Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan
PerihaL_Edward_


__ADS_3

Siang hari pukul 13.30


Tiba di sebuah gedung tinggi ,Edward memarkirkan mobilnya ,dan segera memasuki gedung itu , semua karyawan yang melihat berbaris menyapa kedatangan nya yang tak asing adalah suami dari Direktur perusahaannya Belinda.


Dengan tatapan serius Edward tak perduli ,bahkan acuh dengan semua yang tersenyum padanya, ia menuju lip dimana tempat untuk menuju ruangan Belinda.


lip menuju lantai 12 gedung itu terbuka, dengan langkah mantap ia segera menuju salah satu ruangan.


 


cklek....pintu yang tak terkunci di buka dengan segera.


 



"Akhirnya kau datang juga ?"sapa Belinda dengan sedikit tersenyum tak biasa.


"Aku tak banyak basa-basi denganmu , sebaiknya katakan apa yang ingin kau katakan ?" sedikit melangkah masuk Edward berdiri dengan menatap wanita di hadapannya dengan sinis.


"Oke, sepertinya kau memang tidak bisa lagi melihatku , tenang saja aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu di hari terakhir kita sebagai pasangan suami istri !" ucapnya seraya berdiri dari duduknya sedikit mendekati Edward.


"Heh, sebaiknya kau katakan !" sinis Edward memalingkan wajahnya kesal dengan sikap kepuraan Belinda.


"kau sungguh tidak sabaran sayang , tapi ..." Belinda mencoba membelai wajah Edward namun di tepisnya kasar oleh pria itu, sangat jijik pikirnya di perlakukan begitu oleh wanita yang suka melakukan berbagai cara demi keinginannya.


 


Derddddd......dredddddd.....ponsel bergetar di saku celana Edward, segera Edward meraihnya , dilihatnya ada panggilan masuk dari nomor baru ..


 


tap: di angkatnya telpon itu dengan sedikit melangkah menjauhi Belinda, sedang saat itu Belinda tampak tersenyum licik seraya memainkan jemari cantiknnya.


 


"Elisa Di culik tuan "


 


"Brengsek.....!" celetupan kasar itu keluar dari bibir Edward seraya berbalik badan menatap Belinda geram.


"Apa yang kau lakukan lagi ha?" sentak Edward seraya mencengkram leher Belinda keras hingga tubuhnya tersandar ke tembok ruangan itu.


"Aaaukkhh,....aaaapaa yang kau katakan? aku tiddaak mengerti ?" wajah Belinda berubah pucat Pasih ketika melihat kemarahan di mata Edward untuk pertama kalinya, itupun juga untuk pertama kali berhadapan secara langsung sedekat itu , meskipun mereka adalah pasangan suami istri.


"kemana kau menyuruh anak buahmu membawa Elisa !" dengan serius Edward menekan cengkraman tangannya pada leher Belinda, sehingga sudah tampak sedikit kemerahan ,dan Belinda mulai susah bernafas, agaknya Edward kali ini tak main2.


"Leeepaaaskan aku ,,!" rintih Belinda kesakitan , dengan kedua tangannya yang mencoba melepaskan tangan Edward dari lehernya.


"Cepat katakan !" teriak Edward benar-benar marah ,tak perduli bahwa yang berada di cengkeramannya adalah seorang wanita.


".keee ..gedung tua di sudut kota X ..."


"Kau akan tau apa yang akan ku lakukan setelah ini , !" ujar Edward melepaskan tangannya , dan segera pergi meninggalkan Belinda yang tersungkur ke lantai , karena merasa kesakitan , sedikit air mata Belinda mengalir ,karena tidak terima dan sakit hati ,mengetahui Edward benar-benar tak perduli padanya , yang ada di hati Edward hanyalah Elisa.


"Jordi , aku butuh bantuan !" ucap Edward dengan ponselnya menghubungi Jordi , iapun segera naik mobil dan tancap gas ,menuju lokasi dimana yang barusan Belinda katakan , Edward tahu benar lokasi tersebut , di sudut kota X yang sedikit jauh dari wilayah perkotaan , di mana tempat itu sering di jadikan tempat persembunyian para perampok dan pencuri , karena batas dan lintas yang curam ,tempat itu tidak pernah di kunjungi ,bahkan polisi jalan saja enggan berpatroli ke sana.


"15 Menit " ucap Edward melihat jam tangannya , di pikirnya memerlukan waktu sedikit lama untuk sampai ke sana , di cobanya untuk menghubungi ponsel Elisa.

__ADS_1


 


Tutttt....tuttt....Tut......


 


Telpon nya tak tersambung " sial " umpat Edward sedikit memukul stir sangat gelisah akan ke adaan Elisa , kau harus bersabar Elisa . ucapnya dalam hati seraya menginjak pedal gas melajukan mobilnya dengan cepat.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


"Jordi ?" teriak seorang wanita berlari keluar kantor.


sedikit menoleh ,Jordi melangkahkan laju cepatnya.


" apa yang terjadi ? kau mau kemana ? " tanya wanita itu uang tak lain adalah Delta ,teman sekantornya.


"Bagaimana pak , apa kami harus berangkat lebih dulu ?" tanya seorang pria berbadan kekar ,dia adalah kepala pengawal dari rombongan itu .


" pergi lah , aku akan segera menyusul ,atur anak buahmu !" ucap Jordi , mereka pun berangkat menggunakan dua mobil, sementara Jordi tampak sedikit bingung ingin mengatakan apa pada Delta , Jordi yang biasanya santai dan humoris ,kini berubah lebih serius dalam berbicara dan bertugas lantaran kini ia menjadi dekat dengan pak Edward.


"Ayo lah katakan apa yang terjadi , apa ada kaitannya dengan Elisa ?" tanya delta seraya meraih tangan Jordi dan mengayunkannya layak anak kecil.


" Elisa di culik !"


"Apa ? bagaimana bisa , diaaa. dia ...baru saja dia tadi menghubungiku untuk bertemu , tapi..." Delta memberhentikan katanya dengan perasaan menyesal dan sangat bersalah ,karena berlagak cuek dengan Elisa.


"Sudah lah , kau jangan khawatir , kami sudah mengetahui lokasinya ,dan kami akan segera kesana !" tambah Jordi sedikit menepuk bahu delta menenangkannya.


"Aku ikut , aku mau kesana ? bagaimana bisa aku kehilangan Lisa untuk kedua kalinya , aku mau ikut ?" Dengan sedikit menangis Delta berusaha ingin ikut .


"Tempat itu sangat berbahaya, kau tunggu saja , aku harus segera bergegas !"


"tapi ...

__ADS_1


Jordi segera berlari menuju mobilnya dan segera berlalu , di pikirnya sudah sangat terlambat , ia tak ingin jika akan ada sesuatu yang terjadi, delta terlibat.


sementara Delta merasa sangat sedih dan berputus asa akan penyesalannya ,jika saja waktu bisa di ulang , aku hanya ingin menggodamu saja Lisa , agar kau sedikit menunggu lama.


Tapi kenapa? ini pasti ulah Belinda , ucapnya mantap , segera menghapus air matanya kembali ke dalam kantor.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_



"Lokasi kosong tuan!" seorang pengawal maju dari barisannya ,menghadap Edward yang saat itu sedikit melamun.


Kawanan pengawal Edward sudah menyusuri seluruh lokasi gedung tua itu ,tak ada seorangpun di sana .


"Ampun tuan ,ampuni saya !" tiba-tiba seorang pria bersujud terengah2 lari dari kawanan yang ikut bersama Jordi yang baru saja tiba.


Edward yang masih diam saja ,kali ini tatapannya menyusuri seluruh penjuru bangunan kosong itu.


"Saya tidak tahu jika yang menyetir bukan dari bagian kami, saat saya tengah turun sebentar hendak membeli sesuatu ,dia mengemudikan mobil dan membawa nona Elisa pergi !" panjang lebar pria itu menjelaskan di bawah kaki Edward dengan kecemasan dan rasa bersalahnya.


"Bedebah , kau sudah ceroboh !" brukkkkk....


Tendangan keras terlontar dari kaki kepala pengawal , dia merasa malu jika anak buahnya tak bisa mengenali kawan.


"Cukup !" teriak Edward menundukkan serentak kepala mereka takut.


"Jordi , segera tangkap Belinda ! sementara yang lain lacak keberadaan mobil kita !, jika hal seperti itu saja kalian tidak bisa ....


"Baik tuan...kami mengerti !" jawab pengawal tahu benar apa maksud Edward .


"Pak , Apa tuan Direktur tahu soal ini ?" tanya Jordi sedikit memberanikan diri mendekati Edward.


"Jika dia sampai ikut campur ,akupun tidak segan membawanya ke penjara !" sinis Edward segera berlalu naik ke mobil , sementara pengawal yang lain pergi menjalankan tugasnya masing-masing, Jordi pun bergegas dengan beberapa pengawal yang lain untuk menemui Belinda , keputusan yang di ambil Jordi kali ini adalah keputusan terbesar dalam hidup nya , rutinitas kantor yang biasa ia jalani ,kini bak menjadi anggota militer pikirnya " keren " ucapnya membuat beberapa pengawal yang satu mobil dengannya sedikit menatap aneh.


" emmm..yo cepat , kita segera menuju kantor Belinda ! " ucap Jordi lantang seraya membenarkan dasinya.


Bersambung ???..

__ADS_1


__ADS_2