
Ponsel yang di pegang Delta sudah basah berkeringat hingga terasa panas ia menggenggam .
Beberapa kali ia menghubungi ponsel Edward ataupun Jordi , namun mereka susah sekali untuk di hubungi.
"Bagaimana Del, apa ada jawaban?" tanya Lisa dalam duduknya.
"susah sekali menghubungi mereka" gerutu Delta dalam kegelisahannya.
"Bagaimana ini non, telpon kantor juga tidak di jawab " tambah Rena mencoba menghubungi telpon kantor di sudut kamar .
sementara bunyi tembakan di luar makin bising.
_
_
_
_
_
_
_
_
Dua pengawal sudah tertebak di depan pintu , sementara kepala pengawal telah di lumpuhkan dengan dua tembakan di lengan kiri dan bahunya.
"Tangkap dia....!!!" teriak pria bertopeng dengan ukuran tubuh paling kekar memerintahkan dua orang untuk segera menangkap kepala dan mengikatnya.
"cuihhh....... apa sebatas itu kemampuan kepala pengawal Edward , heh " pria bertopeng itu tertawa sangat keras menandakan kepuasannya.
"Bos , sisa pengawal sudah di lumpuhkan !" ujar seorang lagi baru masuk ke dalam vila yang keadaan depannya sudah sedikit hancur bagian pintu maupun jendela akibat baku tembak mereka.
"Bagus , segera seret wanita itu kemari !" ucap pria bertopeng tadi yang merupakan pimpinan mereka.
"Baik " ujar kedua pria yang kini berlari menaiki anak tangga dengan giat.
tidak membutuhkan waktu lama ke dua orang bertopeng itu sudah tiba di depan pintu kamar di lantai atas mereka meyakini itu adalah kamar utama di mana orang yang mereka cari bersembunyi di dalamnya.
Dengan kasar mereka menggedor-gedor pintu kamar paksa , hal itu jelas sangat menghangatkan Elisa dan yang lainnya di dalam kamar.
"Wanita sialan , cepat buka pintunya !" teriak seorang pria mengumpat sembari menendang keras pintu itu.
"Bagaimana ini Elisa , mereka berhasil masuk , apa yang harus kita lakukan ?" delta tampak panik dan mendekat pada Elisa .
__ADS_1
"Buka pintunya , kalian mau di paksa keluar ha??" teriak pria bertopeng itu lagi kini menyeringai dan tertawa keras .
"Bagaimana nasip kepala pengawal dan yang lain nya ,apa mereka ..." Rena tak berani melanjutkan kata-katanya.
"Tenang lah , sebaik nya aku keluar saja" Elisa berusaha memutar kursinya menuju pintu.
"Hey , kamu gila yah ? apa yang mau kamu lakukan di luar Lisa ? " Delta berusaha mencegah perbuatan Elisa yang di anggap nya nekat.
"Delta , mereka sudah merusak vila ini bahkan yang lain menjadi korban , aku rasa yang mereka mau adalah aku , jadi aku harus keluar " jawab Elisa sangat tegas , tak ada rasa takut yang terlintas lagi dalam pikirannya .
"Iya ,mereka memang mau kamu , terus kamu mau nyerahin diri begitu aja , tidak Elisa apa yang akan mereka lakukan nanti , Bi sebaik nya kita hadang pintu ini " Delta segera mengalihkan pandangan matanya pada sofa dan beberapa rak serta meja di dalam ruangan itu.
Dengan sigap Rena dan Dewi mengerti apa yang di maksud oleh Delta , mereka berusaha mendorong segala barang yang ada di kamar menuju tepi pintu untuk menghadang pintu itu.
"Cepat cepat ..." ucap Delta berusaha mendorong lemari pakaian berukuran besar untuk menahan pintu itu agar tak terbuka.
"Delta , apa ini akan berhasil ?" Elisa bertanya sedikit ragu .
"Setidaknya ini akan mengulur waktu , aku yakin Jordi dan pak bos akan segera tiba " dengan tubuh mungilnya delta membelakangi lemari itu dan mendorongnya sekuat tenaga di bantu oleh Rena dan juga Dewi.
" Baik lah , aku akan membantu kalian juga" ujar Elisa memajukan rodanya berharap bisa turut membantu mereka , di lihatnya temannya dan kedua pelayan nya itu sangat setia ingin melindunginya , hak itu sungguh mengetuk hati Elisa yang tadi sudah tak memikirkan apapun kecuali ingin langsung mendatangi para bajingan di luar itu , entah dendam apa yang terlintas pada orang-orang ini sehingga tak pernah bisa membiarkan ia hidup dengan tenang.
" Hey , keluar lah , kalian ingin mati yah !" teriakan pria bertopeng itu sangat geram karena tak ada sahutan sama sekali dari dalam.
" Kita Dobrak saja " ujar seorang nya berisi keras ingin masuk .
"Ayooo... dooorong lebih keras .." ujar Delta yang paling bertenaga di antara yang lain nya , lemari besar itu sedikit lagi sampai untuk menutupi pintu yang kini semakin bergerak akibat tendangan kedua pria di luar .
"Kenapa pintu ini sudah sekali terbuka " kesal pria itu menendang serta mendobraknya dengan tubuh samping mereka namun pintu tidak juga terbuka.
sementara di dalam lemari itu akhirnya berhasil menutupi daun pintu secara keseluruhan.
"Akhirnya , kita harus tetap menahannya agar mereka tidak bisa menerobos " ujar Delta pantang menyerah .
"Baik " mereka berempat sangat kompak untuk menahan pintu itu.
"Brengsek , sepertinya pintu ini ada yang menghadangnya "tukas pria bertopeng itu geram .
"Hey , apa kalian belum menemukan wanita itu ?" teriak seorang pria yang baru saja tiba di sana , dia adalah bos mereka.
"Maaf bos , seperti nya wanita itu bersembunyi di kamar ini , tapi..
"Tapi apa ha? cepat bawa dia keluar !!" teriak bos mereka marah.
"Pintu nya susah sekali di buka " jawab anak buahnya tadi.
"Begini saja tidak bisa , panggil dua orang lagi kemari ! cepat !!!"
__ADS_1
"Baik bos " satu pria berlari menuruni anak tangga untuk memanggil yang lainnya agar segera naik ke atas untuk membantu membuka pintu.
Namun ketika pria itu sampai di bawah ia di kejutkan dengan sedikit kegaduhan.
"Bos , mereka datang !" teriak pria itu menyerukan bahwa ada beberapa orang yang datang dengan bersenjatakan senjata yang lebih mumpuni di banding mereka , dengan seketika perlawanan kembali terjadi .
Baku tembak segera di berlakukan , Mereka adalah Edward dengan beberapa pengawal khusus di bantu oleh Wisnu dan beberapa anak buah Alek.
Para pria bertopeng itu kalah jumlah hingga mereka berhasil di lumpuhkan dengan beberapa tembakan , pertumpahan darah tak bisa terelakkan , Edward dengan tatapan tajamnya terpaksa mematikan senjata dengan Amarahnya yang kian menjadi , membidik tepat di jantung seseorang yang posisinya tengah menyandera kepala pengawalnya.
Dor.... bidikan nya tepat mengenai sasaran dan berhasil menjatuhkannya.
"cepat buka ikatannya !" teriak Edward memerintahkan seseorang untuk melepaskan ikatan pada lengan kepala pengawal yang sudah cedera berat.
"Tuan, , di atas....di atas.....
"Heh , Edward....Edward......ternyata kau bisa menjadi sadis juga ha ?" suara itu menggelegar terdengar dari atas tangga.
"Markus" Nama itu terucap di ujung lidah Edward yang sangat tidak percaya bahwa itu adalah Markus ayahnya Belinda .
"Edward " kemudian Dari belakang Markus tampak Elisa yang di dorong paksa oleh seorang pria bertopeng dengan senapan di tangannya yang di todong kan di samping kepala Elisa.
"Elisa.." Dengan sangat terkejut pula Edward sontak menjadi marah namun sedikit melemah melihat wanita yang di cintai nya sudah berada di tangan para bajingan itu.
Begitu juga dengan Delta dan yang lainnya turut di sandera dengan lengan yang di ikat.
Pintu kamar itu bisa di buka paksa dengan tembakan yang di tujukan pada pintu itu beberapa kali , sehingga Elisa dan yang lainnya terpaksa menjauh dari pintu sehingga kekuatan menopang pintu itu lemah dan para pria bertopeng itu berhasil mendobrak pintu hingga terbuka dan hancur , bahkan lemari itu pun roboh hampir mengenai para wanita itu.
Beruntung mereka cepat menghindar , namun sayangnya mereka kini tertangkap dan jelas menjadi umpan untuk kelemahan Edward.
"Bagaimana Edward , apa kau masih mau menarik keras pelatuk mu itu ?" ucap Markus begitu angkuh dan sombong.
sementara tatapan Edward mengarah pada Elisa yang tampak pula menatapnya tajam , kedua mata sejoli itu bertemu seolah saling menguatkan di saat keadaan mereka sulit seperti itu.
"Apa yang kau inginkan ? " Pertanyaan itu Edward lontarkan pada Markus yang kini malah tertawa dengan keras.
"Kau bertanya apa yang aku inginkan ha ? haha... ku rasa kau tahu apa yang aku ingin kan nak ???.....
Bersambung.........
Hay semua , salam manis di tahun baru ini , semoga para pembaca dalam keadaan sehat dan bahagia selalu , author sebelumnya minta maaf yah , karena cerita Elisa dan Edward lama up nya .
sebelum author buat kelanjutan cerita agar tidak menggantungkan , kalian tekan like dan vote dulu dong , biar author tambah semangat nulisnya hhe.
nanti kita lanjut lagi yah ? author usahain deh buat cerita ini sampai tamat , tapi sebelumnya tetap simakin sekaligus buat favorit ya ceritaku ! jangan lupa Krisan di kolom komentar , agar author bisa semakin merubah tulisan menjadi lebih baik lagi , terimakasih semua 🎉🎉🎉
Selamat Tahun Baru ....
__ADS_1