ?" sontak Delta segera bangkit dari duduk nya ketika mendengar hal memalukan itu terucap dari bibir Jordan , ia kemudian memalingkan wajahnya sangat malu dan kemudian segera melangkah meninggalkan jaringan Jordan begitu saja.
"Hey , kau mau kemana ? bukannya kau tadi berinisiatif yah !" teriak Jordan begitu senang untuk pertemuan kedua nya bersama Delta.
"Ya Tuhan ... apa yang aku lakukan barusan ? apa aku menggali kuburan ku sendiri , bagaimana bisa aku dengan berani nya duduk di atas pangkuan dokter itu , apa coba maksud aku tadi "
ihhh... Dia juga berkata soal (CM).." ahk.... kok aku bisa bodoh gini sih , sepertinya aku gampangan banget deh " lagi-lagi Delta tampak kesal untuk yang kedua kalinya ketika ia bertemu kembali dengan dokter Jordan.
Bersambung......
Sedikit percakapan :
Elisa : (CM) maksud kamu ciuman Del ? mau tahu rasanya , jelasin dong suamiku gimana rasanya !!!"ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜˜ðŸ˜Š
Edward:Aku kan lagi koma sayang , gimana mau jelasin nya !"😴😴🤔🤔🤔
Elisa : oh iya yah , kok aku bisa lupa , emm , ya udah deh kamu simak dan dengerin aja yah !!!"
Edward : Tanya sama Jordi aja , mungkin dia tahu !"
Elisa : Oh iya yah , dia kan bisa tahu segalanya , tapi Jordi lagi sibuk suami ku .
Edward : entar .. aku coba telpon.. Tut......Tut.....
Nomor yang anda tuju sedang sibuk , ,,,Tut....Tut......
Edward: sibuk nomornya .
Elisa : kok bisa sih , ini pasti karena dia udah dapetin jabatan kamu.
Edward: Apa ? maksud kamu Jordi yang sekarang jadi pemimpin perusahaan aku?
Elisa : iya sayang , kamu kan lagi koma , jadi ayah Alek nyuruh dia buat gantiin kamu .
__ADS_1
Edward : Oke aku sadar sekarang ! 😎😎😎
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸŽ‰ðŸŽ‰ðŸŽ‰ Happy reading , selamat hari kasih sayang semuanya buat para readers.. terus dukung aku yah dengan like dan vote nya , terimakasih.