
em....emmm....
Edward mengecup Lisa paksa saat itu, amarahnya sangat meledak-ledak membuat Elisa sangat mengerti.
seeeerakkk...
Seluruh pakaian Lisa di buka habis oleh Edward, Tak ada sebenang helaipun yang menutupi tubuh itu, Di lihatnya banyak bekas merah pada kulit putih itu sehingga sangat mengganggu pemandangan, Edward tampak menyudahi kecupannya dan menatap Lisa tajam.
"Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku Lisa ?" ketus Edward membulatkan matanya, Elisa sangat tak mengerti apa yang di maksud Edward, perasaan nya hanya malu dan sedih karena sudah dalam keadaan seperti itu.
auuuukkkkkk......
\_Rahasiaku\_
Sedari awal aku terpuruk dalam kehancuran yang ku anggap Batas akhir ...
Membuat aku lupa dalam kehidupan nyata yang ku jalani...
Aku berusaha jadi orang yang tak seharusnya..
Aku berusaha jadi orang yang suka dalam kesenangan semata..
Dimana kesenangan itu tak pernah kudapatkan dalam hidupku....
Sampai datang waktunya sosok dia yang aneh menyapa...
Membuat aku bertanya dalam keraguanku yang menyata...
Dia hadirkan sejuta cerita yang tak pernah kulalui..
Dengan sikap nya yang angkuh membuat aku mati penasaran akan kejelasan...
Ia hadir mengajakku dalam suatu ikatan..
Ikatan yang sama sekali tak bisa di katakan pada keluarga maupun teman..
ikatan yang tak bisa ku perlihatkan dalam keramaian...
ikatan yang jelas-jelas tak bisa ku banggakan...
ikatan itu tak bisa ku sebutkan...
Dimana adalah ikatan yang hanya aku dan dia yang tahu...
Dimana hanya aku dan dia yang melihat...
Aku sendiri tak bangga dalam hal itu...
Sudah jelas tak bisa ku katakan...
Tuhan Tahu jelas apa yang ku maksud, di saat aku tak bisa bicara dengan orang yang jelas sudah tiada ..
Bodoh jika ku mengatakan itu semua takdir...
jelas semua itu adalah pilihan..
__ADS_1
Dimana pilihan ku selamat dalam jurang yang dangkal,..
Namun aku tak ingin berusaha memanjatnya naik ke atas...
Dimana pilihan itu adalah menepi ke pinggir air yang surut...
namun aku malah menggali lebih dalam...
Namun semua itu mengalahkan dalam suatu perasaan ku yang mula muncul ke permukaan..
Kala ia menatapku tajam dalam bola matanya yang hitam ..
Deg....
Deg...
Detak jantungku berdebar sangat kencang...
Terasa sesak dan panas dalam keringatku yang mengalir...
Dia datang mendekat dengan perlahan...
Semakin kencang detak jantung ini terdengar...
Ku ragu dan ingin menutupinya....sedikit menarik nafas panjang dan menghembuskan ya pelan...
seraya menyampingkan rambut panjangku sedikit di belakang telinga...
EnAroma tubuhnya yang harum terasa...ia mendekatkan wajahnya dekat dengan wajah merona ku....
lalu berbisik .....
\_*Jadilah seperti biasanya!!!\_
Kata itu terdengar jelas di telingaku...
sesaat aku tersadar dalam perasaanku yang hampir terbang....
Aku...aku hanyalah seseorang yang tak berarti dimatanya....
Hanya sebuah perumpamaan dalam kata tidurnya...
Hanya sebuah kiasan dalam kebosaanannya...
Bisakah aku berharap itu salah ....
_
_
_
_
_
_
_
_
Edward Menyetubuhi Elisa dengan perasaan marah dan kesalnya, Namun di dapatinya sosok yang ia anggap itu hanyalah seorang wanita penghibur dimana seluruh tubuhnya adalah bekas pelampiasan nafsu para pria hidung belang jelas adalah salah besar..
Dia yang baru pertama kali menyentuhnya ,mengetahui benar dalam penyesalannya...itu adalah pertama kalinya kesucian Elisa tersentuh..
__ADS_1
Dengan sedikit ragu di tatapnya mata Lisa yang masih berada dalam rangkulannya, mata itu membulat dengan berkaca-kaca, seolah terbendung badai air mata yang ingin pecah..
Segera Edward bergeser di sebelah Elisa tanpa berhenti menatapnya..
Air mata elisa mengalir begitu saja, hingga terdengar tersedu-sedu, Edward menatap tubuh Lisa dari belakang, di tatapnya lebih jelas hingga nafasnya terasa oleh Lisa, sedikit bergidik Lisa menggeser tubuhnya ke pinggir menjauhi Edward.
"Apa yang kau rahasiakan dariku Lisa ?" ujar Edward pelan seraya merangkul Lisa dari belakang.
"Lepas !" teriak Lisa seketika bangkit dari tidurnya ,tak perduli lagi meski seluruh tubuhnya terlihat oleh tatapan pria itu, mata Lisa membulat dan merah dengan tatapan membenci.
"Apa kau puas, sebenarnya apa yang harus ku rahasiakan lagi hah, di saat orang sepertimu saja bisa mencari jejak orang hanya dalam satu kata, apa ada yang bisa terahasiakan di dalam hidupmu !" lantang Lisa berkata dengan air matanya yang masih mengalir.
Di tatapnya Edward yang sudah duduk di tempat tidur juga menatapnya.
"Kau tahu hal yang kau anggap aku rahasiakan adalah, hal mana yang sama sekali tak ingin kau dengar, heh, bukan kah bodoh jika ku berbicara seperti ini, kau tak mungkin mengerti !" Elisa melangkah menuju kamar mandi dengan cepat masuk ke dalamnya.
Brakkkkk...
Pintu kamar mandi itu di tutupnya keras, mata Edward masih tertuju pada tempat Lisa berdiri tadi, Dia sangat menyadari kesalahannya, seribu tanya yang ingin ia katakan, namun batin nya tak siap jika harus bertanya di saat kemarahannya juga masih belum reda saat mengetahui Elisa benar berada di rumah Dimas, bayangan yang ada dimatanya juga mengingat bekas merah di seluruh tubuh Lisa, tapi.......Dia sendiri sudah menyentuhnya , sebenarnya apa yang kau perbuat Lisa? ,
cklek ...
Pintu kamar yang di buka, Edward memutuskan keluar dari kamar itu sementara.
1 Jam setelah itu.
Elisa Keluar kamar mandi setelah lama membersihkan tubuhnya yang ia rasa sangat kotor, matanya sedikit sembab akibat menangis , di tatapnya sekeliling kamar, Edward sudah tak berada di sana, hanya saja keadaan kamar itu berserakan ,di lihatnya bekas baju nya di robek Edward berceceran dimana-mana, serta keadaan tempat tidur yang kusut dan tentu saja ada noda .....
Elisa menyadari benar keadaannya, sangat kesal rasanya mengingat kejadian tadi, "pria brengsek!" umpatnya kesal menarik seprai kasur itu dan menggantinya dengan Sorai baru, kemudian Elisa langsung berbaring keras membanting tubuhnya ke atas tempat tidur secara sembarang, dengan hanya menggunakan handuk tipisnya Elisa tak perduli, tubuhnya sangat lemah untuk berdiri terlalu lama...
Bisakah aku berhenti sebentar saja.....
Tok....tok...tok....
Terdengar pintu kamar yang di ketuk dari luar kamar, mata Elisa segera terbuka dan membangkitkan tubuhnya paksa..
"Maaf non, ini Bi Dewi...!"
"Ada apa Bi ?" tanya Lisa segera menghampiri pintu dan membukanya..
Cklek..
"Ini non, Tuan suruh bibi buatkan teh hangat untuk non Lisa !" Dewi menyodorkan segelas teh hangat pada Lisa.
Huggghh,"Terimakasih bi !" ujar Lisa pelan seraya menerima segelas teh itu dari Dewi.
"Kalau begitu Bibi permisi dulu !"
Di lihat nya kepergian Dewi dengan tatapan yang tajam, lalu menatap gelas itu benci..
Bagaimana kau bisa mempermainkan ku seperti ini....
Tiba-tiba saja tubuhnya lemas dan terduduk ke lantai dengan gelas dalam genggamannya...
Elisa kembali menangis dalam kehancuran hatinya, ...
Bisakah aku kembali ke kehidupanku semula.....
__ADS_1